Air Mata ADITA

Air Mata ADITA
episode 21 Masalah besar


__ADS_3

Deg


jantungku seperti baru selesai lari maraton,entah perasaan ku saja atau memang ada sesuatu yang terjadi sama Adita,istriku.


"Bapak gak apa apa?" tanya sekertaris ku yang mendengar pecahan gelas akibat ulahku.


"Tidak,saya harus keluar sekarang,jika saya telat kamu cari alasan yang bagus,sebelum saya kembali" ucap ku


"Baik pak" jawabnya


dan aku langsung keluar dari gedung pencakar langit tempat aku mencari Rizki ini.


segera ku mengarah parkiran dan langsung melajukan mobil ku langsung kerumah sakit,


di rumah sakit,ternyata aku tak bisa langsung bertemu Dr.nur


,kata suster Dr.nur lagi menjalankan operasi pada salah satu pasien yang melahirkan .


akhirnya aku memilih untuk menunggu,sembari menunggu aku mencoba kembali menghubungi Adita,tapi masih sama tidak bisa di hubungi.


hampir satu jam aku menunggu Dr.nur akhirnya aku melihat nya berjalan ke arahku.


"pak Willy,ada apa mencari saya?" tanya dokter nur.


"Saya mau bertanya tentang istri saya dok" jawab Willy


"Baiklah kita ke ruangan saya " ucap dokter nur langsung menggiring ku ke ruangannya


"Ada apa dengan istri bapak.? " tanya dokter nur


"Apa tadi dia datang untuk cek up?" tanyaku langsung.


dokter nur mengangguk," benar,baru satu setengah jam yang lalu dia keluar dari ruangan ini" jawabnya


"sama siapa dia kesini?" tanyaku


"saya rasa dia sendiri pak" jawabnya


"Baiklah, terimakasih kalau begitu dokter atas informasinya." jawabku


Dokter nur sedikit bingung," kalau boleh saya tahu,kenapa raut wajah bapak berubah cemas?" tanya dokter nur.


"sebenarnya, saya sedari tadi menelponnya tapi nomernya gak aktif , saya sudah menelpon orang rumah juga ,kata mama Dita belum pulang" jawabku


"kalau di itung sejak dia keluar dari sini,harusnya sudah sampai di rumah" jawabku semakin cemas


"Saya doakan semoga mbak Adita cepat ketemu ya,tapi saya rasa dia mampir ke suatu tempat,ke apotek mungkin.! " jawab dokter nur masih sesuai logika


"Benar juga,ya sudah kallau begitu ,saya mau cari istri saya dulu dokter, terimakasih waktunya" ucapku pamit.


setalah menyusuri koridor rumah sakit aku melirik ke segala arah,mungkin Adita mengantri mengambil obat,namun aku tetap tidak menemukannya.


"adita kamu keman?" lirihku berjalan menuju parkiran dan langsung mencari nya kembali menyusuri setiap jalanan siapa tahu dia ada di jalan.


drrtt


drrt


ponselku berdering,aku segera mengambilnya dan mengira Adita menelpon ku ,tapi harapanku tidak terkabul, assisten ku lah yang menelpon.


"ia" jawabku


"maaf pak,bapak harus segera kembali ke kantor,rapat 30 menit lagi akan di mulai" lapornya.


"Baiklah ,aku segera kembali ke kantor" jawabku


"Baiklah aku akan cari Adita nanti setelah pekerjaan ku selesai" gumamku langsung menuju kantor.


***

__ADS_1


( Adita )


Mataku perlahan terbuka,samar samar ku pandangi atap berwarna putih keunguan,dan dinding dengan wanita putih polos.


"ini di mana? " ucapku masih setengah sadar.


"Aaark siapa kamu!" teriakku saat mendapati tangan besar melingkar di tubuhku.


"Diam kamu" ucapnya ikut terbangun.


"Siapa kamu,mau apa kamu" ucapku ketakutan langsung berdiri dan mudur.


"Jangan munafik,kamu suka kan aku peluk " ujar lelaki itu


"Sini kamu," ucapnya lagi menarik tanganku.


"Tidak, tidak, , tolong, , , tolong" aku berteriak minta tolong sekuat tenaga ku.


"Diam kamu,siapa suruh sudah bunting masih jadi ******" ucapnya


Plak


aku tak tahan dengan ucapanya,sekuat tenaga aku menampar wajahnya hingga bekas tanganmu tercetak jelas di wajah putihnya,


"Jangan pernah menghinaku,aku bukan jalan seperti yang kau ucapkan" teriakku sambil menunjuk nya


"kurang ajar"


plak


BUGH


"ARKK " ringisku saat tangan besarnya mendarat di wajahku dan dia melempar ku ke ranjangnya membuat ku sedikit merasa kram di perut ku


"kamu mau apa. too-loong " teriakku saat dia mulai menindihku


Brak


"Adita!" teriak Rama


yah itu adalah Rama,dan juga beberapa orang masuk menyeret laki laki itu.


