
POV author
Di sebuah tempat yang jauh di pinggir kota,terdapat gedung tua yang di kelilingi rumput liat,terlihat dari kejauhan seperti gedung terbengkalai sudah puluhan tahun,di sanalah tujuan Sisil dan juga Dady nya bersama beberapa bodyguard nya untuk melancarkan transaksi nya .
Transaksi kali ini menyangkut transaksi besar,bukan. hanya senjata ilegal,bahkan mereka membawa sejumlah besar narkotika jenis ganja.
Andi dan Didin kini sudah berada si sekitar gedung,anak buah mereka juga mengintai daerah sekitar.
Di sudut lain terlihat beberapa bodyguard sedang berjaga di sana, beberapa anak buah TBW mendekat dan langsung membereskan para penjaga di luar,mereka tidak menggunakan tenaga melainkan senjata kedap suara yang di pakai hanya untuk membuat korban pingsan seharian.
" aman bos " Lapor salah satu dari mereka melalui earphone nya
Andi dan juga Didin bergegas masuk dengan hati hati,gedung tua itu terlihat begitu luas dan juga banyak kamar ,tentu membuat mereka kesulitan menemukan keberadaan Sisil dan juga Dady nya
"kita berpencar" perintah Andi ,Didin mengangguk dan mereka langsung berpisah arah.
Didin berjalan sendiri sambil membuka kamar satu persatu tapi kosong,dia kembali berjalan menuju lantai dua di gedung itu.
Sementara Andi langsung naik ke lantai paling atas,dia yang sudah begitu berpengalaman tentu saja tau jika menggunakan sebuah gedung tua tempat paling pas untuk melakukan transaksi adalah lantai paling atas ,jika tidak di roof top maka ada di sebuah ruangan paling ujung, dan benar saja,di lantai paling atas terlihat beberapa anak buah mereka berjaga sambil berjalan,Andi segera bersembunyi di samping lemari besar di sekitar tempat tersebut,saat anak buah pak jaya lengah barulah Andi memukulnya dari belakang
bugh
__ADS_1
aaarrk
brug
anak buah itu langsung pingsan seketika,Andi kembali melanjutkan perjalanannya tapi seseorang berteriak
"Hei,siapa loe" teriaknya
"Andi menghentikan langkahnya dan langsung mengeluarkan senjata yang sama yang digunakan oleh anak buah nya untuk membuat mereka menjadi pingsan.
Kali ini Andi tidak ingin berkeringat,dia hanya ingin bermain main dengan Sisil dan juga pak jaya ,untuk itu dia hanya menggunakan sedikit tenaganya untuk melawan para penjaga di sana.Andi tidak sendiri,kini beberapa anak buahnya sudah datang dan membantu menangani mereka.
Andi mengibaskan pakaian seakan merasa kotor sambil berjalan.
Andi perlahan membuka pintu,terlihat Sisil sedang duduk sambil mengangkat sebelah kakinya di atas kaki yang lain dengan sebuah anggur di tangannya.
pak jaya terlihat sedang berdiri berhadapan dengan seseorang,mereka seperti membicarakan sesuatu yang penting,terlebih lawan bicara pak jaya menyuruh anak buahnya untuk membukakan sebuah koper yang berisi berbagai macam senjata tajam ,yang ternyata di balik senjata itu ada sebuah resleting yang lngsung di buka oleh anak buah pak jaya dan memeriksa isinya.
"Aman bos " lapornya.
setelah di rasa aman barulah pak jaya menyuruh anak buahnya yang lain mengeluarkan sebuah koper yang berisi sejumlah uang.
__ADS_1
"Buka kopernya" perintah pak jaya
"Hahahaha, , ," tawa senang dari lawan bicara pak jaya.
"Periksa tak " perintahnya juga pada bawahannya yang di panggil ya botak.
"asli bos,hehe " ucap nya cengengesan.
"angkut " ucap nya.
"baik "
"Ayo pergi" baru saja mereka membalik badan tiba tiba
BRAK!!!
DOR !!
DOR !!
^^^bersambung...^^^
__ADS_1
^^^Assalamualaikum readers,maaf ya author baru kembali,ada beberapa masalah yang membuat author tidak bisa lanjut kan novel ini sebelumi,tapi kabar baik buat kalian ,hari ini author kembali dan melanjutkan kisah cinta Dita dan juga yoga..^^^
^^^terimakasih.^^^