
PoV author
"Hallo, gue ada kerjaan buat kalian " ucapnya menyeringai.
"Kerjaan apa ?" tanya seseorang di seberang sana..
",,,,,,,," ucap Sisil
"Oke, transfer sekarang DP nya, , gue mau bayaran Dua kali lipat dari biasanya " ucapnya
"Sial,,loe gak percaya sama gue?"
"Sisil...Sisil...duit itu di atas segalanya " jawabnya
"sialan loe,,Loe itu teman gue"
"iya..kita memang berteman,hanya saja duit tidak perlu teman bukan "
"atau loe gak sanggup bayar gue? gue denger perusahaan loe bangkrut dan Dady loe di penjara,juga rumah Lo di sita " Ucap nya membuat Sisil geram
"Brengsek loe,,awas loe ,kalau gue sudah dapatin kembali semua harta gue,loe orang pertama yang gue cari "
"Tidak masalah,lagian loe cuma butuh jasa gue bukan"
Tut.
tuut
tuuuut
Sisil memutuskan telepon sepihak
"Brengsek loe, awas saja gue bakal buat perhitungan dengan loe,tunggu saja "
"Aaark sial, , gue harus cari uang dari mana buat bayar si brengsek itu" fikir Sisil mondar mandir di kamarnya
Dia teringat dengan beberapa tas branded nya,dia berjalan ke arah lemari dan mencarinya ,"Apa gue jual aja ya " fikirnya.
"Aaark gak, ,gue gak mau , , ini satu satunya yang berharga yang masih gue punya " monolog nya
"Gue harus cari cara lain buat cari duit"
malam harinya willly pulang.
"Assalamualaikum" sahut Willy
"Waalaikumsalam" jawab Sisil menyambutnya berharap Willy membawa uang .
"Tumben kamu " ucap nya
"Aku sambut salah,gak di sambut juga salah ,emang ya aku tidak pernah benar di mata kamu Will " jawabalnya dengan muka kesal.
"Iya iya maaf, , Nih buat kamu " ucapnya memberikan sebuah kotak nasi
__ADS_1
"aaah kebutuhan sekaligus,aku lagi lapeeeeerrrr" balasnya menyambar kotak itu.
"Tiap hari kek bawa beginian kalau pulang " ucapnya di sela sela makannya.
"Itu juga gratis sil,dari Nunung "
"ukhuk, , , ukhuk , , ukhuk ,. jadi kamu kasi aku makanan sisa? dari siapa tadi, , Neneng Nunung itu " marah Sisil
"Dengar dulu makanya jangan asal nyerocos, Nunung itu pemilik Catering tempat aku kerja,jadi pengantar makanan dan itu bukan makanan sisa." ucap Willy menjelaskan
"Apa? jadi kamu kerja di Catering? jadi pengantar makanan?" ucap ya lagi
"iya,kenapa emangnya?" tanya Willy
"Duit hasil kerjanya mana?" pintanya.
"heh, Nih " Willy menghembuskan nafas pelan seraya memberikan selembar uang pecahan seratus ribu .
"Cuma ini? cuma ini yang kamu dapatkan seharian pergi berkelana?" cercanya
"Harusnya kamu melamar pekerjaan di kantoran ,kamu manager,kamu bisa kan ketempat rekan rekan kita dulu buat bantu cari posisi yang pas buat kamu " sambung nya lagi, Sisil masih tidak terima kalau Willy bekerja jadi tukang pengantar makanan.
"Sudah sil,dan mereka memang tidak punya posisi buat aku."
"Jadi kamu akan selamanya jadi pengantar makanan?" ucapnya kecewa.
"Sisil,tidak bisakah kamu bersyukur? coba kamu Fikir mungkin ini semua akibat dari perbuatan kamu " banyak Willy
"Sudah untung mbak Nunung memberikan aku pekerjaan,kalau tidak kamu tidak akan bisa makan enak sekarang " bentaknya lagi sambil berdiri dengan kesal langsung masuk ke kamar.
"Uang segini mana cukup" gumamnya meremas uang itu.
**
Di tempat lain,Adita dan yoga juga Didin baru saja sampai kerumah,Didin masuk ke dalam untuk memarkirkan motornya.setelah itu kembali ke dalam mobil yang di kendarai yoga.
