
PoV author.
Dua bulan berlalu,keadaan masih sama ,tidak ada tanda tanda yoga d temukan ,namun Adita tetap menjalani hidupnya seperti biasa,jika di rumah dia akan selalu menangis memikirkan suaminya,dan saat bekerja pun dia masih terpikirkan yoga ,bahkan di dunia Maya sudah banyak yang bertanya tanya kemanakah idola mereka ,Chanel YouTube yoga pun tak kalah ramai di banjiri oleh pesan para fans yang menanyakan keberadaannya.
Huh
Adita menghembuskan nafasnya pelan sebelum memulai aktivitas nya.
" ya Allah lindungilah suami hamba di mana pun dia berada , hamba berharap suami hamba akan segera pulang dalam keadaan sehat , , aamiin " itulah doa Yang setiap hari di lontarkan oleh Adita ketika hendak berangkat bekerja ataupun mau tidur malam.
meski masih dalam berduka atas menghilang nya yoga namun Adita harus tetap ceria dan profesional dalam bekerja,terutama saat ini ,di mana Adita lagi sibuk sibuknya mempromosikan film nya yang seminggu lagi Film "air mata Tami " akan segera louncing di bioskop bioskop tanah air,dan saat ini perjalanan mereka menuju kota Bandung ,Adita di temani bik Marni ,Mia dan juga Ronald supirnya.
"oh ya nald,nanti mampir di masjid ya ,aku belum sholat " ujar Adita di sela sela candaannya bersama Mia.
Ronald mengangguk dan mencari letak masjid terdekat dari mereka.
setelah sekitar 400 meter Ronald berhenti di pinggir jalan dan turun dari mobil untuk singgah sejenak untuk melaksanakan sholat mereka.
Ronald menatap masjid dari kejauhan,sementara adita ,dia dan bik marni masuk ke dalam masjid .
" apa aku belajar sholat yaa.. " gumam Ronald yang menatap sendu ke arah masjid,dia merenung karena sejak kecil tidak ada yang mengajarinya sholat,bahkan orang tua angkatnya juga tidak pernah mengajarkan dirinya sholat,bahkan setelah meninggal orang tua angkatnya di kremasi.
"apa agamaku sebenarnya? orang tuaku mengaku Kristen,tapi setiap kali aku mendengar azan atau orang mengaji bahkan orang bersholawat aku selalu terenyuh dan begitu terharu dan juga merasa damai,bahkan aku merasa aku lebih nyaman dengan Islam. ucap Ronald yang merasa ragu dengan dirinya.
di sela lamunannya Ronald di samperin wanita cantik.
"gak sholat mas " ucap seorang gadis cantik melirik Ronald yang lagi duduk bersandar di pintu mobilnya.
"enggak mbak .., silahkan" ucap nya mempersilahkan wanita itu.
wanita itu tersenyum dan menundukkan pandangannya menuju masjid.
" woey copeeet , , " teriak seseorang dari kejauhan ,Ronald mendengar itu dan dia mencari sumber suara.
terlihat seorang laki laki berlari ke arah Ronald dan juga terlihat bapak bapak mengejar laki laki itu,namun saat hendak di depan Ronald,laki laki itu melempar tas yang di cutinya ke arah Ronald,dan Ronald dengan refleks mengambilnya.
"woey jangan kabur loe " teriak Ronald sambil memegang tas itu.
",itu copetnya" teriak salah satu warga dan mereka semua berlari ke arah Ronald.
Ronald merasa kebingungan,dia tidak mengerti dengan keadaan nya,namun semua warga itu mendekat ke arahnya.
__ADS_1
"ini dia copetnya,mau keman kamu hah ?" teriak salah satu dari mereka.
Ronald menggeleng " bukan, , bukan saya,,saya bukan copet "teriak Ronald membela diri
"itu buktinya tas itu ada di kamu "jawab yang lain
Ronald baru paham dan dia langsung membuang tas itu.
