Air Mata ADITA

Air Mata ADITA
episode 34 siapa suster Susan sebenarnya?


__ADS_3

Dua bulan berlalu,aku selalu pulang larut kerumah ,bahkan aku hanya bercengkrama dengan Mia anakku pada hari Minggu saja,itupun jika Sisil tidak merengek minta di temani,karena saat ini dia ternyata tengah hamil.


mendengar kabar dia hamil,aku sangat terkejut,namun seiring berjalannya waktu aku sedikit merasa senang dan aku ada rasa dengan nya,sama dengan mama,dia sangat senang bahkan sangat menyayangi Sisil di banding Adita,


mendengar Sisil hamil mama sangat memperhatikan makanan dan juga kesehatan menantunya itu,


"Andai mama bisa sesayang ini sama Adita" gumamku saat melihat kedekatan mama dengan Sisil,ada rasa senang di hati melihat itu.


Apapun yang Sisil inginkan mama selalu menjadi yang terdepan, Hingga suatu malam,dia merengek untuk makan di luar padahal ini sudah hampir larut,dan aku menemaninya karena mama memaksaku padahal aku sudah mau pulang kerumah,dengan terpaksa aku harus ke caffe dulu sebelum pulang.


setelah mengantarnya pulang,aku pamit ke Sisil dan mama.


"Kamu nginap saja Willy,ngapain pulang" sinis mama


Sisil hanya diam " ma,mas Willy kan punya istri dan anak,biarlah mas Willy pulang " ucapnya manis


Itu yang membuatku kagum padanya,bahkan aku katakan aku sudah mencintai nya dan bisa di bilang posisi Adita sedikit tergeser dengan nya.


Aku mengantarnya dan kembali kerumah, seperti biasa malam hariku untuk anak dan istri pertamaku,dan pagi hariku untuk Sisil dan juga bekerja.


namun sebelum berangkat aku sempat memecat baby sitter yang menjaga Mia,aku tahu siapa dia dan aku memanfaatkan kesempatan saat Mia menangis tak henti karena tak mau di suapi aku langsung marah dan memecatnya ,meski Adita tidak terima aku tidak memperdulikan itu,yang aku mau dia keluar dari rumah itu.


Saat di kantor jelang malam siang,tiba tiba Sisil menelpon ku,kebetulan juga ada yang ingin aku katakan padanya.


"Sayang,siang ini aku temani aku ya?"pintanya melalui sambungan telepon


"baiklah,ada yang ingin aku bicarakan " ucapku


"iya,ini aku sudah di luar kok" jawabnya


aku mematikan ponsel dan tak lama Seseorang masuk ke ruangan ku tanpa mengetuk pintu,yang aku tahu itu adalah Sisil,siapa lagi yang bersikap seperti itu kecuali dia.


"sayang!" panggilnya langsung mencium pipiku.


"Duduk" ucapku dingin


"Kamu kenapa sih?" tanya nya


"Kamu sengaja kan menyuruh Susan untuk bekerja di rumahku,menjaga anakku?" ucapku dengan nada sedikit tinggi


Dia yang tadi berwajah senang berubah masam mendengar ucapanku,dia menjadi sangar


"huh,kamu sudah tahu ternyata?" ucapnya santai


"Benar dugaan ku,kamu sengaja?" tanyaku lagi


"Kalau iya emangnya kenapa? aku gak suka ya kamu sama Adita,aku mau hanya aku satu satu satunya istri kamu" jelasnya

__ADS_1


"Gila kamu,aku fikir kamu tulus membiarkan aku pulang ke rumah ku,tapi ternyata kamu punya niatan lain!" ucapku lagi


"Sisil,dia istri ku jadi dia juga berhak atas aku " ucapku lantang


"Jangan lupa kamu,aku siapa? aku juga Istri mu Willy,kamu lupa siapa yang membuat kamu jadi seperti ini hah? jika papa tidak mengangkat kamu jadi direktur di perusahaan ini kamu dan istri kamu itu pasti masih jadi manager biasa" jelasnya membuatku naik pitam


Tapi apa yang dia katakan memang benar,sejauh ini dia sudah memberikan segalanya untukku,dan apa yang aku dapatkan itu juga aku berikan pada Adita.


