
PoV author
Saat Adita bermain dengan Mia, ayah datang menghampiri mereka dan ikut bermain ,tak lama mobil yoga pun terlihat.
Adita yang sudah tidak sabar pun langsung menyambut mereka dan berdiri di depan mobil .
Yoga diam sejenak kemudian turun dari mobil, guratan kekhawatiran terlihat jelas di Wajah keduanya.
"Kita bicara di dalam ya " ucap yoga.
Namun sebelum mereka masuk , terdengar suara motor berhenti di belakang mereka.
"mas Willy " ucap Adita
Willy memarkirkan motornya dan turun
"Assalamualaikum ayah, semuanya" ucap Willy
"Waalaikumsalam" jawab semuanya.
"ada apa mas? " tanya Adita
"maaf menggangu kalian ,tapi apa aku boleh singgah untuk sekedar melihat Mia,aku kangen sama Mia " ucap Willy.
Adita menatap yoga " sudah tidak apa apa,habis ini kita bicara " ucap yoga pelan
Adita mempersilahkan Willy masuk dan bermain bersama Mia,sedangkan Adita dia masuk untuk mengambilkan minuman untuk mereka.
"nih minuman kalian," ucap Adita seraya melepaskan nampan berisi empat cangkir kopi.
"wah , terimakasih mbak" sahut Didin yang memang lagi pengen minum kopi
"terimakasih nak " ucap ayah
"makasi ya Mi " ucap yoga
Willy mendengar kata Mi sejenak menoleh ke arah mereka.
"mas ini kopi mu " ucapan Adita memberikan segelas kopi pada Willy
Baru saja melangkah ke arah Adita, ponsel Willy berdering.
kring
kring
"eh sebentar ya " ucap Willy yang tak jadi mengambil minuman dari Adita
"gak apa apa mas,angkat aja dulu " jawab Adita
"hallo "
", , , , "
"apa! , ,baiklah saya segera kerumah sakit " ucap Willy langsung mematikan ponselnya.
"ada apa mass? " tanya Adita yang penasaran
"Sisil pingsan dan di bawa kerumah sakit " ucap Willy
"maaf Dita,aku harus segera pergi " pamitnya
__ADS_1
"sayang papa pulang dulu ya,nanti papa balik lagi ke sini " ucap Willy pamit dengan Mia yang lagi di gendongan ayah
"kamu hati hati nak " ucap ayah yang memang sudah memaafkan Willy.
"Aku ikut " ucap Adita tiba tiba
"kamu mau ikut?" tanya Willy memastikan
Adita mengangguk " iya,aku mau tahu gimana keadaan sisil ," ucap nya lagi.
"Yo,sebaiknya kamu temani Adita pergi" ucap ayah
"ya sudah ayok " jawab Adita .
Meraka akhirnya pergi kerumah sakit,untuk melihat keadaan sisil.
sesampainya di sana ,adita tidak langsung masuk,dia berhenti di depan pintu kamar Sisil.
"ada apa? kenapa tidak jadi masuk ?" tanya yoga yang di ikuti oleh Didin.
"apa tidak mengapa kita membayarkan perawatan nya?" ucap Adita
Yoga menatap didin,dan Didin mengangguk "biar aku saja yang urus " ucap didin langsung ke bagian administrasi.
Yoga dan Adita duduk di depan ruangan itu,
"Apa kamu ragu?" tanya yoga tiba tiba
"apa maksud kamu?" tanya Adita
"Apa kamu belum siap bertemu dengan orang yang sudah merusak kehidupan dan juga rumah tanggamu?" tanya Yoga membuat Adita berpikir sejenak,kenapa dia tiba tiba ragu untuk masuk ke dalam.
ckreeek
"siapa ya?" tanya Adita
"saya mang Udin mbak,saya tiap hari melihat kalian shooting,karena saya bekerja sebagai pengantar catering bersama Willy," ucapnya
"ooh , ,bagitu , ,"
"iya mbak,mas mari saya mau pulang " ucapnya
"iya mang Udin " balas yoga.
Tak lama didin datang " Bagaimana? sudah ?" tanya yoga.
"sepertinya penyakitnya parah Yo " ucap didin
"maksud kamu?"
