Air Mata ADITA

Air Mata ADITA
Episode 18 Rama


__ADS_3

Aku kini telah sampai di toko perhiasan,ku hembuskan nafas ku dan membulatkan tekat ku untuk menjual nya.


"Bismillah,semoga bunda gak marah " ucapku dalam hati dan kembali berjalan ke dalam toko.


setelah lama menunggu akhirnya aku keluar toko dengan membawa uang cash hasil dari jual cincin itu.


"hmm, , sesulit inikah hidup sampai harus menjual apa yang ku punya" ucapku kembali sebelum menaiki taksi.


"Rasanya ku butuh susu ibu hamil buat nutrisi anak ku di dalam,"


"baiklah aku akan belanja dulu" lanjutku bermonolog dan langsung menuju sebuah toko.


setelah berbelanja,aku memilih untuk mampir ke sebuah taman untuk sekedar menenangkan fikiran ku.


Di jalan aku bertemu Rama,huh dia lagi !!


"Lho Dit,loe sendirian aja? suamimu mana?" tanya Rama


"Hm, , dia kerja," jawabku singkat


"Mau kemana loe ? bareng yuk" ajaknya


"Eh, gak usah Rama,gue mau jalan jalan sebentar saja" ucapku


"Kamu habis beli susu ibu hamil?loe hamil?" tanya Rama menatap tanganku yang menenteng kantung plastik bening hingga label dari belanjaan ku terlihat jelas .


"Iya,gue hamil ! jawabku singkat.


"Ya sudah gue jalan dulu ya" ucapku meninggalkan Rama yang terlihat terdiam tak bersuara .


ku lirik kanan dan kiri namun tak ku temukan taksi lewat,


"gue anterin yuk,gue juga lagi gak sibuk" ajaknya


Panas hari ini sangat terik,hingga aku berfikir untuk menerima tawaran Rama,tapi aku sedikit takut jalan berdua sedangkan aku sudah punya suami.


"Eeh, bukankah mas willy juga melakukan hal yang sama?bahkan dia juga sangat dekat dengan wanita itu,kayaknya tidak ada salahnya aku ikut Rama ,toh juga rama cuma temanku saja" gumamku memikirkan ajakan Rama


"Bagaimana,mau gak?" ucapnya lagi


"mm, ,iya sudah ," ucapku ikut dengan Rama


"Rumah suami loe arah kemana? "


"Taman dekat sana aja" ucapku pelan


"TAMAN? ngapain ke taman?" tanya nya


"gue cuma mau cari suasana yang lebih terbuka Saja,gue butuh udara segar " ujarku

__ADS_1


"Baiklah,gue anterin" ucapnya.


hanya keheningan di sana,tidak ada percakapan satu sama lain,kami terhanyut dalam pikiran masing masing.


selang beberapa saat mobil milik Rama telah parkir di tempat parkir taman itu,


"Loe mau ikut?" tanya ku


"Rasanya gue juga butuh ketenangan" ucapnya pelan


"Loe lagi ada masalah?" tanya ku


"Hufh, , sulit di jelaskan Dit," ucapnya mengikuti langkahku ke sebuah kursi di taman itu.


Huh,rasa nyaman dan tenang ku dapatkan saat ini, seperti tidak ada beban dalam hatiku saat ini,biarlah ku nikmati sesaat rasa tenang ini sebelum ku kembali ke rumah dan kembali menyayat hati dengan kesakitan yang selalu ku dapat di rumah,


Egois? tentu aku merasa egois tapi apa salah aku ingin merasa sedikit saja rasa tenang dan bahagia.


"Beban loe kayaknya berat banget,apa gue bisa dengerin curahan hati loe?" tanya Rama


Aku menoleh padanya dan tersenyum,belum saatnya aku bercerita semua tentang kehidupan ku dengan Rama,aku memang sempat dekat dulu tapi itu hanya sebagai teman dekat,bukan lebih dari teman,meski dia bilang suka sama aku,tapi aku tidak pernah membalas rasa suka itu,kami lebih ke menikmati kebersamaan dengan bersenda gurau.


