Air Mata ADITA

Air Mata ADITA
episode 57 bik Marni yang sebenarnya.


__ADS_3

PoV bik Marni


Ddrrrt


"Bik,ponsel bibik berdering" teriak Adita memberitahu ku


"Siapa yang menelpon sore sore gini?" gumamku


"jangan jangan__" aku segera berlari meraih ponsel ku sebelum Adita melihatnya.


degh


benar dugaan ku,yoga menelpon .


"'sebentar ya Dit,bibik angkat telepon dulu,dari tetangga di kampung " bohongku pada Adita.


"Hallo" ucapku berbisik


"Ibu,lagi di mana?" suara berat yoga ku dengar dari balik ponsel,itu artinya ada sesuatu yang harus dia selesaikan.


"Ibu masih di rumah papanya Dita Yo,ada apa? ada masalah baru? " tanyaku seakan Paham apa yang menjadi beban pikiran nya.


" Masalah baru telah tiba ibu,ibu harus siap siap menyingkir sebelum mereka melakukan sesuatu padanya" ungkap nya


"Huh,ada apa lagi Yo,bukannya Masalah Mak lampir itu sudah selesai?" tanyaku


"Belum buk,malah nambah lagi ,dan ibu tahu ini berhubungan dengan mereka juga" jelas nya


"Maksud kamu?" tanyaku


"Target selanjutnya istri kedua dari suaminya dita bik! "


"Appa?"


" aku minta ibu harus hati hati,karena aku yakin saat ini banyak orang yang mengincar Adita,karena Sisilia feronika itu tidak akan tinggal diam,aku yakin Dita sasaran mereka selanjutnya " ucap yoga .


"Astagfirullah,kok jadi ribet gini "


"Ibu tenang saja,masalah Mak lampir, aku akan hubungi Sandy, biar dia menyelesaikan masalah keluarga itu " jelas nya


"Baiklah ibu percaya padamu nak" ucap ku.

__ADS_1


"Bik kok tegang gitu? ada apa? keluarga bibik di kampung baik baik saja kan?" tanya Adita membuatku kaget


"Astagfirullah nak,,bikin bibik kaget saja" ujar ku


"bibik aneh," ucapnya


"Enggak tadi tetangga bibik tanyakan ,kapan bisa pulang karena saudara bibik ada yang menikah " bohongku.


"kalau bibik mau pulang kampung ,sok atuh bik,Dita gak akan nahan bibik,keluarga nomer satu"


duh salah alasan aku ,serba salah jadinya kalau gini,mana tu bocah tengil nyuruh jaga calon mantu lagi,terpaksa bohong lagi


"Nggak lah Dit,bibik kayaknya gak bisa pulang,bibik gak bisa ninggalin kamu dalam keadaan kaya gini"


"Bik, keluarga bibik lebih utama "


"Gak , gak usah di pikirkan ya,bibik nanti kirim uang saja buat biaya mereka,karena memang itu yang mereka butuhkan nak,bukan semata mata ingin bibik pulang dan melihat kehadiran Bibik " ucap ku menjelaskan.


tak lama ku dengar suara ponsel ku berdering lagi.


"anak pintar'" pujiku pada yoga yang saat ini mengirim pesan .


Aku tersenyum " tuk kan bibik bilang apa,mereka hanya mau uang nak" ucapku pada Adita memberikan Ponsel ku agar dia melihat isi pesan itu


Dita menggeleng kan kepalanya. "astagfirullah,masih ada ya orang kaya gitu" ucap nya


"Ya sudah tak usah di pikirkan ya,ayok kita kembali ke depan,kasihan ayah mu menjaga Mia sendiri" ucap ku mengajaknya keluar.


Aku dan Dita pun berjalan beriringan ,melupakan sejenak masalah yang selama ini menjadi teman hidup.


"huh baru saja istirahat Sahari harus menjalankan misi rahasia kembali" gumamku .


malam harinya aku tak bisa tidur,ucapkan yoga membuatku melayang jauh mengingat wanti wanti sebelum ikut berperan dalam misinya.


