Air Mata ADITA

Air Mata ADITA
bab 8 Mending cerai saja


__ADS_3

Dua hari setelah kejadian itu,aku memberanikan diri untuk meminta izin pada mas Willy untuk bertemu dengan teman temanku,


"asal jangan pulang sore ya " ucap manis mas Willy.


aku mengangguk dengan tersenyum,ku jinjitkan kakiku untuk menjangkau wajahnya dan mu kecup singkat, melambaikan tangan ke arahnya yang akan berangkat bekerja.


"Ma ,Dita keluar sebentar ya" pamitku sama mama mertuaku


"ya, " jawabnya singkat


"Papa mana?" tanyaku


"Di dalam ruang kerja " sinisnya, terdengar jelas nada tidak Suka darinya tapi aku lebih memilih untuk tidak memperdulikan nya.


setelah pamit aku berangkat menggunakan taksi online menuju caffe biasa aku bekerja.


Hari ini aku menggunakan dress coklat sebahu,belahan dada tidak terlalu mencolok,di hiasi dengan ikat pinggang hitam bawahan sampai lutut,tak lupa tas dengan warna senada dengan pakaian ku,rambutku ku biarkan tergerai panjang sampai atas pinggang,membawa kesan kesederhanaan bukan kemewahan yang mereka fikirkan tentang siapa suamiku.


"Dit sini!" teriak Ria melambaikan tanganya.


"Hai,lama gak ketemu,gue kangen banget sama kalian " ucapku cupika cupiki dengan teman SMA ku.


"kalian makin cantik aja" ucapku merasa minder


"Gak usah malu gitu, wajar kan kita masih kuliah,jadi punya banyak waktu buat ngurus wajah,bener gak?" ucap Rohmi membuatku sedikit tersenyum lega.


"Iya, ,ih tau gak liat loe kaya gini beda banget dari dulu sampai sekarang ,kok gue jadi ngeri kalau nikah nanti " ucap ria


"hush, gak boleh gitu,kasihan Dita " ucap Rohmi


"Sorry Dit,gue gak maksud " ucap ria


"guys gue telat" ucap Yana yang baru sampai.


"Hai Dit, gue kira loe gak akan kesini!" ucap Yana


"gak lah,gue udah janji juga " ucapku.


"lho kok makanan kalian kosong,belum pesan apa apa?" tanya Yana.


"belum,kita juga baru sampai tadi " timpal Rohmi.


"ya udah yuk pesen " ucap Yana memanggil pelayang caffe.


Aku sedikit merasa tidak enak saat ini,melihat kemarin saldo Ku tinggal sedikit,mau pesan makam takut gak bisa di bayar,gak pesen gak enak sama yang lain, akhirnya aku pesan minuman saja.


"aku pesan orange juice aja " ucapku


Rohmi terlihat melirikku dan aku melihatnya dengan tersenyum kikuk,mungkin dia penasaran dengan sikapku dan perubahan yang terjadi dalam diriku.


"Loe gak pesen makan Dit?" tanya Yana


"Gak,tadi gue udah makan di rumah," jawabku asal.


kami berbincang hangat sambil membicarakan massa lalu yang ternyata begitu alay, tawaku begitu lepas mendengar ocehan para sahabat ku yang mengingat kejadian kejadian lucu saat kami masih SMA,hingga ucapan Yana mambuat senyumku berubah menjadi sifat diamku.


"Eh ya Dit ,sorry sebelumnya,gue mau ngomong,tapi jangan tersinggung ya" ucap Yana terlihat merasa tidak enak.

__ADS_1


"ya udah sih yan,ngomong aja gak apa apa!" ucapku berusaha santai namun hati sudah tak karuan merasakan getaran yang membuatku merasa jantungku berdetak tak karuan,entah mengapa padahal aku belum tahu apa yang akan di bicarakan oleh Yana.


" Gue saranin loe lebih perhatiin penampilan loe deh,dari pada suami loe lama lama ngincer wanita lain kan Lo juga yang sakit hati " ucap nya.


DEG


benar dugaan ku ,aku mendengar kabar yang membuat jantungku hampir copot, mendengarnya saja sudah membuatku bergidik apalagi sampai benar terjadi.


"Sorry,gue harus balik " ucapku dengan meraih tas dan langsung berjalan meninggalkan mereka semua dan menaiki taksi yang kebetulan lewat di depan ku


BUGH


"Dit" ucap Rohmi ternyata menyusulku,ia sudah melihat air mataku yang membanjiri pipiku,aku menatapnya dan ia mengisyaratkan agar aku bercerita tentang semua masalahku


"jalan pak" ucapku akhirnya


"Dit,ucapan Yana jangan di masukin ke hati ya" ucap Rohmi memegang pundakku


"hiks, ,hik, , ,hik, , ," tangisku pecah saat Rohmi memegang pundak ku, dia menarik dan memelukku.


