Air Mata ADITA

Air Mata ADITA
episode 104 pelajaran berharga.


__ADS_3

PoV author


seminggu kemudian .


Sejak ayah nya meninggal Adita tiap hari selalu mengunjungi kamar sang ayah demi Rasa rindunya.


"ayah, , Dita kangeeen sama ayah " ia selalu menangis saat berada di kamar itu.


"mama , , mama" celoteh Mia membuatnya menoleh.


" nak, , jangan seperti ini,kasihan ayah kamu " ucap bik Marni mengingatkan.


"iya bik maaf,Dita cuma kangen aja sama ayah "


"sudah gih sana berangkat kerja "


"mamam , , ,mamam " gurau Mia


Adita menoleh,satu kata lagi berhasil di ucapkan anaknya " wah Mia mau makan yaa ? " tanya Adita


"mamam...mamam..."


"ya sudah ayok makan sama nenek ya " ajak bik Marni


"ya sudah bik Adita berangkat kerja dulu ya, assalamualaikum"


"waalaikumsalam "


Seperti biasa Adita berangkat kerja bersama yoga.


"pagi author kesayangan yoga " sapa yoga


"pagi juga Youtuber kesayangan Dita " jawab Adita


"wah udah di sayang ceritanya ini" goda tiga


"emang gak mau di sayang ?" tanya Adita


"mau, , sini mmmmmm" yoga memonyongkan bibirnya sambil menoleh samping ke arah Adita yang duduk di sampingnya.


Bugh


" woey liat gue disini,jomblo bos ,.jomblo " Celetuk didin mengagetkan yoga dari belakang


"astaghfirullahalazim, , sejak kapan loe di sana" kaget yoga menoleh kebelakang.


"sejak loe ngunciin gue pintu semalam,sialan loe kacang lupa isinya " Celetuk nya


"mana ada kacang lupa isinya,yang ada kacang lupa kulitnya Didin?" sambung Adita


"mana ada mbak,di kamus Didin ,yoga itu kulit kacangnya,gue isinya" jawabnya.


" wah sialan loe ngatain gue kulit kacang " sahut yoga


" siapa suruh loe ngunciin gue semalam,loe gak tau gimana gue kedinginan di sini hah"


Yoga ingat dia pulang semalam tanpa bicara sama Didin saking larutnya,dia tidak tau kalau Didin tidur di jok belakang dan tanpa membangunkan Didin.

__ADS_1


" ya sorry Din,gue kira loe udah keluar duluan" ucapnya


"alasan loe " kesal Didin


" sudah ayok ,kapan berangkatnya kalau kalian berdebat terus " tegur Adita.


" tu salahin si Didin " ucap yoga sambil menyalakan mesin mobil dan melajukan dengan pelan.


"lah Napa jadi gue, tuh salahin si yoga " sambung Didin


Di jalan mereka terus berdebat sampai Didin melihat sesuatu pemandangan di luar sana,dia terus mengamati pemandangan itu sampai akhirnya dia menyuruh yoga untuk menepi.


"Yo,stop Yo, , pinggiran " ucap didin


"ada apa? " tanya yoga


"sudah cepat kiri "


mau tak mau yoga berhenti sejenak,Didin segera turun dan menyebrang jalan


" rekam ya " ucap didin setelah keluar dari mobil


Yoga segera mengambil ponselnya dan mulai merekam apa yang di lakukan Didin.


"mau apa dia?" tanya Adita seraya pandangannya mengarah ke Didin.


" kita liat saja " ucap yoga memfokuskan pada layar.


Di seberang jalan ,tepatnya di halte bus,terlihat beberapa orang menunggu bus datang,para pelajar ,ibu ibu , juga Para bapak bapak yang hendak pergi bekerja,juga ada seorang pengemis yang sudah tua rentan yang sedang duduk sedang meminta minta pada salah satu pria yang menggunakan jas,di lihat dia terus menatap ke arah jam tangannya,


"pak,minta pak " ucap pengemis itu


Didin melihat itu hanya menggelengkan kepalanya dari kejauhan.


telolet ...telolet ...


