
Terdengar suara tabrakan hebat,aku tak berani membuka mata,sebab aku tak merasakan apapun, apakah aku sudah mati? hingga nanti saat aku bangun aku sudah melihat jasad ku terkapar di aspal jalan?.
suara ambulance juga beriringan dengan suara sirine polisi.
dor
dor
dor
terdengar kembali seseorang menggedor kaca jendelaku,sungguh aku tak ingin membuka mata,aku takut aku sudah tiada di dunia ini.
"Pak, , bapak! " panggil seseorang dari luar.
"Lho kalau aku sudah tiada kenapa mereka bisa memanggilku?" gumamku dalam hati masih memejamkan mata
"Pak, , pak, , ,bapak , , buka jendelanya , " tegurnya lagi.
aku memberanikan untuk membuka mataku,ku melihat orang-orang berkerumun di depan kaca mobilku.
"Pak, ,pak buka Napa? susah banget di suruh buka " ujarnya lagi
aku seketika sadar kalau aku belum mati,aku Segera membuka pintu mobilku dan melihat keadaan di sana,polisi tampak menghampiriku.
"Pak segera keluar,,anda di minta ikut kami ke kantor polisi,karena anda berada di lokasi kejadian,anda harus siap kami interogasi" ucap pak polisi itu
"Tapi pak,_, ," ucapan ku belum selesai sudah di dahului oleh polisi lain
"Maaf pak,itu korbannya sudah di bawa ke rumah sakit,dan juga tersangka nya sudah kami amankan,kita hanya perlu saksi mata" ucap rekan polusi itu
"Baiklah,kamu kembali ketempat" ucap nya
"Siap"
"Baiklah pak,silahkan anda ikut kami ke kantor untuk di mintai keterangan" ucap polisi itu
"Saya gak salah pak" ucapku
"Anda hanya akan sebagai saksi saja pak" ujar polisi itu membuatku lega,aku mengira aku yang menabrak wanita itu,tapi nyatanya bukan aku.
setelah beberapa jam di mintai keterangan di kantor polisi aku pun keluar dari sana,
"Mama" ucapku mengingat kejadian di luar club tempat aku nongkrong.
aku yakin 100% kalau itu mama,tapi buat apa dia si sana,? dan buat apa juga papa kasi mama keluar .
aku tak bisa berfikir jernih saat ini,aku memutuskan untuk pulang,rasanya aku kangen sama istri dan anakku,tapi rasanya percuma karena mereka mungkin masih marah dan gak mau ketemu sama aku.
aku akhirnya memutuskan untuk pulang kerumah,sampai di rumah aku mengecek keadaan mama,
tok
tok
tok
"Ma, , mama, , " ucapku mengetuk pintu
sekarang pukul 22.00 ," mungkin mama sudah tidur" gumamku
aku mencoba memutar Knop pintu.
klik
__ADS_1
kilk
pintu terkunci," aah pasti mama di kamar,aku yakin, kalau gak di kamar kenapa bisa di kunci dari dalam" ujarku
"mungkin tadi aku salah lihat,yang aku kira mama tapi ornag lain" gumamku lagi.
aku memutuskan untuk naik ke kamarku,saat ku buka kamar,terasa hampa dan sunyi ruangan itu,selama tak berpenghuni sejak lama,dingin mencekam di tambah angin malam menembus ke kamar dari jendela yang belum di tutup.
aku memutuskan Untuk membersihkan tubuhku,setelah itu aku tertidur sendiri di kamar itu.
Pagi harinya aku langsung berangkat kerja karena akan ada rapat jam 9 pagi,aku bergegas pergi dari rumah tanpa sarapan dan rencana aku akan sarapan di kantor.
***
( PoV Adita )
"Sayang, , kita sabar ya ,meski tanpa papa kita harus kuat" ucapku menangisi nasipku dengan anakku.
memilliki suami dan menikah muda memang inginku,tapi aku juga tak mau punya suami yang tak pernah perlakukan aku layaknya istri,aku gak kuat .
