Air Mata ADITA

Air Mata ADITA
episode 38 Yoga


__ADS_3

PoV Adita.


Malam ini,aku duduk termenung setelah melihat malaikat kecilku sudah tertidur pulas,aku masih berharap jika janji suamiku akan dia tepati,


Ku dudukan tubuhku di bangku kecil yang terdapat di balkon kamar Ku , pandangan ku lurus ke arah atap atap rumah para tetangga kompleks,meski sama sama perumahan elit namun rumah yang ku huni paling tinggi di antara yang lain,


Detik berganti menit,menit berganti jam,jam sembilan malam kini berpindah pada jam 11 malam,aku mendesah,rasanya percuma aku menunggunya,mungkin dia sudah tidur nyenyak dengan memeluk istri barunya,terlebih jika dilihat dari cara dia tertidur setiap malam dia tidak bisa tanpa memeluk ku. Huh rasa perih kembali menyapa dadaku,terlebih saat deringan ponselku menyapa telingaku.


Dugaan ku benar, mas Willy yang menelpon,segera ku angkat


"hallo mas"


"Dit,maafin mas ya gak bisa pulang malam ini,mas harus mengurus beberapa urusan penting di luar kota,ini mas sudah di jalan ,gak apa apa ya mas gak pulang?"


"Oh ya" segera ku matikan ponsel dan menaruhnya sembarangan


Aku menatap tubuhku di pantulan cermin,aku mengingat apa yang di katakan Rohmi,Yana dan Riya.


"Mungkin mereka benar,aku tidak terlalu mementingkan penampilan ku" gumamku dalam hati.


segera ku tarik pintu laci dan mengeluarkan beberapa alat make up yang pernah ku beli namun belum sempat ku gunakan karena merasa menjadi istri dan ibu yang baik sudah cukup bagi mas Willy.


buliran air mataku kembali menetes membayangkan suamiku tertidur dengan wanita Lain,perih sangat perih bagai sayatan luka yang kembali di terpa ombak di lautan.


drrrt


ponselku berdering


panggilan video dari teman temanku


"Hai Dita! pa kabar loe" Rohmi menyapa


"Baik"


"Sudah lama gak ketemu ya, terkahir kita kesana pas loe lahiran, gimana Mia anak loe?" Yana bertanya


"Pasti dia akan semakin lucu,eh kapan kapan kita kumpul dong yuk,anak loe kan sudah bisa tuh di bawa kemana mana" ucap Riya juga tak mau kalah bersuara


"Baiklah,aku usahakan besok oke" ucapku dengan senyuman


"Eeh gue lihat loe lagi banyak pikiran?" tanya Yana


Yana memang selalu bisa membaca pikiran dan juga membaca ekspresi.


Aku terdiam mendengar ucapan Yana.


"sudah lah Dit,gak usah di sembunyikan,kaya bukan sahabat aja" ucap rohmi membenarkan


"Loe gak bisa bohongi gue Dit,gue kan calon psikolog" terangnya


Nah benar kan,dia memang cocok jadi psikolog


"Kalau loe belum siap,ya sudah kita gak akan maksa kok,tapi loe harus bisa besok ya" ucap Yana


"Iya,gue usahakan " jawabku


setelah berbincang lama akupun mengakhiri dan langsung tertidur..

__ADS_1


Pagi menyambut,


"Bik, Istirahat aja " ucapku saat bik Marni baru keluar dari kamar Mia


Dia terlihat sangat capek,dan lingkaran hitam di bawah matanya membuatku merasa bersalah.


"Tidak nyonya,bibik kan belum masak apapun buat nyonya sarapan" ucapnya.


Aku terdiam sejenak sebelum berkata. "Tidak perlu bik,hari ini bibik istirahat full di rumah ya,tidak boleh melakukan apapun,Mia aku yang urus" ucapku


"Tapi makanan kan__"


"Tidak perlu di pikirkan bik,selagi suami memberi kepercayaan penuh kenapa gak kita manfaatkan, ,hahah" jawabku di iringi tawa mengembang.


Aku berfikir,kemarin kemarin aku tidak mau menggunakan uang yang di berikan mas Willy, untuk keperluan yang tidak penting,Tapi mengingat apa yang di lakukan mas Willy aku jadi berfikir kenapa tidak aku pergunakan sebaik mungkin uang di beri mas Willy,toh juga dia bilang beli apa saja yang ku mau.


"Bibik gak enak nyah"


"Gak udah gak enak bik,kita kan partner " ucapku sambil mengedipkan mata.