"Pak kita berhenti di taman itu ya" ucap Rohmi


"Loe bisa ceritakan semuanya ke gue,gue yakin ada yang gak beres sama loe" ucapnya


Aku menatap mata Rohmi,dan akupun mulai menceritakan semua yang aku alami semenjak menikah dengan Willy.


"Apa? Dia sampai segitunya sama loe?" tanya Rohmi


aku mengangguk dengan tangisan tak hentinya mengalir di pipi ku.


"Kurang ajar,laki laki macam apa dia? " ucapnya.


"percuma ,dia lebih mementingkan kesehatan mama yang sering mengidap penyakit jantung " ucapku menerawang jauh, mengingat beberapa kejadian yang membuat ku harus mengalah demi kesehatan mama mertuaku.


"Sabar,ya gue akan berusaha bantu loe sebisa gue kalau loe butuh bantuan gue" ucapnya


"gue rasa dengan gue cekat hamil mama gak bakalan kaya gini ke gue" ucapku


"maksud loe.?" tanya Rohmi tidak mengerti.


"tiap kali mama marah,selalu saja alasannya karena gue belum bisa kasi mas Willy keturunan,padahal baru 2 bulan menikah Rohmi," ucapku kembali melemah


"bener bener pengen di tabok tu mama mertua loe,kesel gue dengernya " marah Rohmi mendengar nya.


"sudahlah ,yang penting loe sudah tahu kan apa masalah gue,boro boro gue bisa beli make up buat dandan,buat jalan makan kaya tadi aja gue gak da yang Rohmi,uang gue yang duku udah mau abis gue pake tiap hari " ucapku lirih.


"loe kenapa gak minta sama bunda Sama ayah" ucap Rohmi


"Gila Lo,nyari mati minta duit sama orang tua ,Lo tahu siapa suami gue dan kerjanya apa? kalau gue minta yang ada ayah sama bunda bakalan curiga" jelasku


"Tapi kan loe tersiksa Dit kalau kaya gini" ucap Rohmi


"Gue yakin suatu saat semua akan berubah,seiring berjalannya waktu dan kalau gue bisa kasi mama cucu gua yakin mama akan sayang tulus sama gue" ucapku menerawang jauh.


"huh,gue harap si gitu" ucap Rohmi lagi.


aku menatap ke arah anak anak bermain di taman dengan sangat gembira,mengingat bayi aku jadi memikirkan hidup bahagia bersama mas Willy dan juga anak kami kelak,

__ADS_1


"Hidup setelah menikah rumit ya,gue yang ngebet pengen nikah muda malah gak ada yang mau nikah sama gue,tapi mendengar cerita loe kaya gini gue jadi ngeri" ucap Rohmi membuyarkan lamunanku.


"Mungkin beda beda orang kali" ucapku.


ddrrt


ddrrtt


ponsel Rohmi berbunyi,


"Siapa?"


"yanna"


"ya udah angkat aja"


"Hallo yan?"


"Rohmi loe di mana,aduh gue gak enak nih sama Dita" ucap yanna yang sengaja di loudspeaker sama Rohmi


"serius gue gak enak,apa ucapan gue nyakitn hati dia?" tanya yanna tanpa menyadari gue ada sama Rohmi saat ini.


"Rohmi" ucapnya lagi tak mendapatkan respon dari Rohmi


"iya iya,lagian elo ngomng gak di saring" ucap Rohmi


"iya,iih sorry banget, sumpah gue gak enak" ucapnya lagi


" gue jaya gtu juga bukan tanpa alasan, Rohmi" ucap yanna


.


Aku sama Rohmi sama sama mengerutkan kening


"maksud loe?" tanya Rohmi


"duuh, ,gimana yaa? , sebenernya kemarin gue lihat si Willy suaminya Si Dita jalan berdua sama perempuan lengket banget di Mall," ucapnya dengan berbisik.


DEG..


mendengar itu langsung membuat ku merasa di tusuk pedang tepat di jantungku.


"loe denger gue gak?" tanya yanna


"iiya gue denger,"


"makanya gue ngomong gitu,gue gak mau si Willy tu nyelingkuhin Dita,karena tu cwek udah cantik,bening,seksi lagi " ucap ya lagi membuat dadaku semakin sesak.


Rohmi mematikan ponselnya sepihak melihat ku sudah tak kuat mendengar semuanya


"Dit loe gak apa apa kan?" tanya Rohmi pelan


"Gue,harus apa, ,hik, , ,hik,. " tangisanku kembali mendengar kenyataan bahwa suami yang aku cintai sepenuh hati bermesraan dengan wanita lain,yang jauh lebih cantik dari pada ku


"MENDING LOE CERAI SAJA"


sorry baru bisa up

__ADS_1


happy reading.


__ADS_2