
PoV author
bik Marni mencoba meyakinkan Adita agar tidak menyalahkan orang tuanya
"nak ingat kebaikan ayah dan ibu kamu selama ini,jangan salahkan mereka atas smuanya,mungkin iya mereka sengaja menghindar dari kehidupan kamu sebelumnya,itu juga karena kamu hilang ingatan ,bahkan sampai sekarang pun kamu tidak ingat siapa kamu dan orang tua kamu yang sebenarnya " jelas bik Marni
Adita pun mulai paham dengan keadaannya,di tidak menyalahkan hanya saja dia terlambat menyadari betapa besar pengorbanan orang tuanya untuknya.
Adita kembali membuka lembaran terakhir dari sang ibu.
Hari ini tepat hari di mana Adita mengabarkan kami jika dia sedang hamil,aku sangat bahagia namun aku merasa aku sudah tidak bisa menemani nya lebih lama lagi,aku merahasiakan penyakit ku ino pada nya,aku tidak mau dia merasa sedih ,jadi aku menyimpan semuanya dari Adita,dan hari ini lah aku memberikan sebuah cincin yang sebenernya adalah miliknya,aku memberikan itu untuk dia jaga dengan baik jangan sampai hilang.
Adita lagi lagi teringat dengan sebuah ucapan yang keluar dari mulut sang ibu .
"nak,ibu ada sesuatu buat kamu,ini cincin satu satunya yang ibu punya untukmu,kamu simpan ya,apapun yang terjadi jangan sampai kamu hilangkan nak,Karena cincin ini sangat berharga dan akan berguna bagimu kelak " ucap ibu Adita sambil menetaskan air matanya.
"jadi ini yang ibu maksud cincin ini akan berguna bagiku suatu saat nanti?" gumam Adita kembali membuka lembaran terakhir coretan tangan sang ayah.
namun kali ini,coretan tangan itu sedikit berbeda,karena tulisannya yang sudah tak karuan,Adita membacanya dengan pelan.
ibu apa kamu bisa lihat bagaimana anak kita sekarang,dia sudah mengingat kejadian saat dia tenggelam dulu ,aku takut dia meninggalkan aku jika dia tahu yang sebenarnya,rasanya aku ingin ikut dengan mu buk,aku ingin bersamamu di surganya Allah,aku ingin Anak kita tetap menjadi anak kita saat aku meninggal,tapi apa bisa aku menyembunyikan semua ini sampai ku baw mati??
itu adalah pesan terakhir sang ayah di Lembaran buku itu.
"ayaaaaahhh , , ,ibuuuuu , , ,Dita kangen kaliaaaaannnn, , huuuu " Adita sudah merasa berat di kepalanya ,di terlalu lama menangis sampai akhirmya dia pingsan.
"astaghfirullah, , nak bangun nak " ucap bik Marni
"cucuku , , , " Mbah Darmi menangis .
yoga mengangkat tubuh Adita dan di baringan di kasur,bin Marni mengambil minyak kayu putih untuk di oleskan pada Adita agar cepat sadar.
tak lama Adita membuka mata,Hal petama yang dia lihat adalah yoga.
"Yo, , ,apa ini semua nyata yo?" tanya Adita
dia bangun di bantu yoga," iya miy, Inis semua adalah kenyataan nya " ucap yoga memeluk Adita.
"huuuu, , huuu, , aku masih punya keluarga Yo, ,aku tidak sendiri di sini" tangis Adita Kemabli pecah.
namun sedetik kemudian,dia teringat akan sosok sang ibu,
__ADS_1
"Yo di mana ibu kandungku ? kamu tahu dia di mana?" tanya Adita menatap yoga.
Yoga pun mengangguk dan segera membawa Adita ke tempat Selly dirawat.
***
kembali ke Salma
"ampun, , , ampuuun , " jerit salma saat ini karena Zelda kembali membuat luka baru di wajahnya dan membakar luka itu dengan bara api,sama seperti yang di lakukan pada Selly.
"aaaarkh, , sakittt, , hentikaaaaan ..." tangisnya
" Sakit katamu? apa menurutmu Bu Selly tidak merasakan sakit seperi ini hah?" teriak Zelda.
"ampuuun, , ampuni saya " tangisnya lagi
"baby..aku menemukan ini " ucap revin
Zelda berjalan ke arahnya dan melihat sebuah Banda berbentuk kotak di dalamnya ada angkat 0-10.
