Air Mata ADITA

Air Mata ADITA
episode 24 Terungkap 1


__ADS_3

( PoV Willy )


sejak pertengkaran ku dengan Adita di rumah ayah,kini perasaan ku kacau,dan sempat ragu dengan mama,terlebih Adita ornagnya selalu jujur dan paling gak bisa bohong


"Tapi apa iya,mama selama ini gak kasi Adita uang" gumamku sambil menyetir.


"mama juga sih kenapa pake nyuruh aku buat gertak Adita kalau dia harus serahkan Mia sebagai talakku, aaark mama mama" gumamku tak habis pikir dengan pikiran mama


Mama yang dulu menyuruhku untuk menikah dan menikah,hingga aku pulang ke Indonesia dan langsung membawakan menantu untuknya,bahkan menantunya sudah memberikan seorang malaikat kecil yang selama ini dia dambakan,tapi kenapa mama sampai sekarang masih terlihat benci sama Adita,


berbagai macam cara aku lakukan agar mereka akur,hingga aku menyuruh mama buat mengatur segala keperluan dan kebutuhan Adita,agar Adita minta uang ke mama dan mereka akan akrab satu sama lain,tapi apa? sampai sekarang aku belum bisa mempersatukan mereka dengan damai,


"Aaarkh,aku sudah lalai jadi suami dan anak tunggal " ucap ku merasa frustasi


"apa tadi aku sangat keterlaluan sama Adita?" tanyaku pada diriku sendiri.


"sudahlah,aku butuh teman" ucapku menepikan mobilku di jalan dan langsung menelpon Sahabat lamaku.


"Hai,kan loe apa kabar?" tanyaku


"Baik,kemana aja loe,tumben banget inget gue" ucapnya


"hehe,sorry gue sibuk di kantor terus" ucapku


"ketemu yuk " ajakku dia langsung menyetujui nya dan Langsung mengirim lokasi tempat dia berada, kebetulan dia juga lagi nongkrong di sebuah cafe.


setelah beberapa saat aku datang dan terlihat dia melambaikan tanganya dan aku langsung menghampiri nya .


"tumben loe ngajak gue ketemu" ,sapa Arkan


"Gue sibuk, kemarin kemarin gue coba hubungi loe tapi gak bisa" ucapnya


"Oh ya loe sendiri? Adita mana? " tanya Arkan padaku.


"itu dia kan,itu yang mau gue jelasin ke elo" ucap ku


"Loe ada masalah?" tanya Arkan

__ADS_1


Akhirnya aku ceritakan semuanya sama Arkan,terlihat Arkan mendengar dengan seksama apa yang aku ceritakan sempai akhir


"Gila Lo,jdi elo gak pernah kasi Adita pegang uang elo?" tanya Arkan dan aku mengangguk


"Tapi bukan berarti gue gak tanggungjawab sama dia,gue nafkahin dia lahir dan batin kan, hanya saja gue lebih percaya sama mama masalah keuangan,gue belum percaya sama Adita,loe tahu sendiri kan dia anaknya masih Labil,nikah muda pasti maunya hambur hamburin uang" jelasku sebelum Arkan menyalahkan ku


"Tetap saja loe salah, harusnya semua urusan loe sama istri loe bukan lagi urusan keluarga Lo maupun keluarga Istri loe Willy." ucap Arkan padaku


"Tapi kan tetap,gue suruh mama kasi Adita tiap bulan buat keperluan dia" lanjutku lagi


"Apa loe yakin nyokap loe benar benar kasi Adita?


sorry sorry aja ni Will, gue kok gak yakin kalau nyokap loe tetap kasi Adita jatah dia, secara dari cerita loe tadi kok gue gak yakin aja,maaf banget sih gue gak maksud nuduh nyokap loe maupun bela Adita,itu cuma menurut gue aja kok" ucap Arkan membuat kue sedikit tersentak,hampir marah,namun aku tetap berusaha menahan rasa kesal ku sampai dia selesai bicara.


