
Brak
"Willy,kamu kenapa buka pintu kasar begitu?" tanya mama saat aku baru sampai kerumah
"Ma aku mau bicara sama mama." ucapku
mama membuntuti ku dari belakang.
"apa?" tanya mama
"Apa benar mama selama ini tidak pernah kasi Dita uang yang aku titipkan ke mama?" tanyaku
terlihat dari raut wajah mama yang tampak terkejut saat aku bertanya seperti itu.
"Apa maksud mu Willy? kamu nuduh mama ambil semua uang istrimu?" ucap mama lantang dengan air mata sudah keluar dari matanya.
"jangan nangis ma,mama tinggal jawab saja,lagian kalau mama jujur aku tidak akan marah sama mama,aku akan maafin mama kok" ucap ku
"tega kamu Willy, kamu tega fitnah mama yang ngambil semua uang istri kamu," tangis mama semakin pecah.
"Ma ,aku gak fitnah mama,aku cuma pengen tahu aja,? benar apa enggak?'" tanyaku lagi
"Siapa yang kasi tahu kamu?" tanya mama
Gak mungkin aku kasi tahu mama Adita sendiri yang bilang bahkan supir ku juga berkata demikian ,"Tidak ada ma,aku cuma tanya aja sama mama" jawabku lagi
"Sudahlah Willy,kalau kamu gak percaya sama mama,mama pergi saja dari rumah ini" ancam mama padaku kemudian pergi meninggalkan aku.
"ma, ,jangan gini dong ma, , aku gak nuduh mama,apa aku salah bertanya?" tanyaku dengan mengejar mama yang kini masuk ke kamarnya
brak
pintu tertutup dengan kasar rapat di wajahku,hingga pintu itu sedikit menyentuh hidungku.
"Haish, ,mama main tutup saja" kesalnya dalam hati sambil mengusap pelan hidungku yang tercium oleh pintu kamar.
"ma, buka pintunya mama!" teriakku sambil mengetuk pintu
"pergi kamu Will,kamu sudah gak percaya sama mama," teriak mama dari dalam kamar.
__ADS_1
akupun paham dan masih bingung,siapa yang benar dan siapa yang salah,
"Benar kata Arkan,aku harus selidiki mama terlebih dahulu,jika bicara langsung mama sampai kapanpun tidak akan pernah mengaku" gumamku dan langsung pergi dari rumah.
"aaark, , aku jadi bingung " gumamku dalam hati
aku membelok mobilku ke arah club,bagiku hanya itu tempat yang paling tepat untukku saat ini.
lama aku di sana menikmati minuman beralkohol membuatku tidak lagi merasa street,tak di sangka seseorang berpakaian seksi menghampiriku dan mulai menggodaku .
Jiwa playboy ku turun dari papa,karena papa sudah 3 kali menikah dan yang terakhir dengan mama,namun papa sama skali tidak memiliki anak dari istri pertama dan keduanya,hanya akulah anak papa yang lahir dari rahim istri ke tiganya,sampai sekarang papa masih bersama mama dan sudah bercerai dengan istri terdahulu nya.
meski begitu papa juga diam diam masih suka bermain main di belakang mama,namun aku tidak mau ikut campur urusan mereka.biarlah jadi urusan mereka,karena mereka yang menjalankan hidupnya, tugas ku hanya membantu perekonomian keluarga dan berusaha membuat mama dan papa tidak kekurangan yang si masa tuanya,
gajiku memang banyak ,bahkan jika aku mendapat kan tender besar aku bisa di kasi bonus bahkan ratusan juga dari satu proyek.
"Bang,boleh adek temani?" goda gadis manja itu
aku menatap wajah wanita yang terlihat menggodaku ,ia bagiku tak begitu menarik hanya terlihat seperti wanita penghibur,iya jelas dia wanita penghibur,buktinya saja dia sangat berani menggodaku
aku tak menggubrisnya,yang aku inginkan hanyalah sebuah ketenangan,agar rasa bersalahku dan rasa bingungku tak ku pikirkan dalam waktu dekat ini,aku seperti seseorang yang telah gagal dalam membina rumah tangga,tapi aku juga tidak bisa di salahkan,karena aku hanya menuruti keinginan mama agar Adita istriku bisa belajar mandiri dari mama.
suara wanita itu kembali memekik di telingaku,sampai ia berani duduk di pangkuan ku.
ia segera berdiri dan kembali mencoba merayuku dengan mendekatkan wajahnya ke wajahku,hingga bau alkohol dari mulutnya sangat mengganggu penciuman ku,
"Abang,gak akan nyesel kok ,jika bersama ku" bisiknya tapi aku tak menggubrisnya sama sekali,
aku lebih memilih untuk meneguk kembali wine yang kini ku percaya buat sebentar menghilangkan ingatanku akan rumitnya hidupku.