Bik Marni hanya tersenyum dan hendak berkata tapi aku segera membungkam nya " tidak ada tapi tapian bik,hari ini kita order makanan yang banyak buat makan ,bibik istirahat aja di kamar,dan besok kita belanja sepuasnya,Ok " ucapku senang


bik Marni hanya menggeleng gelengkan kepalanya melihat ku yang kemarin bersedih,dan sekarang sudah ceria lagi .


sebelum bik Marni hilang di pintu kamarnya aku memanggilnya lagi " bik"


Dia menoleh dan menjawab " iya"


"Hari ini Dita mau jalan jalan ya ,makanan 30 menit lagi sampai,bibik jangan lupa sarapan " ucapku berlalu meninggalkan bik Marni dan bersiap siap.


setelah selesai beriap aku sudah rapi dengan pakaian jalan jalan ku dan juga Mia sudah siap di troller bayinya.


"hai guys" sapaku pada teman temanku


"Sama siapa kamu Dit? " tanya Rohmi melihat ku bersama Mei sahabat ku.


"hai,aku Mei,sahabat Adita ," ujarnya mengulurkan tangannya


Aku sempat menjemput Mei tadi sebelum ke caffe,aku bercerita semuanya pada Mei,Mei sangat geram dan bersedia membantu jika aku memerlukan bantuannya,namun untuk saat ini aku masih belum membuktikan sendiri tentang kenyataan mas Willy,setelah aku buktikan akan aku perlihatkan siapa aku sebenarnya padanya.


lama kami mengobrol di sana membuat mood ku kembali baik setelah beberapa hari di porak poranda kan oleh suamiku dengan kenyataan yang ada.


Setelah dari caffe aku melanjutkan jalan jalanku ke mall bersama Mei dan juga Mia.


"Dit,kita beli baju dan celana duku yuk" ajak Mei


"Ayok " ajakku


Untung Mia anaknya tidak rewel jadi setelah di kasi susu dia bermain sendiri kalau tidak langsung tertidur.


"Hai , , ,! " sapa seseorang saat kami masih memilih milih pakaian


"Hai, , ! " sapa Mei


Aku hanya membalas dengan tersenyum,


"Kamu Ditami bukan?" tanya nya

__ADS_1


"Eeh, , mas salah orang,dia Adita bukan Ditami" jelas Mei


"Tapi sepertinya aku tidak salah orang,Benar kan kamu Ditami penulis novel online yang terkenal itu" ungkapnya


Mei terlihat kebingungan dan menatapku seolah bertanya tentang kebenaran nya


Mei semakin shock melihatku mengangguk sambil tersenyum.


"What? jadi bener? " tanya Mei


aku hanya cengengesan menatap nya.


"Nah kan benar,mbak ini gimana sih temanya seorang penulis novel terkenal masak gak tahu,parah mbak ini? " ujar laki laki itu.


"Hehe,iya mas ..sahabat saya ini gak suka baca,makanya dia gak tahu" jelasku


"Kenalin mbak,aku pembaca setia novel mbak, namanku Yoga " ujarnya mengulurkan tangannya


aku membalas uluran nya "Adita" ucapku memperkenalkan diri


"Oh ,jadi benar nama aslinya mbak Adita? "


"iya mas,"


"Oh ya selamat ya mbak,Novel mbak bagus banget ceritanya,bikin kita serasa berada dalam cerita tersebut, penggunaan kata yang mbak gunakan juga bisa di mengerti semua orang,pokoknya best banget deh novel mbak," ucapnya membuatku merasa tambah semangat dalam berkarya juga merasa senang karyaku di sukai orang luar.


"Makasi ya mas, sudah menjadi pembaca setia novel saya," ucapku kehabisan kata untuk nya


"Novel apa sih,sini gue mau liat" ucap Mei merampas ponsel ku dan langsung membuka aplikasi noveltoon satu satunya aplikasi novel online yang ku download.


"Gila ini beneran elo yang buat ? kisah nyat___"


Segera ku tutup mulut Mei dengan tanganku saat dia mau bilang Novel yang ku buat merupakan kisah nyata ku


"Kisah nyata maksud nya?" tanya laki laki itu


Mei hanya mengangguk tanpa bersuara,tangaku masih menempel di bibirnya.


"Gak lah mas,,itu cuma fiksi aja kok ,jangan dengerin dia" ucapku kemudian pamit untuk melanjutkan rencana kami.


"Mbak!" dia menghentikan langkahku


"iya"


"Boleh aku minta nomernya? " ucap nya


Aku ragu antara memberikan atau tidak,sebab aku masih menjadi istri mas Willy,tidak pantas bagiku memberikan nomer ponsel yang merupakan salah satu privasi kami.


tapi sayang seribu sayang,Mei malah memberikan kartu namaku yang ku dulu ku baut bersama nya saat kamu membuat usaha kecil kecilan dalam bidang makanan.


"Mei" tegurku dengan tatapan


Mei hanya cengengesan dan laki laki itu langsung berterima kasih dan pergi.


***


next

__ADS_1


ketemu di bab selanjutnya


__ADS_2