Zelda kembali berjalan ke arah Salma,"cepat katakan padaku berapa kode brangkas itu " ucap Zelda ,dia yakin di sanalah salma menyimpan semua harta milik Selly.
"oooh kamu mengajakku bermain main ya,mau menipuku? kamu salah berurusan sama aku " Zelda tak ingin tawar menawar,dia langsung bangkit dan menggunakan keahliannya untuk membuka segel kode itu.
hanya membutuhkan beberapa menit Zelda berhasil membuka brangkas itu.
cklek
salma terkejut,dia tidak tahu jika Zelda begitu pintar dan mahir dalam segala hal.
"apa? hei jangan bawa milikku " ucap Salma
"o'o...harta Karun rupanya" ucap revin dengan enteng membawa kota persegi panjang itu dan membawanya ke villa.
sebelum pergi Zelda menutup mulut Salma dengan kain agar dia tidak bisa berteriak,dan memerintahkan pada bawahannya untuk menjaga tempat itu ,sedangkan anak buah selama kini sudah terkapar semuanya,dan di bawa ke penjara oleh Didin.
setelah semuanya beres ,Zelda ikut dengan didin melihat kondisi Selly yang di ruang perawatan khusus TBW. sementara revin dia kembali ke kantor untuk bekerja.
"bagaimana kondisinya dokter " tanya zelda
"untung segera di bawa ke sini,hanya saja tubunya masih kaku,terlalu lama dalam posisi duduk membuat sebagian tulangnya kaku,tapi saya sudah melakukan semuanya sebaik mungkin ,kita tunggu perkembangan nya berapa hari kemudian" jelas dokter itu.
__ADS_1
"baik dokter terimakasih," jawab Zelda
"din,kamu hubungi yoga,jika buk selly sudah di tangani di sini " ucapnya.
"baik anggel " jawab Didin
Didin pun langsung menghubungi yoga,dan memberitahu jika selly sudah ada di tangan mereka.
di sisi lain yoga kini telah menuju ke rumah sakit khusus TBW,di luar Zelda telah menunggu mereka dan meminta yoga agar tidak membawa mereka masuk ke dalam.
"sebaiknya jangan ada yang masuk dulu,kecuali dua orang saja,agar kondisi kesehatan buk Selly cepat membaik," jelas dokter itu,mau tak mau pak darma dan yang lain nya menunggu dan membiarkan Adita masuk bersama yoga.
"Yo, ,ini sepeti bukan rumah sakit" ucap Adita saat melewati lorong demi lorong tempat itu.
" ini tempat khusus anggota mafia jika dia yang mengalami cidera parah,dan tidak sembarangan orang yang bisa masuk ke sini " jelas yoga.
Adita hanya mengangguk paham,
sementara yoga mengajak Adita untuk menengok Selly,Zelda mengajak yang lain Untuk duduk menikmati secangkir teh di dekat tanaman obat obatan milik Zelda.
" kamu pecinta tanaman herbal ya ternyata " ucap pak darma
"iya pak ,saya lebih memilih untuk membuat obat sendiri ,untuk keluarga saya " jawab Zelda.
Didin pun datang dengan membawa buah dan cemilan untuk mereka,saat hendak mengupas manga tiba-tiba tangan Didin terkena pisau,.
"aduh, , yah berdarah lagi " ucap didin
tiba tiba Mbah Darmo berdiri dan memetik sebuah dedaunan yang ada di sekitaran tanaman obat itu,dia mengisyaratkan agar itu di gunakan untuk mengobati lukanya,hanya dengan getahnya saja dan benar getah dari tanaman itu membuat darah yang keluar dari tangan Didin dengan cepat tersumbat.
"loh,Mbah tahu itu obat apa?" tanya zelda yang hendak berdiri mengambil dedaunan tersebut.
mbah Darmo hanya menganggu . "beliau bisa di bilang tabib di kampung itu," ucap pak darma
"di sana juga kami banyak menanam tanaman obat herbal seperti ini " terangnya
"dari mana kamu tahu darma? kamu kan tidak pernah menemui ibu dan bapak " tanya Mbah Darmi .
"darma kan sudah jelaskan ke ibu dan bapak sebelumnya jika darma selalu mengawasi kalian dari jauh " ucap darma
"oh ya Mbah,lain kali Zelda boleh main gak ketempat Mbah,zelda penasaran sama tanaman obat yang Mbah punya " ucap Zelda di balas anggukan mereka.
__ADS_1