Bus pertama datang,para pengantri yang tadi berebutan untuk menaiki bus pertama,dengan setengah jijik pria yang berjas itu pun memilih untuk menunggu yang lain untuk naik dahulu,tapi siapa sangka bus itu penuh hanya menyisakan dirinya saja,dengan terpaksa dia harus menunggu taksi atau bus lain.


menunggu dengan cemas Didin melewati pengemis itu sambil tersenyum,lalu dengan gampangnya dia mengambil dompet pria berjas itu dan menjatuhkannya.


Didin pura pura cacat berjalan pincang dengan tangan di lepeh kan sebelah,bibir di miringkan seolah lagi struk,sambil mendekati pria berjas itu.


"uuh, , ,uuuh " colek Didin dengan tangan kanannya yang masih normal.


"iih ada apa hah,ada apa,saya gak ada uang receh " ucap pria berjas itu sambil merasa kesal .


"uuuh ...uuh " Didin menunjuk ke bawa dan pria itu pun spontan mengikuti arah tangan Didin.


"kenapa sih nie orang cacat " kesalnnya sambil menoleh kebawah.


"eeh , dompet gue bukan " ucapnya sambil mengambil dompet di bawahnya itu.


"uuh, , uuuh " ucap didin lagi seolah berkata " iya itu dompet elo pria sombong ".


"untung saja tidak hilang,surat penting banyak di sini" grutunya


Didin berjalan hendak pergi namun di hentikan oleh pria itu.

__ADS_1


"eeh mas tunggu,ini ada uang buat mas" ucapnya mengambil pecahan seratus ribuan sebanyak dua lembar pada Didin


Didin mengambilnya dengan pura pura menangis bahagia,Pria itu menepuk pundak Didin pelan sebelum naik ke bus ke dua yang baru saja tiba.


Pengemis itu heran melihat Didin," loh bukannya tadi dia tidak apa apa,kenapa sekarang jadi cacar" gumam pengemis itu dalam hati


Setelah pria berjas itu pergi,Didin pun kembali dan menemui pengemis itu,seraya memberikan uang pemberian pria berjas itu.


"terima kasih nak" ucap pengemis itu dengan terharu.


ternyata apa yang di lakukan oleh Didin semata mata hanya untuk membantu si pengemis,dia tidak suka melihat orang memeperlakukan orang lain dengan tidak sepantasnya.


"Pak,ini buat bapak dari bapak bapak tadi,dan ini dari saya ya ,saya harap bapak pergunakan sebaik mungkin untuk usaha,jangan ngemis lagi ya pak " ucap didin kemudian kembali ke mobil.


di mobil Adita dan yoga tersenyum melihat aksi Didin.


"wah , , Didin hebat juga " ucap Adita


"yah ,,dia memang begitu orangnya," ucap yoga


"terus kenapa kamu rekam?" tanya Adita


" kita akan masukkan video ini ke dalam YouTube kita nanti " jelas yoga sambil menyimpan rekaman video itu.


"loh,jika yang bersangkutan keberatan gimana?" tanya Adita


"tenang aja,kita akan buat reka adegan dan juga video yang akan kita up nantinya akan kita ganti ke animasi ,juga kita buat keterangan di bawah layar untuk menjadikan video kita sebagai pelajaran dalam hidup " jelas yoga.


"bagaimana sudah ?" tanya Didin yang baru saja sampai.


dia langsung masuk ke dalam mobil dan menanyakan hasil rekamannya.


"sudah nanti loe cek aja " ucap yoga melanjutkan perjalanan mereka.


sesampainya di lokasi shooting,Adita kembali mengambil gambar di sungai yang kemarin.


"Camera, , rolling, , action" teriak pak sutradara


Adita mulai berakting sesuai dari skenario yang di bacanya ,dia beradu akting dengan salah satu pemain pemeran antagonis,di dalam video Adita mengalami kecelakaan akibat ulah dari seseorang yang sangat membencinya.


namun saat di adegan Adita berteriak,tiba tiba mimpi buruknya kembali melintas di ingatan nya.


"Tidaaak , , jangaaaan, , jangaaaaaaan " teriak Adita


yang lain terheran sampai pak sutradara menghentikan shooting.


" mbak kenapa mbak?" tanya lawan mainnya


namun Adita masih tak bisa mengendalikan dirinya.


" jangan , , jangan " teriak Adita hingga


bugh


Adita pingsan .


"Miy, , , " teriak yoga.

__ADS_1


***


__ADS_2