Aku kembali menyusuri sesuguhan di depan mataku,dengan menikmati teguk demi teguk wine itu hingga habis tak tersisa, , Aku kembali meminta wine pada pelayan bar,namun. wanita itu kambali dengan santai berusaha menggodaku ,ia langsung duduk dan menarik leherku hingga bersentuhan dengan sesuatu yang kenyal kembar di depannya ,seketika aku terbayang oleh sesosok wanita yang aku cinta bersama anak Kecil dalam gendongannya,setelah aku mendekati ternyata wanita itu Mia dan Dita selaku anak dan istriku,dalam bayanganku mereka bermain bersama dengan tawa lepas menghiasi wajah mereka,ia menari nari dengan menggendong Mia anak kami,seketika aku sadar apa yang telah aku lakukan ,aku segera bangkit dan langsung mengambil pakaianku dan mengenakannya.
tak di sangka aku sudah berada di dalam kamar bersama wanita itu,entah apa yang aku lakukan dengannya,
"Abang, Abang kenapa? Kok gak jadi?" tanya gadis itu
"ini bayaran mu" aku menyerahkan puluhan uang pecahan merah di depan wanita itu
"Tidak kurang kan bang?" ucapnya
__ADS_1
"Itu juga lebih dari yang kau inginkan" Ucapku langsung pergi meninggalkan nya dan langsung keluar club dengan. perasaan kacau mendominasi rasa bersalah.
sesampainya di luar aku kembali menatap ke arah club,dan aku sangat menyesal telah berani bermain ke sana.
akupun kembali memasuki mobilku Daan berdiam diri di sana sejanak.
"Aaarkh, Sial sial , , kenapa bisa aku kebablasan!!!" ucapku kesal sambil memukul kemudi mobilku.
"DITA, , ,MAafkan Abang Dit..." lirihku
Tak berapa lama aku melihat seorang wanita lagi gandengan tangan dengan mesra bersama seorang pria yang tak ku kenali, ini sudah malam aku yakin aku salah lihat,dan aku mencoba menghubungi nya dia tak menjawab, ide terlihat berhenti dan memasukan lagi ponselnya kemudian melanjutkan ke dalam .
degh. !!
Aku kembali menelpon seseorang yang berguna dengan wanita itu,dialah papaku
"Pa, mama mana?" tanyaku
"Papa masih di rumah opa kamu Will,besok papa kembali,masih ada urusan di sini" ucapnya
ternyata papa masih di desa tempat opa,,dia di sana lagi mengurus kebun teh opa yang sebentar lagi opa akan pensiun mengurus urusan bisnis,untuk itu semua di serahkan pada papa.
aku mencari wanita yang mirip mama itu namun aku tak menemukan nya,aku juga menelpon satpam di rumah dan katanya mama pergi ke rumah orang tuanya juga.
Aku bingung,pikiran ku sangat kacau mengingat apa yang aku lakukan sama anak dan istriku,aku tidak habis fikir kenapa bisa aku sampai menghianati istriku,sampai sejauh itu.
aku kepikiran juga dengan apa yang aku lihat tadi,benar mama apa bukan?
kini pikiran ku hanya terlibat rasa bersalah yang mendalam hingga aku tak fokus menyetir,sampai saat ku melihat orang yang hendak menyebrang dan aku tak melihatnya.
Aku sangat terkejut sampai aku menekan klakson lama sampai aku menginjak rem dengan cepat,
tin...tinnn....
"Aaarkkk"
BRAKKK !!!!
Next
__ADS_1
maaf kemarin author gak sempat up,karena ada kendala di sini
ketemu di bab selanjutnya ya..