
PoV author.
"Dasar tidak tahu diri kamu , pergi kamu dari sini " marah papa Willy saat mengetahui anaknya selingkuh lagi.
Willy hanya terdiam sambil menunduk,dia tahu dirinya salah dan tidak seharusnya dia mengkhianati Sisil yang sudah berubah demi dia.
sementara Willy di marahi habis habisan, Sisil duduk sambil menangis di sofa ,dia terpukul sampai ingin mengakhiri hidupnya,dia benar benar mencintai Willy sejak menikah dengan nya dan rasa tanggung jawab Willy yang besarlah yang selalu menemaninya dan hanya dia yang menerima Sisil apa adanya,beda dengan keluarganya yang tidak mengakui nya sejak kebangkrutan orang tuanya,dia bagaikan anak yatim piatu terlebih saat keluarganya tahu kalau dia sedang mengalami sakit.
"Mas, , pa, , Sisil pamit " ucap pelan sisil membawa sebuah tas kecil yang berisi pakaian nya .
Papa Willy diam tak bersuara,dia sudah bosan memperingati anak semata wayangnya itu ,dia selalu mengecewakan papa nya, melihat papanya diam Willy pun ikut diam membiarkan Sisil pergi entah Kemana.
",Hiks, , , hiks , ,aku harus kemana?" Gumam Sisil sambil berjalan di pinggir jalan.
Tik
Tik
Jdeeeer
Hujan pun turun berserta Guntur juga petir,Sisil tak beranjak dia tetap berjalan di bawah guyuran hujan yang sudah membasahi seluruh Pakaiannya,dia berjalan tanpa melihat kanan dan kiri hingga langkahnya tanpa sengaja telah berada di tengah jalan raya ,
Tinn
Tinn
Klakson orang orang tak bisa menggantikan langkah kaki Sisil yang sudah frustasi,
Ckiiiiiiiiiitttttt
Suara klakson panjang membuat Sisil tersadar " aaaaarrrrkkkk " teriaknya langsung berjongkok.
Mobil itu berhenti tepat di depan Sisil,
"Astagfirullah" ucapnya tanpa sengaja .
pemilik mobil itu turun dan mendekat tanpa melihat kondisi yang lagi hujan lebat.
"Mbak, , , mbak, , mbak gak apa apa?" Tanya nya sambil menggoyang goyangkan tubuh sisil.
Sisil menengadah kepalanya dengan samar dia melihat seorang laki laki yang bertubuh kekar dan badannya penuh dengan tato ,siapa lagi kalau bukan Ronald.
Melihat tidak ada respon dari Sisil ,Ronald kembali memanggilnya
"Mbak, , ," panggil ronald lagi
Sisil tersadar Tubuh Sisil menggigil dan saat hendak menjawab pertanyaan Ronald tiba tiba Sisil pun pingsan.
Ronald begitu panik sampai akhirnya dia memutuskan untuk membawa Sisil pulang ke rumah Adita,karena dia tidak memiliki uang untuk membawa Sisil ke rumah sakit.
__ADS_1
***
Tak berapa lama di rumah Adita Sisil pun mulai tersadar.
"Sil, , Sisil , , bangun sill " panggil adita mencoba membangunkan Sisil.
Sisil membuka matanya perlahan dan mendapati Adita di sampingnya.
" Dit , , ," panggil Sisil mencoba bangun dan Adita membantu nya, dia bingung kenapa bisa ada Adita di tempat itu,dan detik berikutnya dia teringat akan dirinya yang pergi dari rumah Willy dan membiarkan dirinya sendiri.
"Akuu,,,!" Sisil memegang kepalanya.
"Gimana ? Masih pusing? Kamu demam semalam " ucap Adita .
"Apa? Semalam? Kenapa bisa aku di sini semalam " tanya sisil penasaran.
"Semalam supir ku yang membawa mu sendiri." Jelas Adita.
"Supir..?" Tanya Sisil mencoba mengingat kembali kejadian semalam sebelum dia pingsan.
"Iya, Ronald supir ku, , semalam dia mau pulang dan gak sengaja ketemu kamu di jalan saat hujan lebat dan angin kencang ,kamu mau kemana sih sil malam malam begitu?" Tanya Adita penasaran.
Sisil mengingat kejadian itu dan mengingat sedikit tentang pria bertato itu.
"Dia mau bawa kamu ke rumah sakit semalam ,tapi dia bingung makanya dia bawa kamu kerumah " jelas Adita tanpa menunggu jawaban Sisil.
