
PoV Willy
bugh
mendengar mobilnya di ketuk,Sisil keluar dengan gaya angkuh.
"Eeh bapak tua, kenapa ketuk ketuk pintu mobil saya?" teriak Sisil sambil menunjuk ke arah papa
Aku hanya diam di dalam mobil,aku tak mau papa melihat ku jalan dengan wanita lain ,terlebih di rumah sakit tempat Mia,anakku di rawat.
"maaf nona,tapi sepertinya bapak lihat anak bapak di sini"
Degh
"Apa benar papa melihat ku? gawat kalau gini" gumamku
Aku semakin menyembunyikan tubuhku ke dalam mobil sambil berbaring.
"Mana ada anak bapak di sini,ya gak mungkin lah orang bapak penampilan nya kampungan gini,gak mungkin anak bapak bisa mengendarai mobil semewah dan Semahal ini"
"Tapi tadi___"
"aaah sudah lah bapak,minggir ya,di dalam cuma suami saya,suami saya itu alergi sama orang model pengemis kaya bapak,sana sana pergi..." usir Sisil
Marah,kesal,geram bercampur jadi satu mendengar cemoohan Sisil dan juga hinaan yang dia lontarkan pada papa,tapi ada untungnya Sisil bicara seperti itu,agar papa tidak tahu bahwa orang yang ada di dalam mobil ini memang anaknya.
bugh
Sisil kembali masuk dan langsung menyerocos kaya bebek di kasi makan siang.
"Dasar gembel,seenaknya aja pegang pegang mobil ku,dia kira mobil ini murahan apa,gak Sudi aku lihat tangan kotor itu memegang barang punya ku,lebih baik sekarang kita pergi cucu mobil ini"
aku mengerutkan kening mendengar ucapan Sisil.
"Sudahlah gak usah di pikirin,lagian juga laki laki itu tidak begitu kotor kok" jelasku berusaha tenang agar Sisil tidak curiga
"Gak kotor gimana,? orang dia pake sendal jepit biasa dan pake kaos oblong kedodoran gitu"
"Ya sudah ,aku antar pulang dan nanti aku yang mandiin"
"Kamu kenapa sih,kaya bela laki laki itu"
degh
pertanyaan Sisil membuatku mati Kutu,apa aku jujur atau aku bohong saja.
__ADS_1
jika aku jujur aku takut Sisil malah jijik sama aku,yang memiliki papa yang lusuh dah tak terurus seper itu,padahal jika di lihat dari penampilan mama,mama jauh lebih berkelas dari pada papa,padahal apapun yang papa ingin beli pasti terwujud dalam sekejap,tapi papa tidak pernah mau memperlihatkan kekayaannya di depan banyak orang,
menurut papa,hidup biasa saja tanpa memperlihatkan kekayaan kita lebih baik dari pada hidup mewah tapi hutang di mana mana,sama seperti yang papa lakukan sekarang,aku tahu berapa banyak uang papa,bahkan untuk tujuh turunan pun tidak akan habis,tapi papa lebih memilih untuk berpenampilan sederhana sama seperti yang di tanamkan dalam diri Adita,jadi aku tidak heran jika papa memang sangat menyayangi Adita .
di banding papa,mama memilih hidup gelamour,sampai sekarang mama masih sering ke salon kecantikan dan juga sering kumpul dengan para emak emak sosialita nya yang jika kumpul bisa habisakan puluhan juga .
"sayang kok Diam,?"pertanyaan Sisil mengagatkan ku
"Eeh , ,ya sudah ayok pulang!" ucapku
"Apa ,? pulang,,aku tadi minta ke salon ,kamu gak dengar ya??" Sisil kesal
aku memang tidak mendengar apa yang di katakan Sisil,yang ada di pikiran ku saat ini hanyalah Adita dan mia,tapi aku tak boleh egois memikirkan diri sendiri,masih ada surgaku yang harus aku bahagiakan ,bukan kah surga di bawah telapak kaki ibu? jadi aku harus menuruti apa kata mama,aku yakin apapun yang mama katakan itu demi kenaikan ku,mama juga sangat menyayangi Sisil,jadi aku harus bisa bagi waktu buat Adita dan juga Sisil.
