
PoV Willy
setalah kemarin aku mengirim surat gugatan cerai,aku merasa separuh duniaku hilang,tak ada sapaan chat maupun langsung Dari Adita,meski beberapa hari kami pisah rumah sebelum aku mengajukan gugatan cerai itu,aku dan Adita memang sering berinteraksi dari pesan WhatsApp.
hal yang paling buatku kehilangan adalah perhatian dari Adita
"Jangan lupa sarapan mas,sebelum berangkat kerja"
"Mas kamu sudah sarapan?"
"Aku sudah siapkan pakaian mu di tempat biasa ,dasi juga jam kami sudah aku pisahkan agar sesuai dengan pakaian mu"
begitu banyak pesan Adita yang ku baca ulang pagi ini, sebelum ke kantor aku kerumah lama ku dengan Adita,saat membuka pintu semua terasa hampa,tidak ada tawa dan tangis Mia,tidak ada Adita yang menyambut ku dengan senyuman.
"Apa aku sudah memutuskan hal yang benar,dengan menceraikan mu Dit" lirihku memasuki kamar.
saat membuka pintu kamar, bayangan kebersamaan ku dengan Adita bagai kaset rusak,berputar dan terus berputar,membuat dada ini sesak,bahkan air mata ini lolos begitu saja ,
Ku raba kasur tempat kami menghabiskan waktu,membayangkan Adita tidur menghadap ku saat dirinya tidak bisa menungguku pulang saking larutnya.
bayangan pergaulan kami pun tak luput dari ingatan,bagaimana de sa han adita yang selalu membuatku menggila, aroma tubuhnya yang selalu membuatku candu,juga cara dia melayaniku membuatku rindu belaian nya,rindu sentuhannya juga rindu de sa Han itu.
"Dita, , kenapa semua ini terjadi sama kita" lirihku dalam tangisku.
sekian lama aku di sana , akhirnya aku berangkat ke kantor setelah mengambil beberapa pakaian dalam kemari ku.
jam menunjukkan pukul 8 pagi,aku sampai di kantor,sapaan ramah menyambut kedatangan ku,namun tak ada gairah membalas mereka ,karena hari ini aku benar benar tidak bergairah,
"Hei,kamu ,bisa kerja gak? ngepel masih kotor kaya gini,cepat bersihkan ulang,kalau sampai saya kembali dan masih dalam keadaan kotor kaya gini,saya pecat kamu" Aku marah melihat mereka OB yang menurutku tidak bersih,
"Maaf pak,saya akan bersihkan lagi" ucap pertemuan itu dengan menunduk membuatku muak
"Jika sudah melakukan kesalahan,barulah kalian akan meminta maaf,bisa tidak kerja harus fokus pada pekerjaan"
setelah memarahi nya aku langsung menuju ruanganku di lantai atas.
"Hei,siapa kamu?" tanyaku saat hendak sampai di ruanganku,
aku tak mendapati Mona assisten ku.
"Maaf pak,saya pengganti buk Mona!" jelasnya
"pengganti Mona,sejak kapan mona berhenti bekerja dengan saya?" tanyaku
"Sejak hari ini pak,saya ___"
"Siapa yang menerima kamu kerja di sini? " tanyaku
"Pak jaya"
"Daddy" gumamku
"Baiklah kamu bekerja " ucapku padanya dari pada bertanya padanya lebih baik aku langsung tanya ke Daddy.
tuut
tuut
tuut
"Hallo Daddy!"
"Iya Will, kamu pasti mau bertanya tentang DIWA bukan,? "
"ooh jadi namanya Diwa?" gumam ku
__ADS_1
"iya dad,kenapa Mona di pecat dan langsung di gantikan ?" tanyaku
"mona tidak di pecat,dia Daddy pindahkan ke perusahaan cabang di Surabaya " jelas Daddy
"ooh, , baiklah dad,semoga Diwa bisa seperti Mona,cekatan "
"Daddy yakin dia bisa di andalkan ".
"Baiklah Daddy"
tok
tok
tok
"Masuk"
Diwa masuk dengan sebuah map agenda di tangannya,dia membacakan jadwalku hari ini,
"Atur ulang semua jadwalku,aku ada urusan hari ini"
"Tapi pak ,klien ini jari luar negeri pak"
"Kamu kan bisa cari alasan ,agar mereka mengatur ulang jadwalnya " bentak ku padanya,
dia akhirnya mengangguk dan keluar .
"Aaarkh, , sial, kenapa semua jadi hambar kaya gini sih" kesalku merasa tidak ada mood hari ini.
