
PoV author.
Didin melihat tatapan Adita yang sedikit berbeda pada Ronald,
"ada yang aneh !" ucap Didin pelan
"aneh kenapa ? " tanya Diwa menyahuti.
"gak, , ,gue cuma liat ada yang aneh aja sama mbak dita " terang Didin
" emang loe tadi ketemu di mana sama mbak dita " tanya Diwa.
"gue ketemu di pinggir jalan wa,dia kaya pengemis tau gak,duduk menangis kaya orang gila,tapi bukan itu masalahnya" ucap yoga lagi.
"terus apa?" Diwa semakin penasaran dengan ucapan Didin.
Didin terlihat berfikir," hmm sudah gak usah di pikirin ,mungkin hanya perasaan gue aja " ujar Didin berlalu.
Diwa kesal sambil mengejar "sialan loe, , kebiasaan ya loe bicara setengah setengah, , gue sumpahin loe bak, , , "
bugh
Diwa menabrak punggung Didin tanpa sengaja, " haish loe ngapain sih pake nabrak gue ," kesal Didin
"ya elo berhenti gak bilang bilang " lanjut Diwa mendorong sedikit punggung Didin.
" gue liat itu , , , " tunjuk Didin mengarah ke sebuah objek .
Diwa mengedarkan pandangannya menuju ke arah yang di tunjuk oleh Didin,
"siapa sih, , apa itu?" tanya Diwa penasaran .
Didin melihat Willy dan Susan yang terlihat bertengkar bersama seorang laki laki yang ternyata adalah Ronald.
"eeh itu bukannya cowok yang tadi yaaa " ujar Diwa menyipitkan matanya melihat Ronald.
" dan itu, , , bukannya mas willy ,dan wanita itu siapa? " tanya Didin lagi.
tak lama Adita datang dengan menggendong Mia.
"loh kalian belum balik " tanya Adita
"eeh mbak liat deh, , " Diwa menarik Adita dan menunjuk ke arah Ronald .
"mas Willy , , lagi berantem sama siapa tuh ?" tanya Adita.
"eeh itu bukannya Ronald ya , ," tebak Adita ,kemudian mereka menghampiri Willy dan juga Ronald.
"loh mas ,kamu ada apa kok adu mulut gini " ujar Adita
"ini nih,dasar preman kampung,nyebrang sembarang,untung gak ku tabrak " kesal Willy menuduh Ronald.
"loh bukannya elo yang nyetir gak liat liat,malah main salip main salip,untung loe gak nabrak orang lain " jelas Ronald lagi.
" sudah lah mas, mungkin bang Ronald gak liat jalan dan kamu juga mungkin kamu ugal ugalan " ucap Adita menengahi.
__ADS_1
"kamu nyalahin mas? " ujar Willy
"loh bukan gitu mas,kan aku cuma bilang mungkin,lagian juga kan aku bilang ke bang Ronald mungkin dia juga yang gak liat." jelas Adita lagi.
" ya sudah kalau gitu,mas saya minta maaf ya, mbak dita saya juga Minta maaf ya , ,saya permisi kalau begitu" ucap Ronald pamit.
"ia sudah nald,kamu pulang aja "
"kalian saling kenal.?" tanya Willy
"iya , ,kenal ,dia yang menemukan Mia dan mengantarnya ke kantor polisi " jelas Adita
"apa? dia? gak mungkin,dia mungkin mau menculik Mia," tuduh Willy
"kamu su'udzon banget mas sama orang,gak baik "
"aaark sudah lah ,aku jadi kesal kalau gini sama kamu "
"kamu siapa? " tanya Dita
"susan mbak " ujarnya
tiba tiba
plak
Susan mengaduh kesakitan ,pipinya terasa kebas dan memerah.
" sisil " panggil keduanya.
"nih ,wanita pelakor ,dasar gak tau diri,kamu seperti ini karena saya ya, kurang ajar kamu,gak tau malu " cerca sisil sambil menangis.
"kurang ajar " geram Susan
plak
dia menampar kembali wajah Sisil ,hingga wajah putih itu terlihat memerah bekas tangan.
"kamu yang pelakor, dan kamu yang tidak tahu diri, kamu tuh sudah tidak ada gunanya lagi,penyakitan dan hampir mati " cecar Susan membuat Sisil menangis.
