Air Mata ADITA

Air Mata ADITA
episode 66 Rasa yang berbeda


__ADS_3

PoV author


"Eeh, , " bik Marni terlihat gugup,dia keceplosan


"Bik,dari mana bibik kenal dengan Sandy" tanya Adita lagi


Sandy ikut terkejut tapi segera memberi alasan " Kenapa heran gitu sih,kan aku masih keponakan paman Willy kak" ucap Sandy


"I-iya Dit,bibik kan kerja di sana sudah lama,sebelum kalian menikah" ucap bik Marni .


"Oh iya, , Dita lupa bik,"


"Ya sudah ayok masuk,kita sarapan aja "


"Waah. baiklah ,aku juga lapar"


saat di ruang makan.


"Kak, , Gimana novel kamu?" tanya Sandy


"Alhamdulillah,masih berpenghasilan,rencana mau buat novel berikutnya "


"Genre apa?"


"kepo"


"ya siapa tahu bisa kasi inspirasi"


"Yang beda dari yang sebelumnya kayaknya!"


"Horor?"


"Gak ah,nanti aku lagi yang parno buat nulis kalau horor"


"Action kalau gitu, psikopat aja"


"Iih,kok bibik ngeri !, jangan lah " ujar bik Marni


Dita terlihat berfikir " .hmmm..boleh juga , ,aku akan buat novel tentang mafia aja"


Degh


bik Marni juga Sandy terkejut sampai sandy terbatuk


"Ukhuk, , ukhuk!."


"Eeh pelan pelan, ,kenapa sih"


"gak..gak apa apa,kaget aja loe mau buat novel tentang mafia"


"Kenapa gak tentang gue aja"


"males ah,apa menariknya hidup loe"


"mau gue buatkan cerita broken home?"


"kagak,mana mau gue,nanti ga ada yang mau sama gue"


"ya sudah kalau gitu, terserah gue lah,mau buat novel apa"


bik Marni dan juga Sandy terdiam,sementara ayah memang jadi pendengar dari tadi .


"Yang penting kamu tidak capek capek nak"


"yah,sambil kasi neneeeen Mia juga bisa mbak Dita" celetuk sandy


"SANDYYYY"


"hehehe. . maaf mbak"


***


sore hari.


Yoga tengah siap bersama Didin menuju rumah Willy,dia ingin memenuhi permintaan Sisil yang ingin bertemu dengannya.

__ADS_1


"Pak Willy,buk Sisil, di luar ada tamu," ucap pelayan


"Siapa?" tanya Sisil


"Kaya YouTuber itu buk"


"What, ,.AAAAAAAAA. yoga ..!" ucap Sisil berjingkrak senang seperti anak kecil yang baru mendapatkan mainan


"Gak udah lebay gitu kali sil"


"Ayokk" tarik Sisil pada tangan Willy.


Willy terpaksa menuruti keinginan istrinya,meski akhirnya dia pisah dengan Dita,tapi demi sang mama dia mulai membuka hati buat Sisil


"Yoga"


"Selamat sore buk Sisil"


Sisil langsung memeluk yoga ,juga mencubit pipi yoga dengan gemas,.


"Aaawww, , awww, , sakit mbak sakit" teriak yoga memegang wajahnya yang di cubit gemas


"Sisil ,kamu malu maluin aja" tegur Willy


Sisil tidak mendengar kata Willy,dia malah semakin menempel kan tubuhnya pada yoga membuat yoga risih.


"Mbak, , bisa geseran gak"


"Gak mau,,anak aku pengen dekat banget sama kamu yogaaaa" manja Sisil


Didin yang melihat itu menahan tawa,melihat bagaimana Sisil begitu terobsesi dengan dirinya.


"Mas mending lihat hasil video kita , sebelum di upload ke channel kami" ucap Didin


Dia pun meraih laptop yang di bawa Didin dan melihat video yang akan tayang.


sementara Sisil masih sibuk dengan kegiatannya yang kaya orang kelaparan,dia mencubit sana sini juga mencium gemas pipi yoga,hingga yoga berlari memutari mereka di ruang tamu


"Aaah, , sayang sini, aku mau peluuuuk"


"Aaaa, , sini kamu aku mau peluuuuk"


"Gak mau"


tak lama terdengar suara seseorang yang meneriaki nama yoga


"YOGAAAAAA"


Allah


Mak lampir juga datang dan mengincarnya.


"alamaaaakkk....tolong" teriak yoga di kejar dua wanita singa yang siap menerkamnya.


