
PoV author
Hari demi hari telah berlalu,tak terasa kini sudah hampir satu Minggu lamanya yoga tidak pulang dan memberi kabar pada Adita maupun yang lainnya,Adita begitu khawatir tiap hari dia selalu menunggu yoga di depan pintu masuk,pikirannya tidak tenang,bahkan untuk makan saja bik Marni selalu memaksa Adita ,melihat putrinya juga masih membutuhkan asupan Asinya.
"nak ayo makan,kalau kamu tidak makan nanti kamu sakit,Mia juga pasti ikut sakit " ucap bik Marni membujuk Adita yang masih tak bergeming.
bekerja pun ia tak lagi bekerja,meski sudah mendekati masa promo film nya namun ia tak lagi bersemangat untuk mengadakan promo pada film pertamanya.
"buk, ,kapan dia pulang ?" ucap Adita meneteskan air matanya
jujur saja bik Marni tidaklah sekuat yang Adita pikir,dia pun sama dia menangis sambil berdoa atas keselamatan suaminya,bahkan dialah yang lebih menderita saat ini,anak satu satunya tidak pernah memberi kabar padanya dalam misi yang berbahaya itu.
"apa dia sering sepeti ini buk?" tanya Adita menatap sendu pada mertuanya itu.
"pernah,bahkan pernah sampai satu bulan dia berjuang dan Alhamdulillah dia kembali dengan selamat tanpa kurang satupun " ucap bik Marni.
adita sedikit lega mendengar ucapan bik Marni,dia ikut bik Marni masuk ke dalam dan sarapan.
"buk makanan ini terasa hambar " keluh Adita mendorong piringnya.
"aaah apa iya? " tanya bik Marni
dia mencicipi makanan itu " ibu rasa tidak nak,ini pas kok, mungkin kamu terlalu kepikiran sama yoga makanya semua makanan yang kamu makan rasanya hambar " jelas bik Marni
"Dita gak tahu buk " balasnya pelan,lalu masuk ke dalam kamarnya.
Di dalam kamar Adita hanya duduk di balkonnya dan melamun sepanjang hari ,dia juga tidak terlalu memikirkan Mia yang memang tidak pernah rewel sama sekali,sesekali Mia menangis Adita menemani Mia namun dia sama sekali tidak fokus mengurus Mia ,hingga pernah membuat Mia terjatuh ke lantai karena Adita kurang fokus merawat Mia,untuk itu bik Marni menyuruh Adita agar tenang dan tidak terlalu memikirkan yoga,meski Adita telah berusaha tapi dia tidak bisa,dia masih sangat memikirkan suaminya itu .
Ting
Dong
"assalamualaikum" ucap seseorang
"waalaikumsalam, , ," jawab bik marni membuka pintu
"eeh Selly, ,darma , , ayo masuk " ucap bik Marni
"Liana , , , eeh Adita mana ?" tanya Selly
"dia masih murung Selly,aku tidak tahu harus bagaimana," terang bik Marni
"kamu yang sabar ya,aku yakin yoga pasti akan kembali " ucap Selly
"apa sebenarnya pekerjaan yoga Marni?" tanya darma
degh
bik Marni terdiam ,dia tidak tahu harus berkata apa ,dia hanya tidak ingin orang tua Adita tahu semuanya sekarang karena waktunya belum tepat.
"Marni, , kenapa kamu diam?" tanya darma.
"eeeh, , itu , , anuu , , yoga ,bekerja, , "
"yoga di tugaskan untuk melihat perkembangan proyek Yang sedang di jalankannya pa, ,lokasi nya di perbatasan " jelas Adita yang baru saja keluar dari kamar setelah mendengar samar
"jauh juga , ,apa di sana tidak ada signal,makanya dia dia tidak pernah memberi kabar?" tanya darma lagi
"tidak Ada pah ,di sana lokasi baru yang akan mereka buat water park, lokasinya juga dekat dengan hutan dan di sana masih tidak ada signal sama sekali, pencahayaan aja baru masuk saat proyek mulai di jalankan " jelas Adita lagi menyakinkan orang tua nya.
__ADS_1
dia tahu bik Marni tidak siap menceritakan siapa yoga sebenernya,dan dia juga pasti akan menceritakan siapa suaminya sebenarnya pada orang tuanya.
"mama yakin ,semuanya pasti akan baik baik saja sayang,kamu yang tenang ya " balas selly
"oh ya cucu mama mana ?" tanya Selly
tak lama Mia datang bersama susternya ," hallo cucu Oma," sapa Selly
"hallo cucu Oppa , sini Oppa gendong ya " ucap darma mengambil Mia dari troli nya.
"papa , ,papa " ucap Mia menyebut papa
"loh ,Mia kangen papa yoga juga ?" tanya darma
"papa , ,mama , , mama " ucap Mia lagi
mereka tertawa melihat tingkah Mia yang sangat menggemaskan.
di tengah tengah keributan mereka seseorang datang mengucap salam .
"assalamualaikum, , "
semuanya menoleh " waalaikumsalam" jawab mereka semua
"biar ibu yang buka " ucap bik Marni
"tidak usah buk,biar Adita aja yang buka " balas Adita
dia pun keluar dan membuka pintu.
cklek
" mas Willy " panggil Adita
" kamu saama Siapa?" tanya Adita
"eee, , aku , , aku sendiri Dit, " ucap Willy sedikit tercekat.
"ayo masuk, kebetulan di dalam lagi ada mama sama papa " balas Adita.
