
POV Willy
aku berfikir panjang mendengar ocehan kecil dari mulut istriku,apa benar mama tidak akan kasi dia uang jika doa minta? aku rasa mama bukan wanita seperti itu,
Aku selalu kasi mama uang gajiku setiap bulan dan juga mama aku kasi amanat untuk mengurus segala keperluan rumah dan juga keperluan istriku Adita,
" Ma,mama udah kasi Adita uang jatah dia? " tanyaku sama mama
"Udah kok ,gak pernah telat malah" ucap mama
Aku percaya Adita tidak berbohong,karena aku tahu dia tidak akan melakukan itu,tapi aku lebih percaya sama mama,mama yang melahirkan aku ,mama yang membesarkan aku,dan aku juga yakin mama sayang sama Adita seperti anaknya sendiri.
"Mungkin Adita memang tidak mau berdandan layaknya wanita luaran sana,ya sudah lah" ucapku tanpa fikir panjang
"Toh Adita sejak menikah memang lebih suka masak,jadi wajar dia lupa dandan" lanjutku tak mau ambil pusing.
Aku senang dengan perubahan Adita sejak menikah,dia memang manja tapi setelah menikah dia berusaha menjadi istri yang baik buatku ,dia rajin masak buat aku ,kata mama itu adalah hobinya jadi aku juga gak bisa melarangnya.
"Mas makan malam sudah siap" ucap Adita dari luar
Aku segera keluar dan menuju ruang makan,terlihat mama dan juga papa di sana ,
"Dit,besok ada undangan makan malam dari perusahaan,kamu ikut ya?" ucapku.
"Iya mas aku ikut kamu" balasnya.
"Oh ya uang jatah kamu masih kan,itu pakai saja dulu buat beli baju yang bagus,Minggu depan mas gajian mas ganti" ucapku sengaja di depan mama aku mau melihat reaksi mama dan juga Adita .
"Eeh, uang jat , "
"Pasti sudah habis,besok mama belikan saja" timpal mama menyahuti ucapan Adita yang belum selesai
"Bagus dong,mama ajak Adita sekali kali buat jalan,biar Adita gak sumpek di rumah" senang ku mendengar mama dan istriku akur .
Adita hanya tersenyum mendengar nya,entah apa yang di fikiran nya,yang jelas aku sudah berusaha menjadi suami yang baik buat dia,dengan aku memberikan seluruh kebutuhan rumah di pegang mama ,Aku yakin Adita dan mama akan dekat layaknya ibu dan anak.
Adita juga tidak keberatan dengan keputusan aku ,karena apa yang mama katakan juga ada benarnya,Adita masih muda buat mengatur seluruh keperluan rumah,dia masih dalam masa sedang ingin bermain main saja,jadi apa salahnya jika dia butuh uang dia bisa minta sama mama,karena mamaku mamanya juga.
Di dalam kamar Adita hanya diam, "Sayang kamu kenapa?" tanya ku
"Gak apa apa kok mas," ucapnya membaringkan tubuhnya membelakangi ku.
"ya sudahlah mungkin dia banyak fikiran" gumamku kemudian ikut membaringkan tubuh ku dan seperti biasa aku tidak akan bisa tidur tanpa memeluk tubuhnya.
__ADS_1
**
pagi menjelang,aku bangun sudah tidak mendapati Adita di sampingku,aku beranjak ke kamar mandi dan memakai pakaian kerjaku seperti biasa,aku yakin Adita sudah ada di dapur,
aku turun dari tangga dan berjalan ke arah dapur, terdengar samar bincangan hangat antara Adita dan juga buk Marni pembantu rumah tangga ku,aku tersenyum melihat pemandangan di depanku,sungguh wanita idaman ku.
aku sengaja duduk di ruang makan menuggu makanan,tak lama Adita membawa nampan besar berupa nasi goreng buat sarapan kami,
"Lho mas kamu sudah di sini rupanya,maaf aku tidak menyadari kedatangan mu" ucapnya manis di telingaku.
"Gak apa apa,mas sengaja tidak mau ganggu aktivitas ku" jawabku
Tak lama kemudian mama dan juga papa datang dan ikut bergabung,Adita mengambilkan aku nasi di piringku setelah itu ia mengisi nasi di piring miliknya, seperti biasa aku lahap makan masakan istriku yang sangat lezat di lidahku.
