Air Mata ADITA

Air Mata ADITA
bab 150


__ADS_3

PoV author


Willy menangis terduduk di lantai saat mengingat ucapan papanya yang begitu lantang saat memarahi dirinya yang tidak memperdulikan Sisil.


"Dasar tidak tahu di untung,sudah bagus saya menerima Kamu sebagai anak saya,jika tidak apa jadinya ibu kamu itu melahirkan kamu tanpa seorang ayah," bentak papa Willy merasa sudah muak dengan kelakuan Willy yang sangat berubah.


"pergi kamu dari sini " geram papa Willy


Willy masih terdiam mencerna apa yang di katakan oleh papanya.


"kurang jelas apa yang saya bicarakan hah" geram papanya melihat Willy yang semakin hari semakin tidak bisa di atur.


"apa maksud papa?" tanya Willy


"pergi kamu dari sini,saya malu punya anak seperti kamu,dan satu lagi cari papa kandungmu yang sudah membusuk di penjara itu " geram papanya lagi membuat Willy semakin merasa dunia sudah sangat sangat mengasingkan dirinya.


"apakah ino karma ? apa aku tidak bisa bahagia author....huuuu" tangis Willy meminta pada author untuk di bahagiakan.


"oke Willy sebentar lagi kamu akan bahagia " jawab author hihihi.


"Gara gara kalian hidupku hancur,aku bukan anak kandung papa ku " teriak Willy penuh kekesalan.


"Mamaku di penjara,dan kalian merusak segalanya" teriaknya lagi ,tubuhnya lunglai ke lantai


Mereka semua mendengar isakan Willy merasa kasihan,terlebih Adita dia begitu terkejut dengan ucapan Willy.


"mas, , "panggil Sisil mendekat ,dia berjongkok dan memeluk Willy.


"aku bukan anak kandung papa sil, , aku bukan anak kandung papa" ucap Willy kemudian tubuhnya ambruk dan Willy pingsan.


"astaghfirullah,,cepat bantu aku " teriak Sisil merasa kasihan dengan Willy


yoga dan Ronald membawa Willy ke kamar yang di tempati Sisil.


yoga diam di samping pintu kamar itu sambil memperhatikan Sisil merawat suaminya itu,bik Marni membawa kan minyak kayu putih untuk Sisil ,dan Adita diam sambil memikirkan apa yang sebenarnya terjadi,sedangkan suster sedang menggendong Mia yang masih sangat aktif bergerak.


Adita menoleh" yooo, , , " panggilnya dan mendekat.


"aku akan mencari tahu semuanya " ucap yoga sambil meraih ponselnya di sakunya dan menelpon Didin untuk menyelidiki semuanya.


"Din,cepat kamu selidiki tentang Willy " ucap yoga ,


"baiklah " jawab didin di seberang sana.


sedangkan Ronald baru saja datang menjemput dokter ,kemudian dokter itu memeriksa tubuh Willy yang masih terkulai lemas.

__ADS_1


"dia tidak apa apa,dia hanya kecapean dan terlalu banyak minum" ucap dokter itu kemudian pergi ,namun tak lupa yoga berterima kasih pada dokter itu dan mengantarnya keluar,saat di luar ponsel yoga berdering dan itu dari Didin


"hallo Din,,apa yang kamu dapatkan?" tanya yoga


Didin memberitahu yoga jika Willy adalah anak dari seorang pecandu narkoba dan juga seorang preman jalanan yang kini mendekam di penjara akibat pembunuhan yang di lakukannya,,kini masa tahanannya akan segera berakhir sejak puluhan tahun yang lalu.


"jadi benar,dia bukan anak kandung papa nya" gumam yoga


"baiklah Din , terimakasih" ucap yoga memutuskan panggilannya.


tak lama Adita datang dan mendekat " ada apa Yoo?" tanya Adita


yoga menarik Adita dan memberitahu kebenaran nya,namun saat yang tepat Sisil juga datang dan mendengar semua ucapan yoga.


"jadi benar? " tanya Sisil


yoga dan Adita menoleh dan yoga mengangguk.


"astaghfirullah, , ,kasihan sekali mas Willy " ucap Sisil menutup bibirnya dengan tangannya merasa terkejut.


