
"Mas, , " panggilku
"Iya Dit,mas capek , , mau istirahat.!"
akhirnya aku hanya diam melihat mas Willy tidak mau berbicara dengan ku,
tak lama aku keluar dari kamar mandi ,aku melihat mas Willy senyum senyum sendiri sambil bermain ponsel.
"mas,katanya mau istirahat,kok malah main hp" ucapku
dia hanya diam dan malah meninggalkan aku keluar,
"Mas Willy semakin hari semakin berubah" gumamku
entah jam berapa mas Willy kembali dari luar aku tak tahu,yang aku lihat saat ini dia masih tidur dengan membelakangi ku.
sikap mas Willy setelah pulang dari pesta tempo hari membuat ku tak nyaman,dia berbeda dari yang biasanya,apakah aku telah salah mencintai seseorang?.
entahlah,mau melawan pun aku tak bisa,karena tak memiliki bukti apapun.
ku buka ponsel ku dan ku tatap kembali foto yang telah di kirim Mei ke ponsel ku setelah pulang dari caffe kemarin.
"Ini alasan kamu berubah mas?" gumamku dalam hati.
"bunda,Dita gak sanggup Bun" gumamku lirih
mas Willy tidak terlalu memperdulikan aku setelah itu,terlebih saat mama selalu menyuruh mas Willy keluar entah kemana aku tak tahu,apalgi saat ini mama mulai memanggil manggil mas Willy lagi,
"Willy" teriak mama
"Apa ma?" jawab mas Willy
Aku hanya diam sambil mengupas buah di ruang makan,aku hanya jadi penonton dalam adegan anak dan ibu itu ,setiap hari selalu begitu,tapi aku masih memilih untuk diam,
"Aku harus mencari penjelasan pada mas Willy soal ini" gumamku akhirnya mulai membuat keputusan.
antara kirim atau tidak aku masih ragu,
klik
akhirnya aku mengirim gambar itu ke mas Willy,tak lama mas Willy membuka nya dan langsung menelpon ku.
"Dita, kamu jangan macam macam " ucap mas Willy di seberang sana.
"aku cuma butuh penjelasan saja mas tidak lebih" ucapku
"kita bicara di rumah,tunggu mas pulang" ucap nya.
mas Willy tanpa mendengar jawaban ku langsung mematikan ponselnya,
"jam 10 malam mas Willy belum pulang" gumamku..
Aku merasa haus dan turun untuk mengambil air minum.
"nunggu Willy? mending kamu tidur sana,Willy gak akan pulang malam ini" ucap mama
"Mas Willy emang kemana ma?" tanyaku
"Willy gak akan pulang," ucapnya lagi
"Ma,apa apan sih !" suara bariton milik mas Willy menggema di seluruh ruangan itu.
"mas kamu sudah pulang?" tanya ku
__ADS_1
"kamu sudah pulang ?" tanya mama
"iya mah,kenapa? apa alasan Willy belum pulang ,istri Willy di rumah " ucap mas Willy membuat ku sedikit senang.
namun kesenangan itu tak berlangsung lama, terlebih saat mas Willy mengajakku berbicara di kamar saat ini.
"Dari mana kamu dapat foto itu?" ucapnya sedikit meninggi
"Dari mana aku tahu kamu gak perlu tahu,yang jelas aku butuh penjelasan kamu mas" ucapku menahan air mata .
"Dita , dia rekan kerja mas,kamu jangan mengada ada!" ucapnya
"rekan kerja kok mesra gitu,mas kamu gak usah bohong" ucap ku lagi
"Kamu gak percaya sama mas,suami kamu?"
"Aku cuma butuh penjelasan yang sebenernya mas" lirihku akhirnya dengan air mata yang sudah menetes .
"oke,oke mas minta maaf ya, , jangan di fikirkan lagi,dia bukan siapa siapa" ucapnya memelukku..
6 bulan berlalu,sikap mas Willy dan juga mama masih sama saja,mas Willy dengan sikap dinginnya dan mama masih tidak menyukai aku entah apa salahku.
hingga suatu hari aku merasa mual dan tidak enak badan.
