
"Dita, ,makan yuk, makanan kesukaan mu sudah siap ! " teriak bunda
"iya Bun, , Dita keluar " balasku dengan sedikit berteriak juga,ku masukkan kembali buku harian ku dan melangkah ke ruang makan ,
"waaah enak banget bunda" mataku berbinar melihat makanan kesukaan mu tersaji di depan ku.
"ayo sayang makan!" ucap bunda
aku pun memakan makanan itu dengan lahap,betapa kangennya aku merasakan masakan bunda,hingga semua ludes ku makan sendiri.
"astaga Dita,kamu makan kaya orang kelaparan saja" ucap bunda
"habisnya enak Bun! ini bumbunya apa? " tanya ku spontan
"kamu bisa masak emang? bukanya Willy memiliki asisten rumah tangga?" tanya bunda
"ukhuk, , , ukhuk" aku terbatuk mendengar ucapan bunda
"Dita pelan pelan dong,ini minumnya" ucap bunda memberikan ku segelas air putih.
"eem..Dita pengen masak aja Bun buat mas Willy" ucapku
"bagus dong,nanti bunda ajarin ya" antusias bunda dan ku balas anggukan senyuman.
siang hari ku lalui bersamaan bunda,melepas rindu dan juga kangen,kami bercerita lumayan lama hingga sebuah mobil datang menjemput ku,membuyarkan cerita kami .
"kenapa cepat sekali jemputanya sih" gumamku pelan
" hush sayang gak boleh gitu,mungkin di suruh Willy buat jemput kamu" ucap bunda..
"nyonya muda, nyonya besar menyuruh saya menjemput nyonya" ucap supir ku.
Bunda tersenyum sambil mengusap kepalaku," itu artinya mama mertuamu sayang menyayangi mu sayang" ucap bunda
"andai bunda tahu " gumamku dalam hati menatap sedih pada orang yang sudah melahirkan dan membesarkan ku.
"Dita pamit ya Bun" pamitku akhirnya
sesampainya di rumah, " gitu dong pulang cepet, kalau gak mama yang suruh jemput pasti kamu pulang malam" sahut mama baru keluar dari kamar nya.
"Maafin Dita ma,Dita keasyikan ngobrol sama bunda,jadi lupa waktu" jawabku mengalah padahal baru jam 3 siang.
"ya sudah sana,bantu bik Marni masak buat makan malam" ucapnya
"iya ma" jawabku ke kamar mengganti pakaian ku dan kembali ke dapur.
"kasihan nyonya muda,biar bibik aja ya yang masak,nyonya duduk di sini aja" ucap bik Marni
"gak usah bik,nanti mama marah kalau liat " ucapku mengalah.
"sabar ya nyonya ," ucapnya
mungkin dia kasihan sama aku,tapi mau gimana lagi emang aku patut di kasihani.
setelah selesai masak aku ke kamar,ku lirik ponselku,ada beberapa notifikasi dari grup chat ku,
"hi guys,gue Baru habis dari salon nih,lihat rambut gue" Rahmi mengirim foto rambut barunya.
"kalau gue baru dari perawatan wajah, ,glowing gak?" ucap Yana.
"pengantin baru mana ya,kok gak nongol?" Kirim Ria
__ADS_1
mereka adalah teman sekelasnya waktu masih SMA,aku hanya membaca tidak membalasnya,
Ting
sebuah notifikasi dari Mey datang ke ponsel ku
"apa apaan loe pulang gak ngabarin gue,udah gak nganggep gue lagi hah?" teriaknya mengirim VN.
"sorry Mey, ,gue pulang cuma sebentar doang" balasku
"iya walaupun sebentar ,gue kan kangen sama elo" balasnya
"iya gue usahakan kapan kapan ketemu elo di cafe deh" jawabku
"oke gue tunggu ya, , gue mau bercinta dulu sama yayang gue" ucap Mey
"iya iya .sana..." balasku.
ku lempar pelan ponselku,dan berjalan ke kamar mandi membersihkan tubuhku,setelah itu ku tatap wajah ku di v
cermin," gimana bisaa cantik kalau kaya gini" gumamku.
kring
kring
terdengar suara panggilan masuk , tertera nama Rohmi
"hai" jawabku
"hai pengantin baru",jawab mereka serempak,ternyata merreka lagi nongkrong di caffe langganan kamu waktu dulu.
