
PoV author
Adita kembali terkejut,begitu banyak kabar yang membuat nafasnya tak beraturan.
"dan cincin ini hanya ada satu di dunia,sebelah nya millik kamu dan sebelahnya lagi ada sama bil Selly" terang yoga
"apa ? gak mungkin yoga ,ini cincin pemberian almarhumah ibu aku " ucap Adita masih menyanggah.
"Dita,dengar, ,kamu percaya sama aku kan,semua yang kamu miliki di akui Mbah kalau itu milik cucunya ,dan kamu lihat ini " ucap yoga memberikan sebuah kertas hasil tes DNA.
Degh
" Apa! "
"anakku , , " tangis pak darma menghampiri Adita dan memeluknya,Adita masih terkejut melihat hasi tes DNA itu.
Adita menatap yoga dan yoga mengangguk .
"huuuuuuu, , , huuuuuu" Adita menangis tersedu,begitupun dengan Mbah Darmo dan juga mbah Darmi mereka berhamburan memeluk Adita.
"anakku. , , " tangis pak darma
"cucuku ku , ,huuu , , ,uuuuu " tangis Mbah Darmi begitupun Mbah Darmo.
cukup lama meraka menangis setelah itu pak darma bertanya.
"nak,dimana orang tua angkat kamu,papa mau berterima kasih pada mereka " ucap pak darma
Adita menghapus air matanya ,dia menatap yoga dan yoga membantu Adita menjawab pertanyaan pak darma.
"beliau sudah meninggal pak," ucap yoga
"innalilahiwainnailaihiroji'un, , " ucap semuanya.
__ADS_1
"Yo aku masih belum bisa percaya,bagaimana mungkin ayah sama ibu merahasiakan ini dariku yo, , kenapa...huuuuu" Adita kembali meraung
"aku juga masih mencari tahu,tapi yang jelas kamu adalah anak kandung pak darma,Dan bik Selly " ucap yoga.
AIR MATA ADITA terus mengalir,Mbah Darmi kembali memeluk cucunya yang sejak awal dia sudah merasa Adita adalah cucu kandungnya,
detik kemudian Adita melihat sesuatu yang menurutnya tidak asing.
"pakaian ini? kenapa bisa di sini yoga " tanya Adita mengambil pakaian anak kecil yang di temukan di gudang rumahnya.
"aku membawanya ke rumah Mbah Darmi,Karena aku merasa baju Itu bisa di jadikan sebagai petunjuk,dan ternyata di luar dugaan ku Mbah Darmi mengingat betul siapa pemilik baju ini,dan Mbah Darmi lah yang membelinya untuk Liana cucunya " ucap yoga menerangkan
Adita kembali mengingat kejadian di mana sebelum ayahnya meninggal dia sempat bercerita tentang mimpinya pada sang ayah,yang membuat sang ayah marah dan meninggalkan mereka.
"Yo ayo kita pulang,aku yakin ayah pasti menyimpan sesuatu di kamarnya " ajak Adita
dan mereka semua lun menuju rumah Adita menggunakan dua mobil .
sesampainya di sana Adita langsung menuju ke kamar ayahnya.
"buk, doakan yoga ya agar bisa menyelesaikan semuanya dengan lancar " ucap yoga.
yoga dan Adita mencari ke semua sudut kamar itu apapun yang bisa di jadikan bukti .
"yoga sepertinnya ini !" ucap Adita menemukan sebuah buku yang sudah lusuh di rak kecil di bawah meja.
Adita dan yang lainnya melihat isi dari buku itu,mereka semua membacanya dengan seksama.
