
PoV Adita
DegH
pertanyaan yoga membuatmu sesak,bagaimana tidak saat Seperti ini mas Willy tidak mempercayai ku jika anaknya sakit,bahkan mungkin saat ini dia hendak Tidur di rumah sisil,sayang nya aku belum bisa melabrak langsung hubungan mereka.
"Mbak, , Kok diam, , pertanyaan ku salah ya, , ya sudah maaf" ucapnya.
"Eeh tadi aku mendengar mbak Tami mau cari makan keluar sebelum pingsan,ya sudah biar kakang yang carikan yak! tunggu saja" ucapnya
"Eeh gak perlu Yo, , gak usah " tolakku merasa tak enak
"gak apa apa , tunggu sebentar ya" ucapnya langsung keluar mencari makan.
aku menghela nafas dan duduk di sofa," bik tidur lagi aja,ini masih tengah masih jam 3 " ucapku
"bibik gak ngantuk nyah," ucap bik Marni
"tapi bibik harus istirahat,nanti bibik sakit"
"yang harus istirahat itu nyonya,bukan aku,tadi kata si ___
"Yoga " balasku langsung karena bik Marni belum tahu yoga siapa.
"Iya ,kata si yoga nyonya pingsan," ucap bik Marni cemas
"Gak apa apa bik,aku hanya kecapean aja kayaknya," ucapku
"Iya makanya harus istirahat sana,bibik sudah tidur tadi beberapa jam saat nyonya keluar" jelasnya
"baiklah bik aku tidur ya" ucapku.
**
PoV bik marni
Aku merasa kasihan dengan nasip wanita yang harusnya memakan bangku kuliahan ini,tapi kenyataannya dia harus mengurus bayi bahkan saat ini suaminya berhianat,aku tahu itu dan aku juga tahu semuanya,tapi aku tak mau memberitahu wanita ini,biarlah dia cari tahu sendiri,jika penyelidikan nya melesat atau tidak benar maka aku akan membantunya untuk mengatakan yang sebenernya,dengan alasan yang ku buat sendiri agar dia tidak curiga.
Aku duduk sendiri di sofa,nyonya ku yang malang itu sedang tertidur di sofa dekatku duduk,
"Kasihan kamu nyah" gumamku
aku teringat sama laki laki yang kayaknya lebih tua 1atau 3 tahun dari nyonya , Yoga. aku merasa dia ada rasa Sama Adita tapi aku tak pernah melihat nya sebelum ini,mereka kenal di mana? apa tadi pas dia pingsan? Rasanya aku tak sabar menunggu dia untuk kembali.
kreeeekk
tak lama kemudian terdengar suara pintu di buka,yoga datang dengan beberapa kantong plastik,
"Bik, , mbak Tami tidur?" tanya nya meletakkan kantong plastik itu di meja
"Iya,kasihan dia belum istirahat kayaknya " jelasku menatap yoga tak hentinya menatap wajah lesu Dita yang terbaring lelap di sofa
"Oh , ,oh ya ini makanan nya,maaf cuma ada itu aja,soalnya ini kan masih jam 3 tidak banyak makanan yang masih buka" jelasnya.
"Oh ya, terimakasih ya nak," ucapku membuka makanan itu
"sama sama bik" jawabnya
__ADS_1
"Kamu kenal nyonya di mana?" akhirnya aku bertanya juga
"Di mall,saat aku sedang bersama teman temanku membahas perkerjaan aku bertemu mbak tami,tapi sebelumnya aku mengidolakannya " jelasnya
"Maksudnya? " tanyaku makin penasaran
"lho masa iya bibik gak tahu,Ditami kan penulis novel terkenal di aplikasi noveltoon,dia salah satu penulis yang aku idolakan dengan cerita cerita nya yang sangat membuatku menikmati ceritanya." jelasnya membuatku menganga
menulis jelas aku tahu dia menulis,tapi aku tak tahu kalau dia sebagai penulis yang terkenal bahkan masuk 5 besar author terpopuler.
