
POV Mei.
"Aduuh, Dita mana sih, ,lama banget balasnya,," gumamku sambil melirik di depan . pemandangan yang bikin mata ku sakit.
terlebih melihat begitu mesra nya Willy dengan seorang wanita yang pasti itu selingkuhnya,jika bukan dia gak akan. sampai cium wanita itu mesra.
Dita sudah melihat videonya namun ia tak merespon ku,sudah ku pastikan dia lagi menangis saat ini, akhirnya aku menelponnya
"Hallo, ,loe kok lama banget balas chat gue" ucapku
"Loe di mana?" tanya Dita terdengar pelan
"Gue masih di sini,loe tahu kan cafe ini milik paman gue,dan paman gue ajak gue buat menemani dia untuk menutup caffe 1 jam lagi" ujarku
"Dita,loe nangis ya" ucapku mendengar ia mengusap cairan bening di hidungnya .
"Rasanya gue pengen labrak dia malam ini" ucap Dita.
"Eeeh jangan gegabah,kalau loe labrak dia malam ini,loe cuma akan mempermalukan diri loe saja " ujarku
"Terus gue harus gimana, , huu.,,? " tanya nya padaku masih dengan tangisan
"Oke,malam ini gue Bakal buntutin dia buat loe" ucapku
Aku akan meminta paman ku mengantarku untuk mengikuti nya,aku yakin paman pasti akan membantuku.
"Kita ketemu besok!" ucap nya.
"oke, ,kita ketemu besok di tempat biasa. " ucapku
Aku memutuskan untuk mengintai Willy sampai ia keluar,dan aku menemui paman untuk mengikuti nya.
"Mei,kamu gak ada kerjaan ya ngikuti orang gini,apalgi itu langganan om,kalau dia tahu om ngikutin dia,dia pasti gak mau mampir lagi ke caffe om" ucap om Dody.
"Aduuh om, diem aja ya,aku cuma mau tahu dia tinggal di mana!" ucapku .
beberapa saat mobil itu tiba di sebuah rumah yang terlihat mewah,hampir menyamai rumah Dita sahabatku.
aku melihat Willy keluar dan membukakan pintu buat wanita itu dan mengantar wanita itu masuk,aku tak bisa melihat apa yang di lakukan mereka,karena posisi ku berada sekita 100 meter dari mobil Willy,hanya bisa melihat dua keluar dan masuk ke dalam rumah.
5 menit berlalu,aku melihat Willy keluar dan langsung menyalakan mobilnya,akupun mengikuti nya dan melihat keadaan rumahnya di dalam ,
Deg
betapa terkejutnya aku melihat sosok wanita paruh baya yang terlihat masuk ke dalam bersama wanita tadi,aku sangat yakin dan aku tahu wanita itu siapa.
"aku harus memberitahu Adita tentang ini besok" gumamku .
__ADS_1
keesokan harinya tepat di siang hari,aku berjanji ketemu dengan Dita,
30 menit setelah menunggu Adita datang,aku melambaikan tangan agar dia tahu posisiku.
Adita menghampiri ku dan ia terlihat sendiri.
"Anak loe mana? " tanya ku
"aku gak bawa,aku titip sama Susan" ujarnya
"Baby sitter loe tahu loe kesini?" tanya ku
"Gak,gak da yang tahu gue kemana,gue cuma bilang mau keluar sebentar ada perlu" ucapnya.
"lebih baik sih gitu,biar gak ada yang tahu ini semua sebelum loe tahu kenyataan nya" ujarku
"Iya gue juga mikir gitu,tapi bik Marni sudah tahu bahkan dia yang memberitahu ku kejanggalan sama mas Willy" ujarny
"Hah, kejanggalan apa?" tanyaku penasaran.
Akhirnya Dita memberitahuku apa yang membuatnya curiga dengan Willy,dan aku menyimak dengan baik apa yang dia sampaikan dan apa keluh kesahnya.
