Air Mata ADITA

Air Mata ADITA
episode 32 hari yang apes


__ADS_3

Seperti perjanjian awal, aku sepulang kerja langsung menemani bos cantik ku ke salon,setelah itu dia membawa ku membeli pakaian dan kebutuhan yang lain yang akan aku gunakan malam nanti.


di dalam mobil


"Ini kartu yang gue janjikan,gue sudah mengubah nama atas nama kamu" ucapnya menyodorkan ku sebuah kartu black card yang tak semua pengusaha bisa mendapatkan nya


"Tak di sangka ,bos cantik gue ini berhati malaikat,berkencan semalam dengan nya gue kira cuma akan dapat kartu kredit yang isinya cuma sampai ratusan jutaan,tapi ternyata, , omaigat!!!! " ucapku girang dalam hati.


"Terimakasih Presdir atas kebaikannya " jawabku


"panggil Sisil aja!" ucapnya


"biasakan panggil Sisil saat di luar kantor" ucap nya


"Baik pres , , eeh , Sisil" jawabku


"Dan satu lagi,panggil sayang" ucapnya


degh


jantungku kembali berpacu seperti pacuan kuda,


"Saa_yang " gumamku


"agar nanti kamu di depan papa tidak salah panggi" jelasnya lagi.


"owwwch" aku hanya ber oh ria saja.


1 jam kemudian kami telah sampai di sebuah pesta milik teman pak JAYA selalu bos saya dulu.


"Daddy" sapa nya


"Sayang,kamu sudah daa-tang" ucapnya terkejut melihat aku yang mendampingi Sisil.


"kamu gak bercanda?" tanya papa


"Gak lah pa,tenang aja!" ucapnya pelan pada papanya.


entah apa maksudnya,aku hanya akan berperan malam ini dengannya setelah itu aku akan kembali pada posisiku sebagai bawahannya.


terlihat pak JAYA mengangguk dan langsung menjabat tanganku.


"saya percaya kamu laki laki yang bertanggung jawab atas anakku" ucapnya


"eeh..iya pak .. terimakasih" ucapku.


"Apa maksudnya bertanggung jawab atas anaknya,aah sudahlah lagian juga ini hanya malam ini,untuk besok pasti buk Sisil akan mencari jalan keluarnya"gumamku.


Pesta yang aku hadiri saat ini pestanya orang kelas atas,semua minuman di sediakan hanya minuman beralkohol,


"Sedikit minum gak apa apa lah" gumamku meneguk minuman beralkohol rendah,aku tahu aku bersama bos,aku tidak akan minum banyak agar aku bisa membawa nya pulang dengan selamat.


"Minum ini aja bro" ucap seseorang yang sangat ku kenali.


"Darren!" ucapku terbata.


"Gak usah bingung gitu, gue bodyguard sekaligus Assisten ya jadi gak usah bingung kenapa gue di sini" ujarnya sepeti teman yang sudah lama dekat,cara bicaranya juga berbeda tidak sekaku saat di kantor atau berhadapan dengan bosnya.

__ADS_1


"nih minum,gue jamin loe gak akan sampai teler" ucapnya memberikan ku segelas lagi minuman beralkohol itu


"Tidak, terimakasih" ucapku menolak.


"Tidak baik menoleh Rizki," ujarnya


"Maaf,tapi aku gak minum banyak," ucapku


"Gue saja yang sudah 10 gelas masih bisa bicara sadar gini,Cemen amat loe" ujarnya meremehkan.


"Baiklah, terima kasih"ucapku mengambil gelas itu dari tanganya dan langsung meneguknya sekali teguk.


duduk bersama Darren membuat ku kesal,banyak omongan yang menyudutkan ku bahkan mengatakan aku tidak lebih dari pesuruh dan pelayan bos.


Rasa kesal ku membuatku menghabiskan banyak minuman di meja depanku,sampai aku merasa pandangan ku berkunang-kunang ,beberapa kali ku kerjapkan mata agar tetap melek tapi tidak bisa,malah semakin membuatku kelelahan sampai perlahan semua gelap,aku tak ingat apapun.


