
"Mas senang Dit,kamu sudah baikan sama mama" ucapku saat mendapati istriku adita sedang menenteng belanjaannya.
aku sedikit lega melihat nya,aku tahu mama pasti tidak akan mempersulit menantunya yang sedang mengandung cucunya,
"Sayang,maafin mas ya , , " hanya itu ucapan yang aku lontarkan,
Adita hanya diam menatap ku dan mendengar kata maafku,
"Kamu beli apa?" tanyaku padanya
"aku cuma beli susu ibu hamil aja mas" jawab Adita
Tadinya aku sempat berfikir yang tidak tidak sama dia,karena mendapati dia turun dari sebuah mobil,tapi setelah melihat barang bawaannya aku sedikit lega,dan aku sangat yakin itu hanyalah taksi online,tahu sendiri kan sekarang taksi online sudah keren keren,kaya mobil orang kantoran,hehe.
"Tu kan apa mas bilang,kalau kamu minta Baik baik sama mama,berapapun pasti di kasi," ucapku lagi
Dita hanya diam tak menjawab,dia malah membuang muka sampai kamu datang di depan gerbang rumah kami.
"Sini mas bawain!" ucap ku
Aku mengambil alih belanjaan itu Dan Membawanya masuk ke dalam.
"Mas sini aku taruh di dapur saja" ujar Adita tersenyum
Sungguh pemandangan yang luar biasa yang aku lihat,jika melihat istri ku tersenyum manis seperti itu.Senyuman itu yang selalu menghantui ku saat di mana aku berada di luar rumah,tapi entah mengapa aku sedikit lupa dengannya jika melihat wanita yang lebih menarik darinya
Aarkh, aku benci perasaan ini,terlebih saat aku bersama Ajeng,aku suka sama dia ,bukan berarti aku memiliki perasaan khusus dengannya,rasa sukaku sama Ajeng hanya semata Mata hanya sekedar suka,tidak tertarik.
terlebih Ajeng orangnya suka mengatur,dia terlalu manja bagiku,aku tidak suka di perintah,apalagi tadi pas masih di rumah sakit,aku dengan susah payah membujuknya agar aku bisa pulang kerumah.
"Mas mau kopi?" ucapan itu membuyarkan lamunanku.
"mau, mas mau " ucapku menarik kursi dan duduk menunggu secangkir kopi buatan nya
"Sudah pulang kamu?" tanya mama.
"Sudah ma, kenapa?" tanyaku
"tadi mamanya Ajeng telepon mama,katanya kamu tidak mau menemani Ajeng,benar begitu?" tanya mama
"Uuh,ma aku ini sudah berkeluarga,kenapa mama kekeh sekali sih aku sama Ajeng" ujarku sedikit pelan takut Adita mendengar.
"Dengar Willy,mama sudah katakan hanya kamu yang bisa bantu mama membalas Budi keluarga mereka"
"Itu lagi yang jadi alasan mama,kenapa gak mama saja" ujarku
"Willy,Ajeng hanya butuh kamu,dan mama gak mau tahu nanti kamu datang lagi ,dan bawakan ini buatnya ,titip salam mama" ujar mama memberikan bingkisan parcel.
"Nih mas kopinya " ujar Adita datang membawa secangkir kopi lengkap dengan gorengan hangat.
tatapan mata Adita mengarah ke parcel itu.
"Parcel buat siapa mas?" tanya Adita menatapku dan ke arah mama
"Mama masuk dulu" ucap mama langsung berbalik dan masuk ke kamarnya.
"Mas, , ?" tanya Adita lagi karena aku tak kunjung menjawab.
"Titipan mama,buat sahabat mama dia lagi sakit" ujarku,aku rasa itu alasan yang tepat.
"Ooh, , " hanya itu jawaban Adita dan kembali ke dapur
__ADS_1
Aku seruput kopi buatannya yang terasa pas di lidahku,aku tersenyum.tak lama Dita kembali dari dapur.
"Dit,kamu mau kemana?" tanya ku melihatnya melewati ku dengan membawa segelas susu.
"Mau ke kamar!" jawabnya singkat.
