Air Mata ADITA

Air Mata ADITA
episode 12 Mas,apakah kamu selingkuh?


__ADS_3

pagi harinya aku bangun tidur ,setelahnya aku sholat dan langsung menuju dapur membatu bik Marni untuk memasak sarapan pagi


"Pagi bik" sapaku


"Pagi nyonya, , mau masak apa kita hari ini?" tanya bik Marni.


"nasi goreng ayam kecap aja bik" ucapku


"baik nyonya," ucap ya bersemangat.


"Seperti biasa ya bik" ucap ku memainkan alisku


"Hahaha,iya iya , , siap tuan putri" ucap bik Marni.


kami pun melanjutkan masak bersama sebagaimana mestinya,


tak lama masakan pun siap,dan siap di tata.


"Dita,!" panggil mas Willy


"iya, , " sahut ku


"sarapan apa ,wanginya enak banget" ucapnya


aku melirik dan memberi kedipan pada bik Marni,bik Marni hanya membalas dengan ulasan senyuman.


"Nasi goreng ,sama ayam kecap aja mas" ucapku menata makanan itu.


"Waaah, , enak nih " ucap masa Willy menarik kursi dan bersiap sarapan


"Tiap hari makan nasi goreng,gak ada yang lebih enak apa" sahut mama baru keluar dari kamarnya


"mah,apa aja yang penting kamu kenyang" sahut papa


"ma ,ayok duduk" sapaku menarik kursi untuk mama duduk


mama masih saja mendumel,entah apa yang di gumamkan aku tak mau tahu,


"Maaf ma,Adita masak ini aja " ucap ku


" masakan kampungan ,gak ada yang lebih enak apa?" ucapnya


" mama mau aku Masakin apa?" tanyaku


"mama mau SOP buntut" ucapnya lantang


"bik , , bahan SOP buntut ada?" tanya ku


"Maaf nyonya,semua bahan hari ini sudah habis,nyonya besar belum belanja buat keperluan dapur" jawab bik Marni dengan menunduk,terlihat dia sedikit takut dengan ucapan nya.


"Nah,kan mau masak SOP buntut,tapi bahanya saja tidak ada,mama ini ada ada saja,mama belanja makanya biar di masakin SOP buntut " jelas papa terlihat kesal dengan istrinya yang minta makan enak tapi gak modal.


"mah,nanti kalau bahan lengkap Dita masakin ya " ucapku sambil tersenyum

__ADS_1


terlihat mama menggumam lagi, tapi aku tak akan hiraukan,aku lebih memilih untuk menuangkan nasi goreng ke piring suamiku dan menuangkan lagi ke piring ku,setelah itu kami sarapan dalam diam,


"Mas sudah selesai,mas berangkat kerja dulu" pamit masa Willy padaku dan juga mama dan papa.


seperti biasa selesai sarapan aku dan bik Marni membereskan sisa sisa makanan dan juga mencuci piring kotor,


"Bik,makasi ya" Ucapku


"Sama sama nyonya,emang nyonya besar perlu di kasi pelajaran" ucap Marni


aku terkekeh pelan mendengar ocehan nya,ada ya assisten rumah tangga memberi majikanya pelajaran,dasar bik Marni.


mama terlihat keluar dengan tergesa gesa sambil menerima telepon,


"baiklah,Tante akan suruh Willy menemani kamu siang ini " ucapnya


"Apa lagi yang akan mama lakukan" gumamku pelan mendengar samar percakapan antara mama dan seseorang yang bisa ku pastikan adalah Ajeng.


Aku memilih untuk kembali ke kamar dan mencoba minat sendiri apa yang akan mas Willy lakukan di luaran sana.


"Nyah, ,bibik sama nyonya besar mau belanja dulu," isi chat bik marni


"Maksudnya apa si bibik memberitahu kemana dia pergi" ucapku dalam hati.


"Tapi bagus lah,dengan begitu aku akan bisa mengikuti kemana mas Willy pergi" gumamku kembali


"Bik ,kalau mau pulang kasi tahu Dita ya,Dita mau keluar sebentar dan akan pulang sebelum bik Marni dan mama pulang" balasku


"Oke" balasan bik Marni dengan emoji gambar jempol.


