Air Mata ADITA

Air Mata ADITA
episode 31 SISILIA FERONIKA


__ADS_3

POV Willy.


Sejak kepulangan Adita yang sempat kabur dulu,mama selalu memarahiku Karena tidak bisa mendidik istri dengan Baik bahkan saat aku memutuskan untuk memberikan Adita kepercayaan penuh atas keuangan ku,mama jadi semakin menjadi jadi,


"Dasar anak durhaka kamu Willy"


"Mama sudah membesarkan kamu ,mengandung kamu sampai sembilan bulan dan apa balasan kamu?"


"kamu lebih percaya Wanita masak karbit itu ketimbang mama? kamu tahu kan bagaimana dia bisa mengelola keuangan kamu ,dia itu masih kecil Willy, ,! kamu menikah dengannya saat dia masih 18 tahun,itupun hanya menikah siri,dan harus kamu ilang setelah dia berusia 20 tahun"


"Jika dia memanfaatkan uang kamu buat berfoya-foya dengan teman temanya Gimana? mama hanya kasihan sama kamu jika suatu saat Adita berhasil mengambil alih semua hartamu dan dia meninggalkan mu" hardik mama hingga telinga ku rasanya sangat panas.


"Willy, coba kamu fikirkan ,jika tidak ada mama yang mengatur keuangan kamu,kamu pasti tidak memiliki rumah merah yang kamu tempati saat ini" ujarnya lagi


"Ma sudahlah Willy cuma ing___" belum selesai aku berbicara mama langsung menimpali


"Cuma ingin hidup mandiri? iya kan? kamu sangat bodoh Willy,kamu di buatkan oleh cinta" lanjut mama langsung pergi melenggang meninggalkan ku.


Ku hempaskan tubuhku ke kursi tamu di rumah eyang,aku merasa mama sangat sayang dan ingin anaknya sukses tapi dia terlalu mengekang aku dan Adita.


"maafin aku ma,aku sayang Adita dan anakku,aku akan tetap memberikan hak penuh atas dirinya dan juga anak kami,urusan mama nanti Willy balik lagi" ujarku pelan meski mama tak mendengar ,aku langsung keluar dari rumah eyang menuju tempat kerjaku.


Di kantor.


"Pak Willy, kenapa anda belum siap? saat ini kunjungan dari kantor pusat akan segera tiba pak" ucap Assisten ku


aku terkejut mendengar nya,


"Sepertinya bapak lupa" ucapnya


"Makasi Mon,kamu sudah mengingatkan aku" ucapku pada mona assisten ku.


selang beberapa menit,aku mendapat laporan dari Mona jika 5 menit lagi pemilik perusahaan ini akan tiba dan kamu harus menyambut nya di loby.


segera ku rapikan pakaianku dan memerintahkan semua jajaran staf untuk berdiri tapi untuk menyambut pemilik perusahaan ini ,


"Tumben skali mereka berkunjung " gumamku masih berjalan ke arah lobi.


saat di lobi ku lihat semua jajaran staf bawah maupun atas sudah berjejer rapi,dan aku berdiri di ujung barisan menghadap ke pintu lobi di dampingi oleh Mona asisten ku di sampingku.


Saat ini aku bisa melihat pak satpam membukakan pintu untuk seseorang yang aku tebak ialah pemimpin perusahaan ini,Karena sejak Awal bekerja di sini aku hanya bertemu beberapa Kali dengan papa beliau yang kini sudah pensiun di gantikan anak semata wayangnya menjadi pemain perusahaan ini.


jantungku berdetak tak karuan ,aku gugup saat melihat wanita cantik oh ralat bidadari cantik turun dari pelangi dengan anggunnya, aura kepemimpinan nya sudah sangat tercetak dari raut wajahnya yang terlihat dingin,masjid begitu tak mengurangi kecantikannya, tubuhnya yang seksi dan kulitnya yang terlihat jelas sangat mulus membuatku tak berkedip,aku lelaki normal ,aku tidak bisa membohongi jika di depanku ini memang bidadari,


"selamat datang Presdir " sapa ramah para staf sambil membungkuk memberi rasa hormat

__ADS_1


aku masih tercengang,hingga saat dia berada di depanku sungguh aku gugup,tapi eeeh apa itu,? dia tersenyum padaku,dan aku membalasnya.