"Loe salah,gue gak punya masalah berat,hanya saja mungkin wanita hamil akan selalu merasa ingin refreshing kali ya,. hehe" aku terkekeh sendiri mendengar alasanku.


"Oh begitu?" ucapnya kemudian menatap lurus kedepan..


entah dia percaya atau tidak,yang pasti ini belum saatnya aku bercerita lebih tentang nya. Keheningan kembali terjadi hingga ucapannya membuatku kembali menolehnya.


"maksud loe?" tanyaku menoleh dan menatap nya


"Nyokap sama bokap gue Dit,mereka seminggu lalu pisah!" ucapnya pelan


"Sorry,gue gak tahu" ucapku merasa bersalah.


"Sebelum itu dari sejak kecil mereka selalu bertengkar hebat,tidak perduli gue ada atau tidak,urusan gue mereka serahkan pada perawat gue," ucapnya kembali


",Huh,hingga gue dewasa mereka kalau bertemu selalu saja berantem,tidak pernah akur,Hinga suatu hari nyokap gue tiba tiba pingsan dan kami membawanya kerumah sakit,"


"dan loe tahu apa?"


Aku menggeleng , dan berharap dia cerita semua masalahnya sama aku.


"saat di rumah sakit,dokter menyatakan nyokap gue kangker stadium akhir, " ucapnya terlihat menitikan air matanya.


"Dan loe tahu,itu pertama kali gue lihat bokap gue menangis dengan penuh penyesalan,terlebih beberapa bulan yang lalu,nyokap gue meninggal dan itu adalah hari terburuk yang pernah gue rasakan ," ucapnya lagi berhasil membuatku merasa iba dan tak bisa di pungkiri,aku juga menangis mendengar ceritanya.


"Terus bokap loe?" tanyaku


"Hahaha,dia hanya bisa menangis dan menangis, mungkin saat nyokap gue minta cerai dulu ,itu saat dia tahu usia dia tidak lama lagi ,dia tidak mau kita semua sedih karenanya "

__ADS_1


"Tapi siapa sangka tuhan berkata lain,mereka hampir cerai dan kami baru mengetahui kebenaran yang ada,"


"Saat itulah bokap gue seperti mayat hidup,merasa bersalah dan sangat terpukul sampai sekarang,tiap gue pulang dia selalu mengamuk dan tidak bisa tenang" ucapnya lagi


"Gue turut berdukacita dan turut prihatin sama bokap loe ram! gue gak tahu dan gue gak bisa bantu apa apa,gue cuma bisa dengerin cerita loe" ucapku merasa bersalah


"Gak apa apa Dit,gue cuma butuh teman curhat doang,dan terimakasih ya,loe mau dengerin cerita gue,rasanya sangat lega" ucapnya menyandarkan tubuhnya pada punggung kursi


"pasti ram,gue siap kapanpun loe butuh" ucapku


"Tapi gimana gue bisa cerita sama loe kalau gue gak punya nomer ponsel loe" ucapnya


"hehe , ,nomer gue masih yang lama ram" ucapku


"sini ponsel loe!" ucapnya


"itu nomer gue,loe simpen ya" ucapnya lagi


"oke" ucapku


"Oh ya loe kapan balik?" ucapnya


"gue anterin yah"


"ya sudah ayok" ucapku mengiyakan


aku Rasa tumpangan yang di berikan Rama sedikit menghemat ku dalam pengeluaran,akhirnya aku di antar Rama pulang sampai depan kompleks,aku gak mau orang orang mengira aku jalan sama laki laki lain ,


"Di sini aja,rumah gue masih ke dalam" ucapku


"kenapa gak sampai dalem saja?"


"loe mau gue di cibir emak emak kompleks apa" ucapku


Rama terkekeh sendiri mendengar ocehannya.


"ya sudah loe masuk sana" ucap nya


"thanks ya" ucapku sebelum Rama memutar balik mobilnya.


aku berjalan kaki kerumah menuju kompleks,


tin tin


aku menoleh " Mas Willy , , Apa dia liat gue sama Rama tadi?" ucapku cemas dalam hati.


"Dit,masuk" ucapnya


next

__ADS_1


ketemu di bab selanjutnya


happy reading.


__ADS_2