"Iya iya aku dengar kok,ya sudah aku antar ke salon ya"
Ramainya kota ini membuat jalanan sangat macet,membuat Sisil kesal,tapi beruntung jika mobil ini menggunakan AC ,untuk itu kami tidak suntuk saat menunggu kemacetan jalan,terlebih ini sudah saat pulang kerja,saat mata ini menelusuri setiap sudut di jalan raya,tak sengaja sosok orang yang sangat aku kenali berada di seberang jalan bersama seorang laki laki yang lebih muda dari nya
Degh
"Mama,! "
"Itu mama bukan sih? apa cuma mirip? kalau mama,kenapa mama bisa sama laki laki itu,jalannya bergandengan pula!" gumamku dalam hati melihat kedekatan mama dan juga laki laki muda itu seperti pasangan kekasih.
Tin
"Sayang ,jalan.kamu kenapa bengong sih,tuh orang di belakang sudah kelakson berkali kali" suara Sisil menyadarkan ku
"eeh, , iya iya maaf,aku tadi hanya tidak fokus"
"Tidak fokus kenapa? lihat apa sih" tanya Sisil sambil menengok ke arah tatapan ku yang sempat terkunci tadi
saat melihat lagi,mama sudah tidak ada di sana,aku yakin dia pergi menggunakan mobil Alphard tadi,aku akan cari tahu.
"Gak ada sayang,tadi hanya lihat orang gila aja di sana"
"Kamu aneh,orang gila di perhatiin,yang mesti di perhatian itu ya istri kamu ini" jelasnya
"Iya iya maaf, ,ya sudah kita jalan lagi aja"
"Huh, gak ah,aku capek mau istirahat aja" ucap Sisil membuatku seperti bom atom yang siap di ledakkan.
"astaga Sisil,kenapa sih gak dari tadi aja,kan tadi bisa muter di sana ,kallau di sini mah lebih jauh lagi kita jalan" kesalku
"kamu gak ikhlas bawa istri jalan? ingat siapa kamu sebelum kenal sama aku"
__ADS_1
Aduh
Nah kan mulut ini salah lagi,ya sudah lah mending ngalah dari pada jadi masalah " ya sudah ya sayang,maaf ya,kita pulang ayok" ucapku mencoba meredam amarah
"Tapi,siapa laki laki yang tadi bersama mama?"
perasaan ku masih tak bisa lepas dari itu.
***
PoV Yoga
Huh, , huh, , ,huh, , ,
"Eeeh yo, kenapa kamu? kaya maling di kejar warga!" ucap bik Marni menyambutku di balik pintu ruangan Mia.
"Lebih parah bik,aku di kejar kejar induk harimau, , raaooorrr " ucapku di akhir kalimat menirukan suara harimau.
huft....huft...ku coba menormalkan nafasku Yang sempat tersengal akibat berlarian tadi,ini semua gara gara wanita dan laki laki tadi,aku hampir saja kena cakaran dan juga ciuman para bibir ikan ****** alias emak emak rempong tadi.
"Boleh numpang minum?" tanyaku di sela ku menunduk dan kedua tanganku bertumpu pada kedua lutut dengan wajah lebih condong kedepan.
"Boleh atuh Jang,sini.!" ajak bik Marni
aku mendekat dan mengambil sebotol air putih,lalu ku teguk habis tak tersisa.
"Benar benar buas kayaknya harimau itu Yo,sampai kamu begitu " tanya bik marni.
"ya iya lah bibik, mana ada harimau jinak,"
"Maaf ya bik mungkin tempat ini paling aman untukku bersembunyi" ucapku saat beberapa saat kamu mengobrol ringan yang gak penting
"Bersembunyi? kamu bersembunyi dari siapa Yo?"
"Dari ___"
"Dari pra fans kamu ya Yo?" suara itu membuatku menoleh ,dan
degh
***
next
assalamualaikum readers,maaf kan author ya yang gak bisa up banyak,cuma bisa di usahakan dulu 1 bab per hari,tapi kalau waktu senggang author banyak author janji akan up sebanyak banyaknya..
__ADS_1
sekali lagi terimakasih..jangan lupa like, komentar,dan juga vote ya..