Air Mata ADITA

Air Mata ADITA
Episode 45 Alergi seafood.


__ADS_3

PoV adita


"Di mana kamu,bukannya merenungi kesalahan kamu malah kamu gak ada di rumah,di mana kami sekarang?" ucap mas Willy langsung memarahiku.


"Ingat pulang kamu?" tanya ku


"pulang gak kamu? Kalau ga___"


"Kalau gak apa mas,bisa gak sih kamu kasi aku kesempatan untuk bicara dulu,?"


Ku dengar nafas mas Willy yang tak teratur,aku rasa dia menahan emosinya saat ini,tapi aku tak perduli .


"Bisa aku jelaskan?" tanyaku


"cepat" jawabnya


"Aku di rumah sakit Kota" jelasku


"Aku segera kesana" ucapnya langsung mematikan ponselnya


"Dasar laki laki kurang ajar,bisanya cuma marah saja," gerutu ku


" apa dia bilang sama kamu? " tanya bik Marni


"Dia marah marah bik,dia kira kita kelayapan kali " ucapku membuang muka


tok


tok


tok


ku dengar suara pintu di ketuk dan langsung di buka.


"Hehehe, , selamat pagi bidadari ku" ucap yoga cengengesan


"pagi bener kamu datang Yo" ucap bik Marni terdengar akrab.


"Iya dong bik,kan sebagai calon suami yang siaga harus tepat waktu datang,mana tahu aku di perlukan saat ini,ya gak embakku yang cantik" ucapnya mengedipkan mata padaku.


"Loe sakit ya tong?" ucapku mental tingkah sok tengilnya


"Sakit lah mbak,mbak gak lihat jiwa dan ragaku ini sakit akibat di cuekin sama embak,gak percaya belah dadaku.!" ucapnya merentangkan tangannya


"Makin hari loe makin ngaco aja " ucapku lalu duduk di sofa.


"bukan ngaco mbak,cuma mengutarakan perasaan aja," jawabnya enteng


"Lha itu cara kamu buat rayu semua wanita ya Yo?"tanyaku


"Ya gak lah mbak,hanya pada orang orang terpilih aja aku gini .yang lain enggak" jawabnya


"Makin gak waras kamu"


"Gara gara kamu mbak"


"lha kok gara gara aku?"


"iya lah,orang kamu masuk ke dalam hatiku tanpa permisi,"


"Yogaaaa"


"Bercanda mbak"


"Jangan di ulang"


hahahaha


bik Marni terlihat tertawa lepas menatap kami beradu mulut,

__ADS_1


"Kalian cocok " ucap bik Marni mengacungi jempol


"Bibiik"


kreeek


kami semua menoleh dari arah sumber suara.


ku lihat pria berpakaian serba putih masuk ke kamar kami


"Saya akan periksa pasien dulu ya" ucap pak dokter


"iya silahkan dokter" ucapku


aku,yoga dan bik Marni segera keluar,memberikan ruang bagi dokter untuk memeriksa Mia agar konsentrasi dokter tak terganggu akibat kehadiran kami.


Tak lama kemudian dokter keluar dan aku langsung menghujani nya dengan pertanyaan.


"Bagaimana keadaan anak saya ,apa dia baik baik saja, kenapa Merah merah di tubuhnya tidak juga hilang dokter" tanyaku khawatir


dokter menatap ku lalu tersenyum," bisa kita bicara di ruangan saya,anda dan suami anda boleh ikut" ucap dokter itu menatap ku dan Yoga.


"Tapi dok dia bu___"


"Baiklah dokter ayok" ucap yoga langsung menarik tanganku.


di ruangan dokter


"Jadi bagaimana dokter?" tanya ku tak sabaran mendapatkan hasil pemeriksaan medis Mia.


"Sabar sayang,biarkan dokter menjelaskan secara detail" ucap yoga


aku membulatkan mata mendengar kata sayang dari nya,ingin ku membantah tapi tatapan matanya mengatakan nanti saja di luar,terlebih tangannya memegang erat tanganku di bawah sana.


"Hehe,wajar jika ibu khawatir, sepertinya sayang banget sama anaknya ya" ucap dokter


"baiklah begini,adek Mia mengalami alergi udang ,kepiting dan juga kerang" jelas dokter


"selanjutnya jaga makanan yang di konsumsi Mia ya,untuk ibu juga karena ibu masih menyusui jadi jaga juga makanan ibu,Karena apa yang ibu makan itu juga yang di makan oleh anak ibu" jelasnya


aku dan yoga mengangguk paham


"Terimakasih dokter,jadi kapan Kami bisa pulang?" tanyaku


"Sabar ya ibuk,sampai kondisi Mia benar benar membaik dan merah merah di tubuhnya menghilang" ucap dokter.