"Kalian!" kagetku
"gue, , ,! jawabku tak tahu harus bilang apa
"baru slse mandi loe?" tanya Rohmi
"iya ,nih masih basah " jawabku memperlihatkan lilitan handuk di atas.
"gule loe,brapa kali sehari" goda ria
"apaan sih,laki gue lagi kerja begok, " jawabku
",ayok sini,kita tunggu" ucap Rohmi
"gue gak bisa kayaknya" balasku
"Atau nanti gue izin dulu ke suami gue,baru kita janjian gimana?" usulku
"oke," jawab mereka.
"eh ya jangan lupa dandan yang cantik kalau suami lu pulang,biar dia betah di rumah,gak lirik cewek lain " ucap Yana sedikit menusuk di telingaku.
"aah elu mah ,jangan ngomong sembarangan" ucap Rohmi
"hehe, ,sorry gue bercanda,habisnya wajah loe kusam banget gitu" jelasnya
Aku melirik camera dan memegang wajahku,dan benar kata merek wajahku semakin hari semakin kusam .
"Dita gak usah di dengerin ucapan ngacok dari mereka ya, , ya udah bye" panggilan terputus
__ADS_1
aku melepaskan nafas beratku " Huh, , melirik wanita lain?" gumamku pelan sambil melirik wajahku di cermin.
Aku berniat membeli skincare yang biasa ku pake dulu,ku ambil ponselku," hah,saldoku Suma segini? gak cukup" gumamku .
"Assalamualaikum" terdengar suara pintu terbuka
"eeh mas, , maaf ya Dita gak keluar jemput" ucapku mngambil tangannya dan ku cium
seperti biasa dia mencium keningku " gak apa apa," jawabnya pelan
"Gimana tadi ?" tanya mas Willy
"maksud nya?" tanyaku
"bunda sama ayah" jawabnya
"oh , , mereka baik,tapi tadi aku pulang ayah belum balik " jawabku
"ya sudah nanti kita kesana weekend ya" ucap mas Willy
"iya mas iya" jawabku senang
"ya sudah aku siapkan air hangat ya" jawabku.
Aku kembali masuk ke kamar mandi,mengisi bathub dengan air hangat,tiba tib mas Willy menarik tanganku dan langsung memcium bibirku,
"eumm" desahku pelan
"haish, temani mas mandi ya" ucapnya berbisik di telingaku.
tanpa menolak meski aku baru selesai mandi,aku melayani suamiku dengan senang hati,di lepassnya handuk yang melilit tubuhku,ia membawa ku ke dalam bathtub,di sandarkan tubuhku di dadanya,ia memeluk ku dari belakang,aku sudah bisa merasakan sesuatu yang bergerak keras di bawah sana,
"Eeum, , gimana?" ucapnya
"gimana apa aah nya mas" ucapku sambil mendesah saat tanganya mulai bergerak nakal di dadaku.
"sebut namaku sayang" bisiknya
ia merubah posisinya kini aku berada di bawahnya ,ia mulai memposisikan dirinya di sela ************ ku,di bukanya paha kakiku,dan ia mulai menusuk bagian bawahku dengan miliknya,sekali hentakan aku merasakan setengah dari miliknya menembus dinding ku,
"eeuh" desisku
di gerakkan nya pinggang nya dengan pelan ,namun tetap
"eeuh mas, , Willy" desahku kembali
"terus sayang, , sebut namaku, , sebut lagi " jeritnya tak tertahan
"aaah masa Willy, , aaah" desahku lagi
mas Willy mulai mempercepat gerakannya ,hingga air dalam bathtub itu berombak ombak sesuai gerakannya,ku lingkarkan tanganku ke lehernya,sambil mengikuti irama yang di mainkan
"Maas, , " bisik pelan
"yeeaah" jawabnya
"aaaah, , aaah, , " desahku kembali tak bisa terkontrol.
"aaahhh" akhirnya kami berdua mencapai puncak kami,
"love u Adita" bisik mas Willy di akhir kegiatan kami
__ADS_1
"love u too " balasku