**
PoV Diwa
Misi baru ku telah datang,kini aku lebih aktif dalam organisasi itu,bisa di bilang aku akan merangkap jadi deCan di sini alias detektif cantik,hahaha
flash back on
Sandy menelpon ku saat ini dia berada di BOY RESTAURAN.
dia menyewa beberapa orang untuk mencopet dokumen penting dari pak jaya ,karena saat itu pak jaya rupanya lagi meeting dengan salah satu pengusaha dari mancanegara.
setelah mereka arah kembali menuju mobil,preman itu langsung mencopet dokumen penting itu,
" Hei ,copeet, , copet , , copeet" pak jaya berteriak langsung mengejar copetnya
begitu juga dengan rekannya itu,mereka bersama mengejar,
pak jaya saat ini tidak membawa bodyguard,karena mereka di tugaskan untuk urusan yang lain,dengan begitu suruhan Sandy dengan mudah melancarkan aksi nya
"Hei berhenti, , ,hoosh...hoosh ." teriak pak jaya dengan ngos ngosan
setelah menunggu beberapa saat aku akhirnya datang sebagai penyelamat nya, pencopet itu langsung bisa ku taklukan dengan beberapa tendangan juga bogem mentah dari tangan ku.
"Pergi kalian ,jangan sampai saya lihat Kalian di sini lagi" ucap ku lantang
segera ku ambil map yang ku bawa juga dokumen pak jaya,dan memberikan nya padanya.
"ini pak ,punya bapak" ucapku ramah
"Aah terima kasih"
"thank you "ucap klien pak jaya
pak jaya melihat apa yang aku bawa dan langsung bertanya.
__ADS_1
"Kamu mau melamar pekerjaan?" tanyanya
"Iya pak" jawabku mengangguk.
"Coba saya lihat" dia mengambil surat lamaran ku bersama dengan kliennya,dia membaca dengan detail.
"kasi saja dia pekerjaan, seperti nya dia pandai" bisik klien pak jaya yang ku dengar menggunakan bahasa Inggris,( author tidak bisa bahasa Inggris ya) .
Dia mengembalikan berkas ku " besok kamu datang ke perusahaan ini,dan kamu akan menjadi sekretaris direktur utama di sana,saya akan memberitahu Mona untuk pindah ke kantor cabang" ucapnya
"Ini kartu nama saya" ucapnya lagi memberikan ku sebuah IDcard yang di ambil dalam dompetnya.
setelah berterima kasih mereka pamit ," kena kau jaya" gumamku senang.
apa yang aku rencanakan semuanya berhasil
"Berhasil ,aku mulai masuk ke perusahaan itu besok" ucakku melalui earphone yang selalu kami gunakan .
kambali ku mengambil ponsel dan menelpon seseorang " Andi kirimkan beberapa unit alat penyadap suara ke tempatku " ucakku.
tak lama Bimo datang untuk membawa kan apa yang aku minta,
Hingga saat ini ,aku telah melaksanakan tugasku sebagai assisten willy, keinginan nya membuatku geram,ingin rasanya ku cabik cabik wajahnya itu saking kesalnya,untuk aku pintar merayu jadi para client itu tidak marah dan akan datang besok .
PoV author.
paginya setelah mendengar kabar bahwa Adita akan bercerai dengan Willy,Sandy datang kerumahnya.
"Kak ditaaaa" teriak sandy
ayah mendengar teriakan itu paham betul siapa yang memanggilnya .
cklek
"Sandy" Panggil ayah
"Ayaaaaaah" teriak sandy kegirangan bersalaman dan memeluk sejenak ayah dita,tubuh lemah itu Sampai sempoyongan di buatnya.
"Astagfirullah, "
"eeh, , hehe ayah,maaf ya, sandy kangen banget sama ayah,ayah apa kabar?"
"Ayah baik,kamu apa kabar?"
"Sepeti yang ayah lihat"
"oh ya,Sandy tidak di suruh masuk nih,mau di anggurin di sini?"
"Ya sudah ayok masuk nak,ayah sudah lama tidak bermain catur bersama mu,. ,hahaha"
"Baik lah baik, , Sandy akan mengalahkan ayah seperti dulu"
mendengar keributan bik Marni dan juga Adita keluar
"lho,Sandy,kapan kamu pulang ?" tanya bik Marni antusias.
Sandy melotot dan bik marni menutup mulutnya,Adita dan ayah saling pandang
"Dari mana bibik kenal?"
****
next
^^^Terimakasih sudah sempat kan diri membaca novel ini,yuk bantu author buat like,komen juga vote novel ini,biar author semakin semangat buat berkarya buat menghibur kalian,^^^
__ADS_1
^^^Selamat berpuasa bagi yang menjalankan,semoga lancar puasanya.^^^