"Astaga bibik gak tahu soal itu,yang bibik tahu hanya dia memang suka menulis saja" jelasku
"Dan ini sudah tahu sekarang,makanya dia tu layaknya bidadari ku bik,aku kagum sama mbak Tami" jelasnya
"Ta-mi, , "
"iya,panggilan sayang yoga sama dia..hahaha" dia tertawa renyah.
aku pun merasa senang jika ada orang baik yang di kenal nyonya ,tapi apakah dia tahu Adita punya suami?
"nak..!" panggilku
dia duduk bersandar di badan kursi sambil memejamkan matanya "Iya bik" jawabnya tanpa membuka matanya.
"Kamu tahu status Adita..? maksud bibik Tami.?" tanyaku
"ya tahu kan dia sudah punya anak,kalau bukan istri orang ya janda ..hehe" jawabnya santai
"Kamu ini bercanda aja,bibik serius Yo"
"Susah bibik jelaskan ,lebih baik tunggu nyonya Yang menjelaskannya." jelasku
"Baiklah baik, , ya sudah bik besok aku balik lagi ya,aku mau pulang dulu ini sudah jam 4 ,bentar lagi subuh" jelasnya
"Kamu pulang jam segini?" tanyaku
"Hehe..iya bik , maksudnya aku mau balik ke kamar atas,di atas ada krabatku juga yang sakit,dia yang aku temani di sini" jelasnya
"Oalah kenapa gak bilang dari tadi ,ya sudah sana kasihan kerabatmu Yo,nanti nyari kamu" ucapku
Dia pun langsung keluar dan hanya aku sendiri di sini ,aku mencoba memejamkan mata dan akhirnya aku pun masuk ke dunia mimpi.
***
PoV Adita.
Tangis Mia membangunkan ku,
"uuuh sayang kamu bangun ya, , aduh maaf bunda baru bangun sayang" ucapku menenangkan Mia
"ku lirik bik Marni baru keluar dari kamar mandi dan hendak sholat,
"Eeh anak manis sudah bangun...si mbok sholat dulu ya" ucapnya menghampiri
aku mengangguk tanda setuju, sambil menggendong Mia, ku lihat beberapa kantong plastik di meja.
"makanan" gumamku membuka sedikit plastik itu dengan tangan kanan ku.
__ADS_1
"Mia jangan rewel ya, ,kalau rewel nanti gak di kasi pulang sama dokter"
setelah bik Marni selesai sholat kini giliran aku,aku bergantian menjaga Mia dan setelah solat aku duduk di sofa,terlihat bik Marni mengeluarkan makanan dari plastik itu
"makanan dari yoga bik?" tanyaku
"iya nyonya,yoga anaknya baik banget" jelasnya
"kaya udah dekat saja" lirikku
"pan bibik bicara banyak sama dia saat nyonya tidur tadi pagi" jelasnya
aku membulatkan mata mendengar bik Marni mengobrol lama dengan yoga , otomatis dia melihatku tertidur di sofa, Aarkh bik Marni bikin malu saja.
"bik dia lihat aku tidur dong?"
"hehe"
"Aaarkh bibik mah,kan malu" ucapku
"kenapa malu,suka ya!!"
"Hush bicara bibik kemana mana,jangan ngaco"
"bibik lihat dia suka sama nyonya ,buktinya dia punya nama khusus buat nyonya,Ta-Mi sama bidadariku,hihihi"
aku ternganga mendengar ucapan bik Marni.
"bik bisa gak mulai saat ini panggil aku Dita aja,kaya yang lain,aku masih kecil Lo bik di panggil nyonya, " ucapku bukan membahas yoga tapi membahas hal lain.
"Eeh tapi, , "
"Tidak ada tapi tapian, status aja yang tua punya anak,tapi kan usia ku baru mau masuk 20 bik."
Bik Marni dia sebentar dan mengangguk " Baiklah" ucapnya
aku pun tersenyum,
Pagi hari ponselku berdering ,namun aku masih menyusui Mia
"Dita,telepon kamu" ucap bik Marni
"siapa bik coba lihat kan" ucapku
"tuan" jelasnya.
aku segera mengambil ponsel dan langsung mengangkatnya
"Hallo mas ...!!"
Bukanya menanyakan mia yang sakit,dia malah marah marah gak jelas.
***
next
ketemu lagi di bab selanjutnya
__ADS_1