"iya kasihan sekali mas Willy,aku tau dia begitu menderita,padahal dia sangat sayang sama mamanya " ucap Adita


"sayang ,meskipun kita sayang sama orang tua kita ,jika apa yang dia katakan itu akan membawa banyak penderitaan dan juga melawan hukum agama kenapa enggak kita tolak,boleh loh menolak" ucap yoga menerangkan.


"iya Yoo, , lalu apa yang bisa kita bantu untuk kalian " ucap Adita berbicara ke yoga kemudian mengalihkan tatapannya ke arah Sisil


"usaha? apa yang ingin kamu usaha kan?" tanya Adita


"entahlah ,tapi aku akan mencoba mencari referensi untuk memulai usaha,dan aku ingin mencoba membuka lembaran baru buat kita berdua " ucap Sisil mulai menerima dan mencoba memaafkan Willy.


'kamu yakin?" tanya Adita dan Sisil mengangguk


"ya sudah kamu bicarakan aja dulu ke mas Willy dan apapun yang kamu butuhkan jangan sungkan yaaa" ucap Adita di balas anggukan Sisil.


tak lama yoga mendapat telepon lagi dari Revin


"aku angkat dulu ya sayang " ucap yoga di balas anggukan Adita dan yoga sedikit menjauh dari mereka.


"hallo prince! " sapa yoga


"yoga, , kasi tahu Adita dan yang lainnya kalau Salma meninggal dunia," ucap Revin


"innalilahiwainnailaihiroji'un..." ucap yoga


ucapan itu membuat Adita dan Sisil mengerutkan keningnya " ada apa itu? " tanya adita

__ADS_1


"aku gak tau sil " jawab nya .


tak lama yoga mendekat dan Adita langsung berdiri dan bertanya.


"ada apa? " tanya Adita


"Salma meninggal dunia!" ucap yoga.


"innalilahiwainnailaihiroji'un" ucap Adita dan juga Sisil


"bagaimana bisaa? " tanya Adita


yoga menceritakan apa yang di ceritakan oleh revin,bahwa Salma mencoba menipu para penjaga Dangan mengatakan sakit perut dan saat di antar ke toilet saat itulah Salma mencoba menusuk penjaga itu tapi sayang dia tersandung dan sebuah besi menancap di dadanya juga di matanya,entah besok apa itu author tidak tahu .


"astaghfirullah, , ,bukannya tobat malah semakin menjadi " gumam Adita


"sayang aku harus kesana untuk mengurus jenazah nya dan juga kamu kasi tahu mama sama papa ya " ucap yoga sambil mengelus puncak kepalanya.


setelah yoga pergi Adita langsung mencari ponsel nya dan memberitahu papa dan juga mamanya.


"baiklah papa akan kesana sekarang" ucap pak darma


Di villa


revin sudah mengurus semuanya sehingga kematian Salma di nyatakan kecelakaan,dan revin sudah menghilangkan semua barang bukti bahkan sidik jari dari mereka semua.


entah kapan mereka membereskan semuanya .


dan saat pemeriksaan tidak ada terdapat sidik jari siapapun kecuali sidik jari Salma sendiri.


tak lama polisi pun pergi karena tidak mendapatkan tanda tanda pembunuhan atau yang lainnya, sepergian polisi yoga pun datang dan di susul oleh pak darma


"terrimakasihhh prince sudah membantu " ucap yoga


"tidak usah sungkan, seterusnya aku serahkan padamu " ucap revin meninggalkan yoga dan pak darma untuk mengurus pemakaman Salma


"kamu terlalu serakah salma,dan aku akan memaafkan semua kesalahanmu " ucap pak darma mengusap wajah Salma


"apa akan kita bawa ke rumah papa?" tanya yoga


"sebentar,papa tanyakan sama mama kamu dulu " ucap pak darma


"tidak perlu , , di sini saja langsung di makamkan " ucap Selly tiba tiba datang dengan pakaian yang sudah siap untuk menguburkan Salma.


mereka semua menoleh dan pak darma pun langsung mengurus jenazah nya di sana dengan orang orang di sekitar villa.

__ADS_1


***


__ADS_2