Air Mata ADITA

Air Mata ADITA
episode 62 Ayah vs Yoga.


__ADS_3

PoV Adita


"Ampun om ,.,.ampuuun " teriak yoga berlari terkacir kacir mengelilingi sebuah meja dan kursi di ruang tamu.


" dasar penipuan kelas teri,bisa bisanya kamu menipu kami " teriak ayah masih melayangkan sapu lidi ke arah yoga.


penyamaran yoga akhirnya terbuka,saat ayah kembali ke ruang tamu dengan niat ikut menyumbang ke panti asuhan kasih bunda,tapi sayang seribu sayang niat ayah patah akibat kumis kumisan yoga yang terlepas,alhasil ayah dan yoga terjerat aksi kejar kejaran.


Aku dan bik Marni saling tatap melihat drama tom and Jerry dunia nyata di depan kami,


Aku kasihan dengan keduanya,tapi bik Marni melarangnya untuk melerai mereka,bik Marni lebih memilih untuk memvideokan mereka.


Aku pun langsung mengambil ponsel dan mulai merekam.


"Maaf om, , saya sengaja om" teriak yoga masih menghindar layangan sapu lidi itu.


" waah makin kurang ajar kamu ya,kamu sengaja datang kerumah ini pura pura numpang makan ,tujuan kamu apa hah?" garang ayah masih bisa melayangkan pertanyaan pada yoga


"Aku cuma mau culik anak om ,gak lebih" terang yoga


"apa kamu bilang? anak durhaka, , pulang sana ke rumah ibu mu " teriak ayah


"Saya mau pulang kalau sudah dapat restu om" teriak yoga membuat ayah semakin kesal.


"Coba ulang sekali lagi,kalau kamu mau lehermu patah sekarang juga"


"OM, ,SAYA MINTA MAAF, , saya cuma ingin menculik anak om yang cantik jelita itu om,gak lebih," yoga masih berteriak takut ujung sapu lidi itu mengenai tubuhnya


",Wah, benar benar anak durhaka,berani menculik anak saya di depan saya,otak kamu di mana hah,?.


"Di kepala lah om, ,masak di kaki"


"makin jadi kamu ya, , sini kamu anak sialan,sini , , aaaaah , , aauu .,,,Aduuuh" teriakan ayah berganti jeritan,


Aku panik langsung meletakkan ponsel ku dan langsung menghampiri ayah .


"Ayah, , ayah gak apa apa kan?"


"Gak apa apa gimana,pinggang ayah sakit ini,,aduh encok kayaknya Aduuuhh" jeritnya masih kesakitan.


Huhh.


huhh


huhh


yoga kelelahan,dia menunduk sepeti gerakan ruku' ,nafas yang tersengal-sengal dan keringat yang mulai bercucuran .


"Kamu sih Yo,ada ada saja" kesalku pada yoga


"lha kenpa nyalahin aku mbak cantik,kan aku gak salah"


"salah lah,orang tua di kerjain"


Aku membantu ayah untuk duduk agar pinggangnya tidak sakit lagi .


"Bik bisa ambilkan obat anti nyeri di kamar ayah tidak? " pintaku pada bik Marni.


"Iya sebentar bibik ambilkan" jawab bik Marni langsung ke kamar ayah


Aku berlari ke dapur mengambil air.

__ADS_1


"Dasar cowok tengil,bisa bisanya dia ngerjain aku lanjut ke ayah" gerutu ku sambil mengisi air hangat ke dalam gelas .


setelah itu aku kembali ke ruang tamu memberikan ayah obat nya ..


"Gimana yah, masih sakit?" tanyaku khawatir


"Sudah agak mendingan Dit,kamu gak usah cemas"


"gimana gak cemas,ayah kesakitan gitu?"


"lagian sih kamu Yo,kalau ngerjain orang itu lihat lihat situasi nya" kesalku pada yoga langsung melayangkan cubitan di lengannya.


"Aaw, , aw mbak sakit , , jangan di cubit ,aku gak bakal kok"


dalam Situasi seperti ini yoga masih saja bercanda,sampai bik Marni yang mencubit nya baru dia serius.


"Maaf om,mbak Dita" ucakbya


"mbak mbak, emangnya aku mbakmu apa? "kesal ku


"Ya wes, ,maaf ya Mi ,. ,"


"Yogaaaa "


"kan Ta-Mii " ucap yoga mengulang


"Adita, , panggilan aku Dita" ucakku


"iya deh mbak Dita cantik, , aku minta maaf, , " ucapnya mulai serius.


