
PoV Adita.
"Pa, , papa gak lagi menyembunyikan sesuatu dari dita?" tanyaku saat ini yang sedang duduk di sofa dengan bik Marni yang lagi menimang Mia.
papa terdengar menghela nafas panjang.
"Dit, sebenarnya ini bukan permasalahan yang seharusnya kalian tahu,tapi tadi mamamu Sudah memberi jalan bagimu untuk mau tak mau mengetahui itu."
"papa sudah tidak bisa lagi mengontrol mama mu " jelasnya
aku mengerutkan keningku " maksudnya?"
"Sejak tidak tinggal bersama kalian ,mama mu tidak pernah tinggal dengan papa,katanya dia tinggal bersama eyang,tapi papa tahu mama mu tidak tinggal di sana,eyang sendiri yang memberitahu " jelasnya seperti mengeluarkan beban di dadanya.
"Maksudnya? papa selama ini tidak tahu mama tinggal di mana?" tanyaku
papa mengangguk
"Dia kerumah hanya menginginkan uang,setelah mendapatkan uang dia langsung pergi entah kemana!"
"Papa sudah menyuruh mamamu pulang ,tapi dia bilang dia sudah tidak sanggup hidup dengan papa yang sudah tidak punya daya tarik lagi" jelasnya
"Kemana sebenernya mama?" gumamku dalam hati
Aku merasa kasihan dengan papa,bagai hidup menduda,
"pah,Dita akan bantu biar mama pulang"
"Tidak perlu dit,lagian papa juga sudah tidak perduli lagi dengan mamamu,biarlah dia dengan orang yang bisa menyenangkan nya ,hidup bersama"
Degh
apa maksudnya papa bicara seperti itu? apa mama punya suami lain selain papa? rasanya tidak mungkin seorang wanita memiliki dua orang suami sekaligus.
"Maksud papa apa?" tanyaku mengerutkan kening
"Sudahlah,tidak usah di bahas lagi,yang penting papa saat ini dan seterusnya hanya ingin hidup damai hingga mata ini menutup rapat" jelasnya
"Tapii kan pa___"
"Jangan di bahas lagi Adita,yang penting sekarang kamu tahu bahwa papa sudah tidak bersama mama lagi" jelasnya lagi
aku mengangguk,mungkin itu bukan urusanku yang harus ku usut tuntas,aku akan menunggu papa sampai siap untuk bercerita semuanya,aku juga tidak akan tinggal diam untuk mencari tahu semuanya.
***
PoV Willy
"Dokter bagaimana keadaan istri dan anak saya?" tanyaku pada seorang laki laki muda berseragam serba putih itu,
dokter itu mengangguk angguk sambil membaca hasil pemeriksaan medis Sisil,
"Nyonya Sisil hanya pendarahan biasa," jelasnya
"Apa penyebabnya dok?"
"stres salah satunya,karena banyak pikiran yang membuatnya stres,jangan bekerja yang berat berat," jelas dokter lagi
"baiklah dokter terimakasih" jawabku
"satu lagi,jika berhubungan badan harus hati hati , jangan terlalu sering juga,usahakan seminggu sekali" jelasnya lagi
degh
__ADS_1
jantungku berdetak bukan karena jatuh cinta,melainkan terkejut mendengar ucapan dokter tadi,
"Kapan aku berhubungan dengan sisi?"
"Sejak menikah aku belum pernah menyentuhnya sama skali" gumamku dalam hati.
ucapan dokter sangat menggangu pikiranku ,beda denganku yang terlihat heran,Sisil malah terlihat menunduk tak berani menatapku ,apa yang dia sembunyikan dariku?
"Baiklah ini saya buatkan resep obatnya,silahkan kalian tebus di apotik " jelas dokter muda itu memberikan padaku sebuah kertas putih bertuliskan nama nama obat .
Aku dan Sisil keluar untuk mengambil obat,
"sayang, , kamu ingat kata dokter?" tanyaku
"Hmm, , kenapa?" jawab Sisil
kini Kami masih duduk menunggu antrian untuk mengambil obat,
"tentang hubungan___"
"Sudah lah sayang,aku memang harus istirahat full kayaknya,mungkin kemarin aku terlalu tertekan saat dengan Susan makanya jadi gini,dokter juga bilang kan penyebab nya bukan hanya sering berhubungan melainkan banyak faktor,jadi kamu gak usah mikir yang aneh aneh deh" jawab Sisil seakan tahu kemana arah pembicaraan ku.
