
POV author
Di tempat lain
"Assalamualaikum mbak "
"waalaikumsalam, ," jawab bik Marni sambil membukakan pintu.
"Sandy , , kamu, , , "
"Aduuh, , minggir bik aku kebelet " sandy berlari ke toilet
"Astaga ,tu anak kenapa ?" heran bik Marni
"Siapa bik? " tanya Adita yang baru keluar sambil menggendong Mia
"Sandy Dit,datang datang kebelet "
"heh, ada ada saja anak itu " ucap Adita menggeleng
Tak lama kemudian,Sandy keluar dari kamar mandi
"Aaah legaaaa " ucapnya
"kenapa kamu sand? " tanya Adita
"Sakit perut mbak,!"
"mencret?"
"hehe,. udh mbak jangan di sebut ,malu "
"Dasar , , ada ada saja kamu " geleng Adita
"Kamu sakit sand? " tanya bik Marni
belum sempat menjawab ponsel Sandy berdering
drrrrt
drrrrt
"haish, , "
"angkat sandy "
__ADS_1
"Gak ah mbak,aku bilang lagi Demam ,mau istirahat,eeh malah dia mau nyamperin bawa obat demam."
"emang kenapa kalau dia nyamperin kamu?"
"Astaga mbak, ,.malu lah ,masa gebetan datang aku bolak balik kamar mandi mencret,malu lah"
"Lagian siapa suruh bohong segala,pake bilang lagi demam "
"malu mbakku sayang, bilang ke gebetan lagi mencret, ,yang ada dia jijik nanti "
"Adduuuh, , ,sakit lagi , , , aah mbak sih iiih " Sandy kembali lagi ke kamar mandi.
"ngapain nyalahin aku Bambang , , , " teriak Adita sambil menatap punggung Sandy yang hilang di balik kamar toilet
"bik,Carikan dia obat ya,aku mau ke kamar dulu "
"Iya Dit.."
PoV Adita.
Setelah kepergian yoga,Tiba tiba perasaan ku jadi tidak enak,entah mengapa aku selalu kepikiran yoga,terlihat dia pergi dengan tergesa tadi,aku takut sesuatu terjadi padanya
ku ambil ponsel ku dan ku cari nama yoga ,
tuuut
tuuut
tuuut
"Dit,ada apa?" tanya bik Marni yang sudah kembali mencari obat buat Sandy.
"Gak tau bik,tiba tiba aku kepikiran yoga " ucapku
"Kamu sudah menelpon nya?" tanya bik Marni
"sudah bik,tapi tidak ada jawaban"
"Apa aku telpon temannya?" tanya ku saat ini yang hanya mengingat Didin
"ya sudah ,coba kamu Telpon"
tuuut
tuut
__ADS_1
"Nomer yang anda tuju tidak dapat di hubungi, cobalah beberapa saat lagi " Bukan suara Didin yang menjawab melainkan suara operator telepon
"gak bisa bik "
Entah sejak kapan aku merasa seperti ini pada nya,aku merasa aku sepi saat dia tidak di sini dengan kekonyolannya,aku merasa hampa saat diriku tidak melihatnya.
"Apa aku suka sama dia? aah gak mungkin, anak itu kan pintar merayu, aku gak boleh baper sama dia " gumamnya dalam hati mengingat betapa konyol nya tingkah yoga saat bersamaku,
tak lama terdengar suara seseorang mengucapkan salam
"Itu pasti yoga " pikirku langsung keluar kamar
"Waalaikumsalam, , Yo , , " aku lega dan langsung memeluknya.
"Eeh ada apa mbak, , kangen ya sama aku ?"
Aku sadar,aku segera melepaskan pelukan ku
"Eeeh kenapa di lepas?" tanyanya
Entah bagaimana wajahku sekarang,aku merasa wajahku memanas,mungkin wajahku seperti kepiting rebus sekarang ini.
"Tau ah, kamu dari mana sih " Tanya ku
"ciyeee yang lagi khawatir " ledeknya
Tuh kan dia mulai konyol lagi,aku mulai salah tingkah di buatnya,aku harus mengontrol perasaan ku , aku takut akan jatuh cinta dengannya.
"Sudahlah , , sana pergi,gak usah kesini ,pulang pulang " kesal ku meninggalkan yoga dan Didin.
"Mi, Aku kesini mau makan ,lapeeeeerrrr " teriaknya saat aku mulai menjauh darinya.
"Aku bukan mami mu yogaaaaaa" teriakku meninggalkannya
BRAK
Aku menutup pintu kamar,ku sandarkan tubuhku di balik pintu,entah kenapa jantungku berdetak kencang saat bersama yoga,dan merasa nyaman saat di dekatnya.
"Huh,. ,tahan Dit, ,kamu jangan mudah jatuh cinta,ingat sakit hatimu dulu ditaaaa"
Aku harus berpikir bagaimana cara agar bisa mengontrol perasaan ini.
***
^^^Bersambung..^^^
__ADS_1
^^^cieee ada yang sudah mulai jatuh cinta kayaknya nih..!!^^^