Sisil terlihat murung " akuu, , , " jawab Sisil ragu.
Di sela perbincangan mereka bik marni datang membawakan segelas air dan juga bubur untuk Sisil.
"Ini sarapan dulu " ujar bik Marni membawa nampan itu Dan menaruhnya di meja dekat kasur nya.
" Terimakasih buk, ," ucap Adita
Bik Marni berdiri di samping adita yang duduk di kursi dekat sisil berbaring,dia tersenyum ke arah Sisil dan membelai rambutan Adita seraya menyuruh Adita untuk sarapan karena bik Marni tidak mau melihatnya sakit.
Mendengar perhatian bik marni pada Adita membuat Sisil menjadi iri.
"Kenapa aku tidak memiliki mertua yang sayang seperti itu padaku " gumam Sisil.
"Sil, , ayo makan " tegur Adita melihat sisil tidak menyentuh makanannya sejak tadi .
"Eeh iya , , maaf " ucap Sisil merasa bersalah.kemudian kembali mengambil sendok Lalu memakan sarapannya.
"oh ya aku pergi kerja dulu ya ,kamu di rumah aja sama ibu,kalau ada apa apa kamu bilang sama mbak ya sil " ucap Adita pamit.
"oh ya Dit , ,apa yoga belum ada kabar ?" tanya sisil ,Adita menghentikan langkahnya dan berbalik.
"belum sil,do'akan ya semoga yoga segera di temukan" ucap Adita pelan,terdengar suara yang menahan tangisnya.
__ADS_1
"maaf Dit, ," ucap Sisil bangkit dan menghampiri Adita lalu memeluknya.
Tik
air mata Adita berhasil keluar " tidak apa apa ,ini sudah menjadi garis kehidupan yang aku harus jalani sil , " jelas adita sambil melepas pelukannya dan menghapus air matanya.
"aku yakin yoga akan selamat " ucap Sisil merasa kasihan dengan Adita.
"ya sudah kamu istirahat ya,aku harus kerja " pamit Adita lagi dan sisil mengangguk.
***
di jalan Adita hanya diam memandang ke luar dari jendela mobil,dia mengingat yoga yang entah bagaimana kabarnya,begitu juga dengan Didin dan juga yang lainnya masih belum bisa di hubungi.
Ronald menepikan mobil dan berhenti sejenak,membuat adita tersadar dengan mobil yang berhenti .
"kenapa berhenti bang ?" tanya Adita
"Bantar ya Dit,aku mau ke anak anak itu! " ucap Ronald menunjuk ke arah anak jalanan.
"ooh oke " jawab Adita lalu Ronald keluar dan sedikit berlari
Adita hanya memandang ke arah Ronald yang menghampiri anak anak jalanan itu.
"hei kalian " teriak ronald masih terdengar oleh Adita.
anak anak jalanan itu menoleh dan seketika berteriak lalu berlarian ke arah Ronald dan memeluk nya.
Adita hanya diam memperhatikan Ronald,dia tersentuh melihat perlakuan baik Ronald pada anak jalanan di balik Tubun sangar dan tatoan.
adita juga melihat Ronald mengambil dompet dan mengeluarkan sejumlah uang untuk mereka,setelah itu Ronald pamit dan mereka terlihat melambaikan tangannya ke arah Ronald .
bugh
Ronald menutup pintu mobil " maaf Dit ya , , " ucap Ronald
"gak apa apa? kamu kayaknya kenal banget sama mereka " ucap Adita
"mereka adik adikku Dit" ucap Ronald langsung menancap gas .
"adik adik? " tanya Adita
"iya mereka adik adik aku di jalanan dit ,,aku kan tinggal di jalanan " jawab Ronald tanpa beban.
"kamu gak tinggal di rumah orang tuamu?" tanya Adita penasaran karena Ronald pernah bilang kalau orang tuanya meninggal.
"rumahnya aku juga dan uangnya di ambil sama rentenir Dit, papa sama mama meninggalkan banyak hutang ,dan hasilnya rumah di rampas begitu saja,aku bisa apa? melawan juga percuma orang itu hak mereka,uang mereka" jawab Ronald.
" Tante sama om kamu? tidak mungkin kan mereka tidak mencari kamu?"
__ADS_1
"setalah mama papa meninggal merek baru memberi tahu ku kalau aku bukan anak kandung mereka".