"Cepat bawa dia ke kantor polisi " ucap Rama dan orang orang itu langsung membawanya keluar dengan menyeretnya.


"Dit,loe gak apa apa kan?" tanya Rama khawatir


aku menggeleng" gue gak apa apa" jawabku


"Gue mau pulang" hanya itu yang bisa keluar dari mulutku.


Di mobil


"Dit,sorry ya gara gara gue loe jadi gini" ucapnya


"Hm , yang penting gue gak kenapa kenapa" jawabku.


"Eeh,di mana laki laki itu?" tanya ku


"aku sudah menyuruh warga membawanya ke kantor polisi," ucap Rama


"kenapa kamu gak tanya dia kenapa bisa menculik ku,apa tujuannya dan siapa yang menyuruhnya" ucapku pada Rama.


"Oh ,oke - oke gue tanya orang yang tadi membawanya ke kantor polisi " ucap Rama


", , , "


"oke baiklah, terimakasih " ucap Rama


"Gimana?" tanyaku

__ADS_1


"Dia bilang,dia salah orang,dia Kira wanita bayarannya yang membawa uang kabur sebelum tugasnya selesai?" ucap Rama


"Gak mungkin,kenapa dia bisa tahu kalau ada orang di kamar mandi itu dan mengapa dia mengira wanita itu aku?" ucapku bertanya.


Rama terlihat mengangkat kedua bahunya"gu-e gak tahu,tapi sudah lah gak usah si pikirin,yang penting sekarang loe sudah selamat,oke" Jawab Rama


"Ingat kandungan loe,loe gak boleh stres " ucapnya lagi


Benar apa kata Rama,yang jelas aku sudah selamat dan aku tidak apa apa, Akupun mengangguk dan Rama mengantarku sampai depan gank,aku turun dan berjalan kaki sampai rumah


cklek


"Assalamualaikum" ucapku


bukan menjawab salam ku,mama malah mengomel " Dari mana saja kamu baru pulang?" ucap mama


"Adita baru pulang dari rumah sakit" jawabku berbohong


"Jangan bohong kamu,tadi Willy telepon mama tanya kamu sudah pulang apa belum" ujar mama lagi


"Maafin Dita ma, sempat jalan jalan sebentar" ucapku mengelak


"Dita Dita,kamu fikir mama bisa kamu bohongi apa? pantas saja kamu bisa keluar kapanpun kamu mau,dan bisa belanja apapun yang kamu inginkan" sergah mama


"Maksud nama apa?" tanyaku


"sudahlah,anak nakal tetap saja nakal sampai kapanpun" ucapnya kemudian langsung pergi ke kamarnya dan membanting pintu dengar keras


"apa maksud mama sih" ujarku bingung


.aku langsung naik ke atas, menuju kamar mandi dan langsung membersihkan tubuhku,


"Alhamdulillah, tubuhku tidak ada lecetnya sama sekali,aku aman" ucapku memandangi seluruh tubuhku pada kaca di dalam kamar mandi ku.


Tak berapa lama aku selesai mandi dan langsung mengganti pakaianku,


Aku berjalan ke arah dapur dan langsung mengambil makanan ,karena sedari tadi perut ku terasa keroncong.


"nyonya,ini susunya" ucap bik Marni


"makasi bik" jawabku tersenyum sambil meneguk sedikit susu itu dan kembali menyuap nasiku.


Bik Marni mendekat kemudian duduk di sampingku sambil menoleh ke kanan dan kiri.


"nyonya, " ucapnya


"hmm" jawabku masih mengunyah makanan ku.


"Tadi ada kurir datang ke sini,memberikan nyonya besar sebuah amplop,setelah membuka isinya dia terkejut dan langsung memaki maki nyonya" ucap bik Marni


"Apa? " tanyaku bingung


"Dia bilang,dasar menantu kurang ajar,tidak tahu diri,pantas dia bisa beli sesuatu tanpa aku kasi uang ,ternyata ini pekerjaan dia di luar,aku jadi ragu kalau itu adalah cucuku" gitu katanya nyonya


"Appa?" kagetku


jantungku seakan berhenti berdetak sekian detik,


"Apa yang ada di amplop coklat itu,? dan siapa yang mengirim?" gumamku dalam hati


Next


ketemu di bab selanjutnya ya !!


yuks kasi jempolnya,dan beri bintang di karya author ya,


jangan lupa juga masukan ke list favorit kalian ,..di tunggu komentar nya readers..


happy reading.

__ADS_1


__ADS_2