Air Mata ADITA

Air Mata ADITA
episode 67 Di saat terong mulai tegak


__ADS_3

PoV Adita


"Aaaarh, , " aku berteriak kencang


"Ssstttt, , ,jangan teriak mbaaaak" bisik yoga lagi menutup bibirku lagi dengan tangannya.


"Lepasin ah" ucapku menepis tangan itu kencang,


"mbak bisa tidak jangan teriak,nanti di kira aku mau ngapa ngapain mbak lagi sama tetangga" ucapnya


"Emang tadi kamu___"


"Udaaah jangan bahas,nanti aku minta pertanggungjawaban mbak ,emang mbak mau tanggungjawab kalau aku gak tahan heh"


"otak loe gak beres"


"ya beresin makanya"


"Sini gue pites tu kepala"


"Jangan dong,di sayang kek,di elus kek,"


"Udah ah ,males sama loe,mending Lo pulang sana"


"Mbak ngusir aku?"


"Aku bukan mbak mu"


"Tapi calon suami kamu kaaan" celetuk yoga begitu suka menggodaku


entah kenapa setiap ia menggombali ku ,rasanya wajahku memanas ,mungkin saat ini wajahku kaya kepiting rebus,entah apa yang di katakan yoga padaku aku tak perduli.


"wajahnya merona gitu ,mbak suka yaaaa sama aku"


perasaan senang tadi berubah jadi kesal,yoga memang gak bisa di ajak serius,aku takut baper,aku takut jika aku mencintai nya,dia malah bermain main dengan ucapannya alias gombalan semata ,meski dalam hati kecil ini aku sudah tertarik dengannya saat di rumah sakit ,ketika Mia di rawat akibat alergi.


"Sudah lah,pulang sana" usirku dan langsung meninggalkan nya sendiri di ruang tengah tempat kami mengobrol tentang pekerjaan.


Yah belakangan ini memang yoga sering membuat konten bersama ku,aku membantunya untuk berbagi dengan orang yang tidak mampu di panti sosial,juga anak anak jalanan,bukan hanya itu yoga Juga mempromosikan novel ku agar viewers nya juga membaca novel yang aku tulis,dan reaksi para netizen sangat positif,bahkan viewers ku di novel menjadi lebih banyak.


setelah aku meninggal yoga sendiri,aku memilih langsung tidur karena Mia juga sudah terlelap di ranjang bersamaku.


Entah mengapa aku tidak bisa tidur,wajah yoga melintas di pikiran ku , terlebih aroma parfum yang yoga pakai ternyata menempel di pakaianku,aroma itu membuatku melayang buana ke mana mana.


Aku wanita normal yang pernah merasakan nikmatnya surga dunia sampai melahirkan seorang malaikat kecil di samping ku berbaring,jelas saja berada sedekat itu membuatku canggung juga merasa tubuhku memanas ingin merasakan sentuhan lelaki,tapi aku sadar aku tidak pantas berangan terlalu jauh dengan yoga,terlebih yoga masih bujang,meski usiaku masih di bawahnya namun bagiku statusku sangat tidak pantas jika bersama nya.


Perasaan kacau menemani malam ku sampai kantuk menyerang dan mata ini mulai terpejam.


**


PoV yoga


"aaarh Yoo, , aaah.."

__ADS_1


"bagaimana , enak?"


"Iyah, , ee-nak "


goyangan gempa bumi membuat tubuh ini melayang tinggi,gunung kembar di sapu gelombang air liur lalu menarik ujungnya hingga jeritan demi jeritan keluar dari mulut insan kesakitan,


"Aaah"


"aaarrgg"


teriakan wanita dan laki laki kembali menggema seperti gemuruh petir yang menyambar sebuah goa dalam hutan tropis yang tidak pernah di hujani hampir setengah tahun lamanya,sekali di basahi membuat dunia porak poranda bagai bencana alam,tak sampai di sana ,kembali gempa lokal terjadi semakin kencang ,insan yang merasakan gempa itu kembali bersorak sorak akibat gesekan yang terlalu kencang ,sangat kencang bahkan lebih kencang dari sebelumnya, hingga..


"Aaaarrrggg"


teriakan kencang insan yang merasakan itu kembali terdengar sangat kencang akibat gelombang terbesar yaitu gelombang tsunami menebas lubang goa dengan air putih seputih susu.


BUGH


"aawwww" ringisku saat pantat ini terjun ke lantai .


