Air Mata ADITA

Air Mata ADITA
episode 53 kenyataan pahit


__ADS_3

PoV Adita


"Dita !"


mas Willy dan mama terkejut,mas Willy mendekat


"Dita,sayang , mas bisa jelaskan semuanya"


"Cukup mas,aku sudah tahu semuanya,aku sudah dengar dengan mata kepala ku sendiri,siapa Susan dan siapa Sisil" teriakku kini sudah meledak di depan mereka


Anehnya Sisil sama sekali tidak terlihat kaget dengan kedatangan ku,dia malah lebih santai dan malah mengelus perutnya yang sedikit membuncit.


"Dita dengerin mas dulu Dit " ucap mas Willy masih berusaha meraih tanganku namun selalu ku tepis..


"Gak ada yang perlu kamu jelaskan mas,yang pasti aku sudah tahu semuanya "


segera ku arahkan tatapanku ke arah perut Sisil


"Dia hamil ?" tanyaku kaget


"Dit,please dengar___"


"Jawab aku mas Willy,DIA HAMIL?" tanyaku lagi dengan sedikit gemetar melihat perut buncit itu.


Aku menatap mas Willy penuh amarah,mungkin saat ini air mataku sudah tak bisa ku bendung lagi saat mengira Sisil sudah hamil anak dari mas willy.


mas Willy menunduk,sedetik kemudian dia berlutut di depanku membuat mama dan juga yang lain terkejut.


Mas Willy menangis sambil memegang kakiku" Dita, mas minta maaf Dit, ini semua di luar keinginan ku " ucapnya tersedu.


"Willy , apa apaan kamu hah" teriak mama menarik mas Willy namun percuma mas Willy tetap bersujud ,bahkan akupun tidak berniat untuk membantunya berdiri.


Aku menunduk di mana kepala mas Willy di tengadahkan je arahhku.


"Jadi benar,dia hamil anak kamu mas" ucapku pelan


mas Willy mengangguk.


JDEEEERR


lukaku kembali di siram air laut,perih,sakitnya menjalar ke seluruh organ ku ,kaki ku kelu,tanganku gemetar mataku memerah,


Allah


Apa salah hamba sampai engkau memberi cobaan yang begitu berat buat hamba, hamba rasanya tidak sanggup mendengar wanita itu hamil anak dari suami hamba.


Aku kembali menatap Susan,


"Susan,Jadi selama ini kamu hanya pura pura masuk ke dalam keluarga saya untuk memata-matai saya?" teriakku pada Susan.


Susan diam,dan dia menatap Sisil dengan tatapan geram dan benci " Maaf mbak,saya di suruh dia!" ucapnya menunjuk Sisil


" Loe jangan banyak bacot di sini?" teriak Sisil pada Susan

__ADS_1


"CUKUP" teriakku


kembali ku arahkan tatapan ku pada mama,belum bertanya mama sudah menjawab.


"Kamu mau tau kenapa mama di sini kan? iya mama tinggal di sini sejak mereka menikah!" jelasnya


degh


tajamnya pisau tidak setajam ucapan mama mertuaku saat ini, itu artinya dia sangat me dukung anaknya menikah lagi dan memiliki cucu,pantas dia sama sekali tidak menyukai Mia,nyatanya dia akan memiliki cucu lagi yang jauh lebih segalanya dariku.


"jadi mama mendukung pernikahan mereka?"


"Jelas mama dukung ,karena dia lebih segalanya dari kamu yang hanya gadis manja ,lulusan SMA ,yang bisanya cuma hambur hamburkan duit suami" tuduhnya


Aku sudah tidak bisa berkata apa apa lagi,kenyataan pahit yang harus aku hadapi saat ini,cukup membuatku menderita.


Aku memundurkan langkahku,mas Willy menyadarinya ,ia segera berdiri dan memegang kedua lengan ku.


"Dita,sayang !"


"Willy cukup,aku gak mau ya kamu ngemis ngemis sana dia" teriak Sisil


"Diam kamu Sisil,aku menikah dengan kamu juga karena kamu telah hamil" jawab mas Wily berbalik arah menatap sisil.


"Tapi aku hamil anak kamu kan" teriaknya lagi


aku menggeleng kan kepalaku mendengar pertengkaran mereka,


Mas Willy diam,dan kembali menatapku dan mencuba meraih lengan ku lagi


"Dita ,mas mohon dengarkan mas dulu,aku yakin kamu mengerti " jelasnya masih mengiba padaku


"Gak mas,aku sudah capek hidup seperti ini sama kamu"


"Aku tunggu surat cerai darimu,dan untuk Mia jangan pernah kamu ambil dia dariku,jika kamu masih mau melihat nya tumbuh dewasa " ucapku bergetar dan melenggang pergi dari rumah sisil.