Saat di luar aku memesan taksi online untuk membawaku ke tempat kerja mas Willy " Ting" ponsel ku berbunyi


"Ketemuan yuk,ada yang mau gue omongin" tiba tiba mei menghubungi ku


"Ada apa?" tanya ku


"ketemu di caffe x " ucapnya


"pak kita ke caffe x" ucapku


setelah beberapa menit,aku sampai di sana dan langsung menghubungi Mey


"gue sudah di depan"


"gue di sini " ucap ya berbisik


"kiri elo" ucapnya lagi melihat ku celingukan .


"ngapain loe ngumpet kaya maling" ucapku


"bego', , ,no liat siapa yang gue intip" ucapnya menarik ku bersembunyi.


Deg

__ADS_1


Jantungku berpacu dengan keras,melihat pemandangan di depan mata ku seakan menusuk jantungku ,mas Willy bersama Ajeng sedang berada di caffe itu,begituu dekat bahkan Ajeng merangkul lengan mas Willy dengan mesra.


"Dit,mereka ada hubungan apa?" tanya Mei


aku menggeleng, " entahlah Mei,gue juga gak ngerti " ucapku pelan.


Mei terlihat mengambil ponselnya dan memotret mereka ,setelah itu dia menarik tanganku menjauh dari caffe itu.


"Duduk sini " ucapnya menarik ku lagi duduk di bangku dekat trotoar jalan.


"Dit,Lo udah tahu hubungan mereka?" tanya Mei


aku menatap nya dah kembali memfokuskan mataku ke arah jalan " entahlah Mei,gue bingung , , apa salah gue! " lirihku


"Sabar Dit,gue gak nyangka kalau Willy bisa selingkuh dari elo" ucapnya


"Hiks, , ,hiks, , ,maaf" ucapku menghapus air mataku,tak sanggup rasanya aku melihat mas Willy dekat-dekat dengan wanita itu.


"gak apa apa Dit,kalau mau nangis nangis aja " ucapnya


aku menatap nanar wajah Mei yang terlihat iba terhadap nasipku" hiks, ,hiks, , gue gak sekuat yang mereka kir mei,gue gak sanggup" akhirnya tangisku pecah di pelukan Mei sahabatku.


dia mengusap punggung ku dengan pelan seakan memberi kekuatan untukku "gue ada di sini sama loe" ucapnya


"Lo kenapa gak kasi tahu gue kalau rumah tangga loe kaya gini " ucapnya


"Gue bingung mau cerita dari mana,semuanya tiba tiba,sikapnya juga jauh berbeda dengan duku sebelum menikah " ucapku pelan.


"gedek gue sama Willy, awas saja kalau Arkan kaya gitu ke gue" ucapnya ikut kesal


akhirnya aku bercerita dengan Mei,tentang kehidupan ku mulai dari awal,Mei orang pertama yang tahu tentang semua apa yang aku alami,aku sedikit merasa lega setalah bercerita dengan Mei,di memang sahabat terbaikku.


"Mei,thanks ya, , loe dah mau dengerin cerita gue" ucapku


"santai Dit,kalau Lo mau balas dendam gue siap " ucapnya memberi hormat layaknya ajudan presiden Jokowi,hahaha.


"Apa yang akan loe lakukan" ucapnya


"Entahlah,gue mau lihat sampai di mana mas Willy kaya gini ke gue" ucapku


"mending loe pulang, sebelum mertua loe balik " ucapnya mengingatkan aku


"iya sudah gue balik ya,btw thanks buat informasi loe,tadinya gue juga keluar untuk ini,tapi siapa sangka,tuhan berpihak ke gue,gue gak perlu mencari di mana mas Willy berada" ucapku.


"itu artinya tuhan sayang sama loe" ucap nya


aku terkekeh mendengar ucapan Mey," ya sudah gue balik ya, bye Mei" ucapku


"bye,hati hati" teriak Mey.


"Mas, , apakah kamu selingkuh?" lirihku gontai


happy reading

__ADS_1


jangan bosan buat baca ya guys ... thanks


__ADS_2