***


3 bulan kemudian


Novel batu Adita tentang mafia sangat di gemari para readers nya,sesekali yoga membuat konten bersama nya membuat Adita begitu banyak di kenal sebagai penulis .


"Yo,makasi ya kamu dah Bantuin aku,?


"makasi Aja nih Mi "


"Dita Yo, , panggil Dita,gak enak di dengar kalau kamu panggil Mi, , kaya kamu panggil mami"


"Kalau emang itu tujuannya gimana?"


"Yo, , jangan mulai"


"ya sudah kalau gitu , terimakasih aja gak cukup buatku"


"terus loe mau apa?"


"Hadiah"

__ADS_1


"Hadiah?"


Yoga mengangguk " kaya anak kecil aja loe"


"Kan emang gue masih kecil mbaaak"


"mana ada,orang udah gede gitu?"


"Apanya yang gede mbak,jangan jangan mbak sudah lihat ya!?"


"Apaan sih Yo, ngomong apaan sih"


"gede itunya" bisik yoga.


"Gede itunya, , " ucap Adita mengulang bisikan yoga, tiba tiba wajah Adita memerah mendengar bisikan yoga.


"Ngeres ah"


"biar awet muda mbak"


"Tapi gak gitu juga kali Yoo, , ,gak malu apa loe ngomong gitu ke gue"


"mulai lagi loe gue"


"Iya ,kamu gak mau apa bicara kaya gitu ke aku"


"ngapain Malu, belajar dari sekarang,biar nanti terbiasa"


"mbak tahu gak"


"enggak"


"lho kok enggak"


"kan bekum di kasi tahu"


"hehe , , aku laper"


"ya sudah makan sana,di dapur ngapain lapor ke gue"


"Tapi bukan laper makan nasi"


"terus,mau apa? gorengan? martabak?, bilang aja,nanti aku kasi tahu bik Marni buat belikan kamu di depan gank sana"


"Laper pengen makan kamu mbak"


"Astagfirullah yogaaa" teriak dita


"sssst .jangan kencang kencang,gak enak udah malem,nanti ayah bangun" ucap yoga menutup bibir Adita yang meneriaki namanya,


bukanya fokus sama ucapan yoga malah Adita fokus sama wajah yoga yang begitu dekat,seperti sedang memeluknya,karena tangan kanan yoga berada di kepala belakangnya dan tangan kiri yoga menutup bibirnya agar tak berteriak .


PoV Adita


Entah kenapa berada dekat dengan yoga membuat jantungku berdetak hebat seperti ini,rasa yang dulu pernah ku rasa saat bersama Willy kala itu ,sekarang ku rasakan lagi


wajah tegas milik yoga membuatku terkesima,dari dekat dia begitu tampan,mata hitam pekatnya juga buku mata yang lentik saat berkedip begitu lucu di mataku,seperti mata boneka yang merem melek.


Begitu juga saat mata yoga menatapku setelah berbisik jangan berteriak,dia menatap ku begitu lekat,hingga aku melepas pelan tangan itu dari mulut ku,jarak kami bagitu dekat,hanya beberapa senti saja,


aku merasakan getaran tangan yoga saat mulai naik lagi meraih wajahku,aku menelan kasar salivaku saat mata itu tak berkedip memandang ku ,hingga ku lihat yoga semakin mendekat dan memejamkan matanya,


dada ini bergemuruh,apa yang akan di lakukan yoga?,hati ingin berteriak mengatakan TIDAK,tapi Endah mengapa tubuh ini seakan membuka pintu bagi bibir tipis yoga untuk masuk ke dalam bibirku,


nafas nya yang begitu hangat membuat tubuh ini seperti tersengat listrik,darah ku berpacu kencang,dada berdendang kencang,tak bisa ku bayangkan perasaan saat ini,aku pasrah,jika yoga mencium ku akan ku biarkan,meskipun bibir berkata jangan ,tapi tubuhku sangat welcome,terlebih sudah hampir setengah tahun aku tidak mendapatkan belaian yang sejujurnya ku rindukan ,semasih berstatus suami Willy.


namun sebelum bibir itu menyentuh bibirku,suara kucing mengagetkanku.


MEOONG


MEEEOONGG


next


Terimakasih sudah sempat kan diri membaca novel ini,yuk bantu author buat like,komen juga vote novel ini,biar author semakin semangat buat berkarya buat menghibur kalian,

__ADS_1


^^^Selamat berpuasa bagi yang menjalankan,semoga lancar puasanya.^^^


__ADS_2