
PoV author
Di rumah sakit Willy langsung ke ruangan di mana Sisil di rawat.
Lorong demi lorong di lewatinya namun belum menemukan ruangan yang di tempati istrinya,
"Mana sih " ucap Willy sambil celingukan mencari
"nah ini dia " ucapnya saat sudah di dapan kamar rawat Sisil.
saat dirinya hendak masuk,pintu itu terbuka dahulu di susul yoga dari dalam
"Yoga " kaget Willy
" pak Willy " sapa yoga.
"Kenapa kamu bisa di sini ?" Heran Willy
Bukannya menjawab ,Yoga malah menyuruh nya untuk masuk melihat istrinya.
"Silahkan masuk pak," Yoga pergi meninggalkan Willy di ikuti oleh anak buahnya.
Willy semakin heran melihat Yoga bersama beberapa orang berpakaian serba hitam ,tubuh tinggi tegap yang sudah bisa dia tebak itu adalah anggota mafia.
"Siapa Yoga sebenarnya!" pikir Willy sambil masuk ke dalam
Di dalam Willy menatap tubuh lemah sang istri yang masih di periksa dokter juga beberapa suster.
"Dokter ,Bagaimana istri saya " tanya Willy
"Mohon maaf pak,kita tidak bisa menyelamatkan bayinya" jelas dokter
"Apa!! "
"Kondisi buk Fero tidak sangat lemah,terlalu banyak mengalami pendarahan " jelasnya lagi kemudian pamit keluar
"Terimakasih dok "
Willy tampak iba melihat kondisi lemah sang istri,dia menggenggam tangan nya
"Sil,apa yang terjadi,Kenapa kamu seperti ini ? "
Willy berbicara seolah Sisil bisa menjawabnya.
"Entah aku akan kesal,marah,jijik,kecewa,ataukah benci sama kamu,aku tidak tau sil,aku harus apa sekarang,kamu sudah menghancurkan hidup ku, menghancurkan masa depan ku bersama mantan istriku, menghancurkan segala yang aku punya,Aku benci kamu siiiilll , , Hik, , hik , , hik , , " Willy meluapkan segala emosinya pada Sisil saat ini,mengungkapkan segala apa yang dia rasakan selama ini.
"Harusah aku seneng dengan kondisi kamu seperti ini atukah aku harus kasihan? Kamu terlalu menyepelekan aku ,meremehkan aku,aku merasa kamu hanya menganggap ku babu di istana mu,boneka yang bisa kamu suruh apapun yang kamu mau"
__ADS_1
"Hah, , harusnya aku pergi saja meninggalkan kamu,agar hidupku bebas " monolog nya lagi sambil melepaskan tangan Sisil dan hendak pergi.
Namun sebelum tubuhnya berdiri tegak, seseorang datang menemmuinnya.
"Permisi, , dengan pak willly" tanya orang itu
"iya saya sendiri,ada apa ya pak !" tanya Willy mengajak orang itu untuk duduk di sofa ruangan itu.
"Begini pak,Pak jaya sekarang ini sedang menjalani pemeriksaan atas beberapa kasus salah satunya,narkoba dan juga kasus pembunuhan" jelas orang itu yang ternyata seorang pengacara.
"APA , , ! "Willy sangat terkejut mendengar berita itu
"Terlebih lagi ,baru baru ini pak jaya tertangkap sedang transaksi ilegal " jelasnya lagi.
"Astaghfirullah " Willy sudah tidak bisa berkata apapun lagi.
"Bagaimana dengan perusahaan?" tanya Willy
"Perusahaan sedang dalam masa kritis,dalam 2 tahun terakhir ini pendapatan di perusahaan menurun, hingga pak jaya meminjam uang di bank dengan jaminan rumah utama pak ,dan saat ini hutang pak jaya tidak bisa di bayar hanya dengan rumah dan harta milik pak jaya, perusahaan juga terancam bangkrut " jelasnya lagi
"Astaghfirullah ya Allah , , kenapa jadi kaya gini sih " Tubuh Willy lemas tak berdaya mendengar kabar yang di katakan pengacara itu.