aku mendesah,sesaat kemudian namaku di panggil,aku segera berjalan mengambil obat untuk Sisil,setelah itu kami bergandengan tangan keluar rumah sakit,dadaku berdetak tidak karuan,rumah sakit yang sekarang Ku pijaki ini sama dengan rumah sakit tempat anakku Mia di rawat,
saat sedang mendebarkan seperti ini aku menjadi tak fokus, dan
bugh
Aku kembali menabrak seseorang seperti tadi pagi,
"Lho,, mas lagi to yang nabrak aku? ucap pemuda tampan yang tadi pagi ku tabrak
"Eeh, ,maaf dek ,aku gak sengaja lagi" jawabku
"sayang kamu ini kenapa sih,kaya lihat Kunti aja" rengek Sisil
"Heh,Kunti, , mana ada Kunti siang sing gini mbak,yang ada hanya sunge" jelas pemuda itu
"Su-ngee?" jawabku bersamaan dengan Sisil
"Suster nge____"
"Mana ada dek" ucapku lagi
"Ada kok,tuh lihat , , suster lagi ngedorong kursi roda pasien!" jawabnya sambil melirik salah satu suster yang lagi mendorong pasien menuju taman
"Adek ini bisa saja bercandanya" ucap Sisil
pemuda itu terkekeh sendiri,saat aku mau kembali jalan tiba tiba Sisil menarik lengan ku agar berhenti.
"eeh dek,tunggu " teriak Sisil
pemuda itu menoleh " ada yang bisa saya banting?"
"Bantu" sergah ku
"hehe..iya , , ada apa mbak " tanyanya lagi
"perasaan pernah lihat kamu,tapi di mana yaa?" ucap Sisil terlihat seperti mengingat sesuatu
"Di sini mbak,di depan embak!" jawab enteng pemuda itu
"aku serius,Kamu YOGA DERMAWAN kan!!" tebak Sisil
__ADS_1
aku mengerutkan kening " sok tahu, ,tahu dari mana kamu sil?" tanya ku pada Sisil
"bukan mbak ,mirip kali, ,ya sudah ya aku kesana dulu, , byeee embak cantik " teriaknya Terlihat sedikit berlari
"eeh tunggu, , yoga , ,yoga dermawan tunggu" teriak Sisil
mendengar teriakan Sisil banyak dari perawat dan juga para pengunjung rumah sakit itu berlari ke arah kami
"Mana yoga mbak..mana?"
"mbak lihat yoga tadi,di mana?"
"Yoga, , yoga, , di mana dia mbak"
"Mbak kalau lihat yoga Dermawan jangan teriak kasihan dia,bakal di kejar gini"
begitu banyak yang menyerbu kami dengan pertanyaan yang bernada beda namun artinya sama " mana yoga dermawan "
aku jadi bingung,siapa yoga dermawan itu,dan kenapa banyak sekali yang mengenalnya,apakah dia artis? kalau iya kenapa aku tidak pernah melihatnya! aku bergumam sendiri dengan pemikiran ku tentang yoga.
"Eeh , ,anu , , ke sana tadi" jawab Sisil asal
semua Suster dan juga para pengunjung rumah sakit yang rata rata emak emak dan juga anak muda itu berlari ke arah yang di tunjukan oleh Sisil,sementara itu aku menarik tangan Sisil sampai ke dalam mobil.
bugh
ku tutup pintu mobil dengan keras,
"siapa dia sil?" tanya ku ketus
aku merasa kalah saing dengan si yoga itu,sampai aku begitu kesal mendengar Sisil menyebut namanya dengan sangat antusias.
"lha kamu gak tahu yank, ,dia kan YouTuber terkenal" ucap Sisil
"Hah, , YouTuber? " gumamku
"iya sayang,dia itu YouTuber terkenal, subscribernya aja sudah satu juta lebih, viewers nya juga dalam sebulan tak kurang 1 juta"
"keren kan??" ucap Sisil mengedipkan mata
"Kerenan juga aku sil" ucapku
"huh, iya iya suamiku paling keren sedunia hahaha" ucap Sisil tertawa lepas
saat ingin menekan pedal gas,tak sengaja aku melihat sesosok orang yang sangat aku kenal,papa.
Degh
"Gimana kalau papa lihat? mana papa mengarah ke sini lagi!" gumamku menatap tubuh papa mengarah ke mobil kami,apalagi mobil Sisil ini tidak gelap,jadi dengan gampang orang melihat pengemudi mobil
"Sayang kamu kenapa? ayok jalan" ucap Sisil melihat aku sedikit menyusutkan tubuhku agar tak terlihat oleh papa.
tok
tok
tok
"Duh, papa mengetuk lagi? "
next
ketemu di bab selanjutnya.
__ADS_1