"lho, seperti nya aku telat datang bulan" ucapku pelan melihat kalender dan yah aku telat 2 Minggu.
aku memutuskan untuk membeli alat test kehamilan di apotek,dengan dada berdebar aku melihat benda kecil itu dengan perasaan tidak karuan,
DeG
"Alhamdulillah ya Allah,ini akan jadi hadiah buat mas Willy" ucapku menatap dua garis merah,air mataku lolos begitu saja dari mata ini.
8 bulan menunggu akhirnya aku bisa hamil,aku bisa membuktikan pada mama kalau aku bisa hamil.
"mas Willy tumben lama banget pulang" gumamku masih mondar mandir menunggu suamiku pulang.
"Dita kamu ini kenapa sih,mondar mandir kaya setrikaan" Ucap mama
"eh ,maaf ma Dita nunggu mas Willy " ucapku
"Bikin pusing saja,tunggu di dalam sana" ucapnya sinis
"iya mah,"
aku akhirnya menunggu mas Willy di kamar ,tak lama kemudian aku mendengar suara mobil mas Willy baru saja tiba,aku memutuskan untuk memberikan mas Willy kejutan .aku menunggunya di depan pintu dengan menyodorkan alat kecil sumber kebahagiaan ku hari ini
cklek
"Dita" kaget mas Willy
"Apa ini?" Ucapnya mengambil benda kecil itu dari tanganku.
aku menunduk, menunggu reaksi masa Willy.
"Dita ,ini benar?" tanya mas Willy
aku menatapnya dengan tangisanku ,aku mengangguk " iya mas,aku hamil" ucapku
"Alhamdulillah,sayang, , , terimakasih ya Allah, terimakasih sayang" senang mas Willy langsung memelukku
"besok kita ke dokter ya,buat pastikan lagi" ucapnya
"iya mas"
__ADS_1
cup
"Terimakasih hadiah ini sangat berharga di Banding apapun " ucapnya sambil mencium bibirku.
" mas bahagia" ucapnya lagi.
kabar itu juga aku kasi tahu ke mama dan juga bunda ,
"selamat sayang,kamu hamil bunda senang mendengar nya" ucap mama di seberang sana.
"kamu jaga diri baik baik Dita,kami belum bisa jenguk kamu," ucap ayah
"iya ayah,bunda...maafin Dita ya Dita juga belum bisa jenguk kalian" ucapku.
"gak apa apa sayang asal kamu sehat selalu kamu senang" ucap ayah.
**
"ma,mama gak senang Dita hamil?" tanya mas Willy
"Senang ,mama senang ,mama sudah tidak sabar menimang cucu" ucap mama terlihat senang sekaligus terlihat bingung.
itu awal aku melihat mama bahagia dan senang dengan aku,mama memelukku
"Kamu jaga kesehatan ya,jangan sampai capek capek,jaga cucu mama " ucap mama
",iya mah," ucapku
di saat mama mulai berubah dengan kehamilan aku,tapi mulai saat itu aku merasa mas Willy berubah ,dia sering pulang malam dan pulang tak tentu kapan,sering aku mendapati dia pulang dengan aroma alkohol yang menyengat,
paginya dia kerja sampai siang,pulangnya dia keluar lagi entah pulang Jam berapa.
"mas,kamu dari mana?" ucapku mendapati mas Willy pulang jam 12 malam
"mas dari luar,nyari kerja tambahan" ucapnya
"cari kerja tambahan buat apa mas,gaji kamu sudah besar ,jadi cukup untuk kebutuhan kita" ucapku
"Dita,kamu itu lagi hamil,wajar mas cari kerjaan buat nambah kebutuhan kamu lahiran nanti" ucapnya
"sudahlah mas capek mau istirahat," ucapnya lagi langsung tidur.
"mas mandi dulu!" ucapku
"besok saja sekalian " jawabnya langsung tidur .
Ting
Aku mendengar suara ponsel mas Willy ,mas Willy seperti nya sudah tidur pulas sampai tidak mendengar suara ponselnya.
"mas ponsel kamu" ucapku mencoba membangunkan
namun tidak ada jawaban,
Ting
ponsel itu kembali berdering, inisiatif aku mengambilnya dan membukanya,bukan masuk aku lancang hanya saja aku penasaran kemana dan dengan siapa mas Willy sering keluar .
Deg
isi pesan dari ponsel itu membuatku seketika lemas seakan lututku tak mampu menumpu tubuhku.
next
__ADS_1
ketemu di bab selanjutnya ya.