Air Mata ADITA

Air Mata ADITA
episode 17 Dia lagi.


__ADS_3

Setelah mendengar percakapan mereka, akhirnya aku kembali ke kamar dan berpura pura tidur lagi,


ku dengar langkah kaki mas Willy mendekat dan duduk di dekat ku,ia mengusap kepala ku dan mengecup kening ku,setelah itu dia bangun dan berjalan ke almari mengambil pakaian santainya dan langsung pergi,


cklek


pintu tertutup,aku tahu ia pergi ingin menemui wanita itu


"Hiks, , hiks, , ,kalian jahat " air mata yang ku bendung sejak tadi akhirnya tumpah seiring kepergian mas Willy.


Aku tidak habis fikir dengan mas Willy,apa yang ada di fikiran nya saat ini,ternyata menikah tidak seindah yang ku bayangkan,aku membayangkan hidup bahagia seperti ayah dan bunda,ayah dan bunda sampai sekarang masih tetap romantis,tapi aku,apakah aku menikah hanya di jadikan babu? apakah aku menikah hanya di butuhkan untuk mengurus suami?


"Sabar Adita,sabar, semua akan ada karmanya" gumamku menyemangati diriku.


kantuk yang menyerangku sedari tadi kini hilang sudah dengan penghianatan yang di lakukan mas Willy,


"apa yang bisa aku lakukan?" ucapku lirih


"Ayah,bunda Dita kangen,tapi Dita gak punya uang buat ongkos kesana! "


meski mas Willy memiliki mobil,tapi itu mas Willy gunakan untuk berpergian kemana pun dia pergi,untuk itu jika aku punya kepentingan di luar aku akan menggunakan taksi untuk ku kendarai,


mau pesan taksi pun aku tak mampu,mau bicara ke ayah sama bunda aku gak ingin mereka tahu jika anaknya hidup seperti ini dengan suaminya,


"Aaark aku bingung,aku harus bisa cari uang sendiri,tapi apa? aku gak mungkin kerja di luar sedangkan aku hamil,mana ada orang yang beriman orang bunting buat kerja ,.,.uuhhh"


Aku kesal dengan diriku yang lemah,aku benci dengan diriku saat ini,andai dulu Aku tidak menikah pasti aku masih belajar di perguruan tinggi yang aku inginkan,tapi memang aku sudah di takdirkan untuk menjadi ibu di masa muda,aku harus jalani dengan sabar dan tetap berharap,suatu saat nanti aku pasti bisa cari uang sendiri.


ddrrttt


ddrrttt


Ku lirik ponselku yang berdering,


"Hallo Mei?" jawabku


"Dit,loe tahu mas Willy di mana?" ucap Mei


aku menyeritkan alis ku mendengar pertanyaan nya "apa dia tahu mas willy di mana?" gumamku dalam hati


"Dita,loe Kok gak jawab!" ucapnya lagi


"Eeh,kenapa emang,? emang loe tahu mas Willy di mana?" tanyaku balik


"Aduh,loe di tanya malah tanya balik!" ucapnya terdengar kesal


"Loe tahu suami loe lagi di rumah sakit" ucap Mei


"Hah,sudah ku duga" gumamku dalam hati

__ADS_1


"Loe tahu dari mana?


"Nih ,gue kasi lihat" ucapnya mengirim sesuatu padaku


Deg


jantungku kembali berpacu kencang ,melihat sebuah foto di mana mas Willy sedang mendorong sebuah kursi roda di taman ,terlihat wanita itu menggunakan seragam pasien


"Loe di rumah sakit?" tanyaku


"Iya,bibik gue sakit,gue mau jenguk tapi yang gue lihat apa? gue lihat suami loe di sini sama wanita murahan itu!" kesal Mei


"Dita,loe kok mau di giniin sih, loe bodoh apa gimana?"


"kalau gue jadi loe,Udah gue samperin dia dan gue cincang wajah jeleknya itu" cerocos Mei


"Mei,apa yang bisa gue lakukan,gue lagi hamil dan loe tahu sendiri gue gak punya apa apa ,buat kerumah bunda aja gue gak ada ongkos " ucapku akhirnya memberi tahu Mei keadaan terburukku


"Apa? loe masih gak di kasi uang sama suami loe?" tanya nya


"Hmm" hanya itu jawaban ku


"Gila,loe benar benar bodoh " kesal Mei


"Mau gimana lagi Mei,gue lagi hamil gak bisa apa apa! gue juga berfikir buat kerja tapi apa yang bisa di lakukan orang hami?" ujarku ku mulai meninggi.


