
PoV Adita.
"Itu semua tidak benar mas,itu tidak seperti yang kamu lihat" jelasku saat sekian lama tangis ini ku biarkan keluar tanpa membantah ucapan mas Willy.
"Aku kecewa sama kamu,apa yang telah aku kasi ke kamu belum cukupkah? sampai kamu berani main gila di belakang aku?"
"jika laki laki itu memang benar fans novel kamu atau apalah itu,oke aku bisaa maklumi,Tapi yang ini apa? laki laki mana lagi yang kami sembunyikan dariku?" ucap mas Willy kini suaranya lebih pelan dari pertama kali datang
"Aku tadi sudah bilang mas,dia cuma fans aku,dia ___" belum selesai ucapan ku kembali mas Willy memotong dengan perkataan yang sangat membuatku muak.
"Ternyata apa yang di katakan mama benar adanya,kamu gadis manja yang memang masih Labil,menyesal aku memberikan hak penuh pada kamu untuk memegang keuangan,mulai hari ini,aku akan kembalikan semua hak itu pada mama, orang yang jauh lebih bisa di andalkan dalam hal apapun," tegasnya
degh
bagai luka di sirami air garam,aku berasa seperti cacing kepanasan mendengar ucapan mas Willy yang selalu membela mama,
Aku berdiri dari posisi ku seperti bersimpuh tadi saat menangis,
Aku mengangkat kerah bajunya "Tega kamu mas,tega kamu sama aku dan juga anak kita hah,kamu fikir aku akan tahan di perlakukan gini sama kamu,gak mas enggak,aku gak akan pernah lupa apa yang kamu ucapkan tadi dan aku akan selalu ingat apapun yang kamu lontarkan" dia memegang bahuku dan sedikit mendorongku .
"Kamu memang egois,tak pernah mau mendengarkan apa yang sebenarnya terjadi,kamu hanya melihat dari segi foto,"
"Dari mana kamu dapatkan foto itu?" teriakku
"Tidak perlu kamu tahu dari mana aku dapatkan foto itu,yang jelas malam ini aku mau Tarik semua keuangan kamu,biar mama yang akan memberikan mu jatah tiap Minggu untuk keperluan mu dan juga Mia " teriaknya tak kalah keras dariku
"Oke,silahkan ambil,ambil semua yang kamu kasi ke aku," aku berbalik dan mengambil semua yang mas Willy inginkan
semua kartu ATM kartu kredit bahkan kunci mobilpun aku berikan
"Nih ambil semua,kalau perlu sama dompetku sekalian ,silahkan ambil" teriakku melempar semua kartu dan juga tas ku ke dadanya
dia menangkap nya dan mengambil beberapa kartu,
"aku tidak akan mengambil ini Dit,ini kamu pegang saja untuk kamu lebih gampang kemana mana,dan ATM kamu pun aku tidak akan ambil karena itu punya mu dari dulu,yang aku ambil hanya apa yang aku kasi ke kamu saja" ucapnya seolah tanpa beban
Ada ya suami kek dia? ya ada ! gue yang punya? dan author jelek ini yang membuat cerita kalau suami gue karakter nya kaya gini ! bikin gue sebel aja!.
Author tolong bahagiakan aku dong,aku capek loh gini terus dan harus mengalah,jangan biarkan aku sama sepeti sinetron di chanel televisi ikan terbang yang bisanya hanya menangis.
__ADS_1
Author menjawab " sabar nggih,nanti akan ada waktu bahagia kamu kok Dita".
kembali kecerita.
"Ambil saja semuanya mas,biar kamu puas sudah menyiksa aku kaya gini dari dulu" ucapku terisak kini posisiku duduk di kasur berselonjoran kaki.
"Mas akan pastikan jika mama benar benar memberikan kamu uang seperti yang mas usulkan" ucapnya lagu
mas Willy berbalik hendak pergi " mas tunggu!!"
mas Willy menoleh"Aku tidak butuh semua itu,aku bukan anak kecil yang menunggu jatah uang jajan dari emaknya,ambilah apa yang telah kamu kasi,dan kita pisah saja"
PoV Willy
JDEEEERR
bagai di sambar petir kakiku keli tak bisa bergerak,jantungku berdetak hebat,aku terkejut bahkan untuk berbicarapun aku tak mampu,aku tak habis fikir apa yang di ucapkan Adita padaku saat ini.
