
"Sayang,kamu sudah sampai rumah? "
"terimakasih ya,sudah menemani aku beberapa hari ini "
"Hiks, , hiks, , ,siapa dia mas?" lirihku membaca pesan teks dari ponsel milik mas Willy.
"Jahat kamu mas" ucapku lagi.
aku segera mengcopy nomer ponsel yang berinisial "A" itu,yang aku yakini dia adalah *Ajeng*.
"Apa salahku sama kamu" ucapku lagi sambil mengelus perutku yang masih rata agar anakku tidak merasakan apa yang aku rasakan.
**
"Mas apa ini" ucapku melempar ponsel ke depan nya
Plak
"berani beraninya kamu mengacak acak barang pribadiku"
mas Willy marah dan menampar ku,tak cukup di sana dia juga mendorongku hingga tubuhku membentur tembok
Dug
"Aawhh" ringisku
"Dengar baik baik,tugas kamu hanya melayani ku saja,dan kamu jangan pernah berani menyentuh barang pribadi ku " ucapnya kemudian meninggalkan ku
"Aaarkh, , br3ngsek kamu mas,tega kamu sama aku"
"Apa lebihnya wanita itu hingga kamu seperti ini,kamu berubah mas " teriakku ,namun aku yakin mas Willy sudah tidak ada lagi di rumah saat ini.
"Kamu tu ya,makanya jangan ikut campur urusan suami kamu,sudah ku bilang bukan tugas kamu di sini hanya untuk melayani kami" ucap mama
entah dari mana mas Willy punya keberanian mengucapkan seperti itu ke aku,terlebih mama mertuaku juga sangat membenciku meski aku sudah mengandung sekali pun
sejak hamil aku jarang di sentuh mas Willy,entah mengapa aku tak tahu,hatiku sangat hancur melihat perlakuan mereka ke aku seperti ini,
"Mei, mereka jahat Mei" ucap ku dalam pesan teks
"Loe kenapa?" tanya Mei membalas
aku menceritakan semuanya pada Mei, Sekarang hanya dia yang aku punya.
__ADS_1
sore harinya,kau tidak berniat menyentuh dapur sama skali ,kebetulan bik Marni lagi cuti untuk seminggu kedepan.
mama dan papa juga lagi pergi beberapa hari,hanya aku di rumah duduk sendiri merenungi nasip yang ku terima.
ku duduk di teras menghadap ke luar,di sana terdapat gerbang rumah yang lumayan tinggi,dan terdapat taman bunga yang membuat hati akan senang melihatnya,tapi hatiku hampa,hatiku hancur hingga keindahan di depan mata itu tak mampu membuat ku merasa lebih baik,
ku lihat mobil mas Willy memasuki rumah kami,tanpa menyebutnya aku segera masuk ke dalam ,
"Begini cara kamu menyambut suami? hah?" teriakannya membuatku terdiam dan menoleh
ku langkahkan kakiku dan mengambil tanganya dan ku cium punggung tangannya tanpa mengucapkan satu kata pun ,ia pun sama ia tak bicara lagi dan langsung masuk ke kamar, sedangkan aku menuju ruang keluarga untuk duduk menatap layar televisi yang entah kenapa aku nyalakan.
"Dita,kenapa bajuku masih belum di cuci" teriaknya lagi dari atas
aku memilih untuk diam,sesaat kemudian mas Willy turun.
"Dita,kamu kan tahu bik Marni lagi cuti ,ibunya sakit,kenapa bajuku tidak kamu cuci sih" terdengar nada kesal darinya
"kan mas punya banyak baju di lemari,kenapa gak pakai yang lain saja" ucapku tanpa menolehnya dan kembali fokus pada layar televisi.
mas Willy terlihat diam dan kembali ke kamar untuk mengganti pakaiannya,aku tahu dia pasti akan keluar lagi.
"Dita ,kamu gak masak ya" teriaknya
"Aku gak masak ," ucapku pelan tanpa kembali menoleh
ku lirik mas Willy yang diam ,dia seperti baru saja mengusap kasar wajahnya menahan marah ke aku,akhirnya dia pergi dan melajukan mobilnya menuju keluar.
