Air Mata ADITA

Air Mata ADITA
Bab 6 200 Ribu


__ADS_3

aku berusaha membuat diriku tenang ,, " Enggak mas,tadi aku ketumpahan air saat minum" bohongku


beruntung mas Willy tidak mencurigai ku dan kembali tertidur dengan lelap di belakangku.


"maaf mas aku belum bisa terbiasa dengan kata kata orang tuamu" gumamku dalam hati menangis lagi.


keesokan harinya aku meminta izin untuk kerumah orang tuaku saat kami sarapan.


"Mas ,ma, pa, aku izin ke rumah mama ya,aku kangen sama mereka?" ucapku dengan nada pelan takut mama mertuaku mu tidak mengizinkan.


"kamu jangan pulang malam ya,titip salam sama ayah dan bunda,aku belum bisa ikut menengok mereka" ucap mas Willy


"iya" sahutku tersenyum


beda lagi dengan wajah mama yang menatapku sinis," ma, boleh kan?" tanyaku lagi


"boleh,nanti kamu di antar supir ya" bukannya mama yang menjawab malah papa.


"iya pa" sahut ku kembali menyantap makananku.


setelah itu aku kembali menemani Bibik Marni mencuci piring,meski bik Marni sudah melarang ku tapi aku tak bisa tidak membantu karena mama pasti akan marah jika aku akan diam diam saja,karena mama selalu mengawasiku.


setelah itu aku kembali ke kamar untuk bersiap ,setelah itu aku keluar dengan rapi tak di angka mama sudah menungguku di luar pintu kamarku.


"mama" kagetku


"nih uang buat beli sesuatu buat mama kamu" ucapnya memberikan uang 200 ribu untuk aku membeli sesuatu.


"mama gak mau orang tua kamu mengira kami pelit" ucapnya sinis


"gak Kok ma,bunda gak gitu orangnya" jawabku tersenyum


"terimakasih mah" ucap ku berlalu meninggalkan nya


"ingat jangan pulang malam,mama gak mau ya di marahi Willy" teriaknya


aku menoleh" iya ma" jawabku singkat masih dengan berusaha tersenyum.


Sesampainya di mobil,aku melupakan ponselku,aku kembali ingin mengambil ponsel ku namun terhenti mendengar mama mertuaku sedang berbicara dengan mas Willy.


"iya sayang,mama sudah kasi uang 1 juta buat Adita untuk dia pegang ,mana tahu nanti dia butuh sesuatu untuk mamanya" ucapnya membuatku kaget


" 1 juta" gumamku kembali menitikan air mataku


aku tak jadi mengambil ponselku,aku berbalik dengan mengusap air mataku dan memasuki mobil.


Di perjalanan aku masih menangis tidak bisa menahan gejolak di dadaku.


"nyonya maaf, ,ini" ucap pak supir memberikan tissue kepadaku.

__ADS_1


"terimakasih" ucapku


"maaf mang?" ucapku lagi


laki laki paruh baya itu hanya tersenyum menatapku," tidak apa Buk,selagi bisa membuat tenang boleh kok menangis" jawabnya


ucapannya membuatku semakin menitikan air mataku dengan deras,setalah lama aku merasa tenang " mang kita berhenti di toko buah dulu ya" ucapku


"ia nyonya muda " jawabnya


Aku mampir sejenak membalikan buah buahan buat mama,karena mengingat bunda sering sakit dan aku juga membelikan kue buat orang rumah,aku mampir ke ATM untuk menarik uang kerena uang dari mama tidak cukup untuk aku membeli buah tangan buat bundaku.


setelahnya aku kembali ke mobil dengan buah di tenteng supirku,


"Maaf nyonya muda,kenapa tadi mengambil uang di ATM" tanya nya


"oh ,tadi yang cash ku tidak cukup mang " jawabku apa adanya.


"bukanya tuan muda sudah menitipkan uang mingguan buat nyonya muda berbelanja juga tadi saya dengar bapak menelpon nyonya besar untuk memberikan nyonya muda uang 1 juta buat membeli buah tangan?" ucap nya dengan nada sedikit tidak enak


Satu lagi fakta yang aku tidak ketahui,bahwa aku memiliki jatah mingguan dari suamiku Willy,tapi aku tidak merasa pernah menerima uang itu


aku menghembuskan nafas beratku," aku menaruhnya di ATM mang" bohongku


terlihat supirku mengerutkan keningnya seakan tak percaya.


