Air Mata ADITA

Air Mata ADITA
episode 55 Sandy mulai beraksi.


__ADS_3

PoV Willy


Dengan perasaan lelah aku kembali ke rumah ,ku lihat mama dan Sisil juga Susan menghampiri.


"Dita pergi ma" ucapku sambil mendudukkan tubuh di kursi teras.


"Heh,bagus lah dia pergi. mama gak perlu repot repot usir dia" jelas mama membuatku geram


Aku berdiri dan menghadap mama " Ma,apa maksud mama? mama senang liat Willy hancur jaya gini?"


"Willy ,kamu tahu kan dari dulu mama tidak suka sama istri manja kamu itu,bagus dia pergi dari rumah"


"Tapi ma,dia bawa anakku ma"


"MAMA TIDAK PERDULI, lagian mama tidak yakin itu anak kamu"


Degh.


Ucapan mama sangat menyakitkan bagiku, " Stop ma stop, , jangan mama bicara seperti ini lagi ma,Mia anak ku ,aku percaya MIA ADALAH ANAKKU"


"pantas selama ini mama tidak pernah mencarinya."


"Meskipun dia anakmu ,mama tidak akan pernah menyukai nya,karena mama tidak suka sama ibunya"


"Astagfirullah ma, , jadi selama ini mama cuma pura pura baik sama Dita di depan Willy?"


"Willy sudah ya,mama tidak mau berdebat lagi sama kamu,sudah bagus dia pergi dan minta cerai sama kamu,mending kamu ceraikan saja dia"


degh


aku menggeleng,ternyata bukan hanya tidak menyukai Adita,mama juga berharap aku bercerai dengannya.


"Gak ma,Willy gak bisa," aku menggeleng


"Willy dengar mama,kalau kamu tidak mau menceraikan istri kamu itu,jangan pernah lagi anggap mama sebagai orang tua kamu dan juga surga kamu" teriak mama membuatku di lema


mama langsung pergi.


Mama tega teganya membuangku hanya karena aku tidak mau menceraikan Adita.


kembali ku dudukkan tubuhku seraya mengusap kasar wajahku dengan kedua tanganku.


"Kamu dengar kan kata mama" ucap Sisil


Aku menatapnya "Aku juga mau kamu cerai sama dia Willy" ucapnya


"gak mungkin sil,gak mungkin,Dita istri aku dan ada Mia anak aku juga" jelasku


"Terus aku apa? aku siapa kamu hah? Aku juga istri kamu Will, aku juga sedang mengandung anak kamu! tolong hargai aku" Sisil menangis


"Sil,bukan__"


Belum selesai ucapan ku,Sisil kembali berkata


"Jika kamu tidak mau menceraikan istri kamu itu,jangan harap dia akan hidup tenang" ujarnya mengancam lalu pergi


Aaark..kenapa semua jadi kaya gini,aku tidak bisa memutuskan tindakan apa yang harus aku ambil.


"Willy, mama mau bicara" ucap mama setelah sekian lama meninggalkan ku sendiri .


Aku menengadahkan kepalaku menatap mama yang tatapannya tertuju kedepan.

__ADS_1


"Buat apa kamu mempertahankan wanita itu,sedangkan di depan mata kamu ada Sisil dan juga calon anak kamu yang jauh lebih dari segala galanya,"


"apa yang kamu banggakan dari Adita,apa?"


"Dia cuma gadis rendahan yang bermimpi menikah dengan seorang Arjuna sepeti kamu,jelas dia mau karena kamu memiliki segalanya"


"kamu lihat Sisil,dia bahkan jauh lebih kaya dari kamu,tapi dia menerima kamu apa adanya,dia juga yang sudah mengangkat jabatan kamu di kantor sebagai direktur utama dari sekedar manager biasa"


"Adita tidak ada apa apanya di Banding Sisil Willy"


"Ingat ucapan mama,jika kamu masih mau surga di kaki mama" ucapnya lagi.


***


PoV Adita


"Yah,maafkan Dita yah" tangisnya pecah saat ayah mempertanyakan hubungan ku dengan mas Willy


Aku bersimpuh di kaki cinta pertama ku ini ,tak bisa lagi ku sembunyikan semuanya.


"Nak,bangun ! kamu ada apa?" tanya ayah masih tenang sambil membantuku untuk bangun


"Yah,jika Dita minta cerai apakah ayah akan marah?" tanyaku akhirnya


Ayah mencoba memahami anaknya,dia menatap lekat wajahku yang telah basah karena air mata.


