
"Kami sud "
Mas Willy menghentikan ucapannya saat melihat aku berdiri berbalik dan menghadapnya,
ia baru selesai mandi dan berganti pakaian di kamar mandi, ku raih handuk di kepala nya dan membantunya mengering kan ,setelah itu aku membantunya untuk menggunakan jam dan juga dasinya,
"Sudah siap, yuk" ucapku
namun mas Willy masih diam diam memperhatikan ku,aku seolah tak memperdulikan nya,yang aku inginkan saat ini hanya bertemu mama ,bagimana reaksi mama aku merusak gaunya,
"Kenapa berhenti" ucapku saat sampai di ambang pintu,mas willy menarik tanganku.
"Aku rasanya tidak ingin ke pesta, kita di kamar saja ya" ucap mas Willy membuat ku tersipu Malu.
"Mas " ucapku menggeleng
"Ya sudah,tapi pulang dari pesta aku minta jatahku" ucapnya akhirnya
"Baik,baik" balas ku dengan senyuman dan menggandeng tangannya
"Dita,kamu , , , " ucap mama sambil menunjuk ku saat kami sampai di bawah
"Ada apa ma,ada yang salah sama baju Adita?" tanya mas Willy melihat wajah keterkejutan dari mama.
"Eeh, , tidak tidak , ya sudah kalian jalan saja" ucapnya akhirnya.
"Mari ma" ucapku merasa tersenyum puas melihat wajah terkejut mama
"Salah siapa ,tidak memberiku uang sedangkan suamiku menyuruh,huh dasar" kesalku dalam hati namun tetap tersenyum di depan mas Willy.
kami akhirnya berjalan menuju pesta dengan mas Willy menyetir sendiri,
saat sampai terlihat Susana pesta sudah ramai dan acara kelihatannya sudah mulai,
" selamat pak Presdir atas jayanya perusahaan anda,saya selaku pegawai sangat senang dengan apa yang telah di capai oleh perusahaan ini" ucap mas Willy memberi selamat kepada bosnya.
"Terimakasih Willy,ngomong ngomong,ini siapa?" tanya Pak Dharmawan bos nya mas Willy.
"Oh perkenalkan,ini istri saya,Adita"
"Adita ,ini bos nya mas,pak Dharmawan" ucapnya memperkenalkan kami
"Dharmawan,"
"Adita" ucapku menjabat tanganya.
Pria yang ku taksir 65 tahun itu terlihat masih segar bugar ,dan awet muda ,dia seperti baru berusia 50 tahun.
setelah berbincang sedikit dengan bosnya,aku dan mas Willy berjalan ke arah bangku kosong di pojokan sana,
"Sayang,kamu duduk sini dulu ya makan dan minum ,mas mau menemui rekan kerja mas" ucap nya
aku tersenyum dan mengangguk " baiklah aku tunggu di sini" ucap ku
terlihat mas Willy bercengkrama dengan rekan kerjanya,aku hanya memperhatikan saja,tak lama kemudian seorang wanita berbadan seksi menggunakan dress hitam menghampiri mas Willy,dia begitu dekat dengan mas Willy, dia juga mencium pipi mas Willy dan menggandeng tangannya,
"Siapa dia?" gumamku melihat kedekatan mereka
__ADS_1
mas Willy terlihat biasa saja,tidak risih sama skali,dan juga tidak takut meski aku melihatnya,
" Dia Ajeng, Ajeng Kartika Putri" ucap seseorang dari belakangku.
"Rama" ucapku kaget
"Adita,lama tidak bertemu" ucapnya mengulurkan tangannya.
aku membalas uluran tangan itu, "kamu apa kabar?"tanyaku
"Baik, kamu apa kabar,nikah gak bilang bilang" ucapanya
"hehe,maaf aku tidak memberitahumu,aku baik" balasku
"Aku kira kamu gak bakalan ninggalin aku dit," lirihnya
"Kamu apaan sih, siapa suruh lambat" balasku sedikit mencandainya.
"Oh ya tadi aku lihat kamu melirik ke sana terus,ada apa?" tanya Rama
"siapa tadi nama Wanita itu?" tanyaku
"Ajeng" ucapnya
Deg
"Nama itu,nama wanita yang mas Willy ajak jalan ke mall,apa dia? pantas saja dia sangat cantik " gumamku melihat kembali ke arah mas Willy yang masih duduk dengan Ajeng dan beberapa rekan lainnya.