"suatu saat aku akan balas perbuatan kamu Susan dan kamu mas,kamu tega ya sama aku ,kamu selingkuh di belakang aku,aku benci sama kamu " teriak Sisil memukul Willy di depan Adita dan yang lainnya.
"oh my God, , tontonan menarik Ini " girang Didin menyikut Diwa.
"ssstt,, , diam loe,ini tuh urusan ular tangga " celetuk Diwa.
"rumah tangga dodol, " lanjut Didin membenarkan
"iih benar tau ,ular tangga,kan si Sisil itu ular dan di kadalin lagi sama ular itu ,jadinya bukan rumah tangga tapi ular tangga ...hihi. , ," lanjut Diwa berbisik sambil terenyuh
" haish loe ada ada aja yah " balas Didin.
sementara itu willy terlihat salah tingkah " Sisil stop, ,aku sudah muak sama kamu " bentak Willy pada Sisil
"apa kamu bilang, , setalah apa yang aku lakukan sama kamu,kamu bilang kamu muak, , tega kamu mas hiks , , ,hiks , , " Sisil kecewa pada Willy ,dia yang sudah berusaha setia dan juga dengan tulus merawat bapak mertuanya nyatanya di hianati begitu saja oleh willy dan juga oleh sepupu nya sendiri.
__ADS_1
"yah,kamu tu gak punya apa apa lagi, kamu sudah tidak berguna lagi Sisil, aku muak sama kamu, " Willy tanpa ragu meninggalkan Sisil dan pergi dengan Susan mengendarai mobilnya.
Adita hanya diam,dia kecewa dengan perlakuan Willy dan dia kasihan dengan Sisil.
"sil,kamu yang sabar ya " ucap Adita menyemangati Sisil
"dit , , sakit banget rasanya,maafin aku yaaa" ujarnya merasa karma telah datang padanya,dia merasakan lebih sakit dari apa yang Adita rasakan.
tanpa di duga Ronald memperhatikan mereka dari kejauhan,entah apa yang di rasakan Ronald ,dia memegang dadanya merasa ada yang berbeda .
"perasaan apa ini?" gumamnya.
***
"Mia , ,cucukuu, , ," teriak Bu Selly menyambut Mia dan Adita.
"ya Allah nak, , kamu ketemu Mia di mana ?" tanya bi Marni
" Mia , ,syukur lah kalian baik baik saja " ujar pak darma
begitu juga dengan Mbah Darmi dan suaminya Mbah Darmo,mereka terlihat bahagia melihat Mia telah kembali.
setalah puas melepas rindu Adita menceritakan siapa yang menemukan Mia.
"bang Ronald namanya, , dia sangat baik Sama Mia,dia begitu sayang sama Mia " ujar Adita memuji Ronald
"tapi penampilannya seperti preman gak ada baik baik ya " celetuk Didin
"hush kamu ,gak baik loh bicarain orang di belakang " sahut bik marni menepuk paha Didin pelan.
"Tapi dia ganteng " celetuk Diwa
mereka semua tertawa mendengar candaan Diwa mengenai Ronald,Diwa ternyata diam diam mengawasi Ronald,Didin terlihat tidak suka dan selalu mengalihkan pembicaraan jika Diwa membahas Ronald.
"sudah ayok,ngomongin orang mulu, gue antar pulang yok " ujar Didin menarik tangan Diwa.
" kamu cemburu ya Din?" tanya Adita
"eeh ogah ya cemburu sama dia , ," kilahnya
" kalau cemburu bilang aja din ,gue gak apa apa kok ,asal jangan berharap lebih sama gue ya " balasan Diwa di barengi candaannya
"sudah sudah ,kalian makan malam aja dulu, baru pulang ya " ucap bik Marni.
**
"oh ya Din tadi prince revin menelepon,besok kita berangkat pagi ke perbatasan,sudah ada puluhan orang yang menuju ke sana malam ini " jelas Diwa setelah mereka makan malam.
mengingat yoga,Adita kembali bersedih ,Diwa melihat Adita sedih pun menghampiri nya .
"Mbak sabar ya, , aku yakin yoga pasti bertahan di sana ,dan pasti kita bisa menemukan yoga dan membawanya pulang dengan selamat " ucap Diwa menguatkan Adita .
"iya , ,makasi ya wa, , Din " ujar Adita mengusap pelan tangan Diwa sambil tersenyum.
***
__ADS_1