Air Mata ADITA

Air Mata ADITA
bab 155


__ADS_3

PoV author


Willy mengambil ponsel dari tangan Sisil yang sempat melihat postingan Adita saat bulan madu,Willy mendekat dan memegang tangan Sisil.


"aku janji jika usaha kita sukses nanti aku akan membawa kamu berbulan madu,kemana pun kamu mau " ucap Willy membuat janji.


Sisil terlihat tidak percaya dan menatap Willy dengan tatapan penuh tanda tanya.


"apa kamu ragu? " tanya Willy


"wajar kamu ragu,namun aku sudah memutuskan untuk menjadi orang yang jauh lebih baik lagi,aku ingin buktikan ke papa kalau aku bisa di andalkan meski aku bukan lah anak kandungnya " jelas Willy


"lalu bagaimana dengan hubungan mu dengan Susan ?" tanya Sisil.


"Susan itu tak lebih dari wanita bayaran sil, , percaya sama aku ,dia bisa berganti ganti pasangan setiap saat dia mau " terang Willy.


"kamu tau banyak tentang dia? " tanya Sisil


Willy mengangguk dan menceritakan awal pertemuan mereka sampai membawa Susan ke dalam kehidupan mereka .


Willy juga meminta maaf telah membuat Sisil merasa tidak dihargai sebagai seorang wanita,Bahkan membuat anak yang sempat di kandung Sisil meninggal.


"sudahlah mas,itu sudah masa lalu,aku ingin kita memulai semuanya dari awal ,meski kamu belum mencintai dan menerima ku ,aku akan berusaha untuk kamu jatuh cinta padaku suatu saat nanti mas, ," terang Sisil tanpa sadar meneteskan air matanya.


"maaf, ,maaf sudah membuatmu menangis selama ini " ucap Willy.


'bukan salah kamu,hanya saja jika dulu aku tidak melakukan hal yang tidak seharusnya di lakukan ,maka kita tidak akan seperti ini bukan,maafkan aku sudah masuk ke kehidupan kalian sampai kalian bercerai,maafkan aku mas , , maaf , , hik, , ,hik, , ," tangis Sisil meminta maaf, dia sadar dialah yang menyebabkan perceraian antara Adita dengan Willy.


"sstt sudahlah sil, , semua sudah berlalu, dan Kini hanya ada kita , aku dan Kamu,kita buka lembaran baru hidup kita , memulai kebahagiaan kita yang sesungguhnya dan jangan ungkit Masa lalu lagi ,hmm " ucap Willy


sisil mengangguk dan memeluk Willy dengan erat. " aku janji meskipun kamu tidak akan pernah membuka hati untuk ku aku akan selalu ada buat kamu Will "


Willy mendorong tubuh sisil "ssstt , , jangan bicara seperti itu lagi " ucap Willy menyentuh bibir Sisil dengan telunjuknya.


sisil menatap Willy yang tiba tiba menatap matanya ,entah apa arti tatapan itu,namun telunjuk Willy yang tadinya hanya menempel di bibir Sisil Kini mulai bergeser dan menyentuhnya kemudian mengusapnya pelan,kemudian tangan Willy turun ke dagu Sisil,dia menariknya dan.


cup.

__ADS_1


Willy mencium bibir Sisil sekilas yang berhasil membuat Sisil terkejut.


" mas , , kamu "


"ssst, , aku menginginkan nya " bisik Willy di telinga Sisil dan Sisil mengangguk.


malam itu mereka melakukan malam pertama mereka setalah ijab qobul yang mereka lakukan beberapa waktu lalu.


tak di pungkiri sisil bagitu bahagia , Hubungan yang awalnya hanya di bangun tanpa cinta kini sudah timbul benih benih cinta di antara mereka.


di sela sela kegiatan mereka Sisil kembali teringat dengan penyakit yang di deritanya.


"jangan pikirkan itu,aku sudah konsultasi kok dengan dokter katanya boleh,dan jikapun kamu tidak bisa memberikan ku keturunan ,aku tidak akan melepaskan mu sil, ," terang Willy dengan tulus


"terimakasih mas " ucap Sisil


**


jika Sisil dan Willy melakukan bulan madu mereka di kontrakan ,sama halnya dengan yoga dan juga Adita.


yoga tak henti hentinya menyerang Adita dengan kekuatan penuh,begitupun dengan Adita dia mulai menyerang yoga sehingga permainan mereka sama sama seperti orang kerasukan jin mes um


meski begitu yoga sangat menyukai nya,dan gai rah Adita pun semakin terpancar tat kala yoga menerjang Dindingnya dengan sangat kuat.


menancapkan sosis jumbo miliknya ke dalam roti bulat milik Adita dengan sentuhan sedikit olesan margarin yang membuatnya semakin licin.


"aaah, , , " keduanya menghembus nafas beratnya setelah perang mereka berhasil mengalahkan mereka berdua.


mereka berdua tepat dengan serangan yang sama sama ganas.


"kamu kuat juga sayang " ucap yoga menatap Adita dengan nafas yang naik turun seperti habis lari maraton.


"kamu juga kuat, aku tidak menyangka kamu sekuat itu Yo , , " jawab adita dengan Nafas tersengal.


",kita tidur yok " ajak yoga ,Adita mengangguk dan mereka memutuskan untuk menyudahi perang mereka malam ini.


sementara di tempat lain,Ronald begitu menikmati harinya di rumah Adita menjadi supir dan selalu bermain dengan Mia ,Mia pun sangat dekat dengan Ronald sampai sampai dia tidak mau pisah dengan Ronald

__ADS_1


"astaga nald,pulang yoga dan Adita nanti di sangka kamu jampi jampi mia lagi,kayaknya Mia gak bisa pisah dari kamu " ucap bi Marni menyahuti Ronald dari belakang.


"eeh bik, , aku hanya mengikuti hatiku saja bik,aku juga tidak tahu kenapa aku sangat suka dengan Mia ,aku menganggap Mia sebagai anakku sendiri " celetuk Ronald tanpa mengalihkan pandangannya dari Mia.


memperhatikan Ronald dari samping membuat bik Marni kembali ingat dengan adita,kenapa setiap menatap Ronald dari arah samping,pikiran bik Marni selalu saja mengarah ke Adita.


" kenapa mereka mirip sih " gumam bik Marni


"kenapa bik liat aku kaya gitu ?" tanya Ronald mendapati bik Marni memperhatikan nya.


"tidak, , bibik hanya teringat dengan pak darma dan juga Selly ,katanya mau ke sini tapi belum sampai juga " ucap nya lagi


"ooh , , kenapa gak di telepon saja bik " usul Ronald.


" tidak usah lah,nanti juga bakal datang kok " Jawab bik Marni.


tanpa lama dan benar saja mobil milik pak darma pun datang .


"assalamualaikum " sahut pak darma


"waalaikumsalam, , ",sahut bik Marni dan juga Ronald.


"nak kan apa yang ibu bilang , mereka akan datang juga " terang bik Marni.


"bik Marni hebat, , ,aku suka " ucap Ronald .


"iih kamu ini kaya anak kecil Tau gak ?" sahut Selly.


Ronald tersenyum dan senyuman itu membuat selly dan juga pak Darma merasa senyuman yang tercetak dari bibir Ronald terasa tidak asing baginya.


degh


"Adita ?" gumam keduanya.


begitupun dengan bik Marni dia juga melihat ada kemiripan Ronald dengan Adita.


"kenapa bik, , ada yang salah? " tanya Ronald menatap dirinya ,karena mereka semua menatapnya seperti tatapan keheranan.

__ADS_1


__ADS_2