"bukan, , bukan saya pak,saya tidak pernah mengambil tas itu,tadi tas itu di lempar oleh, , , "
"oleh teman kamu kan,kalian komplotan,cepat hajar dia jangan kasi ampuun " teriak warga lagi mulai menuduh Ronald dan mulai menyerang Ronald.
bugh
bugh
bugh
Ronald berusaha melindungi dirinya dari amukan warga dengan menusuk dan melindungi kepalanya.
tak lama Adita dan bik Marni datang dan melihat kerumunan,bik Marni mengenal tangan Ronald yang penuh tato lalu berteriak agar warga menghentikan aksi main hakim sendiri mereka.
"hei, , stop , , BERHENTIIII, , , , " teriak bik Marni sambil memukul mukul orang orang itu dengan tasnya.
"siapa kamu hah? jangan hentikan kita,dia harus di hukum " ucap salah satu dari mereka.
"Dia tidak salah, , " bela bik marni.
"itu buktinya tas itu ada sama dia " jelas nya lagi
mata bik Marni menatap tas yang ada di dekat Ronald,dia mengambilnya.
" tidak mungkin dia mengambil tas ini " ucap bik Marni lagi ,
"tapi itu buktinya ,lihat saja penampilannya kaya preman,tato di mana mana " jelasnya lagi
"bukan, , bukan dia copetnya " ucap wanita yang baru saja datang dengan berlari terengah-engah.
" tu kan bukan dia , , kalian ini main hakim sendiri aja ," kesal bik Marni
Ronald memberikan tas itu pada wanita itu dan meminta maaf .
__ADS_1
" maaf buk ini tasnya " ucap Ronald sopan
"terimakasih ya, , ," ucap wanita itu
"bapak bapak terimakasih juga " ucapnya pada bapak bapak yang membantunya.
"iya sama sama buk ,lain kali hati hati "
"huuuu, , , sudah ayo pulang "
Sementara itu Adita hanya diam sampai mereka melanjutkan perjalanan mereka.
entah apa yang di rasakan Adita melihat Ronald di gebukin warga,dia merasa bersedih dan kasihan.
"kamu kenapa Dit ? " tanya bik Marni
"gak apa apa buk, ,Dita cuma merasa ingat sama yoga aja " kilahnya namun matanya menatap ke arah Ronald melalui kaca spion itu,Ronald pun membalas tatapan Adita dan langsung mengalihkan pandangannya ke jalanan.
"nak sudahlah,kamu fokus sama pekerjaan kamu,jangan sampai kamu di tegur lagi seperti tempo hari," jelas bik Marni mengingatkan Adita agar profesional dalam bekerja.
Adita mengangguk " iya buk, , maafin Dita ya ,Dira terlalu kangen sama yoga " balas Adita di balas senyuman bik marni.
sesampainya di sana Adita langsung meninggalkan mereka untuk bekerja,sedangkan bik Marni,Ronald dan Mia memilih untuk berjalan jalan ,karena lokasi promo film nya ada di sebuah mall besar di Bandung.
bik Marni terus mengawasi Ronald yang terlihat akrab dengan Mia,begitu juga dengan orang orang yang melewati mereka,Ronald dan Mia tak luput dari pandangan mereka,bedanya jika orang orang menatap kagum pada Ronald yang berpenampilan preman dan menyeyangi anak kecil,beda halnya dengan bik Marni,dia merasa ada sesuatu dari Ronald yang membuatnya penasaran.
"nald, , di mana orang tuamu?" tanya bik Marni memecah kesenangan mereka yang bermain .
"sudah meninggal buk " balas Ronald tanpa beban kemudian melanjutkan lagi bermain dengan Mia.
"kamu tidak punya saudara?" tanya bik Marni lagi
"aku tidak punya siapa siapa, ,aku sendiri " jawab nya lagi.
bik Marni hanya mangut mangut saja,tapi bik Marni masih penasaran dengan Ronald,dia mencari tahu tentang kehidupan Ronald sebelumnya.
"kamu tinggal di mana ?" tanya bik Marni
"aku tinggal di jalanan bik,rumah orang tuaku di kampung " balas Ronald ,lagi lagi bik Marni tidak puas tapi dia tidak ingin membuat Ronald curiga tentang jati dirinya dan kehidupan nya,bik Marni pun mengalihkan pembicaraan dengan bermain sambil bercerita tentang mia .
*****
__ADS_1