Air Mata ADITA

Air Mata ADITA
Episode 61 Laki laki tua


__ADS_3

PoV Adita


" Yah,doakan Dita ya,! dita minta ridho bapak ,biar apa yang Dita putuskan ini memang yang terbaik buat Dita" pamitku pada ayah


Hari ini aku memutuskan untuk menggugat cerai suamiku,Menunggu datangnya surat cerai darinya membuatku hidup tak tenang,terlebih dalam status Di poligami,ada rasa tidak rela menyandang status,lebih baik aku mengalah dari pada hidup dengan batang bayang suami bersama istri mudanya,


Aah tiap membayangkan suami tidur seranjang dengan istri barunya membuat ku sesak,sesak tatkala mengingat bagaimana mas Willy membuatku melayang dengan perpaduan kami di atas ranjang, membumbung tinggi gairah ku hingga kami sama sama menikmati rasa yang kebanyakan orang menyebutnya surga dunia.


Setetes air mata lolos begitu saja saat menatap bayangan diri di cermin,


"cih,pantas kamu di duakan Dit,wajahmu kaya gini"


"Mana ada suami yang betah dengan wanita yang tak bisa menjaga penampilan seperti kamu,terlebih suami kamu orang yang berada,juga memiliki jabatan tinggi di sebuah perusahaan besar"


celoteh itu ku lontarkan pada diriku sendiri,melihat betapa menyedihkan nya diri yang selalu jadi bahan gunjingan tetangga saya baru menikah .


( Nikah muda nanti nyesel loh )


( cepet banget si nikah,kaya gak laku aja )


( cepet nikah,cepet punya anak,mending kuliah dulu bahagiakan orang tua,bukan malah nambah beban orang tua dengan menikah muda )


( udah genit ya Dit itunya,sampai memutuskan untuk nikah muda )


Aaah begitu banyak cacian dari tetangga yang menerobos ke telingaku saat bunda memberitahu tentang rancana pernikahan ku,sampai ingin ku sumpal mulut mereka dengan lakban agar tak bisa bicara sembarangan lagi.


Dulu aku kuat menjalaninya,mengacuhkan apa kata orang ,karena yang menjalankan kehidupan ku ,ya aku sendiri,


"Nak,tak usah kamu dengan omongan tetangga yang mencibir kamu,yang menjalani kehidupan itu kamu sendiri,buat apa perduli dengan omongan orang,kita gak minta makan sama mereka ,jadi kamu fokus sama tujuan kamu menikah dengan lelaki pilihan kamu,ayah sama bunda ridho nak" begitulah ucapan bunda yang masih terngiang dalam telingaku,semangat ku dalam menjalankan rumah tangga yang secara tiba tiba kala itu.


Lamunan ku terhenti saat suara bik Marni mengagetkan ku .


"Dit, ada tamu di luar" ucap nya


"Eeh bibik,maaf bik aku gak ngeh kalau bibik panggil tadi"


bik Marni mendekat " kamu melamun? "


aku menggeleng, "aku hanya gak nyangka aja bik, ternyata aku tidak siap lahir batin untuk menjalankan pernikahan di usia muda" jelasku.


"Tak usah di sesali nak,itu semua sudah takdir namanya,tinggal bagaimana kita menjalankan nya dengan sabar dan ikhlas, insyaallah semua akan indah pada waktunya,".


"Sekarang bukan waktunya untuk bersedih,ayok temui tamu di luar,gak enak membuat tamu menunggu lama" ucap bik Marni


Aku mengerutkan kening.


"Tamu"


"iya , ,ayok, biar Mia sama bibik " ucapnya


aku pun segera keluar melihat siapa gerangan yang datang bertamu lagi lagi sekali kerumahku.


"lho Dita,belum berangkat,tadi sudah pamit !" tanya ayah yang ku temui saat hendak menuju ruang tamu

__ADS_1


"Iya yah,tadi dompet Dita ketinggalan,terpaksa balik lagi," Ucapku


"Buru buru banget kamu"


"Kata bik Marni ada tamu yah,masa ayah gak tahu,ayah kebiasaan deh murung di kamar,gak baik yah,mending jalan jalan siapa tahu dapat gandengan,biar ayah gak sendirian" godaku pada ayah


"Hush,kamu ini ,ayah gak ada niatan buat nikah lagi,sudah sana temui tamu mu" kesal ayah membuat ku terpingkal.


sepertinya aku punya Hobi baru,yaitu menggoda ayah yang begitu lucu ketika melihat wajah tua yang masih bisa memonyongkan bibirnya.