**


Setelah keluar dari ruang dokter aku dan yoga kembali ke ruang rawat Mia,


"Yo, ,kenapa loe ngaku jadi suami gue? " tanyaku


"lha kenapa emang mbak,ucapan orang kan do'a, kalo saja di ijabah" jawabnya asal


"Idih yoga,loe tu ya bikin gue kesal aja!" ucapku


kring


kring


ku dengar suara ponsel yoga berdering,ia mengangkat.


"ada apa Ram?" tanya nya


"_____"


"Ok baiklah,gue kesana sekarang,langsung saja bagi tim menjadi dua" ucapnya lagi


segera ia matikan ponsel.

__ADS_1


"Bik, , yoga pamit nya,mencari sesuap nasi untuk bidadari akoh" ucapnya


"Iya sudah hati hati ya" ucap bik Marni


yoga bersalaman dan mencium tangan bik Marni,dan dia berjalan ke arahku yang lagi berdiri di samping kasur Mia.


"Mi, ,kakang berangkat kerja dulu ya,jaga Mia ! ucapnya


"Apa,. Mi?"


"Ta-Mi, , ,kan ambil ujungnya aja heheh" ucapnya cengengesan


"Eeh Yo,makasi ya , , gue__"


"Aku kami aja kali embak,,gak enak banget kalau loe gue" ucap nya


Aku juga entah mengapa tak enak mengatakan elo gue ke dia,


"terserah lah,yang penting gue makasi ya udah bantu gue selama ini" ucap ku


"Santai,nanti juga bakal jadi kewajiban ku kok ! " ucapnya lagi membuatku geli


"Yoo,,gak udah bercanda"


"iya iya,ya sudah aku berangkat dulu,"


"Assalamualaikum"


"waalaikumsalam" jawabku serempak sama bik Marni


sebelum dia pergi dia sempat mencium Mia,aku terharu melihat perhatian nya sama Mia, yang melakukan ini semua harusnya mas Willy bukan orang lain


tik


tak terasa air mata ku menetes mengingat mas Willy yang seolah tak perduli lagi denganku.


"Bibik cari makan dulu ya" ucap bik Marni dan aku mengangguk.


tak lama ku dengar suara pintu di buka,


"Dita apa yang terjadi sama anak kita?" tanya mas Willy langsung menghampiri ku dan Mia


"Mia alergi mas" jawabku


"Alergi,kok bisa ? kamu gak jaga makanan kamu ya,makanya makanan di jaga jangan cuma mikirin perut kenyang" ucapnya marah marah di depan Mia


Segera ku tarik tangannya menjauh dari Mia,agar tidur Mia tak terganggu,


"Mas kalau bicara bisa gak usah marah marah Mulu,saat seperti ini kamu kamu kemana hah,? "


"bukankah aku sudah kasi tahu kamu sejak semalam kalau Mia sakit? Tapi kamu tidak percaya"


"Masalah Mia alergi,aku juga gak tahu mas,jika aku tahu ya aku gak akan makan udang dan lain sebagainya yang membuat nya seperti ini" ku luapkan kekesalan ku pada mas Willy saat ini,


"Kamu kan bisa periksa dulu apa boleh makan ini atau makan itu? " tanyanya menyalahkan ku


"astagfirullah mas," aku sangat kesal mendengar tanggapan mas Willy saat mengetahui apa yang menyebabkan Mia masuk rumah sakit,


beda halnya dengan Yoga,meski dia terbilang lebih muda dari mas Willy,dia lebih dewasa menyikapi masalah ,buktinya saat mendapatkan kabar bahwa Mia alergi seafood,dia langsung berkata "Tidak apa itu bukan salah kamu,kan kita gak tahu kalau kulit Mia sensitif ini terhadap seafood,untuk kedepannya kamu harus hati hati memilih makanan dan minuman untuk Mia dan juga untuk kamu selama menyusui" itulah yang di ucapkan yoga padaku saat berjalan dari ruangan dokter menuju ruang rawat Mia tadi .


"Kenapa diam,kamu gak bisa jawabkan,? memang kami gak becus ngurus anak!"


"Gini sudah punya istri manja,sama skali gak becus ngurus bayi,kamu sih Willy, kenapa percaya ngurus Mia sama dia"


degh


belum sembuh sakit hatiku mendengar cemoohan suamiku kini tambah lagi suara Bariton mama menyakiti telingaku.


"Kenapa mama berubah?" tanyaku

__ADS_1


Apa yang akan di katakan Adita pada mertuanya?


next


__ADS_2