"Dit,sayang " tahan mas Willy pada lengan ku,namun segera ku tepis


Aku berlari dan bersembunyi di tembok samping dengan terisak,ku lihat mas Willy mencariku dengan memanggil namaku,namun tak ku perdulikan itu,aku tahan Isak tangis agar tak terdengar sampai telinganya.


sesaat mas Willy berlari ke dala rumah,dan keluar dengan sebuah mobil,aku yakin dia pasti sedang mencariku, dia tak menghiraukan teriakan mama dan juga Sisil yang melarangnya untuk mencariku.


Aku lega dia pergi,detik kemudian ku lihat mobil Sandy berhenti di depan ku,dia mengkode agar aku masuk.


"Sudah lah mbak,jangan nangis gitu,laki laki macam dia tidak pantas di tangisi" ucap Sandy


"Loe gak akan paham posisi gue sand, loe gak ngerti " isakku


"Kalau gue gak paham ngapain gue bantu loe begok"


Aku terdiam,percuma kalau bicara sama bocah tengil itu,yang pasti saat ini aku ingin segera menemui Mia dan bik Marni.


"Sandy,loe mau bawa gue kemana?" tanyaku pada Sandy saat mobil tak mengarah ke taman

__ADS_1


Sandy diam aku semakin geram " bocah tengil,loe mau bawa gue ke mana , ,gue mau ketemu anak gue" ucapku geram


"Loe bisa diem gak,mending loe minum tu agar pikiran loe tenang,"


"tapi loe mau bawa gue kemana sih?" tanya ku lagi


tak lama mobil berhenti tepat di sebuah rumah minimalis modern,yang terletak tak jauh dari rumah Willy.


"lihat samping kiri loe" ucap Sandy


Aku melirik ke arah yang di ucapkan Sandy,ku lihat Mia dan bik Marni lagi bermain di sebuah taman kecil di halaman rumah itu,aku lega dan aku segara berlari ke arah mereka dan langsung memeluk bik Marni.


"bik, , hiks , , hiks ,, "


"Eeeh kenapa nangis?" tanya bik Marni


ia membiarkan ku tenang sebelum ia mendorong tubuhku dan bertanya aku kenapa?


"Bik mereka semua Jahat bik, , mereka semua menipu ku bik" tangis ku kembali terisak mengingat mas Willy,Susan dan juga mama yang tenyata bersekongkol menyembunyikan pernikahan mas Willy.


"Sabar nak,semua itu ujian " ucapnya menenangkan


"bik dosa apa aku sama Allah bik,sampai ujian hidupku kaya gini "


"Dita,tidak boleh kamu seperti itu,Allah tidak akan menguji hambanya jika dia tidak bisa mengatasi ujian itu " jelasnya


"Allah lagi jatuh cinta sama kamu nak"


"Allah ingin mengangkat derajat kamu lewat ujian berat dalam hidupmu ,tinggal kamu bagaimana nanti kedepannya ,langkah apa yang akan kami ambil nak"


"Percayalah akan ada pelangi setelah badai"


Semangatku kembali setelah mendengar arahan bik Marni,aku sangat bersyukur bisa memiliki beliau dalam hidupku,jika aku salah dia Tegur,jika aku lupa dia ingatkan dan saat seperti ini,jika aku dalam masalah dia selalu ada memberi pencerahan agar aku tak menyalahkan sang pencipta atas apa yang aku alami,justru aku harus belajar ikhlas menjalani semuanya dan juga selalu bersyukur masih banyak orang di luar sana cobaan hidupnya lebih berat dariku.


"udah belum meweknya" ucap sandy kembali menggoda ku.


"hehe,nak makasi ya " ucap bik Marni


Aku menatap bik Marni yang berterima kasih pada Sandy,


"Jangan curiga gitu kali buk muka loe"


"wajar gue curiga,jangan jangan kalian sekongkol lagi "


Sandy terlihat menggaruk kepalanya.


"Yang penting sekarang kamu sudah tahu kan keadaan sebenarnya,ayok masuk bibik sudah masak buat kalian".


"Asyiiikkkk, , makasi bik" antusias sandy


aku semakin curiga sama mereka,ada yang mereka sembunyikan dari ku.


**

__ADS_1


Apa yang sebenarnya terjadi antara bik Marni dan sandy?


yuk lanjut ke bab selanjutnya.


__ADS_2