"Dia minta cerai?" gumamku dalam hati masih belum sanggup mengeluarkan sepatah katapun
aku menghela nafas berat dan berusaha menormalkan jantungku,aku mendekat dan langsung memeluknya.
aku meneteskan air mata,namun langsung ku hapus agar dia tak menyadari aku menangis karena ucapannya
Dita terisak,istriku menangis di dadaku ,aku peluk dia diam namun tak membalas pelukan ku,dia terisak di dadaku sampai bajuku basah,aku bisaa rasakan itu.
"Dit, , jangan pernah berfikiran untuk bercerai dari mas" ucapku melonggarkan pelukan dan menatap nya
"Pergi kamu" ucapnya tanpa menolehku
"Maafkan mas jika keputusan mas membuatku terluka,mas hanya ingin kamu sadar dan lebih dewasa,"
"Aku gak butuh cerramahmu,pergi kamu dari sini" teriaknya lagi
"Dita ,sampai kapanpun mas tidak akan pernah cerai sama kamu,jika kamupun kekeh,jangan harap kamu bisa mengambil hak asuh mia" tegas ku kembali
Aku tidak terima Adita menolak pelukan dan juga ucapan lemah ku,aku tidak terima Adita menginjak injakku dengan ia memutuskan sesuatu sendiri.
mama pernah bilang" Jangan pernah jatuhkan harga diri kamu di depan siapapun,jika orang itu berbicara keras melebihi kamu, meskipun itu istri kamu sendiri Willy,karena jika dia lebih keras dan kamu mengalah,jatuhkan harga diri kamu sebagai suami yang berwibawa" jelasnya masih terngiang di telingaku.
__ADS_1
untuk itu aku yang tadinya lemah kembali mengaung mendengar teriakan Adita di depan mataku,dengan sorot mata tajam menyuruhku pergi dari rumahku.
"Aku tidak akan membiarkan kamu mengambil Mia dariku,sekarang PERGI KAMU, PERGIII" teriaknya lagi
Aku mulai tak tahan akhirnya aku pergi dari rumah meninggalkan dia dan Mia.
Di mobil
aku tak habis fikir akan sepeti ini jadinya,niat awal aku hanya ingin Adita meminta maaf atas apa yang dia lakukan di belakang ku ,sering bertemu dengan laki laki lain membuatmu marah dan tak terima,Adita istriku dia orang yang sangat aku cintai,
Terlebih mama sudah tahu foto itu dan mengatakan jika aku harus tegas sama Adita,aku harus memberikan pelajaran baginya,dia masih gadis labil,masih menuruti egonya dan masih belum bisa membedakan mana yang boleh dan mana yang tidak boleh di lakukan istri di belakang suami .
aku kesal,telah membuat keputusan untuk mengambil semua yang telah aku kasi ke Adita atas suruhan mama.
"Willy,kamu harus tegas sama Adita,mama sudah bilang sama kamu dari dulu,jangan kasi kah penuh atas dia mengelola keuangan kamu, kamu lihat sendiri kan apa yang dia lakukan sama kamu,dia selingkuh kan di belakang kamu"
"Ma aku harus temui Adita dan tanyakan langsung ,aku gak mau salah Langkah dan aku masih percaya Adita setia sama aku sampai detik ini"
"Kamu buta dengan cinta Willy,kamu sudah di bodohkan oleh Adita,anak Baru tamat SMA langsung menikah,jiwanya masih muda Willy,meskipun dia sudah memiliki anak,dia punya uang dan segalanya untuk dia pergunakan di luar sana,bisa saja dia membayar laki laki untuk menemaninya" jelas mama
Arah mama membuat ku di lema,Aku tak tahu harus percaya yang mana,mama orang yang sangat aku hormati,surgaku di bawah telapak kakinya dan Adita wanita yang sangat aku cintai,wanita yang menyempurnakan hidupku,aku tak sanggup harus berpisah darinya,
ternyata apa yang aku telah skenario kan tidak berjalan mulus seperti yang aku harapkan
"Ditaaa aku gak mau pisah dari kamu" ucapku sambil memukul stir mobil
Akui tidak akan membiarkan Adita lepas dari genggamanku, memikirkan Adita yang meninta cerai membuatku tak fokus pada jalan ,hinggal
ckiiittttt
tiiiiiinnnnn
***
next
apa yang terjadi?
tunggu di bab selanjutnya.
__ADS_1