"Oh ya rencana mama mau ke mana ajak Adita?" tanyaku
"Mama, ,,gak tahu liat nanti " ucap mama seperti ragu
aku menatap Adita yang hanya duduk tak merespon ucapan mama,
"Adita kenapa sih " gumamku menatap tatapan itu.
"Ya sudah,sore kamu sudah siap ya" ucapku
******
Hatiku senang sekaligus sedih mendapat ajakan makan malam perusahaan mas Willy,tapi sebagai istri aku harus ikut untuk mendukung suamiku
setelah mas Willy berangkat, menghampiri ku ke kamar.
tok
tok
tok
"Masuk" teriakku dari dalam
mama masuk dengan membawa beberapa pakaian.
"Nih kamu cobain,itu masih bagus kok,tidak usah beli,lagian kalau beli buang buang uang suami kamu," ucap mama memberikan beberapa potong pakaian wanita.
"Ini baju siapa ma? " tanyaku
__ADS_1
"itu bekas Baju mama dulu waktu masih muda,kamu pakai itu aja,masih bagus kok modelnya juga gak kalah keren " ucap mama
"Apa,gue di suruh pake baju bekas,gila yang benar saja" gumamku dalam hati
"Tapi ma,kan mas Willy, ,"
"Iya,tapi kan kamu tahu sendiri,Willy gajian Minggu depan,kalau kita pakai buat kamu beli pakaian,Yang kita gak bisa makan buat besok" jawab mama sedikit kesal.
"Ya sudah Dita pake ini" ucapku mengambil dress merah cabai dengan dengan bentuk garis miring,
"Willy juga gak akan ingat itu gaun punya mama dulu," ucapnya berlalu.
"Huh,gaun apaan...tua begini" ucapku kesal melempar gaun tua itu
"Yang benar saja aku pakai itu nanti malam," gumamku berfikir.
aku mencoba gaun itu dan melihat sisi kiri dan kanan dengan memutar tubuhku ke kanan dan ke kiri.
"Aku rubah saja gaunnya" gumamku
aku membuka drees itu kemudiaan aku memotong lengannya hingga membentuk gaun tanpa lengan,juga sedikit memotong bawahnya agar tidak melebar ke bawah,aku mensejajarkan bawahnya dengan sedikit memberikan hiasan mutiara agar terlihat sedikit berkilau,
"Bagus" ucapku melihat diri dari pantulan cermin setelah merubah sedikit dari gaun itu,
"Tapi kok ada yang kurang ya?" gumamku
mataku tertuju pada pot bunga di pojokan kamar mandi,aku mengambil nya dan menempelnya pada bagian atas gaun itu membentuk tali agar terlihat tidak polos di bagian atas kiri.
"Sempurna" gumamku menatap puas dengan perubahan yang aku buat pada gaun itu,
"Maa, maafin Dita ya ,Dita rusakin gaunya" gumamku
aku merenovasi gaun itu dengan cepat ,karena sejak dulu aku memang suka berkreasi,bercita cita menjadi seniman atau sejenisnya,karena separuh jiwaku adalah karya seni,namun sejak menikah aku membuang jauh impian itu dan fokus pada suamiku.
Saat ini aku bru selesai mandi dan mau berganti pakaian,terlihat mas Willy sudah pulang ,aku memperbaiki gulungan rambutku dan menyambut nya.
"mas maaf,lagi lagi aku tidak menyambut mu" ucapku mengambil tanganya dan ku kecup punggung tangan itu.
"Tidak apa,mas mau mandi dulu setelah itu kita berangkat" ucapnya.
Mas Willy sudah masuk ke kamar mandi, sebelumnya aku mempersiapkan pakaian ganti buat mas Willy yang senada dengan gaun ku,aku memilihkan mas Willy kemeja merah dan juga dasi merah serta jas dan stelan hitam,aku rasa itu cocok buatku yang menggunakan dress merah pemberian mama.
setelah itu aku bergegas untuk mengeringkan rambutku dan juga berganti pakaian,dan saat ini aku lagi duduk merias sedikit wajahku dengan alas rias seadanya yang ku miliki.
__ADS_1
cklek