"Wanita itu yang di ponsel pas gue kirim bukan.?" tanya ku pada Dita.
"Oh ya,kenapa gue cuma fokus sama Willy aja ya,gue gak fokus sama wanita itu" ucapnya
ia mengambil ponselnya di tasnya ,dan ia melihat kembali video yang aku kirim.
"Huuuh, , huuuuh" berkali kali ia menarik nafas dalam dalam agar ia lebih tenang,meski kenyataan nya matanya tak bisa berbohong,air mata itu tak bisa terbendung lagi, akhirnya ia menangis.
aku mendekat dan merangkul nya dan menguatkannya.
"Sabar Dita, , gue janji gue akan bantu loe " ucap ku memeluknya dan sedikit mengusap punggungnya agar dia lebih tenang.
"Gue gak nyangka aja,mas Willy akan mengulangi hal yang sama sama gue, , hiks, , hiks" ucapnya
"loe sabar aja..kita selidiki ini semua dengan teliti" ucapku.
Dita mengangguk dan setelah berbicara panjang ia pulang dan aku pun pulang kerumah,memikirkan bagaimana bisa membantu nya,dia sahabat ku aku tak mau dia sakit seperti dulu.
**
PoV Adita.
setelah pulang dari caffe aku mampir menuju toko kue,dan membeli beberapa macam kue yang memang tetap ada di rumah sebagai teman minum teh buat para tamu yang bertamu ke rumah.
dari kejauhan aku melihat mas Willy jalan dengan perempuan yang sama persis dari postur tubuhnya dengan wanita yang aku temui di mall,meski aku gak melihat wajahnya tapi entah mengapa aku yakin itu adalah wanita yang sama.
__ADS_1
aku mengambil ponselku dan langsung menelpon nya.
Mas Willy terlihat membukakan pintu,setelah itu dia terlihat merogoh saku celananya dan mengangkat nya.
aku sebisa mungkin menahan rasa sakit hatiku dan berusaha untuk berbicara dengan biasa agar dia tak curiga.
"Hallo sayang" ucapnya pelan seakan bersembunyi.
"Kamu lagi di mana sayang" ucap ku berusaha dengan nada yang semestinya,meski hati ini tak bisa berbohong aku ingin melabrak langsung dirinya,tapi aku tahan.
"Aku di kantor sayang,ini bentar lagi mau meeting," ucapnya
"Kamu ada apa menelpon,tumben?" tanya nya
"Aku cuma mau di anterin ke dokter aja mas, aku sakit" ucapku berbohong.
"astaghfirullah sayang,kamu sakit apa? perasaan tadi pagi biasa biasa aja?" tanya nya sedikit nada khawatir
aku tersenyum,dia masih khawatir sama aku,namun senyumku Sirna setelah ia mengatakan " sayang sudah dulu ya ,aku sudah di depan ruang meeting ini,untuk ke dokter kamu minta supir aja ya,mas masih sibuk ,ini proyek penting" ucapnya
"Tapi mas aku sa__ "
Tut
tut
tut
belum selesai ucapan ku ,mas Willy sudah mematikan ponselnya,aku menatap nya dengan segala kesedihan,
"Ak-ku sakit hati mass" lirihku menatap ponsel ku yang menggelap dan menatap mobil yang di kendarai suamiku dengan wanita itu menjauh.
aku mengusap air mataku dan langsung pulang dengan perasaan sakit,
"Siapa dia?"
"kenapa dia begitu dekat denganmu?"
"kenapa barang yang kamu kasi ke aku sama dengan barang miliknya"
"mass, , jahat kamu sakiti aku mass" ucapku lirih dalam hati .
Di rumah.
terdengar suara Mia menangis ,aku segera berlari dan menghampiri nya,terlihat suster Susan seperti melakukan sesuatu padanya.
"Apa yang kamu lakukan?" tanyaku membuatnya terkaget.
__ADS_1
next
ketemu di part selanjutnya ya ..