
PoV author
"Apa?" pekik darma saat ini
dia yang sejak tadi melihat Mia dari dalam mondar mandir terlihat panik segera keluar menghampiri nya,begitu juga dengan bik Marni dan Selly mereka ikut keluar menghampiri Adita,dan dia menanyakan ada apa ,Adita pun menjawab Willy membawa kabur Mia entah kemana.
"astaghfirullah, , Mia , , cucuku" tangis Selly
"sayang sudah, nanti kita cari Mia " ucap darma
"kurang ajar si Willy, beraninya dia membawa Mia kabur " gumam bik Marni semakin benci dengan Willy
"kita harus cari Mia,ayo pa ,ma ,buk, kita ke rumah papa " ucap Adita
mereka pun segera meluncur ke rumah papa Willy.
" ada apa Dita? tumben kamu datang ke sini? bukannya kamu lagi bulan madu? " tanya Sisil dengan membawa nampan berisi minuman.
bukannya menjawab,Adita malah belok bertanya " Willy mana ? " tanya Adita
" aku tidak tahu " jawab Sisil
"loh bukannya dia tadi bilang ke papa kalau dia mau kerumah kamu buat ketemu Mia " ucap papa Willy dari ambang pintu ,Sisil segera mendekat dan membantu papa mertuanya itu mendorong kursi rodanya mendekat kearah Adita dan yang lainnya.
"tuan ,Willy memang datang dan dia membawa Mia kabur " terang bik Marni
"apa? " pekik keduanya,mereka terkejut mendengar ucapan bik Marni yang mengatakan yoga membawa kabur Mia.
"tidak mungkin, , mungkin mas Willy hanya mengajak Mia bermain " ucap Sisil
"aku sudah mencoba menghubungi nya ,tapi tidak di angkat,tadi dia cuma mau bilang beli mainan di depan dan aku cuma tinggal mereka ke dalam buat ambil ponsel,pas aku balik mereka telah pergi naik mobil kata mamang penjual mainan itu " jelas Adita
segera sisil berlari mengambil ponselnya di dalam kamarnya lalu dia keluar dan mencoba menghubungi Willy dan benar saja dia tidak menjawab telepon dari Sisil.
"tidak di angkat " ucap Sisil dia juga terlibat panik
"coba telpon lagi " ucap papa Willy
sisil mencoba menghubungi lagi " tetap gak di angkat pa, ,aku jadi khawatir,Mia tidak begitu nyaman bersama mas Willy " terang Sisil
sejak kejadian koma waktu itu Sisil benar benar Berubah,dan dia selalu ikut terapi dan selalu meminum obat yang di sarankan dokter ,itu yang membuatnya masih terlihat sehat dan segar sampai sekarang,dia juga begitu baik pada semua orang termasuk Adita.
"ya Allah Mia , ,kamu di mana nak !" ucap Adita menangis.
"papa akan segera mengirim anak buah papa mencari Willy dan Mia " terang pak darma
__ADS_1
"saya juga akan menyuruh orang mencari mereka " sahut papa Willy
setelah itu mereka pun pulang dan menunggu di rumah.
Adita terlihat mondar mandir di teras rumahnya sambil menatap ke luar kali aja Willy datang membawa Mia..
"ya Allah,Mia anak mama kamu di mana?" gumam Adita masih mencoba menghubungi Willy.
di tempat lain,Mia menangis histeris ,pasalnya dia selalu menangis jika melihat orang baru,terutama laki laki.
"huaaaa , , ,huaaa , , mama, , , mama , , " tangis Mia rewel.
"bisa diam tidak " teriak Willy melihat mia yang masih menangis di lantai,Willy begitu kesal sampai membentak Mia.
dia kembali teringat perkataan bik Marni yang menceritakan semuanya pada orang tua Adita,kemudian dia mengingat yoga yang telah merebut Adita bahkan Mia darinya ,untuk itu dia menculik Mia dan membawanya ke sebuah rumah yang tidak ada yang tahu rumah itu.