"Kenapa loe?" kaget didin


"Buaahahahaha, ,loe mimpi basah yooo" teriaknya lagi terpingkal


segera ku alihkan mata ku ke arah tangan telunjuknya yang menunjuk bagian bawah ku


Alamak....!


Aku mimpi indah bersama bidadari ku,dan sialnya Didin. melihat itu membuatku malu bukan main


"Gila loe Yo, sampai di bawa mimpi gitu, kebelet banget lo"


"Aark diem loe,nyerocos Mulu bibir loe"


" habisnya terong Lo tu siap di petik ,udah mau di rebus dia biar lemeees...hahahah"


Sial,aku kehabisan kata buat melawan Didin yang begitu terpingkal sampai dia menangis menertawakan ku,


aku berdiri hendak ke kamar mandi,namun aku teringat sesuatu ,segera ku balik badan dan mencondongkan wajahku sambil berjongkok ke arah Didin.


"meski mimpi tapi rasanya nyata Lo Din,kebayang gak saat sosis jumbo bertemu dengan Roti sobek,di belah ,di sampingnya ada spageti ( yah meski spageti nya gosong " dalam hati yoga" ),sosis jumbo itu di masukan ke roti sobek itu lalu di baluri dengan mayonaise ,juga saus pedas yang hot banget,kebayang gak rasnya gimana??" jelas ku mendeskripsikan mimpiku dengan makanan yang membuat Didin langsung paham ucapan ku menelan kasar salivanya, terlihat jakunnya naik turun saat ikut membayangkan kenikmatan perpaduan sosis jumbo dan roti sobek itu .


"Yo, ,lo serius.?" tanya didin tak henti menelan ludah nya sambil melotot ke sembarang arah


"Serius,apalgi saat loe jilat tuh roti sobek tu ,di dalamnya ada keju mozzarella yang loe emuut sampai lelehannya beeeeeh tumpeh tumpeh di mulut loe"


slrrruup


"Surga dunia " ucap Didin sambil memejamkan matanya seraya mengeluarkan lidahnya menjilati bibirnya sendiri .


"Buaahahahaha" tawa ku pecah melihat reaksi Didin .


Didin terkejut sampai ia sadar telah di kerjain olehku

__ADS_1


"kenapa loe Din,terong Lo siap di panen tu kayaknya,tengah gitu" ucapku santai meninggalkan Didin ke kamar mandi.


lama aku di sana meredam api membara dengan air dingin juga di bantu sabun mandi,sampai aku keluar mendapati Didin berdiri di kamar mandi dengan gelisah.


"buruan lo" ucap Didin menarik lengan ku keluar dan langsung masuk ke dalam kamar mandi


cklek


Didin mengunci kamar mandi,yoga kembali menggodanya.


"Din ,maaf sabun mandinnya habis gue pake tadi,loe pake sabun aja ya main Solonya" teriakku


"Berisik loe aah,gara gara loe Ino" balas Didin dari kamar mandi.


aku meninggal nya dengan tawa.


"Aaarkh, , andai nyata mimpi gue.,.,aarh mbak Dita sudah membuatku gila" gumamku masih memikirkan nya, terlihat saat wajah nya begitu manis dan cantik di lihat dari dekat seperti tadi,wajah nya yang lembut selembut kapas membuat tangan ini seakan ingin ku potong dan ku jadikan pajangan ,sebagai tanda aku tak akan menghapus apapun tentang nya.


saat ini pukul 03.00 pagi,ponselku berdering


"Sandy? ada apa dia malam malam begini" ucap ku


segera ku angkat . " hallo sand" sapaku


"Kenapa menelpon malam malam" tanyaku


"Gue sudah mendapat izin untuk menangkap mak lampir " ucap Sandy.


"kenapa mesti minta izin dodol,pelaku kejahatan memang harus di tangkap dan di penjarakan " tegaslu


" gue cuma takut aja ,Aki kaget dan jantungan jika mendengar cucu nya sendiri menangkap nenek nya"


"Derita loe" ucapku menghembuskan nafas berat.


memang berat harus bertindak jika itu keluarga kita,tapi apa boleh buat dia memang harus profesional dalam bekerja,terlebih di organisasi mafia the black World,tidak pandang bulu.


****


PoV author.


Dor


dor


dor


"Jangan bergerak" teriak komandan polisi.


Degh


next.


^^^Terimakasih sudah sempat kan diri membaca novel ini,yuk bantu author buat like,komen juga vote novel ini,biar author semakin semangat buat berkarya buat menghibur kalian,^^^

__ADS_1


Selamat berpuasa bagi yang menjalankan,semoga lancar puasanya.


__ADS_2