"Buk,yoga gak mau kalau ibu turun tangan dalam Masalah ini,bahaya buk" jelas yoga


"Tak apa nak,lagian kamu kan memang butuh orang dalam buat misi ini,ibu siap bantu kamu" jelas ku kekeh


"Buk,ini bukan permainan,kalau mereka tahu, nyawa ibu dalam bahaya"


"lebih bahaya mana jika misi kamu tidak terlaksana dengan baik,kamu bakal berurusan langsung dengan para gengster yang terkenal sadis itu bukan, ibu rela jadi pembantu asal kamu bisa menyelesaikan misi kamu, kamu yang memilih untuk bekerja di sana ,jadi sudah resiko kamu jika sesuatu terjadi pada kamu dan juga orang terdekat kamu bukan? lagian ibu pikir mereka tidak akan membiarkan ibu dalam bahaya Yo,percayalah,bos kamu itu orang baik,dia gak akan membiarkan ibu celaka" ucapku panjang lebar menjelaskan pada yoga,dan akhirnya dia mengiyakan keinginan ku.

__ADS_1


sejak saat itu aku menjadi pembantu di rumah papa dan mamanya Willy,tugasku sebenarnya sebagai mata mata di rumah itu,mencari celah dan mencari lebih dalam kasus ya g menjerat mamanya Willy dan juga beberapa teman dekatnya yang bisa di bilang komplotan penipu,mereka mencari orang susah untuk di bawa keluar negeri,dengan iming iming gaji besar,sebagai pembantu juga bisa di katakan "pengantin pesanan " lebih sadisnya perdagangan manusia,karena tujuan utama mereka memberangkatkan para TKW itu ke luar negeri untuk di jadikan babu bahkan di siksa oleh majika n mereka.


Semua bukti telah ku dapatkan,tapi masalah baru kembali,setelah Willy menikah dengan wanita pujaan yoga sejak masih SMP,harapan ku pupus saat Penghulu dan para saksi mengatakan SAH pada pernikahan mereka,betapa hancurnya hati anakku yoga setelah mengetahui jika wanita impiannya itu sudah menikah dengan anak bos ku,


tapi sejak awal mereka menikah,ku lihat Mak lampir memang tidak suka dengan menantunya itu,sampai saat ini aku rasa hubungan Willy dan Adita memang sudah akan kandas,besar harapan ku yoga bisa mendapatkannya kembali,meski Dita sudah memiliki anak aku tak apa,aku akan menyayangi nya seperti cucuku sendiri,karena aku tahu Dita anak yang baik dan juga hormat pada orang tua.


tugas pertama tuntas,tugas kedua juga aku rasa tuntas,sekarang muncul lagi tugas ketiga.


Allah


kapan anak ini bahagia,aku sudah lelah melihat penderitaan nya,aku kasihan ,aku janji jika kelak dia mau menjadi istri anak ku dan jadi menantuku,aku akan menjaga dan menyayangi nya seperti anak sendiri,tak kan ku biarkan berlian itu jatuh lagi ke dalam lumpur yang dalam,akan aku pastikan akan menjadi air yang mengalir untuknya,agar berlian itu tetap berkilau,Air itu bening , namun memiliki sejuta manfaat,itulah yang akan aku berikan padanya.


***


PoV Adita.


Nina Bobo oh Nina Bobo ,kalau tidak bobok di gigit nyamuk,


nyanyian pengantar tidur ini sangat manjur bagi Mia,buktinya dia sangat cepat tidur dengan beberapa kali nyanyian.


Ting


ku lirik ponselku yang berdering


"Wah sahabat kurang ajar,jahat loe gak ngabarin gue kalau loe di rumah ayah" hardik Mei sampai ponsel ku singkirkan dari telinga ini saking kerasnya suara itu


"eeh cempreng,loe bisa gak turunin volume suara loe,telinga gue sakit tau gak"


"Lagian elo,pulang gak bilang bilang,loe gak anggap gue Sabahat lagi?"


"bukan gitu Mei,masalah gue baru aja selesai sore ini,besok rencana gue kasi tahu loe"


"Btw loe tahu dari mana gue di sini?"


"Arkan "


"Arkan? "


***


Next.

__ADS_1


ketemu di bab selanjutnya


__ADS_2