"Dita, ,!" panggil ayah
"Iya yah,masuk aja" Ucapku
ayah terlihat masuk dan duduk di pinggir ku
"Kamu ada masalah?" tanya ayah
"Gak apa apa kok yah,masalah kecil gak perlu khawatir" ucapku menenangkan ayah
"Kalian kalau ada masalah usahakan di bicarakan baik baik ya,kasihan si kecil" ucap ayah
aku mengangguk " iya yah, , ini hanya Maslaah kecil" ucapku
"Baiklah,jika ada apa apa panggil ayah ya" ucapnya .
hari hariku di rumah ayah biasa saja , mengurus anak juga membantu mbak untuk masak buat kami,sampai malam aku tak keluar kamar,tepat jam 21.00 aku bisa tertidur dan bangun jam 5.30.
aku segera Sholat dan langsung memasak buat ayah,kebetulan mia baru juga tidur semalam bikin aku bergadang menjaga kerewelannya.
siang harinya berjalan jalan ke taman biasa aku datangi,dengan membawa Mia aku tampak lebih leluasa kemana saja,
"Sayang kita di sini ya" ucapku
aku duduk tak lama Seseorang memanggilku .
"Dita?" sapa Rama
"eeh loe, , apa kabar?" tanya ku
"gue baik,loegimana?
"Seperti yang loe lihat"
"Gak nyangka ya loe dah punya anak,aduuh dulu aja loe itu tomboi banget" ucap nya.
"Kamu bisa aja ram, , loe ngapain di sini?" ucapku
"Biasa gue mau main main aja, , ." balasnya
"ooh "
"oh ya Dit,gue minta maaf ya , , !" ucapnya
__ADS_1
"minta maaf apa?" tanya ku
"Soal dulu,low, di culik atas kesalahan fahaman itu" ucapnya
"Sudahlah gak usah di pikirkan,lagian gue udah lupa" ucapku.
"Gue gak enak sama loe dan suami loe" ucapnya lagi
"Sudahlah gak apa apa,gak usah di dengerin" ucapku
"Tapi loe gak marah kan sama gue?"
"Gak lah,ngapain juga marah"
"Kalau gitu mau gak kita keluar besok jalan jalan" ucapnya memainkan alisnya.
"Nanti gue kabarin ya," ucapku
"Oke,gue harap loe masih mau temanan sama gue" ucapnya
"Iya lah pasti,ya sudah gue Pulang dulu ya" ucapku pamit.
aku pun sampai rumah,dan mendapati mobil mas Willy di halaman rumah.
"Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam, , "
"Ya sudah ,Dita sudah pulang,ayah ke kamar ya! " ucap ayah..aku mengangguk.
"Dita! ucap mas Willy
"iya , " jawabku duduk di sofa seberang dia duduk
"sini aku Gendong Mia,aku kangen"ucapnya
aku memberikan Mia pada mas Wily,dan berjalan ke dapur untuk membuatkan minuman.
tak lama aku kembali membawakan mas Willy minuman ,dan aku kembali duduk
"Dit,pulang yuk, mas minta maaf" ucapnya
"Hmm, , aku belum yakin bisa tenang di sana mas" ucapku
"mas janji mulai sekarang kita harus mandiri,kamu akan pegang keuangan mas,mas akan kasi langsung ke kamu" ucapnya
"Urusan mama, nanti aku yang urus,aku akan bicara langsung sama mam,dan untuk masalah Ajeng mas minta maaf ,mas akan berusaha jauhin dia" ucapnya
"Kamu janji? tidak akan nyakitin aku?" ucapku
"Iya mas janji" ucap ya
setelah mendengar penjelasan mas willy,rasanya tidak enak kalau meninggal suami di rumah sendiri,sedangkan suami mau di temani.
"Ya sudah mas aku pulang" ucapku
setelah itu aku pamit,dan kembali kerumah suamiku
sesampainya di sana ,ternya mama sudah menunggu kedatangan kami.
"enak ya,pergi di jemput,pulang di anterin,gak kasihan apa sama Mia,dia masih kecil di bawa kabur kaburan" ucap tegas suamiku.
"Ma , , " teriak mas Willy.
__ADS_1
next
ketemu di bab selanjutnya.