
PoV Willy
Malam ini aku tidur di rumah sisil, seperti permintaan mama aku menemani Sisil sampai dia benar benar baikan,
"Willy, kamu mau kemana?" tanya mama saat aku hendak keluar sebelum memutuskan untuk tetap tinggal
"Mau pulang ma,lagian Sisil sudah tidur" jawabku
"Tidak bisa gitu Will, kamu harus Adil sama istri kamu,istri lagi hamil muda dan keadaan tidak baik baik saja malah mau pulang,di mana otak kamu" suara mama sedikit meninggi
"Ma ,tapi kan ___ "
"Mama gak mau tahu,kamu tidur di sini" ucapnya
namun aku tak mengindahkan ucapan mama,aku tetap ingin pulang ,tapi saat di luar aku teringat ucapan ku sama Adita sebelum pergi,bahwa aku tidak akan pulang,
"Sial,gue gak bisa pulang kerumah ,gue udah bilang ke Adita kalau gue gak akan pulang" gumamku sebelum membuka pintu mobil.
dan aku memutuskan untuk tidur di rumah,,meski aku merasa ada ketertarikan dengan Sisil,namun untuk berhubungan lebih rasanya aku belum siap.
"sayang , kamu masih di sini?" tanya sisil saat aku duduk di pinggiran ranjang dan itu mengganggu tidurnya.
"Hemm..iya aku di sini," jawabku lalu memperbaiki posisiku dengan terlentang.
"makasi ya sayang , Aku dan anak kita senang banget" ucap Sisil berbinar sambil mengusap perutnya lalu memelukku.
"Iya, ,sama sama , ,kamu tidurlah ,wanita hamil tidak boleh bergadang" ucapku
ia pun mengangguk dan aku juga ikut menutup mataku,namun saat hendak menuju alam mimpi,aku di kejutkan oleh getaran ponselku yang ada di dekat tempat tidur ku.
Ting
( Mass, ,Mia sakit )
Aku terkejut,ku lepas tangan Sisil dari perutku dengan pelan agar tak membangunkan nya,
aku hendak menelpon Dita,tapi ku urungkan karena mengingat perdebatan kami tadi,
( jangan mencari alasan untuk aku pulang,aku tekankan aku tidak akan pulang sebelum kamu menyesali apa yang telah kamu tuduhkan )
itulah jawaban yang paling tepat menurutku,karena tadi aku sempat melihat Mia yang tertidur pulas di kamarnya dan dia baik baik saja,aku rasa itu adalah alasan bagi Adita Agar aku pulang,terlebih tadi aku sudah membangkitkan gairah nya yang terlihat menggebu saat aku hendak menggaulinya .
ku matikan Ponsel ku dan ku letakkan kembali di tempat semula,aku bangkit dan mencari udara segar di luar,
Kreeekk
Aku berdiri menghadap gelapnya langit,tanpa bitang juga tanpa bulan,begitu gelap gulita,hanya ada penerangan lampu rumah rumah tetangga yang membuat terang bumi di pandanganku saat ini.
"HUH, , Kenapa hidupku seribet ini?"
"Hanya karena uang dan menuruti keinginan mama aku sampai begini,"
kembali Ku hirup udara malam,sengaja tak ku nyalakan lampu agar aku bisa merenung dengan tujuan hidupku .
satu sisi aku sangat mencintai Adita,dia wanita baik baik tapi dia sudah tidak secantik dulu saat aku belum menikahinya,meskipun sekarang dia sudah merubah penampilannya,dia masih di bawah Sisil yang menurutku jauh lebih menarik,bodynya yang berisi,lekuk tubuhnya membuat mata ku seakan tak bisa berkedip,pakaiannya yang selalu seksi kemanapun dan di manapun bahkan make up selalu ia gunakan membuat mata ini tak bosan menatapnya .
"Apa ini saatnya aku berikan hak Sisil sebagai istri," gumamku memikirkan Sisil yang tak pernah ku sentuh meski aku sudah sah menjadi suaminya.
"Baiklah aku akan berikan malam ini juga" gumamku lagi menarik tubuhku hendak ke dalam
namun saat berbalik aku melihat sesaat seorang laki laki keluar dari gerbang samping rumah,laki laki seusia pak satpam itu mengendap keluar dan hilang di balik pintu,
"Siapa itu,? malingkah? " gumamku
tak lama kemudian aku mendengar suara pintu di kunci dari dalam.
__ADS_1
"Siapa malam malam begini belum tidur? gumamku lagi
Aku berjalan ingin memeriksa keluar ,saat di luar aku melihat mama berjalan sendiri terlihat dari arah samping.
"Ma, , ! " panggilku
mama terkejut bahkan gemetar " Belum tidur? " tanyaku
"Eeh kamu Willy, sejak kapan di situ? " bukan menjawab mama malah bertanya balik.
"Baru saja,Willy tadi mau ambil minum " jawabku berbohong.
"oh., ya sudah mama Masuk " ucapnya
"Ma, !" panggilku lagi
"kenapa gak jawab Willy, ?"
"Mama habis dari mana?" tanyaku
"ee, , itu tadi , , mana __ mama juga baru dari dapur " jawab mama
Dari nada bicaranya aku tahu mama berbohong,tapi siapa laki laki yang tadi mama temui itu?