"aku tadi sempat bertanya kenapa biaya nya sebanyak itu,katanya dia terkena kangker serviks" ucap didin
"Apa? astaghfirullah" kaget Adita .
"kangker serviks?, apa sudah parah?" tanya Adita lagi
"aku tidak tahu " jawab Didin
Tanpa bertanya Adita langsung masuk ke dalam dan menanyakan kabar dari Sisil,dan sepertinya Sisil memang masih belum sadar,untuk itu dia hanya memberikan semangat untuk Willy,agar bersabar menjalani hidupnya.
Adita sengaja tidak memberitahu Willy tentang pembayaran rumah sakit,dia tidak mau willy merasa di rendahkan dengan dirinya tanpa izin membayar pengobatan rumah sakit Sisil.
__ADS_1
setalah beberapa saat yoga pun ikut masuk.
"Mi kita pulang ayok " ajaknya
Willy Hanya menajamkan pendengarannya" apa maksudnya memanggil mi?" tanya Willy dalam hati
" ya sudah mas,aku pulang ya,salam sama mbak sisil kalau sudah siuman " ucap Adita sopan
"eeh ,iya terimakasih Dit,Yo sudah mau mampir menjenguk Sisil " ucap Willy
"iya mas sama sama, ya sudah kami pamit ya, assalamualaikum " ucap Adita
"waalaikumsalam " balas Willy.
setelah kepergian Adita,Willy menangis,entah mengapa hatinya bagai di sayat sayat melihat mantan istrinya bersama laki laki lain.
"Aku harus iklhas " gumamnya dalam hati sambil mengusap air matanya.
Tak lama ia ke kamar mandi mengambil air wudhu, dia mengikuti Saran dari Adita untuk membacakan ayat suci Al-Quran di dekat sisil,meski tidak begitu fasih namun Willy tetap bisa lancar membacanya.
di tengah lantunan ayat suci yang Willy bacakan mata Sisil mengeluarkan air mana,Willy melihat nya sekilas dan mengusap air mata itu.
"kamu menangis? semoga kamu mendengar nya dan segera sadar sil " ucap Willy
Willy telah selesai membaca Al-Quran,dan kini ia keluar untuk mencari makanan sekalian menanyakan pembayaran rumah sakit Sisil.
"Apa? semuanya sudah lunas?" kaget willy melihat selembar kertas yang menunjukkan beberapa digit angka sebagai pembayaran rumah sakit telah lunas.
"siapa yang membayar semuanya ?" tanya Willy
pihak administrasi tidak ingin memberitahu Willy,karena permintaan dari Adita,dia tidak mau siapapun tahu kalau mereka telah membayar lunas pengobatan Sisil
"maaf pak,kami tidak bisa memberitahu bapak " ucap nya
"baiklah terimakasih" ucap Willy
Kini dia berjalan untuk mencari makan,dalam pikirannya masih melayang siapa gerangan yang telah melunasi biaya pengobatan Sisil.
"Apa jangan jangan Adita?" pikirannya mentok pada Adita
karena hanya dia yang tahu,kalau mang Udin jelas tidak mungkin ,dan kini ia yakin kalau Adita lah yang membayar lunas pengobatan itu.
"Dit, kenapa kamu lakukan semua ini,setelah apa yang ku lakukan sama kalian" ucapnya lirih
**
Sesampainya di rumah,Adita kembali bersikap dingin pada dua lelaki itu.
Yoga sangat paham akan apa yang di inginkan Adita ,dia mendekat dan duduk di samping adita.
"Mi, , " panggilnya
"Aku siap mendengarkan apa yang akan kalian sampaikan " ucap Adita.
Yoga menatap sebentar ke arah Didin,Didin mengangguk dan dia kini menatap sebentar ke arah bik marni dan bik Marni pun mengangguk.
"Apa yang kamu dengar dari Willy memang benar adanya, Aku selain YouTubers dan juga selebgram,aku juga merupakan seorang mafia " jelasnya
Degh
"Jadi benar? kalian sekelompok mafia?" tanya Adita
__ADS_1
" Iya " jawab Didin
"Lelucon macam apa ini?" ucap Adita yang tidak terima sampai sejauh ini mengenal mereka ,mereka masih menyembunyikan suatu rahasia yang sangat besar.