Aku terdiam,


"Jadi kamu mau apa?" tanya Sisil


"Aku sudah memecatnya" jawabku


"Apa? kamu pecat Susan?" tanyanya dengan nada marah


"Iya," jawabku singkat.


"Ya sudah tidak apa,anggap masalah ini tidak pernah ada,,jika kamu masih permasalahan itu,jangan harap kamu masih bisa berdiri di kantor ini" ancamnya


"Sial,gue sudah terjebak " gumamku dalam hati


aku merasa sangat bodoh jadi laki laki,


"Masih mending aku tidak menyuruh kamu bercerai " ucapnya lagi membuyarkan lamunanku.


"Sayang,oke aku minta maaf ya, , aku janji tidak akan membuat mu marah seperti itu lagi," ucapku mengalah dari pada jatuh miskin.


aku segera meraih tangannya dan ku kecup berkali kali sebagai tanda permintaan maafku.


"Gitu dong,kan anak kita pengen makan sama papanya di luar" ucapnya lagi dengan nada manja.


Aku pun keluar untuk makan siang dengannya,hingga di tepi jalan dia meminta untuk di belikan buah di pinggir jalan,


"Eeeh sayang aku mau itu? " ucap nya menunjuk dagang buah


"tumben pengen makan buah di pinggir jalan ,biasanya juga Beli di supermarket " ucapku mengingat dia paling anti dengan makanan di pinggir jalan karena hidupnya sangat sehat sejak dulu.


"gak tau,pengen aja,cepat kamu belikan" ucapnya


akupun menuruti nya dan memilih buah,namun aku lupa buah apa yang ingin dia makan,


"Sayang,kamu tahu emang aku mau yang mana?" ucap ya tiba tiba di belakang ku


"Ini mau balik tanya kamu,maaf sampai buat kamu keluar dari mobil " ucapku


"Tidak apa,ya sudah yuk beli mangga itu aja" ucapnya

__ADS_1


aku segera membeli mangga 5 kg buat nya dan juga beberapa buah lainnya untuk di makan di rumah.


"Makasi sayang" ucapnya saat aku membuka mobil dan aku membalas nya dengan senyuman.


Namun saat hendak menuju pintu kemudi tiba tiba Ponsel ku berdering


"Adita" gumamku.


aku langsung mengangkatnya.


Hallo sayang" ucapku pelan agar Sisil tidak mendengarnya.


"Kamu lagi di mana sayang?" tanya adita


"Aku di kantor sayang,ini bentar lagi mau meeting," ucapku terpaksa berbohong


"Kamu ada apa menelpon,tumben?" tanyaku lagi


"Aku cuma mau di anterin ke dokter aja mas, aku sakit" ucapnya ,


"duh gimana ini,aku gak mungkin tinggalin Sisil sendiri" gumamku dalam hati


"astaghfirullah sayang,kamu sakit apa? perasaan tadi pagi biasa biasa aja?" tanyaku


aku melihat Sisil sangat suntuk di dalam menungguku Masuk,akhirnya aku bilang " sayang sudah dulu ya ,aku sudah di depan ruang meeting ini,untuk ke dokter kamu minta supir aja ya,mas masih sibuk ,ini proyek penting" ucapku dengan sangat terpaksa,aku harus berbohong agar dirinya tidak curiga,dan aku langsung mematikan ponsel ku kemudian masuk ke mobil.


"sayang maaf" ucapku


"Siapa sih yang telepon? istri kamu?" tanyanya


"iya,katanya dia sakit,dan minta aku menemani dia ke dokter" ucapku


"Huh,ya sudah kamu temani saja dia" Jawabnya


"Kamu___ "


"sudah ayok pulang aja,aku sudah gak mood makan di luar,aku jadi ingin makan masakan mama aja,mungkin anak kita ngidam masakan mama" jelasnya


aku langsung menghubungi mama dan langsung memberi tahu apa yang Sisil inginkan,setelah mama sanggup akupun pulang dan berniat untuk mengantar Adita ke dokter.


Sesampainya di rumah,aku melihat mama sedang bertengkar dengan seorang wanita


"Suster Susan" panggilku


next


ketemu di bab selanjutnya

__ADS_1


__ADS_2