"Hiks, , hiks, , kamu sampai kapan kaya gini mas" lirihku sambil menangis
**
malam harinya mas Willy pulang ,
"Dit,kamu tidur " ucapnya mengguncang tubuhku
"kenapa mas,kamu baru pulang?" ucapku
"mas mau mandi,siapkan air hangat" ucapnya
aku pun bangkit dan langsung mengisi bathub dengan air hangat,setelah aku selesai aku keluar dari kamar mandi dan mendapati mas Willy menerima telpon di balkon,
,"iya besok aku ke sana " ucapnya terdengar halus,
__ADS_1
aku yakin itu adalah ajeng.
aku tak menghiraukan nya,yang aku fikirkan hanya kesehatan ku dan juga anak Yang ada dalam rahimku.
ketika mas Willy kembali aku sudah membaringkan tubuhku dan sengaja tidur,mas Willy terlihat diam menatapku dan kembali berjalan setelah beberapa detik memperhatikanku.
Aku yang tadinya sengaja untuk tidur sampai benar benar terlelap,hingga sinar matahari pagi menembus korden tanpa izin membuat ku merasa silau dan membuat tubuhku menggeliat dan merasakan kenikmatan sesaat setelah menggeliat.
"mas Willy Kemana?" ucapku melihat di sampingku sudah tidak ada mas Willy.
ku dengar percikan air dari kamar mandi,dan ternyata mas Willy lagi mandi,aku bereskan tempat tidur sambil menunggu dia keluar,tak ku sangka ku lihat kembali ponselnya yang tergeletak di dekat bantal ,
Sejak saat itu,aku selalu kepo dengan ponsel mas Willy,segera ku raih dan ternyata yang bikin aku kaget luar biasa,mas Willy tengah malam bisa bisanya chatan dan juga melakukan panggilan video Dengan nya,apa yang di bicarakan tengah malam begitu?
"Baiklah mas, , aku ikuti permainan mu,sampai kapan kamu kaya gini " gumam ku dalam hati merasa
bodoh memang,aku merasa sangat bodoh di dunia ini,bisa bisanya aku diam saat seperti ini,bisa bisanya aku membiarkan mas Willy bertindak seperti ini tanpa menegurnya,
"Loe itu kecintaan sama Willy,makanya loe diam di perlakukan kaya gini" aku sangat ingat itu kata sahabatku Rohmi sama aku saat dia mengajakku untuk membalas perbuatan mas Willy.
"Rohmi kamu benar,aku memang sangat cinta sama mas Willy,dan aku akan menunggu sampai kapan dia kaya gini ke aku"
Orang bilang,saat istri lagi hamil,ujian terberat dalam hidup akan menghampiri,di mana,mungkin saat hamil istri tidak suka dekat dekat dengan suaminya,atau istri akan sangat merasa cemburuan tiap kali melihat suaminya keluar. dan itu wajar ,bisa di bilang dia ngidam,,begitu juga dengan suami,bisa saja dia di luar sana berani melirik wanita lain,itu semua proses,proses melatih diri agar menjadi sabar dalam mendidik anak nantinya.( ini menurut di daerah kami ya di Lombok,banyak banget terjadi saat istri lagi hamil suaminya sangat suka melihat wanita di luaran sana ,tapi setelah istrinya melahirkan entah mengapa rasa suka itu tiba tiba hilang ).
sebelum mas Willy keluar dari kamar mandi aku letakkan kembali ponselnya dan keluar kamar menuju kamar mandi di luar,
Tapi pagi ini,aku masih kesal dengan mas Willy,hingga akhirnya aku tidak masak sarapan pagi,sementara bik Marni juga masih cuti .
"Dita,kamu ini kenapa sih,sudah bosan mengurus mas,hah?" teriak mas Willy tepat di depanku
hari ini dia mau sarapan untuk segera berangkat ke kantor,tapi karena menuruti sifat ego dan manjaku,aku tidak masak sarapan pagi.
"percuma aku menikah jika kamu seperti ini,aku menikah biar ada yang mengurus keluargaku,biar ada yang masak buatku saat bik Marni libur kaya gini" banyaknya lagi
Deg
Air mata ku lolos begitu saja mendengar ucapan mas Willy pagi ini.
next
maaf baru up,kemarin lagi kurang sehat jadinya tidak up,
di usahakan hari ini up 2 Bab ya...
__ADS_1
terima kasih