*BUKU DIARY.
hari ini aku hari yang bersejarah bagiku,setelah bertahun tahun menikah dengan suamiku,kami belum dikaruniai seorang anak,namun hari ini Allah menjawab semua do'a do'aku,saat suamiku lagi mancing di sebuah sungai yang lumayan jauh dengan tempat tinggal kami,tiba tiba suamiku mendengar suara anak kecil minta tolong,dia menatap sekitar dan terkejut ternyata ada seorang anak yang hanyut di sungai,suamiku langsung turun dan menyelamatkan anak itu,saat telah sampai di tepi tiba tiba anak itu pingsan,dan suamiku melihat bercak darah di pakaian nya ,ternyata dia terluka di bagian belakang tepatnya di punggung atasnya* "
Tik
__ADS_1
"hiks , , hik " air mata Adita mengalir membaca buku harian sang ibu,dia terkejut membacanya dan mengetahui kebenarannya,ia kembali membuka lembaran baru dan kembali membacanya
suamiku langsung membawa anak kecil yang malang itu ke klinik terdekat,untung saja anak malang itu berhasil di selamatkan,tapi sayang dia hilang ingatan,ada rasa bahagia di hatiku saat mengetahui dia hilang ingatan,karena egoku yang terlalu tinggi ingin memiliki seorang anak ,hingga akhirnya aku resmi mengangkatnya menjadi seorang anak,aku begitu menyayanginya seperti anakku sendiri,namun rasa bersalahku kembali menghantui setiap hatiku,aku merasa bagaimana perasaan orang tuanya jika mencari anaknya yang hilang,setelah beberapa hari dia semakin pulih,aku mulai memberanikan diri menanyakan kembali siapa namanya dan dia tetap tidak ingat,sampai akhirnya aku memberi dia nama ADITA Yang aku artikan ( Anak DarI TuhAn) .aku berharap dengan nama itu dia selalu dilindungi tuhan di manapun dia berada.
lembaran kedua pun berakhir,Adita kembali membuka lembaran demi lembaran kisah hidupnya yang begitu tragis .
*Hari kejadian aku juga menemukan sebuah cincin di sebuah kalung yang dia kenakan,aku menyimpan cincin itu dan juga pakaian terkahir yang dia gunakan saat hanyut,aku hanya ingin berjaga jaga jika suatu saat nanti orang tuanya menemukannya ada barang bukti yang kuat agar mereka mengakuinya.
namun sayang ,kami menjual kalung yang dia gunakan untuk kami membeli sebuah rumah dan memulai lembaran baru hidup kami di rumah yang lebih nyaman baginya,agar kondisinya semakin membaik*.
"huuuu, , , ibuuuuu" tangis Adita membaca goresan tangan almarhumah ibunya,yoga mencoba menenangkannya dengan mengelus lembut punggungnya.
Adita kembali membuka lembaran baru,di sana terdapat sebuah foto Adita masih kecil berada di pinggir Sungai
"di mana ini? " tanya Adita
"aku sudah menyelidiki foto ini,ini foto yang sama dengan apa yang kita temukan di gudang,dan aku sudah menemukan lokasi rumah itu yang memang berada di pinggir sungai" jelas yoga
"kamu sampai datang ke sana Yo?" Tanya Adita
"iya,aku datang dan memastikan semuanya,sebelum memberitahumu smuanya " lanjutnya.
"lokasinya juga tidak terlalu jauh dari rumah Mbah Darmi,sekitar 1km" jelas yoga lagi.
tak lama adita kembali membuka lembaran demi lembaran ,dan tangannya terhenti pada hari pernikahan Adita.
Hari ini,adalah hari di mana anak ku Adita akan menikah,apa yang aku harus katakan ya Allah,aku tidak mungkin menjadi wali nikahnya,karena aku bukan ayah kandungnya !
Adita kembali teringat beberapa tahun lalu,saat akan mengadakan akad nikah yang ayahnya tiba tiba sakit dan meminta wali hakim sebagai wali nikah untuk Adita,Adita tidak curiga sama sekali,Karana saat itu memang benar adanya ayahnya sering sakit sakitan.
"ayahhh, , kenapa harus sekarang Adita tahu semuanya yaah, , kenapa harus sekarang, ,hiks , , hiks , , hiks , , " tangis Adita.
"Nak ,mungkin orang tuamu melakukan itu karena tidak ingin kamu merasa sedih,dan almarhum juga mungkin ingin menyimpan semua ini karena memang dia menganggap kamu sebagai anak kandungnya " jelas bik Marni mencoba memahami situasi ayah dan ibunya adita.
__ADS_1
***