"Kalau boleh gue saranin ,mending loe selidiki saja nyokap Lo diem diem!" usul Arkan


"Masa ia gue buntutin nyokap gue,masa iya nyokap gue gitu,tapi kalau benar mama memang sudah keterlaluan" ucapku


"gak ada salahnya Will,loe juga bisa tanya Adita setelah loe selidiki semuanya" ucap Arkan kembali


"Oke ,gue coba saran elo" ucap ku akhirnya


memang aku tidak pernah curiga sama mama,dan Adita juga tidak pernah mengeluh dan minta uang ke aku,tapi yang di katakan Arkan ada benarnya juga,mama memang tidak pernah suka sama Adita,meski Adita sudah memberikan cucu yang gemas,itu tidak meluluhkan hati mama,karena yang mama suka adalah Ajeng, Ajeng adalah menantu idaman mama,namun sampai sekarang meski aku tetap jalan sama dia,tapi rasaku hanya sekedar rasa sayang kakak ke adiknya,meski dia sering mengutarakan perasaannya padaku.


setelah bertemu dengan Arkan aku langsung pulang,di perjalanan aku sempat melirik supirku yang juga selalu mengantar Adita kemanapun dia pergi


"Mang,boleh aku tanya sesuatu?" tanyaku pada Supir ku


"Monggo tuan,mau tanya apa?" tanya nya


"bingung mulai dari mana," ucapku


"mang,jujur ya kalau mamang tahu, pernah gak nyonya bicara atau bahas tentang uang sama mamang,atau sama orang mungkin saat mamang anter dia kemana gitu.?" tanya ku


seketika supirku terdiam dan terkejut dengan ucapanku,antara tahu atau enggak aku belum dapat jawaban nya.


"mang, , jawab jujur" ucapku.

__ADS_1


"Maaf tuan,kalau saya lancang,yang saya tahu nyonya tidak pernah minta uang dan di kasi uang oleh siapapun!" ucapnya sedikit ketakutan terlihat dari raut wajahnya


Degh


Sungguh pengakuan yang tak ingin aku dengar,aku bahkan tidak mau percaya,tapi apa iya supirku akan berbohong ?


"Kamu tahu dari Manna?" tanyaku


"Pernah saya antar nyonya ke rumah ayah nya dulu,tapi pas di jalan nyonya minta turun buat beli sesuatu,aku ikut dan nyonya punya uang cuma 200 ribu di dompet nya,terus setelah itu nyonya mencoba ke mesin ATM dekat toko itu,dan mengambil uang kemudian berbelanja lagu buat oleh oleh katanya" jawabnya lagi


"Mungkin dia taruh uang titipan aku langsung ke ATM nya kali," tebakku


"Maaf tuan, seperti nya tidak, karena saya sempat mendengar nyonya mengeluh saat saya kasi tahu uang bulanan nyonya yang harusnya di kasi sana nyonya besar dan uang titipan tuan kala itu,"


"nyonya sempat terkejut saat saya kasi tahu,saya pikir nyonya di kasi langsung sama nyonya besar saat itu,maaf pak saya lancang bicara begitu sama nyonya Dita !" ucapnya menjelaskan dengan rinci,meski masih terlihat raut wajah ketakutan.


"Terus apa yang Dita katakan?" tanyaku lagi


sungguh aku masih penasaran dengan cerita Manang supir ku ini..


"Nyonya bilang,sudahlah tidak apa apa,yang penting aku masih punya sisa tabungan buat belanja buat oleh oleh bunda, ,gitu katanya tuan" ucapnya lagi semakin membuat ku tak habis pikir ,apa benar mama gak pernah kasi Adita uang yang aku titipkan? tanyaku dalam hati.


setelah beberapa saat ,tepat di depan kompleks aku turun karena seperti nya ban mobilku pecah,aku memutuskan untuk berjalan kaki hingga sampai rumah,dan aku langsung membuka gerbang kemudian masuk.


Saat di dalam terdengar suara mama yang lagi bicara sama seseorang yang aku sendiripun tidak tahu siapa dia.


"Iya jenk,nanti bulan depan kita di caffe aja ya,aku gak mau anakku tahu ,kalau dia tahu aku gak kasi istrinya yang bisa ngamuk dia,dan aku gak jadi beli tas branded jamu" ujar mama sangat jelas di telingaku


Degh, ,


Bagai tersambar petir hatiku begitu perih mendengar nya,sampai aku tak habis pikir,kenapa mama setega itu , padahal Adita menantu nya .


"MAMA,JADI BENAR MAMA TIDAK PERNAH KASI ADITA UANG YANG AKU TITIPKAN KE MAMA?


Next


ketemu di bab selanjutnya

__ADS_1


__ADS_2