"Tapi yang tadi kan tidak sampai satu juta" ucapnya


"maaf nyonya muda" ucapnya tetap fokus pada jalan


POV supir


aku mengantar tuan muda ke kantor karena mobil yang satu sedang di servis jadi aku mengantar tuan mudaku dulu ke kantor setelah itu mengantar nyonya muda ke rumah orang tuanya,Di dalam perjalanan tuan muda menelpon nyonya besar


"Mah,kasi Adita uang 1 juta ya buat dia berbelanja untuk bunda " ucap tuan muda


", , , , "


"ma,mana cukup uang mingguan itu buat dia kerumah Ira g tuanya,ma inget bunda dan ayah membesar kan dia dari kecil dan aku seenaknya mengambilnya dari mereka,ya aku harus bertanggung jawab dong atas kebahagiaan nya dan juga membuat orang tuanya merasa aku tidak mentelantarkan anak mereka" jelas tuan muda dengan panjang lebar


aku tidak bermaksud menguping tapi aku adalah supir dan telingaku sangat masih berfungsi dengan sangat jelas.


"ya sudah ma,makasi ya" ucap tuan muda kemudian menutup telponnya.


tuan muda menoleh ku,aku kembali fokus pada jalan " mang nanti antar nyonya muda dan jemput dia saat sore ya" ucapnya


"iya tuan" jawabku singkat


***

__ADS_1


"assalamualaikum" ucapku saat sampai d rumah bunda


"waalaikumsalam" sahut bunda


"Bun,Dita bawain buah buat bunda"


"kamu gak usah repot nak,bunda cukup melihat kami sehat aja Alhamdulillah," jawab bunda


"gak apa apa bun,oh ya mas Willy titip salam dia masih sibuk" ujarku


"waalaikumsalam" jawabnya.


"kamu istirahat gih,bunda masak dulu buat kamu ya,masak makanan kesukaan kamu" ujar mama menyuruhku istirahat


Huh , memang ini yang aku inginkan,istirahat Full di rumah tanpa mendengar ocehan mama mertuaku,boleh di bilang aku keterlaluan Karena merasa tidak nyaman bersama mertuaku,tapi itu yang jujur aku alami,


aku langsung merebahkan tubuhku di ranjang kamarku ,masih sangat rapi bahkan tidak berubah apapun di sini,masih seperti kamarku sebelum aku menikah,tiba tiba aku teringat dengan buku harianku.


Menikah muda


sebuah kata yang saat ini tersemat dalam hidupku


menjadi istri dari orang aku cintai sepenuh hati


menjadi menantu dari orang tua suamiku yang aku harus aku anggap sebagai orang tuaku sendiri,


tak di sangka menikah muda merubah segala hidupku,


hidup yang dulu sangat membuat hari hariku cerah,apapun keinginan aku tak bisa tidak terpenuhi,orang tua yang selalu mendahulukan kepentingan ku sampai saat ini.


yang dulu nya tidur bersama kini tidur berdua dengan lawan jenis,


yang tadinya hanya memiliki 2 orang tua ,kini aku memiliki 4 orang tua.


beginikah rasanya memiliki mertua?


Di rumah sendiri aku tidak pernah masak,di rumah suami aku harus belajar masak


Di rumah sendiri aku tidak pernah menyapu, di rumah suami aku harus bisa menyapi


bahkan yang tadinya aku tidak pernah memegang piring untuk cuci piring sekarang di rumah suami aku melakukan itu semua,terlebih saat mama menyuruhku mencuci bajunya,aku berfikir pernahkah bunda menyuruhku mencuci pakaiannya? aku rasa tidak? ,


huh ,beginikah rasanya jadi ibu rumah tangga? rasanya aku ingin kerja saja,tapi apa? aku hanya lulusan SMA mana ada yang menerima ku bekerja.


bunda, terimakasih telah memanjakan aku sampai aku besar,


mama mertua, terimakasih telah mengajarkan aku menjadi ibu rumah tangga.


happy reading, ,

__ADS_1


jangan bosan ya kasi like 👍 komentar ⌨️ dan juga vote nya.... terimakasih


selamat bertemu di bab selanjutnya.


__ADS_2