"sorry Mei,gue sedikit emosi" ucapku


"Gak usah Mei,gue gak enak sama loe" ucapku


"Gak apa apa Dit,loe sahabat gue ,mana gue tega liat loe kaya gini? gue bantu apapun yang loe butuhkan " ucap Mei kembali


"iya Mei,makasi ya, ,hanya loe yang gue percaya buat dengerin cerita gue" ucapku


"Hmm, , sabar ya, , kalau bukan karena loe,udah gue labrak dia,gedek gue" geram Mei terdengar kesal


"Sudahlah,itu Masalah gue,gue gak mau loe terlibat dalam Maslaah ini,gue yakin bisa atasi ini Mei" ucapku.


"Iya iya, gua paham, ya sudah ya yang penting gue udah ksi tahu loe ,gue jenguk bibik dulu,nanti ngamuk dia " ujar Mei


"ya sudah ,hati hati ya" ucap ku kemudian mematikan ponselnya.


Tik


Setetes air mata ku kembali mengalir ,tak tahu harus bagaimana dan harus apa, yang bisa ku lakukan saat ini hanya menunggu anakku lahir dan aku akan mencari pekerjaan buat menghidupi anakku,aku gak bisa hidup dalam bayang bayang mertua,beli ini minta sama mama mertuaku,beli itu harus izin mama mertuaku,mau ke mana manapun harus seizin dia..


"Aaarkh, aku capek???" ucapku lirih


Ku lirik cincin yang melingkar di jariku,

__ADS_1


"Apakah aku harus menjual nya?" gumamku menatap cincin pernikahan ku


namun bukan cincin pernikahan yang aku ingin jual melainkan cincin satu satunya yang tersisa di kotak perhiasan ku,yang dulu di berikan bunda sebagai hadiah kelulusan ku .


"Bunda ,maafkan Dita , Dita terpaksa menjual cincin ini" gumamku.


"Oke besok pagi aku akan jual " ucapku mantap.


ku masukan kembali cincin itu dan kembali mengistirahatkan tubuhku yang sudah lelah seharian ini.


**


Pagi hari,saat ku terbangun mas Willy sudah ada di belakang ku tidur dengan nyenyak,


"Heh,sampai aku tidak tahu kapan kamu pulang mas" ucapku menatap punggung kekar itu.


seperti biasa aku melakukan kegiatan pagiku, mandi,sholat subuh dan ke dapur, huh, , ke dapur? Rasanya aku enggan ke dapur.


"Bik Marni kapan balik ke rumah ! " isi pesan ku ke ponsel bik Marni.


Ting


tak lama kemudian,bik Marni membalas


"Bibik gak akan kembali nyonya," balasnya.


"Kenapa bik?" balasku sedikit bersedih itu artinya pekerjaan ku akan bertambah dua kali lipat.


"karena bibik akan tetap di sini menemani nyonya" ucapnya


"Hah, Maksud nya apa?" tanyaku pada diri sendiri.


"haha,nyonya bingung ya, , hehe..bibik sudah kembali ,sekarang lagi di dapur" ucap bik Marni.


"huh,lega hatiku mendengar nya" ucapku lagi


"Eeh,di dapur," ucapku mengingat balasan pesan bik Marni


segera ku keluar dan berjalan menuju dapur,dan yah,bik mari sedang sibuk memotong sayur untuk sarapan


"Bik, ,Dita kangen" ucapku memeluk bik Marni


"Astaga nyonya,bikin kaget bibik saja" ucap bik Marni


"bibik sih,lama banget perginya" ucapku memang aku kangen sama bik Marni, terlebih hari ini aku memang membutuhkannya


"hmm,hmm..rasa rasanya bibik mencium aroma aroma tidak enak nih" ucap bik Marni sedikit menggodaku.


"hehe , , bibik Dita mau , , , ??? "

__ADS_1


next


bertemu di bab selanjutnya ya..!!


__ADS_2