Willy pun masuk dan menjabat tangan semua yang ada di sana ," kamu apa kabar Willy ?" tanya bik Marni yang sudah tak memanggilnya den lagi.
"aku baik bik,aku ke sini mau ketemu Mia " ucap Willy masih sopan.
"papapa , ,papapa" ucap Mia sambil bertepuk tangan berada di gendongan Oppa darma.
" Mia , ,tu ada papa sayang , , katanya mau ajak Mia main " ucap darma memberikan Mia pada Willy
namun seperti biasaa Mia tidak mau malah Mia menangis melihat Willy seperti itu.
"huaaaa , , huaaaa , , mama , , mamam" tangis Mia saat melihat Willy
"loh Mia kok gitu,itu papa sayang, Mia gak boleh gitu sama papa ," ucap Adita menenangkan Mia.
Willy terlihat kecewa pasalnya dia sangat ingin menggendong Mia sejak lama,tapi Mia tak pernah mau ,dia melakukan segala cara agar Mia mau bersamanya.
"oh ya papa punya ini , , Mia mau ?" tanya Willy mengeluarkan sebuah boneka Barbie
Mia terlihat senang dan langsung mendorong tubuhnya ke papanya.
__ADS_1
"astaga mas, , Mia mau Sama kamu Karena kamu jadi hadiah , ,haha , ,harusnya kamu lebih banyak bawa hadiah buat Mia agar Mia tidak takut lagi sama kamu " ucap Adita tertawa melihat Mia yang seketika mau bersama Willy karena Willy memberikan boneka barbie.
"iya yah,harusnya dari dulu papa bawa mainan buat mia ya, , " ucap Willy
Willy masih setia menemani Mia bermain di lantai,dia begitu senang akhirnya Mia mau bersama dengannya,dia di temani Adita duduk sambil bermain dengan Mia.
melihat pemandangan itu bik Marni sedikit tidak suka dengan Willy yang mencoba dekat dekat dengan Adita,namu Adita tidak memperhatikan itu Karena Adita terlalu fokus pada Mia dan mainan Mia.
"oh ya ,aku jadi penasaran,kenapa dulu mereka bercerai?" tanya Selly tiba tiba
bik Marni menoleh,dia tersenyum kecut mendengar ucapan Selly.
" Willy ketahuan mempunyai istri baru " terang bik Marni
"apa? " keduanya terkejut sampai membuat Adita dan Willy menoleh.
"ada apa mah?" tanya Adita
"eeh gak ada apa apa nak,kami hanya sedikit terkejut aja " balas Selly
Adita hanya mengangguk dan ber oh ria saja.
sementara itu yoga mendengar ucapan bik Marni yang terdengar menjelek jelekkan dirinya.
" aku dulu sebagai pembantu rumah tangga di tempat mantan suaminya Adita,dia tidak pernah bahagia ,dia juga tidak di sukai oleh mertuanya ,dan mertuanya sendiri yang memburu anaknya untuk berselingkuh dan membawa wanita lain dalam rumah tangga mereka,si Willy terima terima saja karena dia terlalu sayang sama mamanya , dan kemarin mamanya di tangkap polisi atas kasus perdagangan manusia " jelas bik Marni mengikuti kekesalanya melihat Willy yang sok akrab dengan Adita.
"astaga, , kasihan sekali anakku," ucap Selly
"tapi sepertinya Willy anaknya baik,tidak terlihat dia seperti itu " ucap darma melihat dari wajah dan juga sikap yoga
"iya dia memang baik,tali mudah terpengaruh " jelas bik Marni lagi.
tak di sangka Willy mengepal tangannya merasa geram dengan bik Marni,dia merasa di hina oleh nya ,di jatuhkan harga dirinya di depan orang tua Adita.
terdengar suara musik dari luar ,musik dari penjual mainan ,
"tuh suara mainan,ayo kita keluar,kita beli mainan lagi " ajak willy pada Mia,Mia pun mau di ajak Willy ,Willy mulai menggendong Mia dan berjalan ke luar di ikuti Adita.
"mau kemana syang?" tanya Selly
"mau ke depan sebentar ma,Bu , ,Mia mau beli mainan tuh di luar " tunjuk Adita pada mas mas penjual mainan anak keliling.
"oh ya ,aku mau ambil ponsel ku dulu mas ,kamu duluan aja " ucapan Dita
"iya mama " balas Willy memperagakan suara Mia
Willy pun keluar sendiri ke tempat penjual mainan itu,tak lama Adita keluar dan
degh
dia tak mendapati Willy di tempat penjual mainan itu .
"loh , ,mas mas,liat laki laki lagi Gendong anak perempuan gak di sini tadi,mau beli mainan dan keluar dari sana " ucap Adita menunjuk rumah nya
"oh ,ada mbak tadi , ,habis beli mainan dia langsung masuk mobil dan pergi ke arah sana " jelas penjual mainan itu.
degh
Mia kembali terkejut mendengar itu, dia mencoba menghubungi Willy tapi Willy tak menjawab.
__ADS_1
"astaghfirullah, , mas , ,kamu bawa kemana Mia. !" panik Adita,dia mondar mandir sambil menelpon Willy tapi tetap aja Willy tidak menjawabnya,Adita tidak peduli cuaca yang begitu panas menerjang tubuhnya,air matanya mulai keluar menghawatirkan Mia yang masih belum terbiasa bersama Willy,dia takut Mia akan menagih dan jatuh sakit.
***