"kamu kenapa sih berisik sekali ,dan siapa anak ini,kenapa kamu membawanya ke rumahku mas " tanya seseorang wanita yang ternyata adalah Susan ,bekas pembantu di rumah Sisil yang juga sekaligus adik sepupu Sisil yang pernah Sisil siksa dulu sebelum dia bangkrut.
Susan mendekat dan memeluk Willy lalu duduk di sofa membiarkan Mia menangis kejar.
" dia anakku " ucap Willy ikut merebahkan tubuhnya di dekat Susan
"kenapa kamu bawa dia,aku tidak mau ya mengurus anak kecil,aku tidak mau " kesal susan
"lalu kemu kanapa membawa anak ini hah,mana berisik lagi," kesal susan lagi
"aku terpaksa,aku ingin memberi pelajaran pada mereka, aku juga kesal dengan anak ini ,giliran pala barunya aja dia seolah menganggapnya papa kandungannya," kesalnya kemudian duduk di dekat Mia
"hei, aku papa kandung kamu,bukan si yoga itu,ingat itu " kesal Willy menunjuk wajah Mia yang membuat Mia semakin menangis
"huaaaaa , , , huaaaa " tangis Mia semakin menjadi
"aaark berisik banget sih " kesal susan kemudian menelpon seseorang.
tak lama terlihat wamjta paruh baya datang " ada apa non memanggil saya malam malam" ucap wanita yang di di kenal dengan nama tukiyem.
"mbok Yem,tolong diamkan anak ini dan bawa dia pergi cepat,dia berisik sekali " ucap Susan menyuruh tukiyem membawa Mia pergi.
"astaghfirullah, , anak siapa ini , , kasihan sekali " ucap tukiyem menggendong Mia
"sudah jangan berisik kamu,banyak tanya cepat bawa sana kedalam " usir Willy mendorong tukiyem.
"dia lapar mungkin ,mana susunya " tanya tukiyem
Willy baru teringat sejak membawa Mia pergi dia tidak pernah memberi Mia minum susu,untuk itu Mia menangis kejar dan tak henti,karena Mia lapar.
__ADS_1
"nih uangnya,cepat sana beli " ucap Willy memberikan uang pada tukiyem
"usia berapa dia? " tanya tukiyem
"aduh, ,gue lupa lagi " gumam Willy yang tidak ingat usia anaknya.
" mana gue tahu " ucap Willy
"lah bagaimana saya bisa tahu beli susu formula usia brapa !" ucap tukiyem membuat Willy semakin kesal.
dia mencoba mencari informasi di media sosial millik Adita ,dan setelah menemukan nya dia memberi tahu tukiyem usia Mia
"kamu beli susu untuk usia 11 bulan " ucap Willy
tukiyem langsung membawa Mia dan membeli susu untuknya.
"aark , sungguh merepotkan " kesal Willy
"kamu sih ,pake bawa anak kecil segala " kesal susan beranjak
"mau kemana kamu" tanya Willy
" aku ngantuk, ,mau tidur " jelas Susan
Willy bangkit,dia memang tidak ingin pulang " aku nginap sini ya boleh? " tanya Willy pada susan yang kini sudah tertidur memunggungi Willy.
Susan tersenyum,dia membalik badan menghadap Willy yang kini sudah berada di sampingnya.
" apa kamu tidak akan di cari sama Kak sisil" tanya Susan
"cih ,apa perduliku pada wanita penyakitan itu " jawab Willy
" papa Kamu,?"
cup
Willy mengecup singkat bibir Susan " ssst jangan berisik aku ingin makan pembuka ku ".bisik Willy pada telinga Susan dengan sedikit menggigit nya.
"maas, , ,akuu , ,mmpp " Willy kembali ******* bibir Susan tanpa henti,dia begitu rakus seolah tidak pernah mendapatkan jatah dari istrinya.
"kamu kaya gak pernah dapat jatah aja mas" celetuk Susan mendapat serangan mendadak dari Willy
"kamu berisik juga ya,kalian Begitu aku bukan cuma ingin makan pembuka,aku juga ingin makanan berat juga makanan penutup ku" ucap Willy kembali mulai me nin dih tubuh berisi Susan .
***
__ADS_1