Air Mata ADITA

Air Mata ADITA
Episode 70 biang kerok


__ADS_3

PoV author


"Yoga"


yoga menoleh ke arah Adita,lalu kembali ke pak satpam yang hendak membawa Adita ke kantor polisi.


"Dia tidak salah,ini buktinya" ucap yoga memberikan sebuah video bahwa seseorang yang menabrak Adita tadi adalah orang yang sengaja menaruh barang tersebut.


Setelah melihat video tersebut,pak satpam meminta maaf dan membiarkan Adita juga bik Marni pulang.


"Maaf buk,mbak, ," ucap salah satu security itu seraya membungkuk


bugh


"Aawh"


"Rasain loe, , udah gue bilang dari tadi,kita bukan maling" ucap bik Marni sambil memukul kepala security itu dengan tas nya,hingga pak security mengaduh kesakitan.


"Adduh, buk, , kami sudah minta maaf,kenapa malah di pukul sih"


"Itu karena kalian tidak percaya sama kami"


"udah bik,udah, kan mereka cuma menjalankan tugas saja,tidak apa! yang penting kan sekarang sudah jelas,kita tidak salah " jelas Adita


Yoga mendekati Adita dan mengambil kereta bayi Mia.


"Sini biar aku yang bawa" ucap yoga


"Kamu kan lagi kerja yo" ucap Adita


"Gampang,nanti kerjaan aku serahkan sama Didin,lagian juga di sini kita cuma mau ambil gambar depan toko aja, selebihnya kita ambil gambar orang orang yang lagi berbelanja di toko tersebut " jelas yoga

__ADS_1


Mau tak mau Adita mengangguk,dan bik Marni tersenyum senang melihat yoga juga adita akrab seperti itu,Namun si sisi lain ada seseorang wanita yang merasa kesal dengan rencana nya yang gagal,


"Sial,kenapa bisa gagal sih,awas aja lain kali gue gak akan gagal buat hancurin elo" geramnya


Tiba tiba


"sini kamu" ucap seseorang menarik tangan wanita itu


"Aaw, , apaan Sih kamu" ucap wanita itu menepis tangan laki laki tersebut.


"Sil,kamu lagi hamil,ngapain kamu jahatin orang?" tanya Willy pada sang istri


karena sebenarnya Sisil lah yang menyuruh orang untuk menjebak Adita ,karena Sisil merasa Adita telah menghalangi jalannya untuk bersama Willy


"Jahatin kamu bilang? apa salah aku jahatin PELAKOR?" jawab sinis Sisil .


"Pelakor apaan siih sil,dia tu gak pernah ngambil aku dari kamu,"


"Maksud kamu apa?" tanya balik Willy


"Kamu fikir aku gak tahu hah,3 bulan belakangan ini kamu sering mengirim uang pada mantan istri kamu itu,dan kamu masih sering perhatiin dia dari kejauhan..! "


Degh


Willy terkejut,dia tidak menyangka bahwa Sisil mengetahui dirinya yang masih sering mengikuti Adita kemanapun Adita pergi,bahkan dia sering mengirim sejumlah uang pada Adita .


"Aku, , "


"Apa? kamu gak bisa jawab kan?, , pelakor macam dia pantas masuk penjara"


"Stop sil, , kamu sudah keterlaluan"

__ADS_1


"Kamu sudah ketangkap basah,masih saja bela mantan kamu itu" kesal sisil


"aaaark , , capek bicara sama kamu,kaya anak kecil tau gak" teriak Willy kemudian meninggalkan Sisil sendiri.


Semenjak berpisah dari Adita,separuh jiwa Willy bisa di katakan hilang, meskipun dia tinggal bersama Sisil,tapi perasaan nya tak pernah tenang,selalu Mia juga Adita memenuhi otaknya.


"Sial, ,kenapa jadi kaya gini sih, " gerutu Willy saat ini berada di dalam mobilnya.


"Sial , ,, sial, , , siahl" ucapnya sambil memukul kemudi


Hidup Willy semenjak berpisah dengan Adita hancur,tak ada kebahagiaan dalam hidupnya,terlebih belakangan ini sifat Sisil mulai terlihat aslinya,dia selalu menyuruh Willy bekerja,mencuci mobil,berkebun,bahkan mencuci pakaiannya,Wily menuruti nya karena sang mama yang memang mendukung ,Mak lampir membiarkan anaknya menjadi babu di rumah istrinya itu karena Mak lampir selalu mendapatkan uang dari Sisil,sang menantu.


namun sejak Mak lampir meminta uang 2 milyar pada Sisil,Sisil menjadi geram,dan Mak lampir juga mengancam akan melaporkan apa yang dia ketahui tentang kejahatan yang di lakukan oleh keluarga mereka,Sisil tidak tinggal diam,dia diam diam melaporkan Mak lampir juga membawa bukti pemerasan atas dirinya ,juga beberapa bukti lainnya,hingga Sandy yang memang di tugaskan untuk itu merasa di untungkan,dia tidak perlu susah payah membuat laporan atas penangkapan Mak lampir,meskipun ia tak meminta izin pada aki nya ,sudah seharusnya Sandy menangkap mak lampir selaku neneknya menjadi tersangka.


Willy juga merasa menyesal telah bercerai dengan Adita,dia melihat kehidupan Adita makin hari makin sukses,dia merasa Adita masih harus jadi miliknya.


ddrrrt


ddrrttt


"Hallo pak,anda harus segera ke kantor,ada hal penting yang harus anda selesaikan" lapor Diwa dari panggilan telpon nya.


"Baiklah saya segera ke sana " jawab Willy


*Bersambung


Next


ketemu di bab selanjutnya


jangan lupa like,komen juga pollow akun author ya...

__ADS_1


vote juga novel author ini*.


__ADS_2