"Selamat pagi bidadari akoh" ucap yoga tiba tiba mengagetkan ku .


"Astagfirullah,ngagetin aja kamu Yo,kirain siapa?" kagetku saya melihat laki laki berbaju Koko dan menggunakan sarung,tak lupa kumis buatannya dan juga peci di kepalanya,membuatku menggelengkan kepala.


"Numpang minta sedekahnya mbak, saya belum sarapan" ucapnya seperti pengemis tua di jalan jalan yang meminta sumbangan.


"dari mana pak?" tanya ayah tiba tiba..


"Ffhhhhh, , mampus loe ," gumamku hampir saja menyemburkan tawaku.


yoga terlihat menggaruk kepalanya ,aku yakin saat ini dia lagi bingung mau jawab atau membuka penyamaran nya .


"Dari masjid sana pak" ucap yoga berlagak seperti orang tua


"Hmmm,,aktingnya lumayan juga,pantas jadi YouTuber nomer Wahid" gumamku lagi sambil tersenyum menatap keduanya


"Silahkan duduk, sebentar ya" ucap ayah lagi


"iya pak ,ada yang bisa saya bantu?"


"Berikan bapak ini sarapan ya ,kasihan dia kelaparan gitu" ucapnya


Aku dan bik Marni juga yoga saling tatap,ingin rasanya aku membongkar penyamaran yoga,tapi takut ayah teriak dan menyangka yoga penipu,jadi ku biarkan saja dia menjalankan perannya sebagai mana mestinya,.


Aku mengkode agar bik Marni menuruti keinginan ayah.


sementara ayah memilih untuk duduk bersama kami,


Nah mampus loe..


"tapi kenapa anda mencari anak saya pak?" tanya ayah yang kepo dengan apa yang aku ucapkan tadi saat bertemu di ruang tengah.


"Eee"


"cuma minta sumbangan yah buat panti asuhan kasih bunda di ujung jalan sana"


" kemarin Dita janji mau kasi dana sedikit,dan menyuruh beliau datang kerumah pagi ini" jelasku pada ayah yang terpaksa harus berbohong


Yoga mengangguk dan membenarkan apa yang aku katakan.


"Emang kamu punya uang dit? bukanya kamu mengembalikan semua yang suamimu kasi ke kamu kemarin?" tanya ayah.


Aku jadi tidak enak membahas Masalah ini di depan yoga,tapi apa boleh buat ayah sudah membukanya,.

__ADS_1


"Tak apa yah,Dita ada tabungan kok dari novel,ayah tenang saja" ucapku mengusap pelan lengan laki laki tua itu.


"Ya sudah kalau gitu,kamu lanjutkan saja ya ,ayah mau kasi burung ayah makan dulu,kasihan belum sarapan!" ucap nya


"Burung bisa sarapan? " tanya yoga keceplosan.


aku melotot nya dan dia langsung mengalihkan pembicaraan


"Burung apa pak?" tanya yoga kembali


"Burung kenari,sama burung beo ," jawab ayah.


"Oalah,kirain burung peliharaan khusus" celetuk yoga.


ayah hanya menggeleng kepala sambil meninggalkan ku bersama yoga.


"Hah, akhirnya lapas juga gue "


" kamu sih ada ada aja" ucapku


"Tapi bagus kan acting ana?" tanya nya mengedipkan mata


"Iya iya ,nomer Wahid sudah " ucapku


Bik Marni datang membawa nampan berisi makanan.


"Lho ayah kamu mana Dit?" tanya bik Marni


"Kebelakang bik,lagi kasi sarapan burung" jawabku


"Bik,kasihanilah aku yang kelaparan ini,masa iya makanan sudah di bawa tak jadi kasi hamba"


"Kamu beneran lapar Yo?" tanya ku


"Iya laper , ,sudah ah sini makanannya,"


Bik Marni akhirnya memberikan makan pada yoga,saking semangatnya makan yoga tak ngeh kalau kumis buatannya mengelupas.


saat yang bersamaan ayah datang .


"Hei, siapa kamu sebenarnya!!" teriak bapak langsung menunjuk ke arah tiga


Degh


Mampus kita..!!


***


Next..


ikuti keseruannya di bab selanjutnya.


terimakasih

__ADS_1


__ADS_2