Sampai saat aku merasakan hangatnya tubuhku dan silaunya mataku akibat cahaya yang masuk dari luar.


ku buka mataku dan menatap sekeliling,sebuah ruangan sepeti hotel,tampak jendela bergoyang di terpa angin pagi yang mambuat matahari berhasil menembus ke dalam dari celah gorden,aku menatap sekeliling tidak ada siapa siapa,hanya aku seorang diri


degh


ku tatap tubuhku yang tak mengenakan pakaiannya dan kapalaku sedikit pusing,


"Aku di mana?" gumamku


ku lihat jam , alangkah terkejutnya aku melihat jam sudah pukul 11 siang,


"Gila,ini jam 11 siang? apa yang aku lakukan di sini ?" gumamku


setelah kembali dari kamar mandi,aku mendengar ponsel ku berbunyi.


"Iya Mona? " ucapku


"Appa, , ? baiklah saya segera kesana!" ucapku dengan tergesa mengambil pakaian dan langsung kembali ke kantor.


selang beberapa menit aku ke kantor dan mendapati seorang client yang sudah berjanji denganku tempo hari sedang marah marah dengan keterlambatan ku datang ke acara meeting.


"Oh, jadi ini pemimpin perusahaan yang kalian banggakan? kerja saja masuk siang, ! bagaimana bisa memajukan perusahaan" ucap client itu dengan lancang padaku


"Maaf pak,saya salah saya terlambat,tapi ada masalah yang membuat saya tidak datang pagi ke kantor" jelas ku dengan sedikit lembut agar client ku ini memaklumi


"pak Willy,saya tidak terima alasan apapun,bagi saya disiplin dan kerja keras nomer satu ,dan anda membuat waktu saya terbuang banyak sia sia hanya menunggu anda datang"


"Saya putuskan untuk tidak jadi Bekerja sama dengan perusahaan ini" ancamnya.


"Pak,berikan saya kesempatan sekali lagi pak,saya janji tidak akan mengulangi lagi" ucapku


"Tidak ada kesempatan lagi pak Willy,saya sangat kecewa dengan perusahaan bapak ini ,saya permisi" ucapnya tegas meninggalkan ku ,namun sebelum mereka menutup pintu, Mona terlihat memberikan Ponsel padanya.


"Pak,bisa minta waktu anda sebentar? buk fero ingin bicara" ucap nya


"Ferro? " gumam ku


entah apa yang mereka bicarakan dengan buk fero,aku tak tahu,aku hanya mendengar client ku mengatakan


"Baiklah jika begitu" hanya itu yang aku dengar, selebihnya aku gak tahu.

__ADS_1


setelah client ku pergi,Mona terlihat menghembuskan nafas berat dan mendekat.


"Pak,gimana ini? bisa bisa kita kena amuk" ucapnya dengan raut wajah kesal campur khawatir


"Huh,kamu gak usha khawatir,ini jadi tanggung jawab saya" ucapku meninggalkannya menuju ruanganku.


**


"Aaark, , sial sial..kenapa sih gue bisa telat bangun,dan kenapa juga aku tidak ingat dengan semuanya" kesalku saat kini sudah di ruang kerja ku.


Aku kembali mengingat ingat apa yang terjadi malam itu,satu ingatanku saat sebelum mabuk


"Darren" gumamku


segera ku ambil ponsel dan


"sial,gue belum punya nomernya" sesal ku tak mengambil nomernya kemarin.


"Fero" ingatan ku pada Fero


saat hendak menelpon nya ,tiba tiba ponselku berbunyi.


"Mama, , tumben" ucapku sembari menggeser tombol hijau pada layar ponselku.


"Assalamualaikum ma" ucapku memberi salam


bukan jawaban dalam yang ku dapatkan melainkan suara cempreng mama yang menyuruh ku untuk segera pulang kerumah eyang.


"Ma,aku masih___"


"Tidak perlu kerja,cepat pulang,ada yang harus mama bicarakan " ucapnya mematikan ponsel


"Aark sial,masalah apa lagi ini" gusarku segera keluar


"Mona,apa jadwalku hari ini?" tanyaku


Mona terlihat masih kesal padaku ,dia segera membuka jurnalnya dan melihat jadwal kerjaku.


"Tidak ada pak,sudah tidak ada" jawabnya.


"Baiklah,saya harus kembali ,jika ada apa ap segera hubungi saya" ucapku meninggalkan nya.


Beberapa menit aku telah sampai di pekarangan rumah eyang,


"Lho,mobil Fero,kok bisa ada di sini" ucapku terkejut melihat mobil bos ku di rumah eyang.


"Apa jangan jangan gue di pecat,tapi kenapa ke rumah?" gumamku masih belum paham keadaan.


"Assalamualaikum" ucapku memberi salam,tapi


Plak


"Maa"


next


ketemu di bab selanjutnya

__ADS_1


__ADS_2