"Tadi willy lihat ada ___"
"Duh Willy kamu jangan takuti mama deh,jangan ngacok,ya sudah mama mau tidur ,sudah ngantuk" ucapnya langsung ke kamar dan menutup pintu.
Aku pun memutuskan untuk kembali ke kamar dan melanjutkan tidur.
**
PoV Adita.
Hening malam ini menemaniku kembali saat mas Willy pergi dan tidak akan pulang malam ini,
kreeek
Bik Marni terlihat sudah terlelap di kasur samping tempat tidur Mia,
Aku mendekat dan membangunkan bik Marni " bik , ,! " panggilku
tak butuh waktu lama bik Marni akhirnya bangun, " bik tidur di kamar aja sana,,Mia aku yang jaga" ucapku
"Lho, , nyonya bukannya tadi ada tuan?" ucapnya
"Tuan sudah pergi lagi," jawabku singkat
tak lama suara Mia terdengar menggeliat,detik kemudian menangis keras..
Howeeek
Howekk
Howekk
aku dan bik Marni langsung bangkit dan melihat Mia,
"astagfirullah bik panas" kagetku merasakan tubuh Mia yang panas
"Dia demam " ucap bik Marni berlari mengambil air dan kain untuk mengompres tubuh nya itu.
"Sayang, , sssttt, , cup, , cup" ucapku mencoba menenangkannya,
aku membawanya ke pembaringan dan mulai menyusu,namun Mia terlihat enggan menyusu ,
__ADS_1
bik Marni langsung masuk dan mulai membasahi kain untuk mengompres Mia.
"Bik kita bawa ke klinik terdekat aja yuk" ucapku
buk Marni setuju,kamu segera membawa Mia ke klinik terdekat.
beberapa menit kamipun sampai ,namun sayang klinik itu sudah tutup,
"Astaga , , sudah tutup bik gimana Ini?" tanyaku pada bik Marni
"Kita ke klinik buk asih yuk nyonya " ucapnya
kami pun langsung melesat kesana,lima belas menit kamu telah sampai,namun hasilnya tetap sama ,sudah tutup
Ku hela Napas dan melihat tubuh Mia yang terlihat memerah ,entah apa penyebabnya aku tak tahu ,aku semakin takut melihat keadaan nya saat ini,tak terasa air mata ini menetes deras saking sedihnya menatap prihatin dengan keadaan Mia.
"Jangan panik, kita langsung ke rumah sakit saja" usul bik marni
segera mengatur nafas kembali agar tenang dan langsung melesat ke rumah sakit,
Di dalam mobil bik marni mencoba menelpon mas Willy tapi tidak dapat di hubungi.
"Sudah lah bik,nanti Dita yang telepon jika kita sudah sampai di rumah sakit " ucapku
30 menit kami akhirnya sampai di halaman rumah sakit,aku segera berlari mengangkat tubuh mungil itu,dan langsung membawanya ke ruangan IGD.
setelah Mia mendapatkan perawatan,aku segera meraih ponsel dan mencoba menghubungi mas Willy,namun tetap tak bisa di hubungi.
aku mencoba mengirimi pesan,dan tak lama ia menjawab namun jawaban yang tidak ku harapkan,dia mengira aku berbohong mengatas namakan Mia agar dia pulang.
"Brengsek, , laki laki bajingan, , saat anak seperti ini kamu masih memikirkan ego mu, awas kamu masa!!?" geramku membaca pesan balasa mas Willy.
Di IGD,Mia masih menangis dan masih di tangani ,dokterr segera keluar dan menyuruhku untuk menenangkan Mia terlebih dahulu sambil dokter mengecek keadaan Mia,
"Mia hanya alergi , , apa ibu tadi siang memakan udang atau sejenisnya?" tanya dokter
Aku kembali mengingat dan ternyata benar aku memakan udang,akupun mengangguk.
"baiklah besok kota lihat hasilnya,untuk sekarang Mia akan kami pindahkan ke ruang rawat bayi" gelas dokter itu.
"baik dok" ucapku mengikuti langkah dokter yang membawa mia ke kamar VIP yang ku pesan.
tik
Tik
tik
Suara alat kesehatan di samping Mia memecah keheningan kamar itu,aku beranjak karena merasa perutku kosong.
ku lirik bik marni sudah tertidur pulas di sofa,sedangkan aku tidak bisa tidur entah mengapa.
"Nyonya mau kemana? " tanya bik Marni yang merasakan pergerakan ku
"mau cari makam bik" jawabku
"Astaga maafkan bibik ya,bibik lupa saling kagetnya" jelasnya
"Tak apa bik,bibik istirahat aja,biar Dita keluar sendiri yang cari makan" ucapku
saat di luar,aku merasa sedikit pusing,
"Duh,kok pusing " gumamku memegang kepalaku.
Ku lihat seseorang berjalan cepat ke arahku sampai aku merasa sebuah tangan besar memegang tangan dan pundakku sampai akhirnya aku Tak ingat dan rasakan apapun karena semua gelap.
__ADS_1
next 👇👇👇