Entah mengapa belakangan ini aku merasa Adita sebentar baik, sebentar perhatian dan sebentar cuek,entah mengapa.
Tapi aku pernah baca kalau mood ibu hamil itu mudah berubah ubah,
"Mungkin karena faktor kehamilan" gumamku menatap punggungnya yang tertelan pintu kamar.
Ting
ponselku bergetar
"Mama?"
"Kenapa mama telepon,kan ada di rumah" gumamku langsung mengangkat nya
"Iya mah,kenapa mesti lewat telepon sih,kan mama di sini" ujarnya
"pokoknya malam ini juga kamu harus kembali sama Adita" ucapnya.
"Kamu kamu gak mau,mama gak mau makan sampai besok" ucapnya mengancam
"Mah,gak bisa gitu dong," ucapku membela diri.
"hanya kamu yang bisa bantu mama buat balas Budi Willy" ujarnya lagi
"Huh"
"Kalau gak di turuti bisa bisa penyakit nya kumat lagi" gumamku.
Ting
"Seperti biasa,urusan Adita mama yang kasi tahu nanti" ucapnya lagi melalui pesan teks.
"Iya ma,Willy percaya sama mama" ujarku
Yah,setiap kali aku keluar bertemu Ajeng,mama selalu memberitahukan Adita agar dia tidak curiga aku macam macam di luar sana.
Malam pun tiba,sehabis sholat Isa aku dan yang lain malam malam.
"sayang,mas ada urusan yang harus di selesaikan ,mas pulang setelah selesai pekerjaan " ucapku pamit pada nya
aku pun keluar kamar dan langsung melajukan mobil menuju rumah sakit .
**
"Cih,bilangnya sahabat mama,padahal dia mau menemui selingkuhannya , tega kamu mas bohong sama aku demi mama" ucapku saat mas Willy keluar dari kamar yang aku yakin dia pasti akan ke rumah sakit.
Benar dugaan ku,pulang aku akan merasa terasingkan di tempat keramaian.
sejak siang tadi saat bertemu di jalan aku Sempat kaget takutnya mas Willy melihat ku dengan Rama,tapi ia tak membahas tentang itu,malah membahas apa yang aku bawah
hmm,dia berfikir aku bisa membeli semua itu karena meminta uang sama mama,
"Mas andai kamu tahu,aku tidak pernah meminta sepeser pun uang dari mama," gumamku dalam hati.
Tapi biarlah aku diam,biarlah dia mengira aku meminta uang sama mama,aku tak mau dia bertanya banyak hal dan malah menyalahkan aku nantinya,cukup biar aku pendam saja.
__ADS_1
"dunia begitu kejam buatku "
Ting
"Dit, loe lagi apa?" isi pesan dari Rama
"gue tidak lagi ngapa ngapain ram, ada apa?" tanyaku merasa sedikit risih di chat Rama.
"Loe ada waktu?"
"Kapan?"
"Besok gue mau ketemu dit" ucapnya
"Besok gue kabari ya" balasku
"gue tunggu"
aku tak membalas pesan itu,merasa sedikit berbeda membalas pesan chat Rama yang aku merasa dia punya tujuan lain.
drrt
ddrttt
Panggilan video dari Mei
"Hai Mei, ada apa?"
"Loe lagi di mana?" ucapnya
"Gue di rumah"
"Willy?"
aku hanya menggeleng dan mengangkat bahuku.
"Apa yang bisa gue bantu buat loe?" tanya Mei
Aku sempat berfikir saat Mei menawarkan bantuan"Loe serius mau bantu gue?"
"Apa gue perlu buntutin tu suami loe dan gue rekam semua kegiatan dia di luar?" ucap Mei
"Haha,jangan berlebihan Mei,!"
"Terus apa,? gue kesal sama loe yang selalu memilih untuk Diam " ujarnya
aku kembali berfikir " loe kerumah sakit,pastikan mas Willy benar kesana atau enggak!" ucapku akhirnya.
"oke,loe tunggu kabar dari gue"
next
ketemu di bab selanjutnya
eeits jangan lupa mampir di judul terbaru dalam chat story .
Jadilah orang pertama buat like dan komen juga ya...
terimakasih.
__ADS_1