"Dita, ,kok ngelamun " ucap Rama mengagetkan ku.
"eeh,maaf, , laki laki dekat Ajeng itu suamiku" ucapku
"Maksudmu?"
"Ya , maksud ku kalau dia sudah menginginkan sesuatu,harus dia dapatkan" ucap Rama
ucapan Rama membuatku sedikit takut, terlebih mama juga sangat menyukai nya.
"Kamu gak apa apa kan?" tanya Rama kembali
"Eeh , ,Gak apa apa,lagian aku yakin mas Willy tidak akan bermain curang" ucapku meski tak seyakin perkataan ku
"Kamu yakin?" tanya Rama sepertinya dia melihat keraguan dalam hatiku.
"Sudahlah jangan di bahas,kamu sama siapa kesini?"
tanyaku akhirnya mengalihkan pembicaraan.
"aku sendiri,kebetulan perusahaan ini milik paman ku jadi aku ikut iseng aja siapa tahu dapet jodoh,eeh ternyata jodoh ku yang tertunda di depan mata" ucapnya menggodaku.
"Rama sudah, aku sudah menikah ,beda sama dulu," ucapku
Rama memang pecicilan anaknya,sama seperti Sandy,tapi Rama lebih ke orang yang aku sayang selama mas Willy di luar negri,jujur aku sempat menaruh hati saat itu tapi lebih besar rasa cintaku ke mas Willy sampai aku menikah dengannya sekarang,
"kan kamu yang ninggalin aku dit,bukan aku " ucapnya
"Rama please stop,aku tinggal kamu " ancam ku
__ADS_1
"iya iya baik,maaf , , tuh suami mu kayaknya cemburu" ucapnya melihat mas Willy terlihat sedikit kesal di wajahnya berjalan ke Arah kami.
"sayang,siapa dia,?" tanya mas Willy mendekat dan merangkul ku
aku menarik lengan mas Willy dan dia duduk di dekat ku" dia Rama teman ku dulu " ucapku memperkenalkan Rama
"Rama,ini mas Willy suami ku" ucapku
mereka berdua bersalaman,terlihat mas Willy tidak menyukai kehadiran Rama " mas,kamu udah selesai ngobrolnya sama temanmu?" ucapku mengalihkan pandangan mas Willy dari Rama
"sudah sayang,kalau kamu sudah selesai makan,kota pulang" ucapnya dingin
Rama tersenyum melihat sikap cemburu mas Willy," ya sudah ayok aku sudah selesai" ucapku akhirnya
"Rama kamu pamit duluan ya" ucapku
"Hati hati dita,senang bertemu kembali " ucapnya
mas Willy menarik tanganku sedikit kasar," mas tanganku sakit" ucapku sambil mencoba menarik kembali tanganku
"Mas gak Suka kamu dekat dekat sama laki laki lain Dita" ucap tegas mas Willy saat kamu sudah di dalam mobil
"mas,dia teman sekolah ku ,apa salahnya menyapa " ucapku membela
"Tetap saja mas gak suka" ucapnya lagi..
"Siapa wanita tadi?" ucapku akhirnya.
"Ya -yang mana? " tanya mas Willy sedikit gugup
"Yang tadi sama kamu,nempel nempel" ucapku sambil melirik mas Willy yang fokus nyetir
"Dia teman kantorku Dita,kamu jangan berfikir macam macam" ucapnya berkilah
"Rama juga teman ku,mas juga jangan berfikir macam macam " aku membalas perkataan nya dengan ucapanya.
"Lain kali mas gak mau lihat kamu sama dia" ucapnya
"Mas , "
"Jangan membantah Dita" ucapnya sedikit membantak
aku terkejut dengan nada tinggi mas Willy,
"Gak usah ngegas kali mas" kesalku melipat kedua tanganku di depan dada dan menatap ke luar jendela
"Mas minta maaf" ucapnya
"Terserah kamu saja lah" ucapku malas berdebat.
dan kami pulang ke rumah tanpa sepatah kata pun ,suasana di dalam mobil sepi yang ada hanya suara mesin mobil berjalan.
hingga sampai rumah aku masih kesal di buat mas Willy,
BRAK
aku membanting pintu kamar dan langsung masuk ke kamar tanpa bicara apapun ke mas Willy,
__ADS_1
rencana mas Willy meminta jatahpun tak ku hiraukan,aku lebih memilih tidur dari pada mengingat kedekatan mas Willy dengan Ajeng membuat dadaku seakan terbakar.
happy reading