"Silahkan ikuti saya keruangan anda" ujarku dengan sedikit terbata tapi sebisa mungkin aku terlihat tenang tidak tegang.


aku merasa kikuk berdekatan dengannya,tubuhnya yang tinggi membuatku minder aku kalah talak dalam hal tinggi badan,bisa di katakan seperti artis BAIM WONG DAN PAULA VERHOEVEN.


"Terimakasih" ucapnya manis saat sudah duduk di ruangan khusus untuknya dengan elegan


bersama Assisten nya yang selalu berdiri di belakang nya,aku meninggalkan nya untuk beristirahat sejanak.


"Silahkan Presdir,nikmati waktu anda bersantai sejenak di ruangan ini, saya permisi" ucapku membungkukkan badanku.


Dia terlihat meneliti tubuhku dari bawah sampai atas,dan mengangguk angguk.


Tapi saat aku mulai mendorong pintu yang terbuat dari kaca itu,suara manisnya kembali menyapa.


"Tunggu" ucapnya


aku berbalik


"Ada yang bisa saya bantu?" tanyaku menatapnya sekilas dan kembali menatap Assisten nya yang terlihat berdiri tegak seperti manekin.


"silahkan duduk" ucapnya


aku dengan patuh duduk di kursi yang berhadapan dengannya hanya terhalang meja kerja .


"Willy buk" jawab ku


" Willy, , ,nama yang bagus," ucapnya seperti menimang sesuatu.


"Darren..kapan perjanjian ku dengan Daddy?" tanyanya


"malam nanti Presdir" jawab Assisten nya yang aku tahu tadi namanya Darren.


"bilang sama Daddy,aku akan kesana sama seseorang" ucapnya


aku bingung,entah apa maksud dari percakapan mereka,kenapa mereka membicarakan hal yang tak aku pahami di depanku.


"tapi,anda sama siapa ?" tanya Darren


"Willy " ucapnya tegas


"Di-ia? " tanya Darren lagi


"Jangan banyak bicara Darren ,jika kau mau tetap di sini" ucapnya mengancam lalu mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang,setelah itu dia menatapku.

__ADS_1


"Aku ingin kamu menemani ku malam ini bertemu papa" ucap nya dingin


"Sa-ya..! buat apa Presdir , ,. ," ucapanku menggantung karena lupa namanya.


"Fero" ucapnya melengkapi kalimatku.


"iya Presdir Fero, untuk apa saya ikut ke sana?" tanyaku


"Aku ingin kamu berpura pura menjadi pasanganku agar papa tidak menjodohkan ku dengan laki laki yang tidak aku sukai" ucap nya .


Degh


"Apa aku tak salah dengar?" fikirku dalam hati.


"maaf, saya tidak __"


"Saya akan kasi kamu imbalan yang besar,terlebih kamu punya tanggung jawab baru bukan,istri kamu baru saja lahir belum genap dua bulan" ucapnya


"Dari mana dia tahu?" fikirku lagi


"Kamu tidak perlu tanya dari mana aku tahu,semua karyawan yang bekerja di Perusahaan papa,sudah di selidiki seluruh latar belakang nya ,jadi kalau cuma untuk mendapatkan informasi apapun sangat mudah bagiku" ujarnya lagi seperti tahu isi dalam pikiranku


"Aku kasi kamu ini" ucapnya memberikan sebuah kartu tanpa batas,


"Anakmu butuh itu untuk kehidupan nya seterusnya sampai kuliah nanti" jelasnya


" akan saya fikirkan" ucapku


"15 menit" tegasnya


"Gila,15 menit buat mikir hal yang tak seharusnya aku lakukan di belakang istriku,terlebih saat ini dia baru kembali ke sisiku dan aku tak mau menyakiti nya lagi," gumamku dalam hati


"Tapi yang di tawarkan sebagai imbalan sangat besar,bahkan gajiku sampai 2/3 tahun pun lebih besar yang dia berikan "


"Apa aku terima?"


"Bagaimana tuan Willy?" tanyanya.


"Baik,saya ikut saja" ucapku akhirnya mengiyakan


"baiklah kita langsung berangkat jam 7 malam, kamu harus menemaniku mulai detik ini untuk belajar bermain peran agar papa tidak curiga" ucapnya


"Gila,baru mulai aja gue langsung di kekang" ucapku kembali dalam hati


tapi apalah daya aku harus mengikutinya,toh juga ini hanya membantunya bertemu papanya saja,dan jelas hanya malam ini saja" ucapku dalam hati mengangguk tanda setuju.

__ADS_1


next


ketemu di bab selanjutnya


__ADS_2