"Kalian kenal?" tanya ayah akhirnya yang mulai agak enakan.


" kenal yah,dia teman Dita" ucap ku


"Yogaaaa"


"Iya iya ,maaf ".


"om maafkan aku ya,aku tidak berniat menipu om atau yang lain ,aku hanya ingin menghibur Adita om yang lagi _____"


mataku dan mata yoga bertemu,entah kenapa dengan ku jika menatap mata itu,aku seakan tak bisa berkata apa apa lagi,lidahku kelu,kata kata yang hendak aku keluarkan mendadak hilang.


"Sudah lah gak usah di bahas" ucapku memotong akhir kalimat yoga.


"Tapi bukan hanya itu yang mau aku sampaikan mi!" ucap tiga


"Apa?"


aku dan ayah sama penasaran nya,beda dengan bik Marni yang terlihat biasa saja,malah dia hanya mengangguk kecil .


" Aku datang ke sini ingin memberitahukan,bahwa perusahaan milik Willy, mengajukan kerjasama endors pada YOGA DERMAWAN OFFICIAL" ucap nya


"Terus?"


Aku sebenarnya kaget,tapi sengaja ku tutupi dari mereka.


"Jadi gak ada yang kaget nih?" tanya yoga


"Biasa aja,kenapa mesti kaget?" ucap ku


"yah , padahal Belum selesai lho beritanya,Kenapa mereka mengajakku kerja sama "

__ADS_1


"orang kamu bertele tele gitu, gimana kita tahu" ucap ku ketus


"baiklah aku kasi tahu,kenapa mereka menawarkan endors dengan bayaran yang mahal,istrinya ngidam pengen ketemu sama aku,bahkan mereka sanggup membayar tiga kali lipat dari endors paling mahal yang pernah aku ambil" terang yoga membuat ku semakin terkejut.


kali ini aku tak bisa menyembunyikan rasa keterkejutan ku


"Kamu serius Yo" tanyaku


aku dan ayah juga bik Marni saling pandang,ayah terlihat kasihan dengan nasipku,yang di buang,sedangkan istri pertamanya yang lagi ngidam,Willy berani Bayah mahal agar istrinya itu bisa bertemu dengan yoga .


"ayah ,gak usah menatap Dita semenyedihkan itu kali, Adita gak apa apa,lagian kan Adita yang gak mau terima semua yang di kasi mas Willy" ucapku agar ayah tidak sedih meratapi nasip anaknya


"Kamu benar Dit,biarkan saja dia,dan kamu yoga,terima saja ,bahkan jika mereka ingin memberi lebih,kamu ambik saja " tegas ayah


Bik Marni juga mengangguk " iya nak,ambil saja" ucap bik Marni tulus.


Yoga mengangguk,tak lama panggilan ponsel yoga berdering.


"HALLO !!"


"Siang ini saya akan tanda tangan" ucap yoga


aku tahu siapa yang menelpon yoga,tapi aku bungkam sambil menatap wajah yoga


setelah mematikan ponselnya, yoga menatapku yang masih menatapnya


"kenapa kamu?" tanya nya


"baru lihat orang ganteng kah? " ucapnya


"Mas willy ya" bukanya menjawab aku malah bertanya balik..


yoga mengangguk,


benar dugaan ku ,saat ini hanya aku dan yoga Di ruang tamu jadi aku berfikir apa tidak sebaiknya meminta pendapat dari Willy, yang kini sudah mu anggap sahabat ku.


"Yoo" panggilku


yoga menoleh


"Apa aku salah jika ingin pisah dari nya?" tanyaku


Yoga menatapku lalu membuang muka " Itu pilihan kamu mi,kamu yang menjalankan semuanya,kamu juga yang merasakan nya,aku bisaa apa? aku tak bisa apa apa" jelasnya.


"Aku sudah tidak kuat Yo" tangisku pecah saat ibu..tubuhku berguncang, ku rasakan sebuah lengan melingkar di pundak ku


entah mengapa aku merasa nyaman dalam posisi ini,tapi aku sadar aku tidak boleh terlalu larut dalam masalah ,aku segera menepis tangan itu .


"Maaf Yo" ucapku


yoga Terlihat salah tingkah, sebelum dia pergi dia sempat berkata


"Jangan sungkan,aku akan bantu sebisaku" ucapnya.


Aku sedikit lega mendengar jawaban nya.


**


Next


hanya bisa dua bab ya, , tiap hari tetap update

__ADS_1


tunggu kisah selanjutnya ya...


tampiasih.


__ADS_2