"Aku jemput besok ya,salam buat orang rumah " ucap yoga yang mengantar Adita sampai depan rumah.
"Kalian gak masuk?" tanya Adita
"Mau aku aja yang masuk atau didin ikut?" tanya Willy mengedipkan matanya.
"iish, jangan mulai yo,ini dah malem " balas Adita tersipu.
"ya sudah kamu masuk sana ,jangan begadang ," ucap yoga kemudian pergi meninggalkan rumah Adita.
"Daah mbakku yang artiss " teriak Didin
Adita masuk ke dalam rumah,di rumah tampak sudah sepi,terlihat dari semua lampu sudah di matikan.
Adita mengambil kunci cadangan di tasnya,kemudian masuk ke dalam ,tak lupa dia mengecek apakah Mia sudah tertidur atau belum.
kreek
__ADS_1
Adita membuka pintu dengan pelan,dia tersenyum melihat pemandangan indah,di mana bik Marni dan Mia sudah tertidur lelap.pelan pelan Adita mendekat.
"Anak mama udah tidur " ucap Adita pelan.
Bik Marni terbangun "kamu sudah pulang nak?" tanya bik Marni
"maaf bik,Dita bangunin bibik ya " ucap dita merasa bersalah.
"gak apa apa nak,bagaimana pekerjaan kamu,lancar ?" tanya bik Marni
Adita duduk di pinggir ranjang dan tersenyum,dia mengingat kejadian siang hari tadi.
"Alhamdulillah lancar bik,hanya saja, , , " ucap Adita terhenti
"hanya saja apa ? ada masalah? " tanya bik Marni sambil mengerutkan keningnya.
"Tidak,tidak ada masalah, hanya saja tadi siang Dita kaya melihat papanya Mia di lokasi shooting" ucap Adita jujur pada bik Marni.
" Tuan Willy." tanya bik Marni memastikan dan Adita mengangguk.
" Tapi mungkin Adita salah liat bik,soalnya laki laki yang mirip mas Willy itu mengantar catering di tempat shooting Dita" jelasnya lagi
"oh ternyata setelah kebangkrutan mereka dia jadi tukang antar makanan ,heh " ucap bik Marni pelan tapi masih terdengar oleh Adita.
"maksud bibik apa? mas Willy bangkrut? bangkrut gimana ?" tanya Adita merasa terkejut
"Astaga aku keceplosan" gumam bik Marni dalam hati .
Melihat bik Marni diam ,Adita kembali bertanya " Bik,bibik gak lagi sembunyiin apa apa dari aku kan..?" tanya Adita.
"Eeh, enggak , , bibik juga baru tahu tadi ,di kasi tahu sama mbok Jum yang bekerja jadi Art tetangga kita dulu." ucap bik Marni berbohong.
"Dia bilang kalau perusahaan mertuanya Willy bangkrut,dan semua aset yang dia punya di sita sama bank " jelas bik Marni
"Astaghfirullah, , ya Allah Kok bisa?" kagetnya
"Bibik dengar juga ,sebelum di tangkap mereka kepergok lagi transaksi ilegal senjata senjata gitu" jelasnya lagi
"Ya Allah, , gimana nasib Sisil?" tanya Adita
"Kamu masih memikirkan orang yang sudah merusak rumah tangga mu?" tanya bik Marni kesal mendengar jawaban Adita.
"Bukan gitu bik,aku hanya kasihan sama bayinya aja " jelas Adita
"Gak perlu kasihan Dit,orang anak itu bukan anaknya Willy kok " ucap bik Marni kembali keceplosan dia dengan cepat menutup bibirnya dengan tangannya.
"APA??" Adita semakin kaget dengan berita yang di dengarnya .
"Kenapa bibik bisa tahu semuanya?" tanya Dita memastikan
"bibik ,,,bibik kan sudah bilang kalau mbok Jum yang memberitahu bibik,dia kan Miss kepo di kompleks Mita dulu " kilahnya
**
__ADS_1
" Jadi ? apa mungkin orang yang aku liat tadi memang benar benar mas Willy?" pikirnya lagi yang saat ini sudah berada di kamarnya
....