"Berikan ayah alasannya " ucapnya masih tetap tenang


Aku menghela nafas dan mulai menceritakan semuanya tanpa di lebih lebihkan dan juga tanpa di kurang kurangkan, adanya bik Marni membuat ayah semakin percaya atas apa yang telah aku katakan pada beliau.


ayah mengangguk pelan dan meraih tanganku " Nak,Allah sangat membenci perceraian,tapi jika pernikahan kalian selama ini lebih banyak membawa kemudaratan,maka ayah bisa apa ? tidak ada orang tua yang mau anaknya menderita dalam pernikahan nya !"


"Apa kamu sudah benar benar memutuskan untuk bercerai?" tanya ayah


"Jika itu keputusan mu,ayah siap menerima kamu kembali sebagai tanggungan ayah nak"


"Ayaaaaah" tangisku pecah saat ayah mengatakan bersedia menerima ku kembali ke dalam rumah ini.


Ayah mengelus punggungku pelan " Ayah yakin kamu kuat nak" ucap nya.


***


PoV Sandy


Setelah menyelesaikan masalah kak Dita dan paman Willy, aku berniat mendatangi Willy langsung kerumahnya.


dor


dor


dor


Ku gedor pintu rumahnya,saat ini masih pukul 8 pagi,tidak masalah lah buatku sedikit membuat onar di sini.


"Hei ,siapa kamu pagi pagi ngegedor pintu orang ,nanti rusak ,pintu mahal" teriak seorang assisten rumah tangga yang langsung membuka pintu dengan wajahnya yang menyolot .


"Paman Willy mana?" tanyaku


"Willy, ooh pak Willy ? masih tidur maaf ,tidak bisa di ganggu" ucapnya sombong dan langsung ingin menutup pintu namun segera ku halangi dengan kaki ku.


"eeh apa apan ini? kenapa anda maksa sekali " ucap nya

__ADS_1


"panggilan paman Willy,atau aku bakar rumah ini" ancamky


"Silahkan saja bakar,saya tidak takut"


"Siapa nur?" ku dengar suara Nenek Lampir.


"Nek ini Sandy" teriakku


Nenek lampir segera mendorong tubuh wanita bernama nur itu dan langsung membuka pintu buatku


"Astaga Sandy,kamu apa kabar?" ucap nenek lampir langsung memelukku


"baik,Nenek apa kabar?"


"Baik juga,lama tidak bertemu kamu nak, ayok masuk" ucapnya


"Nenek,Sandy ada perlu sama paman,paman ada?" tanya ku


nenek lampir segera menoleh ke nur,nur yang paham akan tatapan nenek lampir langsung saja pergi untuk memanggil paman Willy.


"Tunggu di dalam ya" ucap nya


"Tidak perlu nek,Sandy cuma sebentar saja" ucapku


tak lama Willy datang dan aku langsung menghajarnya


"Laki laki brengsek" umpatku saat mata ini menatap Willy yang baru bangun tidur ,hari ini hari Minggu mungkin karena dia tidak bekerja makanya dia masih tidur Jak segini


Bugh


bugh


"Sandy, , Sandy., ,STOPP!!! apa apaan kamu " teriak nenek lampir menghalangiku


"Sandy,loe apa apan sih? "tanya paman Willy


"Jangan loe pikir gue jauh dari pantauan loe,loe seenaknya buat kak Dita menderita"


"Apa loe lupa apa yang telah loe janjikan ke gue? hah?" teriakku kesetanan menatap Willy yang seakan tak bersalah dan tak memiliki masalah hidup.


"Sandy gue__$"


"Aaark banyak bacot loe, sini loe brengsek" teriakku menarik nya ke halaman rumah .


aku terus menghajar nya sampai dia mengasuh minta ampun,nenek lampir hanya bisa berteriak sampai istri nya yang baru keluar dan langsung histeris melihat aku menghajar suaminya.


"hei apa apan kamu,siapa kamu?" teriaknya


"TOLO_" Nenek Lampir terlihat membungkam mulut sisil.


"Diam sil,dia keponakan Willy " ucap nenek lampir.


"Dengar ya Willy, loe nyakitin kak Dita,itu artinya loe mengibarkan bendera perang dengan gue" ucapku langsung pergi meninggalkan mereka.


setelah melihat sudut bibirnya mengeluarkan darah segar,baru aku tenang untuk pergi dari rumah mereka ini .


Aku segera menghubungi orang kepercayaan ku "Gue mau kalian cari cara agar bisa menghancurkan hidupnya"


**


Apa yang akan di lakukan oleh sandy?

__ADS_1


yuk ikuti kisahnya di bab selanjutnya


__ADS_2