"Hanya itu yang dapat saya sampaikan pak,saya permisi "
"iya pak terimakasih "
"Haish, , apa yang harus ku lakukan " gumam Willy mengusap kasar wajahnya merasa bingung dengan apa yang harus dia lakukan.
" apa aku tega meninggalkan kamu dalam kondisi seperti ini?" tanya Willy dalam hati sambil menatap Sisil.
Rasa benci nya sirna dengan melihat sisil lemah tak berdaya seperti ini.
Willy beranjak hendak keluar,tiba tiba tangan Sisil memegang tangannya,Willy menoleh.
"Will," panggil lemah Sisil
"Sil,kamu sudah bangun?" Willy kembali duduk
"Hiks, , hiks, , ,maafin aku ,huuu , ,hhuuu " tangis Sisil tak tertahan,dia menyesal dengan apa yang sudah dia lakukan.
"Sudahlah sil, ,ini semua sudah terjadi " ucap Willy menatap iba wajah Sisil.
"Maaf Will, maaf, , , " hanya itu yang bisa Sisil sampaikan
Willy menggeleng, "Jangan pikirkan apapun,kondisi kamu lebih penting sekarang " ucap Willy
Sisil tiba tiba sadar dengan kondisinya.
__ADS_1
"Anak ku, , anakku mana Willy" teriak Sisil saat matanya tak sengaja melihat perutnya yang sudah tidak membuncit.
Willy hancur,tidak tau apa yang harus dia katakan,tapi Sisil harus tau apa yang terjadi pada bayinya.
" kata dokter bayi kalian tidak bisa di selamat kan " jawab Willy.
"APA , , , bayiku....hik ,.,.,hik. ..." tangis Sisil kembali mengalir di pipinya,mendengar bayinya telah tiada,tapi sedetik kemudian dia teringat dengan apa yang dikatakan Willy.
"Bayi kalian " fikir Sisil. Sisil menghentikan tangisnya sejenak dan bertanya.
"Will, ,Kamu tahu semuanya?" Sisil menatap Willy lekat
Willy membalas tatapan Sisil, Dia mengangguk .
"Iyah, ,aku tahu semuanya,aku tau siapa bapak dari anak yang kamu kandung " ucap nya
"Hiks, , hiks, , huuuuu , , huuu , , maaf Willy, , maafin aku,aku sudah tidak pantas untukmu," tangis nya kembali
Willy menatap Sisil dengan perasaan iba, " kamu boleh pergi Will, kamu boleh pergi kemana pun kamu mau,carilah cintamu mu,kejar dia ,jangan pedulikan aku,biarkan aku hidup dalam kesengsaraan dan penyesalan ini."
Willy menggeleng," Tidak sil,aku tidak akan meninggalkan kamu " ucap ya
"Tapi Will, aku sudah tidak punya apa apa lagi sekarang ,Semuanya hilang Will huuuuu, , , huuuu" tangisnya
"Kamu tau?" kali ini Willy yang bertanya
Sisil mengangguk " iya,aku dengar semua apa yang pengacara itu katakan " jelas Sisil
Willy bangkit dan menarik Sisil ke dalam dekapannya.
"Huuuuu, , , "
"Sudahlah,jangan pikirkan itu,apapun yang terjadi,aku akan tetap bersama mu " jelas Willy
"Terimakasih Willy "
" sudahlah,kamu istirahat ya,makan yang banyak agar kamu cepat pulih dan kita bisa cepat pulang dari sini " ucap Willy sambil mengambilkan makanan yang di samping ranjang Sisil
Sisil mengangguk,dan dia mulai makan saat merasa dirinya lebih tenang.
"Ngomong ngomong,kenapa yoga bisa di sini?" tanya Willy
Degh
jantung Sisil berdetak kencang,mengingat siapa yoga sebenarnya dan bagaimana kekejaman yoga.
...
__ADS_1
^^^bersambung....^^^
^^^kita lanjut ke bab selanjutnya..^^^